26 April 2023

Leukemia (Kanker Darah): Gejala, Penyebab, dan Pengobatannya

Ada banyak gejala awal leukemia, termasuk berkeringat di malam hari

Ada berbagai jenis kanker yang dapat menyerang sel tubuh. Salah satunya yakni leukemia atau dikenal dengan kanker darah.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Hematologi Onkologi Medik DR. dr. Cosphiadi Irawan mengatakan bahwa, sesuai daftar WHO kematian 10 juta di seluruh dunia adalah penyakit kanker, termasuk leukemia.

"Jadi 1 dari 6 adalah kanker. Di tahun 2030 diprediksi akan meningkat menjadi 13 juta." ujarnya dalam press conference di Eka Hospital BSD, Tangerang, Rabu (8/3)

Diketahui, tanda-tandanya cukup bisa terlihat dan dirasakan sejak stadium awal, lho.

Mari ketahui lebih lanjut tanda-tanda, penyebab, serta ragam jenis dari kanker darah ini, Moms.

Baca Juga: Mimisan pada Ibu Hamil: Penyebab, Cara Atasi, dan Cegahnya

Apa Itu Leukemia?

Ilustrasi Kanker
Foto: Ilustrasi Kanker (pixabay.com)

Melansir StatPearls Journal, leukemia adalah sebuah kanker yang menyerang darah akibat produksi sel darah putih yang berlebihan.

Adapun ini menyerang jaringan pembuluh darah, sumsum tulang belakang, dan kelenjar getah bening.

Tidak seperti kanker lainnya, leukemia umumnya tidak membentuk massa atau tumor.

Melainkan, ini menyebabkan gejala-gejala yang datang secara tiba-tiba dalam tubuh.

Dikutip dari National Cancer Institute, jenis kanker ini bisa menyerang anak-anak ataupun orang dewasa.

Perawatan leukemia pun bisa lebih kompleks tergantung pada jenis dan seberapa parah gejala yang dirasakan.

Mengetahui gejala dari kanker darah ini sedini mungkin dapat meningkatkan peluang kesembuhannya, Moms.

Baca Juga: Metode ILA, Prosedur Melahirkan Normal tanpa Rasa Sakit

Jenis-Jenis Leukemia

Diketahui, ada sejumlah jenis dan tingkat keparahan gejala dari kanker darah satu ini. Berikut beberapa jenis leukimea yang umum terjadi:

1. Leukemia Limfositik Akut

Ilustrasi Sel
Foto: Ilustrasi Sel (shutterstock.com)

Pada jenis ini, leukemia akan terjadi dengan cepat seiring waktu.

Lebih sering menyerang usia muda seperti anak-anak dibandingkan orang dewasa.

Ini awal mulanya terjadi di sumsum tulang belakang dan menyebar ke bagian organ lainnya.

Organ yang paling sering "dihinggapi" adalah kelenjar getah bening, hati, limpa, otak, dan juga testis pada pria.

Gejalanya juga akan memburuk dalam waktu yang singkat.

2. Leukemia Limfostik Kronis

Agak sedikit berbeda, pada jenis ini, sel-sel darah akan berfungsi secara normal untuk jangka waktu tertentu.

Gejalanya juga terbilang tidak terlalu terasa dan bahkan bisa 'luput' dari diagnosis dokter.

Adapun, ini salah satu jenis leukemia yang terjadi pada orang dewasa.

Karena gejala sulit terlihat, hal ini membuat pengobatan terbilang sedikit "terlambat".

3. Leukemia Miologenous Kronis

Sakit Leher (Orami Photo Stock)
Foto: Sakit Leher (Orami Photo Stock)

Pada orang dewasa tua atau lansia, jenis leukemia yang dialami pun bisa berbeda.

Leukemia jenis ini lebih sering menyerang mereka yang berusia 65 tahun ke atas.

Melansir Cleveland Clinic, sekitar 1,9 per 100.000 pria dan wanita di Amerika Seikat didiagnosis menderita kanker darah jenis ini per tahunnya.

Sangat jarang menemukan kasus ini pada usia anak-anak.

4. Leukemia Miologenous Akut

Salah satu jenis yang paling umum terjadi pada anak-anak ataupun orang dewasa adalah leukemia miologenous akut.

Jenis ini tidak seperti kanker atau kista lainnya yang muncul gejala benjolan.

Leukemia miologenous akut memengaruhi sel darah putih dalam tubuh.

Tak jarang, kadar trombosit dalam tubuh pun ikut terpengaruh karena jenis kanker darah ini.

"Jenis ini muncul dalam bentuk sel darah putih meningkat, darah trombosit turun, dan kulit biru-biru." ucap DR. dr. Cosphiadi Irawan.

Baca Juga: 8 Ciri-Ciri Anak Akselerasi yang Punya Kecerdasan Tinggi

Tanda Awal Leukemia

Ilustrasi Kelelahan
Foto: Ilustrasi Kelelahan (shutterstock)

Diketahui, penyakit ini bisa memburuk dengan cepat jika penderita memiliki tipe leukemia akut.

Ada pula yang berkembang lebih lambat karena memiliki jenis leukemia kronis.

Berikut ini sejumlah tanda atau gejala awal leukemia yang harusnya diwaspadai:

1. Kelelahan

Menurut DR. dr. Cosphiadi Irawan, kelelahan atau tubuh mudah terasa capek adalah gejala leukemia yang paling umum.

Diketahui, penyebab tubuh mudah lelah ini berkaitan erat dengan kondisi anemia.

Anemia terjadi ketika produksi sel darah merah di bawah batas normal.

Akibatnya, tubuh merasa mudah lelah dan juga kurang berenergi.

Melansir American Cancer Society, pada kondisi yang lebih akut dan kronis, penderita mungkin akan mengalami kelelahan fisik ekstrem yang memburuk seiring berjalannya waktu.

2. Sesak Napas

Jenis-jenis leukemia tertentu bisa merusak produksi sel darah merah. Normalnya, sel darah merah berfungsi untuk membawa oksigen ke seluruh tubuh.

Jika sel darah merah dalam tubuh berkurang, ini membuat seseorang mengalami sesak napas.

Gejala sesak napas pada penderita leukemia ini, juga dipicu dari pembengkakan kelenjar getah bening pada bagian dada.

3. Memar Berlebihan

Memar pada tubuh yang tidak dapat dijelaskan atau tanpa cedera fisik bisa menjadi tanda-tanda awal leukemia, lho.

Menurut Pamela Crilley, ketua departemen onkologi medis di Pusat Perawatan Kanker Amerika, memar yang tidak biasa ini akibat jumlah trombosit yang rendah.

Masalah pada pembekuan darah juga salah satu pemicunya.

Apakah Moms salah satu yang mengalami ini?

Baca Juga: 8+ Cara Mengatasi Gigitan Kutu Kasur, Mudah dan Efektif!

4. Pendarahan Tak Biasa

Ilustrasi Terkena Leukimia
Foto: Ilustrasi Terkena Leukimia (shutterstock)

Sering mimisan tanpa sebab? Ini salah satu tanda awal dari penyakit kanker darah seterusnya.

Sama halnya dengan memar, mimisan tidak biasa perlu dikhawatirkan dan diketahui penyebabnya.

Ini juga biasanya dibarengi dengan pendarahan pada gusi, usus, atau paru-paru.

Kondisi ini merupakan tanda-tanda awal dari leukemia akut, Moms.

5. Gusi Bengkak dan Membesar

Pembengkakan gusi juga dikenal sebagai hiperplasia gingiva.

Adapun ini salah satu gejala dari leukemia jenis akut, Moms.

Selain gusi bengkak, rasa tidak nyaman pada mulut juga salah satu kondisi yang sering dialami.

Hal ini meliputi gigi sensitif, mulut bau tidak sedap, serta gusi yang mudah berdarah.

6. Kenyang atau Kembung

Siapa sangka, ternyata ini salah satu gejala dari leukemia selanjutnya, lho!

Limpa yang membesar pada penderita kanker darah membuat nafsu makan ikut menurun.

Padahal, organ ini salah satu tugasnya untuk membantu tubuh dalam melawan infeksi atau peradangan.

Ketika organ ini telah bengkak, akan membuat kita merasa kenyang atau mudah kembung.

Umumnya, penderita juga akan makan dalam porsi kecil dan kehilangan selera makan.

Baca Juga: Seafood untuk Ibu Hamil yang Aman Dikonsumsi, Apa Saja?

7. Sakit Perut Bagian Kiri Atas

Moms, gangguan pada organ dalam juga tanda dari kanker darah yang perlu diketahui.

Salah satu gejala yang dialami yakni rasa sakit pada perut bagian kiri atas.

Hal ini dipicu karena limpa yang membesar sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman.

Cobalah untuk mengatur posisi tidur lebih pas untuk mengurangi gejala ini timbul saat malam hari ya, Moms.

8. Berkeringat di Malam Hari

Berkeringat di malam hari disebabkan oleh infeksi yang terkait dengan leukemia.

Hal ini membuat tubuh seperti 'basah kuyup' tanpa sebab dan sering terjadi tiba-tiba.

Umumnya, hal ini juga bisa dipicu dari gejala kondisi lainnya seperti tanda menopause.

Segera konsultasi ke dokter apabila mengalami pendarahan tidak terduga hingga demam tinggi, ya.

Baca Juga: Cara Memberikan Pendidikan Seksual pada Anak Sesuai Usianya

Penyebab Leukemia

Anak Terkena Leukimia (Orami Photo Stock)
Foto: Anak Terkena Leukimia (Orami Photo Stock)

Hingga saat ini, belum ada penyebab pasti dari kanker darah. Mengutip Mayo Clinic, secara umum leukemia terjadi karena adanya perubahan genetik atau DNA dalam tubuh.

Adanya 'sinyal' yang tidak berfungsi dengan baik dalam darah, membuat sel darah putih diproduksi secara berlebihan.

Hingga akhirnya melampaui batas dan menyerang balik organ dalam tubuh itu sendiri.

Seiring waktu, sel-sel abnormal ini menekan sel darah sehat di sumsum tulang dan organ sekitarnya.

Tak heran jika gejala dari leukemia ini cukup terlihat dan bisa dirasakan dari stadium awal.

Baca Juga: Kista Gigi: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobatinya

Pengobatan untuk Leukemia

Ilustrasi Terapi (Orami Photo Stock)
Foto: Ilustrasi Terapi (Orami Photo Stock)

DR. dr. Cosphiadi Irawan menjelaskan, dalam pengobatan kanker darah, hal yang biasa dilakukan adalah menurunkan sel-sel darah.

"Baik itu sel getah bening, sel darah putih, dan sel plasma sampai tekanan normal di bawah 5 persen." jelasnya.

Ia menambahkan dalam prosesnya, darah merah turun, darah trombosit juga turun, dan darah sel putih dapat mencapai 0.

Ada sejumlah cara dalam mengatasi kanker darah yang menyerang anak-anak atau orang dewasa.

Berikut sejumlah pengobatan leukemia yang bisa dilakukan:

1. Kemoterapi

Salah satu pengobatan yang sering dipakai adalah kemoterapi.

Kemotapi dilakukan dengan pemberian obat-obatan melalui infus atau obat minum seperti pil.

Obat tersebut fungsinya untuk membunuh sel kanker atau menghentikan perkembangbiakkannya di dalam tubuh.

Adapun sejumlah efek samping kemoterapi yang ditimbulkan, seperti:

Perubahan hormon juga salah satu dampak dari pengobatan kanker jenis ini.

2. Terapi Target

Targeted therapy juga termasuk dalam cara mengatasi leukemia.

Ini adalah perawatan khusus menargetkan sel-sel kanker secara lebih spesifik.

Dengan memblokir sel kanker ini, perawatan obat akan menyebabkan sel kanker lebih mudah mati.

Biasanya ini juga dibarengi dengan konsumsi obat-obatan kanker lain untuk hasil yang lebih optimal.

3. Radioterapi

Moms, pengobatan leukemia lainnya yakni dengan menggunakan radioterapi.

Perawatan ini menggunakan sinar energi yang kuat untuk membunuh sel-sel kanker atau menghentikan pertumbuhannya.

Radiasi akan diarahkan ke tempat sel kanker itu tumbuh, khususnya pada organ tertentu.

4. Terapi Proton

Terapi proton adalah jenis terapi radiasi yang menggunakan partikel bermuatan positif yang disebut proton untuk mengobati kanker.

Proton dikirimkan ke dalam tubuh melalui mesin yang disebut cyclotron, yang menghasilkan proton dari elemen hidrogen.

Proton memiliki sifat unik yang memungkinkan mereka untuk melepaskan energi yang tepat di tempat di mana mereka berhenti, yang disebut titik Bragg.

Ini memungkinkan proton untuk memberikan dosis radiasi yang tinggi ke tumor, sementara mengurangi jumlah radiasi yang diterima oleh jaringan normal di sekitarnya.

Terapi proton dapat digunakan untuk mengobati beberapa jenis kanker, termasuk kanker darah seperti leukemia.

Terapi proton untuk kanker darah biasanya dilakukan pada pasien yang telah menjalani beberapa jenis terapi kanker lainnya yang tidak efektif.

Baca Juga: Penyebab Anak Tantrum Pulang Sekolah dan Cara Mengatasinya

Jika saat ini mendapati telah merasakan salah satu gejala di atas, jangan pernah ragu untuk berkonsultasi dengan dokter ya, Moms.

Semakin segera ditangani, pengobatannya akan semakin mudah untuk dijalani.

  • https://seer.cancer.gov/statfacts/html/leuks.html
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK560490
  • https://www.cancer.org/cancer/acute-myeloid-leukemia/detection-diagnosis-staging/signs-symptoms.html
  • https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/leukemia/symptoms-causes/syc-20374373
  • https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/4365-leukemia

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.

rbb