12 Maret 2023

Metode ILA, Prosedur Melahirkan Normal tanpa Rasa Sakit

Pahami seperti apa prosedurnya di sini

Bagi Moms yang sebentar melahirkan, pernahkan mendenggar istilah Intrathecal Labour Analgesia yang juga bisa disebut dengan ILA?

Semakin besar kehamilan dan menuju persalinan, tak sedikit Moms yang merasakan ketakutan saat membayangkan rasa sakit saat proses melahirkan.

Saat ini kita berada di era yang fasilitasnya sudah maju, bahkan ketakutan Moms akan persalinan bisa diatasi dengan berbagai metode.

Nah, metode ILA ini bisa dipilih karena tanpa disertai rasa sakit. Metode ini diklaim dapat meminimalkan rasa nyeri ketika Moms melahirkan.

Berikut ini adalah informasi lengkap seputar metode ILA, semoga dapat membantu ya, Moms!

Baca Juga: Melahirkan Normal Setelah Caesar (VBAC)? Bisa!

Mengenal Metode Persalinan ILA

Ibu Melahirkan
Foto: Ibu Melahirkan (Freepik.com/wavebreakmedia-micro)

Melansir jurnal Obstetric Anaesthesia and Critical Care, ILA memenuhi persyaratan dasar analgesia persalinan.

Tujuannya untuk mengurangi nyeri persalinan tanpa memengaruhi sensasi lain, seperti keinginan untuk mengejan.

Selain itu, ILA juga tetap membiarkan persalinan berjalan normal sambil mempertahankan nada dasar panggul otot sekaligus penahan sensasi kepala bayi di vagina.

Dengan demikian, memungkinkan Moms bisa terus mengejan tanpa hambatan.

Metode ini bisa menjadi solusi bagi Moms yang memiliki kekhawatiran melahirkan normal, nih, Moms!

Metode ini masuk ke dalam salah satu bentuk induksi persalinan, yang biasanya diberikan kepada ibu hamil agar lebih mudah saat melahirkan.

Umumnya diutamakan bagi ibu hamil yang memiliki risiko membahayakan bagi dirinya dan bayi.

Prosedur Metode ILA

Anestesi Epidural
Foto: Anestesi Epidural (Verywellfamily.com)

Metode ILA dilakukan dengan anastesi epidural yang merupakan bius lokal dari pinggang ke bawah.

Prosedurnya dilakukan dengan menyuntikkan obat anastesi epidural pada daerah punggung.

Anastesi epidural ini dilakukan untuk mengurangi rasa sakit di daerah rahim, termasuk leher rahim dan bagian atas vagina.

Seperti reaksi obat bius pada umumnya, induksi ini bekerja dengan melumpuhkan saraf yang memberikan respons nyeri.

Rasa nyeri pada Moms yang melahirkan, biasanya terjadi pada area rongga dada dan rongga perut, akibat kontraksi dan pembukaan atau pelebaran leher rahim.

Saat proses melahirkan mencapai puncaknya dan kepala bayi mulai keluar, maka akan muncul tekanan hebat pada vagina, perineum, dan dasar panggul.

Dalam prosedurnya, obat anastesi epidural akan disuntikkan saat pembukaan di atas 4 cm dan hanya bertahan selama 4 jam saja.

Tak heran jika prosedur penyuntikkannya dilakukan pada saat pembukaan di atas 4 cm.

Sebenarnya metode ILA hampir sama dengan metode ELA (Epidural Labour Analgesia).

Bedanya, pada dosis anestesinya pada ILA diberikan lebih rendah, tanpa kateter, dan harganya pun jauh lebih murah dibandingkan dengan epidural.

Namun, karena dosisnya rendah maka lebih aman saat melahirkan normal.

Baca Juga: 3 Tips Buang Air Besar Pertama Setelah Melahirkan Normal

Kelebihan Metode Persalinan ILA

Ibu Hamil akan Melahirkan
Foto: Ibu Hamil akan Melahirkan (Gvh.org)

Tidak hanya dapat mengurangi rasa nyeri ketika proses pelahiran normal, metode ILA juga memiliki beberapa manfaat lainnya lho, Moms!

Berikut ini kelebihan menggunakan ILA, dilansir melalui jurnal International Journal of Sciences: Basic and Applied Research.

  • Kadar obat bius lebih rendah, sehingga lebih aman.
  • Obat bius disuntikkan ke dalam sumsum tulang belakang sehingga lebih mudah menyebar.
  • Penggunaan jarum suntik lebih kecil jika dibandingkan dengan metode epidural.
  • Risiko komplikasi persalinan hingga ibu meninggal lebih rendah.
  • Metode ILA ini juga harganya lebih terjangkau dibandingkan dengan epidural.
  • ASI bisa langsung diberikan pada Si Kecil setelah melahirkan.
  • Minim efek pada bayi.
  • Moms dapat menyimpan energi untuk mengejan.

Baca Juga: Sebelum Memilih Epidural, Moms Harus Tahu Kelebihan dan Kekurangannya

Efek Samping Melahirkan Normal dengan ILA

Metode ILA ini akan lebih efektif bagi Moms yang merasakan sakit tak tertahankan menjelang persalinan, tapi ingin melahirkan secara normal.

Menurut American Family Physician, Moms juga perlu memperhitungkan efek sampingnya, seperti:

Baca Juga: 5 Cara Mencegah Ruam Popok pada Bayi agar Kulitnya Selalu Sehat

Semua Metode Melahirkan Punya Risiko

Persiapan Persalinan
Foto: Persiapan Persalinan (Orami Photo Stocks)

Pada dasarnya melahirkan dengan metode apa pun pengorbanannya tetap sama.

Semua ibu mempertaruhkan nyawanya, apalagi pascamelahirkan. Rasa sakitnya akan terasa ya, Moms.

Setiap metode persalinan memiliki kekurangan dan kelebihannya masing-masing.

Dilansir dari Stanford School of Medicine, apabila ukuran bayi sangat besar, risiko yang Moms alami antara lain:

  • Cedera
  • Memar pada kulit
  • Retak tulang

Sedangkan pada proses persalinan caesar, menurut French Study, perdarahan, infeksi, dan komplikasi karena anestesi sangat mungkin terjadi.

Sehingga perempuan yang melahirkan secara caesar memiliki kemungkinan meninggal 3 kali lebih besar daripada yang melahirkan normal.

Jadi, selalu persiapkan betul fisik dan mental Moms saat hendak melahirkan.

Karena yang terpenting adalah Moms berjuang bersama dengan bayi dalam kandungan untuk bisa selamat dalam proses melahirkan.

Terlepas apa pun metode yang dipilih dan dilakukan.

Baca Juga: Mengidap Lupus Saat Hamil? Ketahui Risikonya

Meski minim risiko, jangan lupa untuk berkonsultasi dengan bidan atau dokter kandungan jika hendak menggunakan ILA.

Jangan lupa untuk mendiskusikannya juga dengan Dads, ya! Semoga Moms selalu dilancarkan dalam metode persalinan apa pun yang dipilih.

  • https://www.researchgate.net/profile/Maisuri-Chalid/publication/301677105_Effect_of_Intrathecal_Labor_Analgesia_ILA_in_Normal_Labor_Study_on_the_Dynamics_of_Pain_Intensity_and_Level_of_Prostaglandin_PGE2_Maternal_Plasma/links/572138aa08aea92aff8b28c4/Effect-of-Intrathecal-Labor-Analgesia-ILA-in-Normal-Labor-Study-on-the-Dynamics-of-Pain-Intensity-and-Level-of-Prostaglandin-PGE2-Maternal-Plasma.pdf
  • https://www.pregnancybirthbaby.org.au/epidural
  • https://www.joacc.com/article.asp?issn=2249-4472;year=2013;volume=3;issue=1;spage=16;epage=22;aulast=Chhetty

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.