Scroll untuk melanjutkan membaca

3-12 BULAN
09 Oktober 2022

Ruam Popok pada Bayi, Ketahui Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Kulit sensitif bisa tingkatkan risikonya
Ruam Popok pada Bayi, Ketahui Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Foto: Orami Photo Stocks

Ruam popok pada bayi adalah salah satu hal yang umum terjadi pada Si Kecil.

Kondisi ini ditandai dengan warna kemerahan pada kulit di area genital bayi.

Munculnya ruam popok sering dikaitkan dengan popok basah yang tidak segera diganti, sensitivitas kulit, dan peradangan.

Kendati begitu, kondisi ini juga bisa terjadi, bahkan pada bayi yang mengganti popok secara teratur, lho, Moms.

Yuk, baca lebih lanjut untuk tahu apa saja gejala, penyebab, dan perawatan ruam popok pada Si Kecil!

Baca Juga: Review Popok Baby Happy oleh Moms Orami, Popok Tipis dan Tidak Menyebabkan Ruam!

Gejala Ruam Popok pada Bayi

Bayi Menangis

Foto: Bayi Menangis (Freepik.com/cookie-studio)

Umumnya, kulit yang mengalami ruam popok terlihat berwarna kemerahan.

Selain itu, ruam popok juga bisa mengakibatkan timbulnya pustula atau lepuh kecil pada kulit Si Kecil.

Beberapa gejala lain yang bisa ditemukan akibat ruam popok pada bayi, yaitu:

  • Kulit yang meradang di area bokong, paha, dan alat kelamin bayi.
  • Kulit terasa gatal dan perih.
  • Terdapat luka di area popok.
  • Membuat bayi tidak nyaman, rewel atau menangis, terutama saat mengganti popok.

Baca Juga: Review MamyPoko Extra Dry oleh Moms Orami, Daya Serap Baik dan Anti Ruam!

Penyebab Ruam Popok pada Bayi

Bayi

Foto: Bayi (Freepik.com/kalinovskiy)

Tidak hanya akibat gesekan dari penggunaan popok, ada pula hal lain yang meningkatkan risiko ruam popok pada bayi.

Berikut ini penjelasan selengkapnya:

1. Adanya Iritasi Akibat Tinja dan Urine

Kontak terlalu lama dengan air seni dan/atau tinja pada kulit bayi dapat meningkatkan risiko iritasi.

Karenanya, bayi mungkin akan lebih rentan mengalami ruam popok, khususnya jika ia sering buang air besar atau diare.

Pada dasarnya, kulit bayi masih sangat sensitif, termasuk di area genitalnya.

Oleh karena itu, apabila kelembapan area tersebut tidak terjaga dengan baik, ruam popok mungkin tidak bisa dihindari lagi.

2. Iritasi dari Penggunaan Produk Baru

Penggunaan produk baru juga dapat memicu timbulnya ruam popok pada kulit bayi.

Misalnya, penggunaan tisu bayi, merek popok sekali pakai yang baru, atau paparan bahan kimia seperti deterjen, pemutih, dan pelembut pakaian.

Zat lain pada produk perawatan kulit bayi yang dapat memicu timbulnya masalah ruam popok, termasuk bahan-bahan yang ditemukan di losion bayi, bedak, dan minyak-minyakan.

3. Infeksi Bakteri atau Jamur

Infeksi kulit karena bakteri dapat tersebar ke area lain.

Kondisi ini bisa saja menimbulkan ruam popok pada bayi, terutama di area yang tertutup popok, seperti bokong, paha, dan alat kelamin.

Area tersebut sangat rentan, karena hangat dan lembap sehingga menjadi tempat berkembang biak yang sempurna bagi bakteri maupun jamur.

Baca Juga: 7 Rekomendasi Tisu Basah Anti Bakteri untuk Menjaga Kebersihan Kulit Bayi

4. Kulit Sensitif

Bayi dengan kondisi kulit, seperti dermatitis atopik atau dermatitis seboroik (eksim), lebih berisiko mengalami ruam popok.

"Eksim, yang terkadang disebut dermatitis atopik, merupakan kondisi kulit kronis yang memengaruhi sekitar 17% anak-anak," kata Miriam Weinstein, dokter kulit anak di Rumah Sakit Anak Toronto, mengutip Today's Parent.

Eksim menjadi tanda kulit sensitif pada bayi, karena kondisi ini disebabkan oleh kulit yang tidak mampu menjaga kelembapannya.

Akibatnya, kulit menjadi rentan mengalami iritasi, kering, gatal, dan meradang.

5. Penggunaan Antibiotik

Penggunaan antibiotik bisa membunuh bakteri, baik itu bakteri baik dan jahat.

Ketika bayi minum antibiotik, bakteri yang menjaga pertumbuhan jamur akan berkurang.

Dampak yang terjadi, yaitu ruam popok pada bayi karena infeksi jamur.

Bayi yang disusui oleh ibu yang mengonsunsi obat antibiotik juga berisiko tinggi mengalami ruam popok.

Risiko tersebut bisa meningkat lebih tinggi apabila konsumsi antibiotik tidak sesuai dengan anjuran dari dokter.

6. Perubahan Postur Tubuh Bayi

Ketika bayi beraktivitas, terjadi perubahan postur tubuhnya, terutama di bagian perut.

Sehingga, karet pinggang pada popok akan bergeser dan 'berkumpul' ke area bahwa perut bayi. Hal ini memicu tekanan di perut bayi.

Tekanan itulah yang memicu terjadinya ruam popok pada bayi.

Dalam konferensi Pers Era Baru Mamypoko Smart Peluk Elastis 5.0 yang diadakan pada tanggal 8 Oktober 2022 di Mall Kota Kasablanka, Dokter Spesialis Anak, dr. Reza Fahlevi Sp.A, memberikan pendapatnya tentang ruam popok pada bayi.

Menurut dr. Reza, secara anatomi, postur tubuh bayi di area perut memang selalu berubah-ubah, khususnya saat mereka sedang beraktivitas.

Aktivitas dasar saja, seperti bernapas, dapat menyebabkan perubahan pada postur tubuh.

Hal tersebut karena bayi masih bernapas melalui diafragma perut.

"Postur tubuh (perut) bayi juga akan mengalami perubahan ukuran saat sebelum dan sesudah minum ASI," ungkap dr. Reza.

Baca Juga: Sebabkan Gatal dan Perih, Ikuti 5 Tips Menghindari Ruam Popok Pada Kulit Bayi

Cara Mengatasi Ruam Popok pada Bayi

Ibu dan Anak

Foto: Ibu dan Anak (Freepik.com/ego-tanfreepix)

Beberapa bayi sangat rentan mengalami ruam popok.

Karenanya, Moms mesti tahu cara mengatasi ruam popok pada bayi.

Berikut ini langkah-langkah yang bisa diikuti:

1. Sering Mengganti Popok

Minimalkan kontak bokong bayi dengan urine dan kotoran. Sebab, hal tersebut membuat bayi rentan mengalami ruam popok.

Ganti popok kotor setiap 2-3 jam, dan lakukan lebih sering jika Si Kecil mengalami ruam, terutama setelah ia baru bangun tidur.

2. Perhatikan Penggunaan Tisu Basah

Tisu yang dibuat khusus untuk kulit sensitif juga dapat menyebabkan reaksi alergi dan ruam, lho.

Bila Moms menggunakan tisu basah ketika membersihkan dan mengganti popok bayi, maka pastikan bahannya aman serta tidak mengandung alkohol atau pengharum.

Bila penggunaan tisu basah dengan bahan apa pun membuat ruam semakin parah, segera hentikan penggunaannya.

Sebagai gantinya, gunakan air atau lap basah saja.

Baca Juga: 11 Pilihan Salep Gatal Paling Ampuh dan Bisa Dibeli di Apotek

3. Menggunakan Krim Diaper

Krim diaper dengan kandungan seng atau petroleum jelly dapat membantu menjaga kulit bayi tetap lembut dan terlindungi dari kotoran maupun urine.

"Cari produk yang mengandung seng oksida atau petroleum jelly untuk digunakan dan diaplikasikan saat mengganti popok," terang Dr. Mandelik.

Berhenti juga menggunakan bedak pada area popok Si Kecil.

Sebab, dalam jurnal Nursing for Women’s Health, bedak bayi tidak dianjurkan untuk digunakan di area popok.

Hal tersebut karena zat dalam bedak bayi bisa meningkatkan pertumbuhan bakteri, yang dapat memperburuk dermatitis pada kulit.

4. Tidak Berlebihan Membersihkan Kulit Bayi

Menjaga kulit bayi bersih dan terjaga adalah hal yang penting.

Namun, Moms tetap tidak boleh berlebihan dalam membersihkannya.

Sebab, tindakan tersebut dapat menghilangkan bakteri baik yang berperan mencegah risiko ruam popok pada bayi.

Jika memungkinkan, gunakan waslap dan air hangat sebagai pengganti tisu untuk membersihkan bokong bayi dan mengatasi ruam popok.

Bila ruam tidak sembuh juga, jangan tunda untuk segera membawa Si Kecil berobat ke dokter.

Si Kecil mungkin memerlukan obat untuk mengobati peradangan atau infeksi yang dialaminya.

5. Memilih Popok yang Tepat

Aktivitas Si Kecil dapat memicu pergerakan pada popok yang digunakannya.

Hal tersebut bisa membuat karet popok 'berkumpul' di area bawah perut bayi.

Untuk itu, akan lebih baik jika Moms memilih produk popok dengan karet pinggang yang dapat mengikuti segala pergerakan bayi tanpa mengubah posisinya.

"Popok dengan karet pinggang yang baik dapat menghindari tekanan berlebih yang memicu permasalahan kulit," ujar dr. Reza.

"Sebab, kulit bayi lebih tipis dibanding orang dewasa sehingga tekanan berlebih dari karet popok bisa berefek negatif bagi kulit Si Kecil," tegasnya.

Selain memperhatikan karet pinggang pada popok, Moms juga bisa mencari popok dengan bahan yang lembut dan nyaman untuk kulit Si Kecil.

Baca Juga: Kapan Saat Terbaik Beralih dari Popok Bayi Ke Popok Celana?

Nah, itu dia penjelasan tentang gejala, penyebab, dan cara mengatasi ruam popok pada bayi.

Semoga Si Kecil terhindar dari kondisi tersebut sehingga bisa tetap nyaman menjalani hari, ya!

  • https://onlinelibrary.wiley.com/doi/pdf/10.1111/1751-486X.12218
  • https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/diaper-rash/symptoms-causes/syc-20371636
  • https://www.todaysparent.com/kids/kids-health/most-common-kid-skin-rashes-and-sensitivities-and-how-to-soothe-them/