27 Februari 2023

5 Cara Mencegah Ruam Popok pada Bayi agar Kulitnya Selalu Sehat

Moms bisa gunakan diaper cream yang aman untuk melindungi kulit bayi dari ruam
5 Cara Mencegah Ruam Popok pada Bayi agar Kulitnya Selalu Sehat

Foto: Freepik.com/cookie-studio

Ruam popok pada bayi adalah salah satu hal yang umum terjadi pada Si Kecil. Kondisi ini ditandai dengan warna kemerahan pada kulit di area genital bayi.

Munculnya ruam popok sering dikaitkan dengan popok basah yang tidak segera diganti, sensitivitas kulit, dan peradangan.

Kendati begitu, kondisi ini juga bisa terjadi, bahkan pada bayi yang mengganti popok secara teratur, lho, Moms!

Yuk, baca lebih lanjut untuk tahu apa saja gejala, penyebab, perawatan, hingga pencegahan ruam popok pada bayi!

Baca Juga: 10 Tips Mudah Perawatan Kulit Bayi Baru Lahir, Bantu Cegah Iritasi Kulit!

Gejala Ruam Popok pada Bayi

Bayi Menangis
Foto: Bayi Menangis (Freepik.com/cookie-studio)

Umumnya, kulit yang mengalami ruam popok terlihat berwarna kemerahan.

Selain itu, ruam popok juga bisa mengakibatkan timbulnya pustula atau lepuh kecil pada kulit Si Kecil.

Beberapa gejala lain yang bisa ditemukan akibat ruam popok pada bayi, yaitu:

  • Kulit yang meradang di area bokong, paha, dan alat kelamin bayi.
  • Kulit terasa gatal dan perih.
  • Terdapat luka di area popok.
  • Bayi tidak nyaman, rewel atau menangis, terutama saat mengganti popok.

Baca Juga: Kenali 4 Jenis Kulit Bayi, Moms Wajib Tahu!

Penyebab Ruam Popok pada Bayi

Bayi
Foto: Bayi (Freepik.com/kalinovskiy)

Tidak hanya akibat gesekan dari penggunaan popok, ada pula hal lain yang meningkatkan risiko ruam popok pada bayi.

Berikut ini penjelasan selengkapnya:

1. Adanya Iritasi Akibat Tinja dan Urine

Kontak terlalu lama dengan air seni dan/atau tinja pada kulit bayi dapat meningkatkan risiko iritasi.

Karenanya, bayi mungkin akan lebih rentan mengalami ruam popok, khususnya jika ia sering buang air besar atau diare.

Pada dasarnya, kulit bayi masih sangat sensitif, termasuk di area genitalnya.

Oleh karena itu, apabila kelembapan area tersebut tidak terjaga dengan baik, ruam popok mungkin tidak bisa dihindari lagi.

2. Iritasi dari Bahan Kimia yang Terdapat di Dalam Produk Perawatan Bayi

Zat kimia dalam produk perawatan bayi yang tidak cocok dengan kulit bayi juga dapat memicu terjadinya iritasi.

Misalnya, seperti penggunaan sabun mandi bayi yang mengandung detergen SLS atau produk perawatan yang ada kandungan alkohol di dalamnya.

Termasuk jika kulit bayi tidak cocok dengan bedak, dan produk berbahan minyak seperti baby oil atau minyak telon yang digunakan.

3. Infeksi Bakteri atau Jamur

Infeksi kulit karena bakteri bisa menimbulkan ruam popok pada bayi, terutama di area yang tertutup popok, seperti bokong, paha, dan alat kelamin.

Area tersebut sangat rentan, karena hangat dan lembap sehingga menjadi tempat berkembang biak yang sempurna bagi bakteri maupun jamur.

Masalah ruam popok pada bayi akibat jamur ini biasanya berlangsung lebih dari beberapa hari, bahkan setelah popok rutin diganti.

Dilansir dari studi di International Journal of Dermatology, Candida albicans dan Staphylococcus aureus merupakan jenis jamur yang paling sering ditemukan di area yang terkena ruam popok.

Ruam ini biasanya berwarna merah dan memiliki titik-titik merah kecil yang tersebar di luar bagian utama ruam.

Sering kali munculnya dimulai dari lipatan kulit bagian dalam dan dapat menyebar ke kulit di bagian depan dan belakang.

4. Kulit Sensitif

Bayi dengan kondisi kulit seperti dermatitis atopik atau dermatitis seboroik (eksim), lebih berisiko mengalami ruam popok.

Eksim menjadi tanda kulit sensitif pada bayi, karena kondisi ini disebabkan oleh kulit yang tidak mampu menjaga kelembapannya.

Akibatnya, kulit menjadi rentan mengalami iritasi, kering, gatal, dan meradang.

5. Pengenalan Makanan Baru

Saat bayi mulai mengonsumsi makanan padat, kandungan fesesnya akan berubah. Ini bisa meningkatkan frekuensi buang air besar, atau feses yang lebih sulit dibersihkan.

Sangat mungkin ada bakteri yang tertinggal di kulit yang luput disadari karena kurang ekstra memperhatikan kebersihan area popok bayi.

Ini bisa menyebabkan munculnya ruam popok pada bayi.

Baca Juga: Mengenal Hipotermia pada Bayi, Kondisi Suhu Tubuh Bayi di Bawah Normal

Cara Mengatasi dan Mencegah Munculnya Ruam Popok pada Bayi

Ibu Mengganti Popok Bayi
Foto: Ibu Mengganti Popok Bayi (Freepik.com/yanalya)

Beberapa bayi sangat rentan mengalami ruam popok. Oleh karenanya, Moms mesti tahu cara mengatasi ruam popok pada bayi.

Berikut ini langkah-langkah yang bisa diikuti:

1. Sering Mengganti Popok

Minimalkan kontak bokong bayi dengan urine dan kotoran. Sebab, hal tersebut membuat bayi rentan mengalami ruam popok.

Ganti popok kotor setiap 2–3 jam, dan lakukan lebih sering jika Si Kecil mengalami ruam, terutama setelah ia baru bangun tidur.

Meski bayi tidak buang air kecil maupun buang air besar, tetap ganti popok secara rutin, karena keringat bayi juga bisa menyebabkan lembap di area popok.

2. Bersihkan Secara Maksimal Area Kulit yang Tertutup Popok

Menjaga kulit bayi bersih adalah hal yang penting untuk mencegah ruam popok. Pastikan tidak ada sisa kotoran, terutama sisa feses yang tertinggal di kulit bayi.

Bersihkan hingga ke setiap celah lipat, ketika mengganti popoknya atau ketika memandikan bayi.

Agar bayi tidak mengalami ruam atau iritasi, bersihkan kulitnya menggunakan sabun tanpa detergen SLS (Sodium Lauryl Sulfate) setiap mengganti popok dan mandi.

3. Keringkan Kulit Bayi dengan Baik

Bakteri yang menyebabkan terjadi ruam popok pada bayi biasanya sangat menyukai kondisi yang lembap dan hangat.

Oleh karena itu, usahakan untuk membuat area tersebut selalu kering, baik itu setelah bayi mandi atau sehabis buang air.

Moms bisa lakukan dengan cara menepuk kulit pantat Si Kecil dengan menggunakan handuk lembut hingga kering.

4. Hindari Penggunaan Bedak

Sebaiknya, Moms berhenti menggunakan bedak pada area popok Si Kecil.

Sebab, dalam studi jurnal Nursing for Women’s Health, bedak bayi tidak dianjurkan untuk digunakan di area popok.

Hal tersebut karena zat dalam bedak bayi bisa meningkatkan pertumbuhan bakteri, yang dapat memperburuk dermatitis atau iritasi pada kulit.

Baca Juga: 4 Cara Mempercepat Pemulihan Setelah Sakit pada Anak, Si Kecil Harus Banyak Istirahat!

5. Menggunakan Diaper Cream untuk Mencegah Ruam Popok

Ruam popok pada bayi juga bisa dicegah dengan menggunakan cream pelindung area nappy (diaper cream) setiap sebelum menggunakan popok.

Melansir Mayo Clinic, produk krim ruam popok dengan kandungan zinc oxide bekerja dengan baik untuk melembapkan dan menenangkan kulit bayi.

Studi di International Journal of Women's Dermatology juga menyebutkan bahwa zinc oxide dapat menciptakan penghalang atau barrier yang dapat melindungi kulit dari iritasi eksternal yang menyebabkan kemerahan dan sensasi terbakar akibat ruam popok.

Karena itu, sebaiknya, agar si kecil terhindar dari ruam popok, gunakan pelindung area nappy (diaper cream) yang ada kandungan zinc oxide, seperti yang ada di PUREBB Diaper Cream untuk mencegah ruam pada bayi.

Kandungan zinc oxide 3% yang ada dalam PUREBB Diaper Cream dapat mencegah agar Si Kecil tidak mengalami ruam dan iritasi, juga berperan sebagai antibakteri.

Selain zinc oxide, terdapat kandungan sunflower seed oil di dalamnya yang berfungsi sebagai pelumas alami sehingga berguna untuk mengatasi dan mencegah lecet pada area lipatan kulit bayi.

Dalam studi di jurnal BMC Pediatrics, dijelaskan bahwa sunflower seed oil dapat membantu meningkatkan fungsi penghalang kulit baru lahir bahkan mempercepat pemulihan skin barrier yang mengalami kerusakan.

PUREBB Diaper Cream yang diperkaya dengan sunflower seed oil yang bertindak sebagai moisturizer untuk menjaga kelembapan kulit sekaligus membantu proses regenerasi kulit bayi.

Produk PUREBB Diaper Cream juga sudah teruji dermatology dan memiliki pH 5.5 yang sesuai dengan pH kulit area popok bayi.

Apabila pH tidak sesuai dengan pH alami kulit bayi, Si Kecil rentan mengalami kulit kering, bersisik, bahkan bisa mengakibatkan alergi.

Jika pH yang terkandung dalam produk perawatan bayi tidak sesuai (terlalu basa), bakteri akan mudah berkembang dan hal ini bisa mengakibatkan infeksi kulit.

Gunakan PUREBB Diaper Cream setiap sebelum mengganti popok, untuk melindungi area popok Si Kecil dari urine dan feses agar tidak bersentuhan langsung dengan kulit.

Kulit area popok Si Kecil pun akan lebih terawat dan terhindar dari ruam popok dan iritasi dengan PUREBB Diaper Cream.

Dengan menggunakan diaper cream ini, Si Kecil akan terhindar dari ruam meski terjadi gesekan antara kulit dengan popok, terlambat ganti popok, atau terlambat membersihkan area bokong bayi.

Baca Juga: Penyebab Eksim pada Bayi dan Cara Mengatasinya, Moms Wajib Tahu!

Nah, itu dia penjelasan tentang gejala, penyebab, dan cara mencegah dan mengatasi ruam popok pada bayi.

Bila ruam tidak sembuh juga, jangan tunda untuk segera membawa Si Kecil berobat ke dokter.

Si Kecil mungkin memerlukan obat untuk mengobati peradangan atau infeksi yang dialaminya.

Semoga Si Kecil terhindar dari masalah ruam popok sehingga bisa tetap nyaman sepanjang hari, ya!

(ADV)

  • https://onlinelibrary.wiley.com/doi/pdf/10.1111/1751-486X.12218
  • https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/diaper-rash/symptoms-causes/syc-20371636
  • https://www.todaysparent.com/kids/kids-health/most-common-kid-skin-rashes-and-sensitivities-and-how-to-soothe-them/
  • https://www.researchgate.net/publication/11635614_Skin_benefits_from_continuous_topical_administration_of_a_zinc_oxidepetrolatum_formulation_by_a_novel_diaper
  • https://www.scitepress.org/Papers/2018/81519/pdf/index.html
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC8484940/
  • https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/diaper-rash/diagnosis-treatment/drc-20371641
  • https://bmcpediatr.biomedcentral.com/articles/10.1186/s12887-019-1871-2

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.