Newborn

22 November 2019

Hipotermia pada Bayi, Apa Penyebabnya?

Selalu sedia termometer di rumah ya, Moms
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Intan Aprilia

Jika biasanya Moms khawatir jika suhu tubuh Si Kecil meningkat, Moms juga harus meningkatkan kewaspadaan saat suhu tubuh bayi menurun.

Itu bisa menandakan bahwa sedang terjadi hipotermia pada bayi. Bagaimana itu bisa terjadi?

“Ibu baru sangat khawatir tentang apakah bayinya terlalu hangat atau terlalu dingin,” kata Dr. Sanjay Wazir, direktur unit perawatan intensif neonatal di rumah sakit Cloudnine, Gurgaon, India.

Hipotermia pada Bayi

hipotermia pada bayi

Foto: brain-injury-law-center.com

Hipotermia adalah suatu penyakit yang diderita bayi yang memiliki suhu di bawah normal. Seperti suhu orang dewasa, suhu bayi dapat berubah berdasarkan pada beberapa hal.

Seperti perbedaan saat pagi dan sore hari, aktivitas, dan bahkan kondisi Si Kecil saat sedang diukur suhunya. Secara umum, suhu anak harus berada di antara 36,5 ° C dan 37,5 ° C ketika diukur dengan termometer oral.

Ketika diambil dengan termometer yang dimasukkan ke pantat bayi, suhu bayi harus sekitar 37,6° C.

Mengukur suhu bayi dengan menyimpan termometer di bawah lengan mereka (aksila), adalah metode lain yang umum digunakan yang lebih mudah, tetapi masih kurang akurat. Suhu aksila biasanya setidaknya satu derajat lebih rendah dari suhu dari pantat.

Jika suhu bayi turun di bawah 36,5 ° C akan menjadi tanda hipotermia pada bayi. Suhu tubuh yang rendah pada bayi bisa berbahaya, dan, meskipun jarang, dapat menyebabkan kematian.

James F. Peggs, MD, profesor kedokteran keluarga di University of Michigan mengatakan, ada hal lain yang bisa menyebabkan bayi berisiko hipotermia. “Bayi, terutama yang tertidur di kamar dingin, juga berisiko,” katanya.

Baca Juga: Bayi Baru Lahir Alergi Dingin? Jangan Khawatir, Ini Cara Mengatasinya

Penyebab Hipotermia pada Bayi

hipotermia pada bayi

Foto: wsj.com

Selain suhu tubuh yang rendah, gejala hipotermia pada bayi lainnya seperti bayi yang terlihat lesu, tidak nafsu makan, tangisan yang lemah, kulit yang pucat dan terasa dingin, dan kesulitan bernapas. Berikut beberapa penyebab hipotermia Si Kecil:

1. Lahir Prematur

Hipotermia sering terjadi pada bayi yang lahir prematur dan pada bayi yang memiliki berat badan lahir rendah.

Bayi yang lahir kurang dari 28 minggu kehamilan dan bayi yang memiliki berat badan lahir kurang dari 1,5 kilogram, akan sangat berisiko.

Itu terjadi karena mereka kekurangan lemak tubuh, sistem saraf yang belum matang, dan ketidakmampuan untuk mengontrol suhu tubuh.

2. Hipoglikemia

Penyebab hipotermia pada bayi selanjutnya adalah hipoglikemia, yakni adalah suatu kondisi di mana ada terlalu sedikit glukosa atau gula darah dalam tubuh.

Glukosa digunakan oleh tubuh untuk energi. Seorang bayi dapat menjadi hipoglikemik saat lahir atau segera setelah karena infeksi, cacat lahir, atau kesehatan ibu selama kehamilan yang kurang baik.

3. Infeksi

Infeksi juga bisa menjadi penyebab hipotermia pada bayi. Beberapa infeksi serius telah dikaitkan dengan penurunan suhu tubuh.

Baca Juga: 6 Cara Mengatasi Suhu Bayi Menurun yang Bikin Panik

Lakukan Ini Saat Terjadi Hipotermia pada Bayi

hipotermia pada bayi

Foto: humanosphere.com

Saat terjadi hipotermia pada bayi, penggunaan oksigen akan meningkat 10 persen agar menghasilkan lebih banyak kehangatan tubuh. Peningkatan itu akan memberi tekanan besar pada tubuh mungil Si Kecil.

Dalam beberapa kasus, suhu tubuh yang rendah bahkan dapat menyebabkan kematian, meskipun ini sangat jarang terjadi.

Hal pertama yang harus dilakukan adalah mengukur suhu tubuhnya. Suhu rektal mungkin lebih akurat, tetapi jika Moms tidak memiliki termometer rektal, pakai termometer aksila pun tidak megapa.

Dilansir dari Stanford Children's Health, jangan biarkan kulit Si Kecil basah. Gunakan selimut hangat untuk mengeringkan bayi dan lakukan skin to skin contact. Bisa juga tambahkan kehangatan dengan lampu atau bed warmer.

Suhu tubuh yang lebih rendah dari 36,5 °C membuat bayi berisiko lebih tinggi untuk infeksi, memiliki masalah pernapasan, dan adanya gangguan pembekuan darah.

Baca Juga: Demam, Normal, Rendah, Sudahkah Moms Memahami Perbedaan Suhu Tubuh Bayi?

Jika suhu bayi rendah dan Moms tidak dapat meningkatkan suhunya dengan menambahkan pakaian dan menggunakan panas tubuh Moms dengan skin to skin contact, segera hubungi dokter anak.

Cek suhu tubuh Si Kecil secara berkala agar bisa memastikan tindakan yang diperlukan untuk mencegah bayi terkena hipotermia.

(FAR)

Produk Rekomendasi

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait