3-12 bulan

15 Maret 2021

Eksim pada Bayi, Ini Pemicu dan Cara Meredakannya

Eksim pada bayi bisa dipicu banyak hal. Salah satunya alergi susu!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Dresyamaya Fiona
Disunting oleh Adeline Wahyu

Bayi memiliki kulit sensitif. Jaringan kulitnya cenderung tipis berbeda dengan orang dewasa. Salah satu masalah kulit yang dialami adalah eksim pada bayi.

Tidak hanya pada orang dewasa, eksim juga umumnya menyerang Si Kecil lho Moms. Eksim cenderung menyebabkan area kulit meradang, gatal dan merah.

Menurut laporan dari Jurnal Dermatitis, sekitar 13 persen anak-anak di bawah 18 tahun di Amerika Serikat mengalami eksim, termasuk dermatitis atopik (jenis eksim yang paling umum).

“Jenis eksim yang paling umum dikenal sebagai dermatitis atopik, atau eksim atopik. Atopik mengacu pada sekelompok penyakit dengan kecenderungan yang sering diturunkan untuk mengembangkan kondisi alergi lainnya, seperti asma dan demam,” kata Cynthia Bailey, M.D., duta dari American Board of Dermatology dan CEO Advanced Skin Care and Dermatology Inc.

Menurut American Academy of Dermatology, terlebih lagi, 90 persen mereka yang mengalami eksim akan menimbulkan gejala ini sebelum berusia 5 tahun.

Diperkirakan 60 persen orang yang menderita dermatitis atopik mengembangkannya sebelum usia.

Apa yang disebut eksim pada bayi atau eksim infantil biasanya berlanjut sampai masa kanak-kanak dan remaja, dan dalam beberapa kasus bahkan sampai dewasa.

Baca Juga: Moms, Ini Lho Penyebab Eksim yang Perlu Diwaspadai

Penyebab Eksim pada Kulit Bayi

eksim bayi

Foto: easytobemom.com

Eksim pada bayi terjadi bisa terjadi karena ada salah satu anggota keluarga yang terserang, atau diwariskan oleh orang tua bayi.

Ada banyak jenis eksim yang bisa kita temui. Selain dermatitis atopik, jenis eksim lain yang biasanya menyerang anak-anak termasuk dermatitis kontak, eksim dishidrotik (eksim kaki dan tangan), dan dermatitis seboroik, atau eksem kulit kepala (dikenal sebagai tutup dudukan pada bayi).

1. Kulit Kering

Dikutip dari National Eczema Association, ada beberapa hal yang menjadi penyebab eksim pada bayi, yaitu kulit kering, iritasi, kepanasan dan berkeringat, infeksi, alergi seperti bulu hewan peliharaan, serbuk sari, atau debu.

Karena sifatnya yang sangat gatal, maka biasanya timbul dengan bintik-bintik merah.

Kulit kering ini cenderung ditandai permukaan bersisik atau kulit berubah menjadi putih ketika digaruk.

Kulit yang terlalu kering dapat dengan mudah menjadi rapuh, bersisik, kasar atau kencang, yang dapat menyebabkan eksim pada bayi.

Biasanya rasa gatal semakin tinggi dirasakan di malam hari.

2. Air Liur

Penyebab dan Obat Eksim pada Bayi

Foto: Orami Photo Stocks

Di samping beberapa pemicu tadi, air liur juga dapat menyebabkan eksim pada bayi dan iritasi pada pipi, dagu, dan leher bayi.

Ada cara untuk mengatasi eksim pada bayi, yakni dengan mandi air hangat antara 5 dan 10 menit dan gunakan sabun lembut.

Perhatikan juga sabun yang Moms pakai ya. Sebab penyebab eksim pada bayi juga bisa karena salah menggunakan sabun, sampo, ataupun zat iritan lainnya.

Lebih baik untuk memperhatikan kandungan produk bayi, seperti tanpa pewangi atau busa berlebih.

Baca Juga: 5 Jenis-Jenis Alergi Kulit yang Umum Terjadi Pada Anak

3. Susu Formula

Selain itu, eksim pada bayi juga bisa menyerang buah hati yang mengidap alergi susu.

Menurut Setttle Children's Hospital, ada dua jenis utama susu formula yang bisa membuat bayi alergi, yaitu: susu sapi dan kedelai.

Apakah ada opsi alternatif mengganti protein susu pada bayi?

Para ahli menyebutkan, ada beberapa opsi alternatif yang dapat mengganti susu sebagai penggantin protein untuk bayi.

Protein hidrolisat ada adalah jenis formula yang dibuat untuk bayi yang mengidap alergi kedelai dan susu.

Formula ini juga dikenal sebagai formula hypoallergenic yang mengandung semua nutrisi penting yang dibutuhkan pada bayi, serta mudah untuk dicerna.

4. Makanan

makanan penyebab eksim

Foto: Orami Photo Stocks

Makanan yang paling umum penyebab eksim pada bayi adalah telur, susu dan kacang-kacangan.

Alergi dapat terjadi pada banyak makanan lain termasuk gandum, ikan, kerang, kacang tanah, kedelai, stroberi, lentil, dan buah-buahan lainnya.

Sebaiknya hindari makanan ini apabila Si Kecil tampak gatal-gatal atau kemerahan pada kulit setelah mengonsumsi makan tertentu ya, Moms.

Moms bisa mengganti alternatif menu lain untuk MPASI Si Kecil dengan konsultasi ke dokter anak.

Lalu ada para ilmuwan yang percaya bahwa eksim dihasilkan dari disfungsi sistem kekebalan yang mempengaruhi penghalang kulit dan kemampuannya menahan kelembapan.

5. Infeksi Virus

Infeksi virus Herpes bisa jadi penyebab eksim pada bayi.

Jauhkan anak dari siapa pun yang menderita lepuh demam (luka dingin). Virus herpes dapat menyebabkan infeksi kulit yang serius pada anak-anak penderita eksim.

American Academy of Dermatology Assocation menemukan, infeksi virus Herpes Simpleks dapat menyebabkan luka dingin dan menyebar pada area kulit.

Bayi dan anak kecil yang menderita eksim sedang atau berat bisa lebih rentan terhadap infeksi ini.

Baca Juga: 4 Cara Mengatasi Kulit Gatal Bayi Akibat Digigit Nyamuk

Gejala Eksim pada Bayi

gejala eksim bayi

Foto: Orami Photo Stocks

Eksim pada setiap bayi dan balita lebih berisiko daripada pada anak yang berusia lebih besar. Lokasi dan penampilan eksim berubah ketika mereka tumbuh.

Ada beberapa gejala eksim pada bayi berdasarkan usianya, antara lain:

  • Bayi 6 bulan

Eksim pada bayi usia 6 bulan ke bawah biasanya muncul di wajah, pipi, dagu, dahi dan kulit kepala. Itu juga dapat menyebar ke area lain dari tubuh, tetapi tidak biasanya di area popok, di mana kelembapan melindungi kulit.

Kulit pada tahap ini juga cenderung terlihat lebih merah, rentan dan kering.

  • Bayi 6-12 bulan

Pada tahap ini, eksim pada bayi sering muncul pada siku dan lutut bayi Moms. Ini adalah tempat yang mudah digaruk atau digosok saat merangkak.

Jika ruam eksim terinfeksi, itu dapat membentuk kerak kuning, atau sangat kecil, "nanah benjolan" pada kulit.

  • Balita 2-5 tahun

Sekitar usia dua tahun, eksim pada bayi akan lebih cenderung muncul di lipatan siku dan lutut, atau di pergelangan tangan, pergelangan kaki, dan tangan.

Ini juga dapat muncul pada kulit di sekitar mulut dan kelopak mata balita Moms. Kulit balita mungkin mulai terlihat kering dan bersisik pada tahap ini dan menjadi tebal dengan garis yang lebih dalam. Hal ini disebut juga "likenifikasi."

Baca Juga: Apa Bedanya Dermatitis Seboroik dan Dermatitis Atopik?

  • Anak-anak 5 tahun ke atas

Eksim pada bayi usia 5 tahun ke atas, biasanya muncul di lipatan siku dan / atau lutut.

Kadang-kadang, juga terjadi hanya di tangan anak-anak. Setidaknya 70 persen orang pernah mengalami eksim pada tangan dalam hidup mereka.

Kemerahan dan bercak gatal di belakang telinga anak Moms, di kaki atau kulit kepala mereka, juga bisa menjadi tanda Si Kecil mengalami dermatitis atopik.

Tetapi ini juga bisa merupakan gejala dari kondisi lain, seperti dermatitis seboroik, yang dapat terjadi eksim pada bayi.

Beberapa pemicu eksim pada bayi yang paling umum terjadi:

  • Kulit kering
  • Iritasi
  • Panas dan berkeringat
  • Infeksi
  • Alergen seperti bulu hewan peliharaan, serbuk sari, atau debu

Eksim pada bayi bisa memburuk di musim dingin atau ketika udara kering. Air liur yang keluar dari mulut juga dapat menyebabkan iritasi pada pipi, dagu, dan leher bayi.

Cara terbaik untuk mengelola eksim pada bayi adalah dengan mengetahui gejala dan pemicu mereka sehingga Moms dapat membantu mengendalikannya.

Baca Juga: 7 Pilihan Pengganti Susu Sapi untuk Balita yang Alergi

Cara Mengobati Eksim pada Bayi

Terkadang eksim pada bayi merenggut banyak perhatian para ibu, sehingga kita lupa pada Si Kecil dan kebutuhan dasar anak untuk mengatasinya.

Hal pertama yang harus Moms atasi adalah kulit bayi itu sendiri. Berikan perhatian pada bagian tersebut untuk cara mengobati eksim pada bayi.

1. Berikan Pelembap

Pixabay_Gunakan pelembab-mengobati eksim pada bayi.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Pelembap yang mengandung ceramides adalah pilihan terbaik untuk cara mengobati eksim pada bayi.

Ini tersedia di apotik dan dengan resep dokter. Jika tidak, pelembap yang baik adalah yang bebas pewangi, atau salep seperti petroleum jelly, bila digunakan beberapa kali sehari, akan membantu kulit bayi Moms tetapkan mempertahankan kelembapan alami.

Tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa pelembap satu bisa lebih baik dari yang lainnya, jadi Moms sebaiknya mencoba pelembap untuk anak hingga menemukan produk yang cocok untuk kulit Si Kecil.

Setelah menemukan produk yang cocok, Moms bisa aplikasikan setiap hari pada kulit anak. Hindari menggunakan jenis emolien yang disebut krim berair, karena ini dapat mengiritasi kulit dan dapat memperburuk eksim pada bayi.

Baca Juga: Begini Cara Mengobati dan Mencegah Eksim pada Bayi

2. Mandi Air Hangat

Cara mengatasi eksim pada bayi ini akan melembapkan dan mendinginkan kulit. Cara ini juga dapat mengurangi rasa gatal.

Pastikan airnya tidak terlalu panas ya Moms. Tetap mandi singkat atau tidak lebih dari 10 menit. Untuk mengurangi rasa gatal, Moms dapat mencoba menambahkan produk perendaman ke bak mandi bayi Moms.

3. Gunakan Sabun Ringan

7 Rekomendasi Sabun Bayi untuk Eksim pada Bayi, Aman!

Foto: Orami Photo Stocks

Cara mengobati eksim pada bayi dengan memerhatikan kandungan sabun untuk Si Kecil.

Pakaikan Si Kecil sabun tubuh yang berbahan ringan dan tanpa wewangian. Sabun wangi, deodoran, dan antibakteri dapat membuat kulit bayi menjadi kasar dan sensitif.

4. Membersihkan dengan Hati-hati

Rasa gatal pada kulit membuat Si Kecil ingin selalu menggaruknya bukan, Moms?

Namun sebagai orang tua, sebaiknya untuk mencegah hal ini terjadi. Bersihkan area yang gatal dengan lembut dan hindari menggaruk.

Tepuk-tepuk lembut untuk membuat kulit lebih tenang dan eksim pada bayi tidak menyebar.

Gunakan sabun hanya di bagian tubuh bayi Moms mungkin kotor, seperti alat kelamin, tangan, dan kaki. Cukup bilas sisa nya pada tubuh anak Moms.

5. Pakaikan Bayi Baju yang Nyaman

Memilih Deterjen Tepat Untuk Baju Bayi.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Untuk menghindari iritasi kulit akibat kain pakaian yang menggosok kulit Si Kecil, anak Moms harus mengenakan pakaian yang longgar dan terbuat dari katun.

Ingat juga agar selalu cuci pakaian baru anak sebelum Moms mengenakannya pada bayi. Gunakan deterjen ringan dan bebas pewangi.

Selain itu agar Si Kecil merasa nyaman, jangan berpakaian berlebihan atau menggunakan terlalu banyak selimut. Jika anak kepanasan dan berkeringat, itu dapat memicu eksim pada bayi.

Baca Juga: Bagaimana Cara Tepat Melindungi Kulit Bayi dari Sinar Matahari?

6. Jaga Udara Tetap Sejuk

Moms harus menjaga udara di kamar bayi tetap sejuk di malam hari saat anak tidur. Pastikan di kamar Si Kecil ada AC yang bisa membantu menjaga udara tetap kondusif dan tidak membuat Si Kecil kepanasan lalu berkeringat saat mereka tidur.

Moms bisa memakaikan anak pakaian yang tidak terlalu tebal, lalu menambahkan selimut yang tidak terlalu tebal juga agar Si Kecil tidak kedinganinan dan kepanasan.

Eksim pada bayi juga lebih sering terasa gatal pada malam hari. Jadi buat suasana tidur lebih nyaman ya, Moms.

7. Antihistamin Oral

Deretan Obat Eksim pada Bayi yang Bisa Bantu Redakan Gejala

Foto: Orami Photo Stocks

Gatal adalah salah satu hal yang paling menyiksa eksim pada bayi.

Moms dan Dads mungkin sulit untuk menghentikan anak agar tidak menggaruk daerah yang ditumbuhi eksim. Menggaruk ini dapat melukai kulit anak dan menyebabkan kemungkinan bakteri untuk masuk dan menyebabkan infeksi.

Moms bisa memaikan anak berbahan tipis yang bisa mencegah mereka menggaruk bagian kulit yang terkena eksim.

Ketahuilah bahwa mengoleskan krim antihistamin, seperti diphenhydramine hydrochloride (Benadryl), langsung ke kulit bayi dapat memperburuk eksim.

Jadi Moms disarankan memberikan bayi obat antihistamin oral yang dapat membantu mengurangi sensasi gatal. Antihistamin seperti loratadine (Claritin) dan cetirizine (Zyrtec), tidak membantu mengatasi rasa gatal. Jenis yang membantu mengobati rasa gatal akibat eskim seperti diphenhydramine (Benadryl).

Obat ini mungkin akan bermanfaat, terutama di malam hari, tetapi antihistamin tidak boleh diberikan kepada anak di bawah usia 2 tahun tanpa rekomendasi dokter ya Moms.

Jika ingin diberikan, sebaiknya konsultasikan dahulu dengan dokter anak.

Baca Juga: Moms, Ketahui Lebih Lanjut Tentang Alergi Kacang pada Anak Berikut Ini

8. Gunakan Perban

Jika eksim pada bayi ada yang semakin parah, dokter anak mungkin akan menyarankan Moms untuk membalut kulit bayi menggunakan perban khusus. Perban ini dapat membantu menjaga krim atau losion pada kulit bayi, serta menjaga kulit tetap lembap dan mencegah bayi menggaruk eksimnya.

Jika dokter mengatakan bahwa membungkus kulit anak bisa bermanfaat, ia akan membantu Moms memilih perban yang tepat, dan menunjukkan cara menggunakannya secara efektif.

9. Pengobatan Herbal

herbal untuk obat eksim pada bayi.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Untuk mengobati eksim pada bayi, Moms juga bisa melakukannya dengan pengobatan herbal. Namun sebelum menggunakannya pada anak, ada baiknya Moms diskusikan terlebih dahulu dengan dokter anak.

Kids Health menyebutkan, ada beberapa cara meredakan gatal akibat eksim. Iritasi kulit dan gatal pada kulit bayi bisa diredakan dengan krim serta salep yang mengandung hidrokortison.

Ada juga beberapa obat yang diperlukan memakai resep dari dokter.

Perlu diperhatikan, cara terbaik untuk mencegah eksim pada anak adalah dengan mengetahui gejala lebih awal.

“Saat gejala terbaca, kita bisa menghindari pemicunya, dan melakukan penanganan yang tepat apabila sudah terserang eksim,” tambah Dr Bailey.

Baca Juga: Ketahui 5 Penyebab Gatal pada Selangkangan yang Mengganggu Aktivitas

10. Aloe Vera

Gel lidah buaya berasal dari daun tanaman lidah buaya. Orang telah menggunakan gel lidah buaya selama berabad-abad untuk mengobati berbagai macam penyakit. Salah satu penggunaan yang umum adalah untuk cara mengobati eksim pada bayi.

Journal of Traditional and Complementary Medicine membuktikan efek lidah buaya pada kesehatan kulit termasuk eksim pada bayi.

Manfaat lidah buaya yang dapat dirasakan antara lain:

  • Antibakteri
  • Antimikroba
  • Meningkatkan sistem kekebalan
  • Penyembuhan luka

Efek antibakteri dan antimikroba dapat mencegah infeksi kulit, yang lebih mungkin terjadi ketika seseorang memiliki kulit yang kering dan pecah-pecah. Sifat penyembuhan luka lidah buaya dapat menenangkan kulit yang rusak dan mempercepat penyembuhan.

Baca Juga: 6 Cara Mudah Mengatasi Eksim pada Ibu Hamil

Itulah hal untuk diketahui Moms tentang eksim pada kulit bayi. Jika buah hati mengalaminya, Moms sudah bisa mengatasinya, ya?

Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait