Kesehatan

14 Oktober 2021

Memar pada Tubuh? Ini Ciri, Penyebab, Pertolongan Pertama, dan Cara Mengatasinya

Memar sering kali disertai rasa sakit saat ditekan
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Nevy
Disunting oleh Widya Citra Andini

Memar atau lebam adalah kondisi yang umum terjadi pada semua orang. Penyebabnya sendiri biasanya akibat terbentur benda keras, atau terjatuh.

Pada kasus dalam intensitas rendah, bekas lebam dapat menghilang dalam waktu beberapa minggu tanpa perawatan khusus.

Pada beberapa kasus lainnya, lebam membutuhkan waktu yang lama untuk menghilang.

Hal tersebut tergantung pada seberapa parah benturan, serta area yang terkena. Pada beberapa orang, lebam bisa muncul tanpa sebab yang pasti.

Berikut ini penyebab, ciri, pertolongan pertama dan cara mengatasi lebam!

Ciri yang Tampak saat Terjadi Memar pada Kulit

Lebam umumnya tampak seperti keunguan atau kehitaman pada kulit.

Jika menemukan gejala memar ini, segera periksakan diri ke dokter, ya:

  • Lebam membengkak dan terasa nyeri.
  • Ukuran lebam begitu besar.
  • Muncul dalam jumlah banyak dan tidak diketahui penyebabnya.
  • Lebam membutuhkan waktu yang lama untuk memudar.
  • Perdarahan yang lebih lama dari biasanya.

Segera periksakan diri ke dokter jika mengalami sejumlah gejala tersebut untuk mengetahui penyebab pasti dari lebam yang muncul.

Baca juga: Pertolongan Pertama Bayi Jatuh Terbentur Kepala, Moms Wajib Tahu!

Penyebab Munculnya Memar pada Kulit

Memar pada Tubuh? Ini Penyebab, Ciri, Pertolongan Pertama, dan Cara Mengatasinya

Foto: Orami Photo Stock

Dilansir dari American Academy of Orthopaedic Surgeons, sebagian besar lebam yang muncul pada kulit disebabkan oleh cedera atau terbentur benda tumpul.

Namun, tidak menutup kemungkinan memar pada kulit disebabkan gangguan kesehatan lain.

Dilansir dari Medical News Today, berikut ini beberapa kondisi yang dapat memicu munculnya memar pada kulit:

1. Aktivitas Berat yang Dilakukan

Penyebab memar yang pertama adalah aktivitas fisik berat yang dilakukan. Aktivitas fisik tersebut berisiko tinggi mengakibatkan cedera.

Cedera tersebut dapat menyebabkan patah tulang, keseleo, dislokasi sendi, otot robek, dan pembengkakan otot. Jika sudah begitu, lebam pun muncul.

Jika penyebab memar adalah keseleo, gejala bisa ditambah dengan nyeri, pembengkakan, perubahan warna pada kulit, serta rasa kaku pada sendi.

Beberapa aktivitas yang berisiko mengalami lebam adalah angkat beban, bela diri, lari, dan lain-lain.

2. Penggunaan Obat Tertentu

Penyebab memar selanjutnya adalah penggunaan obat tertentu, termasuk obat pengencer darah dan kortikosteroid.

Beberapa obat yang memiliki efek mengencerkan darah, seperti minyak ikan juga berisiko memicu lebam pada kulit.

Selain itu, obat-obatan yang digunakan untuk mengatasi kanker juga dapat meningkatkan risiko seseorang untuk terkena kondisi ini.

3. Orang dengan Usia Lanjut

Seorang lansia memiliki risiko tinggi untuk mengalami lebam pada kulit.

Alasannya adalah, orang tua memiliki kulit yang menipis seiring bertambahnya usia.

Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko mengalami kerusakan pembuluh darah di bawah kulit.

Jika Moms termasuk dalam rentang usia lanjut, sebaiknya selalu berhati-hati dalam melakukan aktivitas apapun, ya.

4. Memiliki Darah yang Encer

Penyebab memar selanjutnya adalah kekurangan faktor pembekuan darah, yaitu protein yang berperan dalam proses pembekuan darah.

Kondisi yang satu ini umum dijumpai pada penderita gangguan pembekuan darah, seperti penyakit Von Willebrand dan hemofilia.

5. Kekurangan Trombosit Dalam Darah

Jika tubuh kekurangan kadar trombosit, lebam menjadi mudah muncul.

Trombosit menjadi salah satu komponen dalam darah yang bekerja dengan protein tertentu untuk membekukan darah.

Saat kadarnya terlalu rendah, kondisi ini dikenal dengan sebutan trombositopenia.

Dalam kasus yang parah, trombositopenia memicu lebam pada kulit.

Selain lebam, sejumlah gejala yang muncul, seperti mimisan, gusi berdarah, muntah darah, dan keluarnya volume darah yang berlebihan saat menstruasi.

6. Kekurangan Vitamin pada Tubuh

Penyebab memar yang terakhir adalah kekurangan vitamin K pada tubuh. Vitamin K sendiri berperan dalam proses pembekuan darah.

Baca juga: Bukan Digigit Jin, Ini 4 Penyebab Memar Tanpa Terbentur

Pertolongan Pertama Memar pada Kulit

Jika disebabkan oleh cedera ringan, memar umumnya dapat hilang dengan sendirinya dalam 2-4 minggu.

Dilansir dari Mayo Clinic, ini beberapa pertolongan pertama yang dapat dilakukan untuk mempercepat penyembuhan memar:

1. Mencukupi Waktu Istirahat

Memar pada Tubuh? Ini Penyebab, Ciri, Pertolongan Pertama, dan Cara Mengatasinya

Foto: Orami Photo Stock

Istirahatkan bagian tubuh yang mengalami memar. Kurangi atau hentikan aktivitas beberapa saat agar bengkak dan nyeri tidak semakin parah.

2. Kompres Dingin Bagian yang Terkena

Kompres dingin dapat diberikan sebagai langkah pertolongan pertama.

Cara ini dapat dilakukan dengan membungkus es batu dengan kain atau handuk.

Kemudian, kompres bagian yang terkena selama 15 – 20 menit. Ulangi kompres dingin jika bengkak belum berkurang.

Kompres dingin bertujuan untuk menyempitkan pembuluh darah yang cedera, agar memar tidak melebar.

3. Membalut Bagian Memar

Langkah selanjutnya dapat dilakukan dengan membalut bagian memar dengan perban, tetapi jangan terlalu kencang.

Tujuan membalut memar tersebut adalah mencegah kondisi bertambah parah, serta mengurangi rasa nyeri.

4. Posisikan Bagian Memar Lebih Tinggi

Sebisa mungkin posisikan bagian tubuh yang memar dalam posisi yang lebih tinggi dari dada.

Hal tersebut bertujuan untuk mengurangi aliran darah ke area memar, sehingga pembengkakan pun dapat diatasi

5. Konsumsi Obat Pereda Nyeri

Langkah selanjutnya dapat dilakukan dengan mengonsumsi obat pereda nyeri, seperti paracetamol.

Penggunaan obat dapat dilakukan jika nyeri memar disertai bengkak.

6. Kompres Hangat Bagian yang Terkena

Memar pada Tubuh? Ini Penyebab, Ciri, Pertolongan Pertama, dan Cara Mengatasinya

Foto: Orami Photo Stock

Dilansir dari Healthline, kompres hangat menjadi pertolongan pertama untuk mengatasi memar.

Langkah ini dapat dilakukan dengan menggunakan handuk yang sudah dibasahi air hangat. Kompres selama 10 menit di bagian yang terkena.

Tujuannya agar aliran darah di area memar meningkat, sehingga proses pembekuan darah dapat berjalan dengan baik.

Umumnya memar dapat sembuh dengan sendirinya. Sejumlah pertolongan pertama tersebut dilakukan untuk mempercepat proses penyembuhannya.

Segera periksakan diri jika memar muncul disertai dengan nyeri dan pembengkakan yang parah, atau memar tidak kunjung membaik dalam kurun waktu 3 minggu lebih.

Baca juga: Memar pada Bayi, Yuk Cari Tahu Cara Aman untuk Menghilangkannya

Jika Tidak Membaik, Ini Langkah Pengobatan yang Dilakukan

Memar umumnya sangat mudah didiagnosis. Dokter cukup melihat bagian kulit yang terkena.

Jika dirasa tidak terlalu parah, Moms dapat melakukan sejumlah langkah pertolongan pertama seperti yang telah disebutkan sebelumnya.

Dilansir dari Cleveland Clinic, memar perlu diperiksakan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab yang mendasari.

Berkaitan dengan hal tersebut, biasanya dokter akan melakukan beberapa prosedur medis penunjang, seperti:

  • Rontgen untuk memeriksa patah tulang.
  • Tes darah untuk memeriksa gangguan pembekuan darah dan kekurangan vitamin.

Setelah penyebabnya diketahui, dokter akan menentukan prosedur pengobatan yang sesuai.

Berikut ini beberapa obat yang biasa diberikan dokter untuk membantu memudarkan memar di kulit:

  • Pemakaian obat untuk memar, seperti salep thrombophob.
  • Pemakaian obat pereda nyeri, seperti paracetamol atau ibuprofen.

Kulit yang terkena biasanya akan mengalami perubahan warna secara berkala selama proses penyembuhan berlangsung.

Perubahan warna mulai dari biru atau merah, menjadi kuning, cokelat, hijau, hingga hilang sepenuhnya.

Jangan lupa untuk memeriksakan diri jika memar tidak kunjung menghilang atau muncul tanpa alasan yang jelas.

  • https://www.mayoclinic.org/first-aid/first-aid-bruise/basics/art-20056663
  • https://orthoinfo.aaos.org/en/diseases--conditions/muscle-contusion-bruise/
  • https://www.medicalnewstoday.com/articles/random-bruising
  • https://www.healthline.com/health/how-to-get-rid-of-bruises#:~:text=You%20can%20apply%20heat%20to,or%20a%20hot%20water%20bottle.
  • https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/15235-bruises
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait