09 Juli 2021

Bagaimana Cara Mencegah Penyakit TBC? Ini 12 Cara Mudahnya

Tahu cara mencegah penularan penyakit TBC sangat penting loh, Moms

Di Indonesia TBC menjadi salah satu penyakit yang banyak diderita.Untuk itu, Moms harus tahu bagaimana cara mencegah penyakit TBC agar terhindar dari penyakit berat ini.

Penyakit TBC atau penyakit infeksi multisistemik yang disebabkan oleh Mycobacterium Tuberculosis mungkin terdengar seperti penyakit jadul. Akan tetapi, sebenarnya penyakit TBC masih menjadi perhatian nyata hingga saat ini.

Charles Patrick Davis, MD, PhD, Kepala Pengobatan Darurat di University Texas, mengatakan bahwa penyakit TBC adalah penyebab kematian paling umum di dunia.

Dilansir dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), TBC adalah penyakit menular, di mana sekitar 10 juta orang di seluruh dunia menderita TBC pada tahun 2018.

Patrick menambahkan data Centers for Disease Control and Prevention (CDC) memperkirakan sepertiga dari populasi dunia terinfeksi penyakit TBC dengan sekitar 1,8 juta kematian per tahun.

Di mana sekitar 60% dari semua orang yang terinfeksi penyakit TBC berada di India, Indonesia, Cina, Nigeria, Pakistan, dan Afrika Selatan.

Namun, meningkatnya pemahaman tentang penyakit TBC, inisiatif kesehatan masyarakat, metode pengobatan, dan pengembangan obat menjadi faktor penting yang membuat kejadian penyakit TBC terutama di negara-negara maju telah sangat berkurang.

Baca Juga: Waspada TBC, Kenali Cara Penularan, Gejala, dan Pengobatannya

Bagaimana Cara Mencegah Penyakit TBC?

Seperti kata pepatah lama, lebih baik mencegah daripada mengobati. Berikut ini beberapa langkah yang bisa Moms dan keluarga lakukan untuk mencegah penularan penyakit TBC.

Tidak hanya akan mengurangi penyebaran penyakit tersebut, tetapi hal ini juga akan membantu menurunkan jumlah kematian yang disebabkan oleh penyakit TBC.

1. Hindari Kontak Dekat

Kontak Dekat
Foto: Kontak Dekat (Pixabay.com)

Foto: Orami Photo Stock

Menghindari kontak dekat dengan orang yang terkena penyakit TBC adalah hal yang penting dalam mencegah penyakit TBC.

Jika Moms tidak dapat menghindari kontak dengan mereka, kenakan masker dan sarung tangan pelindung.

Jika bekerja di rumah sakit, kenakan masker mikrofiltrasi yang berkualitas baik dan mencuci tangan dengan pembersih desinfektan setelah kontak dengan pasien.

Selain itu, menghindari tempat-tempat yang ramai, pengap, dan tidak higienis juga bisa dilakukan agar tidak ada kontak dengan penderita.

2. Tingkatkan Kekebalan Tubuh

Berusahalah meningkatkan kekebalan tubuh dengan makan makanan yang kaya antioksidan sebagai cara untuk mencegah penyakit TBC.

Makanlah setidaknya empat hingga lima porsi sayuran dan buah segar setiap hari.

Antioksidan membantu melawan radikal bebas yang diproduksi dalam tubuh dan membantu dalam perbaikan sel.

Baca Juga: Penderita Penyakit TBC Harus Menunda Program Hamil, Benarkah?

3. Perhatikan Asupan Protein

protein - c-life health club.jpg
Foto: protein - c-life health club.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Bagaimana cara mencegah penyakit TBC yang juga tidak kalah penting adalah pola makan dan makanan yang masuk ke dalam tubuh.

Menjaga makan adalah salah satu cara yang tepat menjaga kekebalan tubuh. Sertakan setidaknya dua porsi protein yang baik dalam diet harian.

Ada beragam manfaat protein yang penting dan vital bagi tubuh, mulai dari membantu sistem kekebalan tubuh, hingga menjadi bahan pembentukan sel dan jaringan tubuh.

4. Konsumsi Makanan Sehat dan Kaya Nutrisi

Jangan melakukan diet rendah karbohidrat untuk mencegah penularan penyakit TBC. Lalu, bagaimana cara mencegah penyakit TBC yang tepat?

Menjaga daya tahan tubuh membutuhkan kombinasi semua elemen makanan baik untuk menjadi sehat.

Karbohidrat, protein, vitamin dan lemak semuanya memiliki manfaat dalam menjaga sistem kekebalan tubuh Moms.

5. Biasakan Berolahraga Teratur

OLAHRAGA LARI SAAT HAMIL - sumber gettyimages.jpg
Foto: OLAHRAGA LARI SAAT HAMIL - sumber gettyimages.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Lakukan olahraga rutin harian untuk menjaga kesehatan dan juga terhindar dari segala penyakit, misalnya penyakit TBC. Cobalah berjalan santai atau jogging secara teratur setidaknya selama 45 menit per hari.

Dengan melakukan olahraga, sirkulasi darah menjadi lancar sehingga dapat meningkatkan kekebalan tubuh Moms, serta terbebas dari segala penyakit, termasuk TBC.

Baca Juga: Beragam Gejala dan Risiko Penyakit TBC Pada Bayi yang Harus Diwaspadai

6. Cobalah Meditasi

Sisihkan beberapa menit waktu yang Moms miliki setiap hari untuk melakukan meditasi, sebagai cara mencegah penyakit TBC.

Meditasi bantu mengurangi stres harian yang secara langsung mempengaruhi kondisi sistem kekebalan tubuh dan salah satunya menghindari penyakit TBC.

7. Menjaga Kebersihan dan Sanitasi

Cuci Tangan Src Dream co id
Foto: Cuci Tangan Src Dream co id (Dream.co.id)

Foto: Orami Photo Stock

Bagaimana cara mencegah penyakit TBC dari hal terkecil? Nah, Moms bisa mulai dengan menjaga kebersihan diri dan lingkungan di mana pun Moms berada.

Menjaga kebersihan di mana pun Moms berada seperti mencuci tangan dengan sabun merupakan kebiasaan yang sangat baik.

Ketika risiko paparan Moms terhadap penyakit, termasuk penyakit TBC berada pada level tertinggi, maka Moms tidak bisa mengabaikan kebiasaan sederhana tersebut.

8. Vaksinasi

Vaksinasi bisa jadi solusi dari bagaimana cara mencegah penyakit TBC sedari dini, terutama untuk Si Kecil.

Karena pencegahan selalu lebih baik daripada mengobati, merupakan hal yang bijaksana untuk membuat Si Kecil di rumah mendapatkan vaksin Bacillus Calmette-Guerin (BCG). Vaksin ini bermanfaat melindungi mereka terhadap penyakit TBC.

BCG saat ini adalah satu-satunya vaksin berlisensi untuk melawan TBC dan telah digunakan sejak 1921.

Ini adalah salah satu vaksin yang paling banyak digunakan di seluruh dunia. Namun, karena masih tingginya kasus baru TBC setiap tahun, bukti efektivitas BCG masih terbatas .

BCG memastikan bahwa tubuh memiliki antibodi terhadap Mycobacterium Tuberculosis. Dengan demikian, kemungkinan menderita TBC cukup rendah.

Mengutip TB Alert, vaksinasi BCG mencakup:

  • Efektif mencegah TBC selama 15 tahun sebanyak 80%.
  • Lebih efektif melawan bentuk kompleks TBC pada anak-anak.
  • Efektivitas terbatas pada orang di atas usia 35 tahun.
  • Kurang efektif bila diberikan di daerah khatulistiwa (karena tingginya tingkat mikobakteri lingkungan alami).

Baca Juga: Apa Bedanya Penyakit TBC pada Anak dan Dewasa?

9. Patuhi Aturan Pengobatan

Obat Obatan HelloSehat
Foto: Obat Obatan HelloSehat (Orami Photo Stock)

Foto: Orami Photo Stock

Dr. Kapil Salgia, MD, Konsultan Ahli Paru (Tuberkulosis & Penyakit Pernafasan), Marine Lines, India, mengatakan ketika penderita tidak mematuhi aturan resep atau obat-obatan, bakteri penyakit TBC berisiko resisten terhadap obat.

"Ketika bakteri yang tertidur ini dikeluarkan ke udara, bakteri tersebut dapat masuk ke tubuh orang sehat. Hal ini kelak menyebabkan peningkatan jumlah orang yang menderita TB resistan terhadap beberapa obat. Oleh karena itu, pastikan bahwa pengobatan yang ditentukan selesai, sesuai yang diarahkan," katanya.

10. Jauhi Stres

Bagaimana cara mencegah penyakit TBC yang datang akibat dari pola hidup? Salah satu cara untuk mencegahnya adalah dengan jangan terlalu stres.

Moms mungkin tidak menyadari fakta bahwa stres meningkatkan risiko menderita berbagai komplikasi kesehatan termasuk penyakit TBC. Inilah alasannya, mengapa Moms harus menghindari stres.

Baca Juga: 6 Cara Jitu Mengatasi Susah Tidur Akibat Terlalu Lelah

11. Cukup Tidur

Susah-Tidur-Hero (1).jpg
Foto: Susah-Tidur-Hero (1).jpg

Foto: Orami Photo Stock

Tidur yang cukup bisa jadi tips dalam bagaimana cara mencegah penyakit TBC yang selanjutnya.

Tidak bisa tidur bukanlah hal yang luar biasa dalam kehidupan saat ini. Namun, memiliki tidur cukup setiap harinya adalah hal yang penting agar tetap sehat dan bisa mencegah TBC.

Hindari makanan yang membuat sulit tidur sama pentingnya dengan makan makanan yang membantu Moms untuk memulihkan siklus tidur yang baik.

12. Menjaga Kebersihan Lingkungan

Bagaimana cara mencegah penyakit TBC berikutnya adalah dengan menjaga kebersihan lingkungan.

Ini karena TBC adalah infeksi yang ditularkan melalui udara. Bakteri TBC dilepaskan ke udara ketika seseorang dengan TBC batuk atau bersin.

Jika ventilasi di rumah kurang memadai, cobalah untuk membuka jendela supaya kualitas udara di dalam rumah menjadi baik dan sinar matahari juga bisa masuk ke dalam rumah.

Risiko tertular dapat dikurangi dengan menggunakan beberapa tindakan pencegahan sederhana:

  • Pastikan berada di ruangan dengan ventilasi udara yang baik. Ini karena TBC dapat tetap berada di udara selama beberapa jam tanpa ventilasi.
  • Pastikan berada di ruangan yang memiliki cahaya alami. Ini karena sinar UV membunuh bakteri TBC.
  • Tutup hidung dan mulut saat batuk, begitu pun ketika orang lain di sekitar batuk atau bersin.

Selama batuk, berbicara, atau bersin, seseorang yang terinfeksi TBC akan mengeluarkan droplet atau percikan cairan yang dapat melayang di udara selama beberapa jam, tergantung pada lingkungannya.

Penularan terjadi ketika orang lain menghirup inti droplet yang mengandung bakteri tuberkulosis tersebut.

Inti droplet ini bergerak melalui mulut atau saluran hidung dan pindah ke saluran pernapasan bagian atas. Setelah itu, droplet akan mencapai bronkus dan akhirnya sampai ke paru-paru serta alveoli.

Baca Juga: 5 Etika Bersin dan Batuk Agar Tidak Menularkan Penyakit

Itu dia Moms tips bagaimana cara mencegah penyakit TBC yang bisa Moms lakukan sedari dini dan ternyata sangat sederhana, ya. Tetap jaga kesehatan dengan istirahat yang cukup, makan bergizi, serta berolahraga.

Hanya dengan mengikuti aturan sederhana ini, seseorang dapat dengan mudah mencegah penularan TBC. Jangan lupa untuk mempraktikannya, Moms!

  • https://www.cdc.gov/features/tbsymptoms/index.html
  • https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/tuberculosis
  • https://www.tbalert.org/about-tb/what-is-tb/prevention/

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.