16 Februari 2020

Apakah Keputihan Berbahaya Bagi Wanita? Simak Penjelasannya di Sini

Yuk kita cari tahu faktanya!

Apakah keputihan itu berbahaya menjadi pertanyaan setiap wanita. Ada banyak masalah kesehatan wanita yang kerap kali dihadapi, salah satunya adalah masalah keputihan.

Keputihan merupakan merupakan cairan dan sel-sel mati yang keluar secara berkala demi menjaga bagian dalam vagina tetap bersih dan sehat.

Selain itu, cairan ini juga berfungsi sebagai pelumas alami untuk melindungi vagina dari infeksi dan iritasi.

“Keputihan adalah kombinasi dari bakteri, sel-sel kulit vagina, lendir dari serviks, dan vagina,” ucap Jennifer Paul, dokter kandungan di University of Chicago Medicine.

Baca Juga: 5 Hal Berbahaya Yang Dilarang Saat Menstruasi

Ciri keputihan pada setiap wanita bisa berbeda-beda, tergantung dari jumlah, warna, dan tekstur kekentalannya.

Namun normalnya, berwarna bening seperti putih telur atau putih susu jernih dan tidak berbau. Lendir ini sendiri biasanya bertekstur lengket dan licin, kental, atau bisa juga encer.

Akan tetapi, sekali lagi, apakah keputihan berbahaya bagi wanita?

Penyebab Keputihan

keputihan pada wanita, keputihan
Foto: keputihan pada wanita, keputihan

Foto: hellogiggles.com

Keputihan pada wanita umum terjadi. Mengapa? Karena merupakan reaksi alami tubuh yang keluar secara berkala untuk membersihkan dan melindungi vagina kita.

Biasanya keputihan juga dipengaruhi oleh siklus menstruasi kita.

Berdasarkan penyebabnya, keputihan terbagi menjadi 2 macam, yaitu fisiologis (alami) dan patologis (kelainan).

Keputihan alami adalah keputihan yang masih bersifat normal. Karakteristik dari keputihan ini antara lain berjumlah sedikit, cair, bening, tidak berbau, dan tidak menyebabkan gatal.

Jika ditanya apakah keputihan jenis ini berbahaya, jawabannya tentu tidak.

Baca Juga: Keputihan Setelah Berhubungan Seks, Apakah Berbahaya?

“Keputihan alami terjadi karena perubahan hormonal selama siklus haid,” jelas dr. Grace Valentine, dokter spesialis kebidanan dan kandungan RS Pondok Indah – Puri Indah.

Misalnya, keputihan akan muncul lebih banyak saat Moms berovulasi, menyusui, atau terangsang secara seksual. Mungkin baunya berbeda ketika kita sedang hamil atau tidak menjaga kebersihan pribadi.

Hal ini tidak menandakan sesuatu yang berbahaya. Namun jika warna, bau, atau konsistensi tampak sangat berbeda dari keputihan umumnya, terutama jika disertai dengan gatal-gatal atau rasa terbakar pada vagina, mungkin kita sedang mengalami iritasi atau kondisi lainnya yang harus segera diperiksakan ke dokter.

Apakah Keputihan Berbahaya?

keputihan pada wanita, keputihan
Foto: keputihan pada wanita, keputihan

Foto: babymed.com

Menurut dr. Grace Valentine, keputihan yang berbahaya adalah keputihan patologis (kelainan). Jenis keputihan ini cirinya berbanding terbalik dengan keputihan normal.

Baca Juga: Bagaimana Mengatasi Keputihan Pada Ibu Hamil?

Umumnya keputihan akan berwarna (putih susu/ kuning/hijau), berbau, dan/atau menyebabkan gatal, serta jumlahnya cukup banyak.

“Pada keputihan seperti di atas, bila tidak diobati, maka dapat menyebabkan penyakit radang panggul kronik dan komplikasi lainnya seperti gangguan kesuburan,” jelas dr. Grace Valentine.

Menurutnya, apabila wanita mengalami keputihan dengan karakteristik di atas, baiknya wanita tersebut segera berobat ke dokter spesialis kebidanan dan kandungan.

Dokter akan memberikan diagnosis dengan mengambil riwayat kesehatan dan menanyakan gejala yang kita alami.

Jadi, jawaban dari pertanyaan apakah keputihan berbahaya, bisa dilihat dari jenisnya ya, Moms!

(AWD/DIN)

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.