06 Mei 2020

Studi Tunjukkan Virus Corona Sebabkan Penggumpalan Darah yang Mematikan

Baca lebih lanjut hasil penelitiannya berikut ini, Moms

Para dokter dan peneliti sudah menemukan banyak karakteristik baru dari virus ini. Misalnya seperti ketahanan virus, termasuk juga gejala yang dialami seseorang jika terinfeksi virus COVID-19.

Menurut penelitian dari British Journal of Haematology, orang dengan infeksi virus corona bisa mengalami penggumpalan darah di paru-paru, yang dapat merusak fungsi paru-paru, dan menyebabkan kematian.

Jurnal ini dipublikasikan pada tanggal 24 April 2020. Ketahui lebih lanjut untuk mengetahui penjelasan detail terkait hasil riset ini.

Baca Juga: Mencegah Penyebaran Bakteri dan Kuman pada Si Kecil selama Masa Pandemi Covid-19

Pasien Virus Corona dengan Penggumpalan Darah Lebih Butuh Perawatan Intensif

penggumpalan darah virus corona-1
Foto: penggumpalan darah virus corona-1 (https://wikimedia.org/)

Foto: Orami Photo Stock

Penelitian ini mengkaji 83 pasien di Rumah Sakit St. James Dublin, dengan kondisi infeksi COVID-19 yang parah. Sebesar 81 persen adalah Kaukasia, 12 persen Asia, enam persen Afrika, dan satu persen Hispanik.

Para pasien rata-rata berusia 64 tahun. Lebih dari seperempat (27 persen) dirawat di ICU selama sakit. Pada saat jurnal dipublikasikan, 60 persen telah pulih dan 15,7 persen pasien meninggal.

Dokter mengukur ragam aspek darah pasien COVID-19 untuk melihat seberapa cepat penggumpalan darah terjadi, yang disebut uji koagulasi.

Satu indikator, disebut tingkat D-dimer, berada di atas kisaran normal, yakni di angka 67 persen. D-dimer adalah zat yang tersisa dalam darah ketika telah terjadi penggumpalan darah. Kadar D-dimer yang tinggi menandakan adanya masalah.

Penggumpalan darah abnormal terjadi di paru-paru secara spesifik, menyebabkan banyak terjadi 'pembekuan mikro'. Dampaknya, pasien dengan peningkatan aktivitas penggumpalan darah lebih mungkin membutuhkan perawatan ICU.

Baca Juga: 10 Mitos dan Fakta Tentang Virus Corona yang Harus Moms Ketahui

Hasil Penelitian Belum Tunjukkan Cara Virus COVID-19 Menggumpalkan Darah

penggumpalan darah virus corona-2
Foto: penggumpalan darah virus corona-2

Foto: Orami Photo Stock

Kondisi penggumpalan darah di paru-paru ini yang bisa berakibat pada meninggalnya pasien dengan infeksi virus corona.

"Temuan baru kami menunjukkan bahwa COVID-19 dikaitkan dengan jenis unik dari penggumpalan darah, yang terfokus di paru-paru dan berkontribusi terhadap tingkat kematian tinggi pada pasien dengan COVID-19," jelas Profesor James O'Donnell, direktur Pusat Irlandia untuk Vaskular Biologi (ICVB).

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kondisi ini tidak diragukan lagi berkontribusi pada tingginya tingkat kematian yang terlihat pada pasien dengan COVID-19.

"Selain pneumonia yang memengaruhi kantung udara kecil di paru-paru, kami juga menemukan ratusan gumpalan darah kecil di seluruh paru-paru. Skenario ini tidak tampak dengan jenis infeksi paru-paru lain," terang Profresor James.

Menurutnya, dengan memahami bagaimana gumpalan mikro ini terbentuk di dalam paru sangat penting, sehingga dapat mengembangkan perawatan yang lebih efektif untuk pasien dengan infeksi COVID-19.

Tetapi, penelitian ini belum menemukan bagaimana proses virus COVID-19 ini dapat menyebabkan penggumpalan darah pada orang yang terinfeksi.

Baca Juga: Laki-laki Lebih Berisiko Terinfeksi Virus Corona Dibandingkan Perempuan, Begini Penjelasan Ahli

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.