08 Januari 2024

Mengenal TBC pada Anak, Pengobatan hingga Tahapannya!

TBC merupakan penyakit infeksi menular yang berbahaya

Batuk yang tak kunjung sembuh perlu kita waspdadai tak hanya pada diri kita, tapi juga Si Kecil. Kondisi tersebut bisa menunjukan pada gejala TBC pada anak.

Data dari World Health Organization (WHO) menyebutkan bahwa pada 2018, sekitar 10 juta orang di dunia menderita TBC.

Sekitar 5,7 juta adalah pria, 3,2 juta wanita, dan 1,1 juta anak-anak.

Indonesia masuk ke dalam salah satu negara yang memiliki risiko TBC tertinggi.

Negara yang paling tinggi risikonya adalah India, disusul oleh China, Indonesia, Filipina, Pakistan, Nigeria, Bangladesh, dan Afrika Selatan.

Anak-anak yang terkena TBC sebagian besar tidak tertular dari teman-teman sebayanya, melainkan dari orang dewasa yang menderita penyakit tersebut.

Ketika orang dewasa yang menderita TBC batuk atau bersin, bakteri penyebab TBC akan menyebar ke udara

Lantas, apa itu TBC? Lalu, apa penyebab serta bagaimana cara mencegahnya? Yuk, simak penjelasan di bawah ini!

Baca Juga: 13 Manfaat Rebusan Daun Salam, dari Ujung Kaki hingga Ujung Rambut

Pengertian TBC

Fungsi Paru-Paru
Foto: Fungsi Paru-Paru (Orami Photo Stocks)

Tuberkulosis (TB) adalah infeksi (kronis) berkelanjutan yang disebabkan oleh bakteri.

TBC pada anak terjadi karena menghirup bakteri Mycobacterium Tuberculosis di udara yang disebarkan oleh orang dewasa pada saat batuk atau bersin.

Bakteri ini diam dan hidup di paru-paru, bahkan dalam kondisi kronis bisa menjalar ke bagian yang lain, seperti ginjal, tulang belakang, hingga ke otak.

TBC pada anak dapat disembuhkan, yang penting deteksi dini, cepat diobati dan pengobatan dilakukan sampai tuntas.

Maka dari itu diharapkan Moms dapat memperhatikan kesehatan Si Kecil.

Baca Juga: Kata Dokter soal Efek Samping Susu Formula Soya pada Bayi

Gejala TBC pada Anak

Berat Badan Anak
Foto: Berat Badan Anak (Shutterstock.com)

Tidak semua batuk adalah tanda TBC pada anak. Namun Moms perlu tahu gejala TBC pada anak yang cukup sering dialami.

Ada beberapa hal yang menjadi tanda-tanda atau gejala TBC pada anak. Berikut ini daftarnya menurut Mayo Clinic:

1. Penurunan Berat Badan Secara Drastis

Moms perlu waspada saat anak mengalami berat badan turun setiap bulan selama lebih dari 2 bulan berturut-turut, apalagi jika berat badan anak turun secara drastis.

Ini bisa menandakan Si Kecil mengalami TBC pada anak.

Moms juga harus khawatir jika berat badan anak tidak naik setelah adanya perbaikan gizi ataupun anak menjadi tidak nafsu makan hingga hilang nafsu makan (anoreksia).

2. Demam

Demam sebenarnya tidak berbahaya, karena kondisi ini adalah reaksi pertahanan tubuh melawan virus dan bakteri.

Tapi, Moms perlu khawatir saat demam pada anak tak kunjung sembuh atau bahkan berulang tanpa sebab yang jelas. Ini karena bisa menjadi gejala TBC pada anak.

Tapi biasanya demam yang diderita anak tidak tinggi, tapi berlangsung lama dan disertai keringat dingin.

Baca Juga: Bolehkah Ibu Hamil Makan Jengkol? Cek Faktanya Berikut!

3. Badan Lemas

Anak tidak bersemangat untuk melakukan kegiatan, tampak terlihat lesu dan tidak aktif saat diajak bermain.

Jika kondisi ini disertai dua gejala sebelumnya, maka Moms sangat perlu khawatir dan berkonsultasi dengan dokter.

Hal ini untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut, karena bisa jadi ini tanda TBC pada anak.

4. Berkeringat di Malam Hari

Pada umumnya tak sedikit bayi yang berkeringat di malam hari.

Tapi jika ditandai dengan gejala-gejala tadi, maka ini bisa jadi menunjukkan Si Kecil terkena tuberkulosis.

Dr Bern-Thomas Nyangwa, seorang Implementer TB MSF menegaskan, kita tidak bisa hanya melakukan pengamatan klinis saja, tapi harus ada tindakan.

Karena ini berkaitan dengan kehidupan seorang anak, jadi kondisi ini bukan sesuatu yang bisa kita anggap dengan mudah.

Maka, jika Si Kecil memiliki gejala seperti di atas, alangkah lebih baiknya Moms berkonsultasi dengan dokter.

Sehingga kita bisa melakukan pengobatan untuk mencegah kondisi TBC pada anak yang lebih serius.

5. Batuk Darah

Salah satu tanda TBC pada anak adalah batuk darah atau keluar lendir, seperti dijelaskan dalam jurnal Tuberculosis Symptoms and Diagnosis.

Anak mungkin mengalami gejala lain yang berkaitan dengan fungsi organ yang terpengaruh.

Selain batuk darah, nyeri tulang mungkin berarti bahwa bakteri telah menyerang tulang dan sebagai tanda TBC pada anak yang perlu tindakan segera.

Gejala ini juga dapat terjadi dengan penyakit lain, jadi penting untuk menemui penyedia layanan kesehatan dan memberi tahu mereka apakah anak menderita TBC.

6. Mudah Marah dan Rewel

Anak-anak yang tertular TBC sering mudah marah atau rewel karena merasa tubuhnya tidak fit.

Terlebih saat Si Kecil mengalami demam atau batuk terus-menerus.

Selain gejala di atas, melansir situs resmi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) tahun 2013 ada beberapa gejala lain anak mengalami TBC.

  • Kehilangan nafsu makan
  • Sesak napas
  • Pembengkakan kelenjar getah bening (biasanya terlihat dari adanya benjolan di sekitar leher atau bawah rahang anak)
  • Pertumbuhan terhambat

Baca Juga: Diet Gluten Free, Apakah Aman untuk Pola Makan Sehari-hari?

Penyebab TBC pada Anak

Virus TBC
Foto: Virus TBC (Hhmi.org)

Menurut jurnal Cold Spring Harbor Perspect Medicine, TBC pada anak merupakan penyebab utama penyakit paru-paru.

TBC anak disebabkan oleh bakteri. Paling sering disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis (M.tuberculosis).

Banyak anak yang terinfeksi M. tuberculosis tidak pernah mengembangkan TBC aktif dan tetap dalam stadium TBC laten.

Bakteri TBC ini menyebar melalui udara ketika orang yang terinfeksi batuk, bersin, saat berbicara, bernyanyi, atau tertawa.

Tuberkulosis juga biasanya menyebar ketika orang dewasa yang terinfeksi batuk bakteri ke udara. Kuman ini dihirup oleh anak tersebut, yang kemudian terinfeksi.

Seorang anak biasanya tidak terinfeksi kecuali dia telah berulang kali melakukan kontak dengan bakteri.

Baca Juga: Tanya Jawab Dokter tentang Kadar Asam Urat Normal Wanita

Anak-anak yang berusia kurang dari 10 tahun dengan TB paru jarang menulari orang lain.

Karena mereka cenderung memiliki sangat sedikit bakteri dalam sekresi lendirnya dan juga mengalami batuk yang relatif tidak efektif.

Untungnya, kebanyakan yang terkena TBC pada anak tidak jatuh sakit.

Ketika bakteri mencapai paru-paru, sistem kekebalan tubuh menyerang mereka dan mencegah penyebaran lebih lanjut.

Anak-anak ini telah mengembangkan infeksi tanpa gejala yang hanya ditunjukkan oleh tes kulit yang positif.

Namun demikian, anak yang bebas gejala tetap harus dirawat untuk mencegah terjadinya penyakit aktif.

Perlu diingat, TBC anak tidak mungkin menyebar melalui barang-barang pribadi, seperti:

  • Pakaian
  • Tempat tidur
  • Peralatan makan dan minum
  • Toilet
  • Barang lain yang pernah disentuh oleh penderita TB

Aliran udara yang baik adalah cara terpenting untuk mencegah penyebaran TB.

Baca Juga: Tanya Jawab dengan Dokter soal Pelekatan Menyusui yang Benar

TBC pada anak memiliki dua tahapan yang perlu Moms dan Dads ketahui agar lebih waspada mengenai...

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.

rbb