Scroll untuk melanjutkan membaca

GIZI
04 Januari 2023

Diet Gluten Free, Apakah Aman untuk Pola Makan Sehari-hari?

Jangan sembarangan ikut tren gluten free!
Diet Gluten Free, Apakah Aman untuk Pola Makan Sehari-hari?

Ingin coba program diet gluten free? Sebaiknya cari tahu dulu istilah ini sebelum memulainya, Moms.

Akhir-akhir ini Moms mungkin semakin sering mendengar pola makan baru yang disebut gluten free alias bebas gluten.

Moms bahkan sudah bisa menemukan berbagai makanan gluten free, seperti roti atau pasta di supermarket.

Namun, sebenarnya, seberapa baik pola makan bebas gluten?

Apakah pola makan ini benar-benar aman atau justru berisiko untuk kesehatan dan keseimbangan fungsi tubuh?

Yuk, cari tahu fakta selengkapnya lewat informasi di bawah ini, Moms!

Baca Juga: 5 Cara Membuat Roti Tawar Putih dan Gandum, Mudah!

Pengertian Gluten Free

Gluten Free

Foto: Gluten Free (Shutterstock.com)

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), gluten adalah campuran likat, yakni sejenis cokelat yang berasal dari protein biji-bijian.

Dengan demikian, gluten free adalah pola makan yang tidak mengonsumsi bahan-bahan mengandung gluten.

Gluten juga dikenal sebagai protein yang ditemukan dalam gandum, barley, rye, dan triticale (persilangan antara gandum dan rye).

Menurut Hopkins Medicine, gluten sering digunakan sebagai zat pengikat dan penyedap rasa.

Umumnya, jenis makanan yang mengandung gluten dan mudah ditemukan, seperti piza, sereal, roti, dan cake.

Namun, tak menutup kemungkinan, gluten juga ada di dalam es krim hingga obat-obatan tertentu, produk kecantikan, hingga suplemen.

Nah, orang-orang yang menerapkan diet bebas gluten mesti mengecualikan makanan apa pun yang mengandung senyawa tersebut.

Artinya, pola makan ini hanya memperbolehkan konsumsi makanan utuh yang tidak mengandung gluten, seperti buah-buahan, sayuran, daging, dan telur.

Baca Juga: 7 Rekomendasi Menu Diet Keto untuk Pemula

Siapa yang Membutuhkan Pola Makan Gluten Free?

Makanan Mengandung Gluten

Foto: Makanan Mengandung Gluten (Orami Photo Stocks)

Pola makan gluten free awalnya hanya ditujukan untuk orang yang memiliki riwayat penyakit tertentu.

Beberapa golongan orang yang disarankan menerapkan pola makan bebas gluten, yakni seperti di bawah ini:

1. Penderita Penyakit Celiac

Diet bebas gluten diperlukan bagi penderita penyakit Celiac, lho.

Bagi mereka penderita Celiac, autoimun akan respon terhadap gluten yang menyebabkan tubuh menyerang usus kecil.

Akibatnya, menyebabkan penderita sakit perut, mual, kembung, atau diare.

Orang dengan penyakit celiac tidak dapat mentolerir gluten dalam bentuk apa pun dan perlu menerapkan diet bebas gluten.

Penerapan pola makan ini biasanya berlangsung lama dan bisa seumur hidup tergantung rekomendasi dokter.

2. Intoleransi Gluten

Kondisi lain yang mungkin mendorong seseorang untuk memotong gluten dari makanannya adalah sensitivitas gluten non-celiac.

Terkadang istilah ini disebut juga sebagai intoleransi gluten.

Bagi mereka yang intoleransi gluten, akan memilih untuk mengonsumsi makanan selain gandum.

Cleveland Clinic memaparkan, mereka yang intoleransi terhadap gluten akan merasakan sakit perut setelah mengonsumsi bahan-bahan tertentu.

Tubuh merasa lelah, mual atau kembung pun jadi gejala lain yang dirasakan.

Baca Juga: Begini Cara Diet 3 Hari Turun 5 Kg (Diet Militer) yang Mudah dan Cepat

3. Alergi Gandum

Individu dengan alergi gandum harus menghindari makanan tertentu yang mengandung gluten.

Gandum memicu respons kekebalan dalam tubuh mereka yang dapat menyebabkan gejala seperti ruam kulit, sakit kepala, atau bersin-bersin.

Terlepas itu, mereka masih bisa makan gluten dalam biji-bijian lain, termasuk barley dan gandum hitam.

Dalam kasus yang parah, alergi juga dapat menyebabkan anafilaksis, reaksi alergi yang dapat mengancam jiwa.

4. Gangguan Autoimun Gluten Ataksia

Mirip dengan penyakit Celiac, gluten ataksia adalah gangguan autoimun.

Gangguan ini menyebabkan sistem kekebalan tubuh menyerang sistem saraf sebagai respons terhadap konsumsi gluten.

Kondisi ini dapat menyebabkan berbagai gejala neurologis.

Secara khusus, ataksia gluten dapat menyebabkan masalah keseimbangan, koordinasi, dan kontrol motorik.

Studi yang diterbitkan dalam Dove Press menilai bahwa gluten ataksia umum menyerang usia di atas 50 tahun.

Oleh karena itu, diet gluten free dianjurkan untuk mengurangi gejala ataksia gluten dan mencegah kerusakan lebih lanjut pada sistem saraf.

Baca Juga: Fakta Vegetarian vs Vegan dan Tips Menjalaninya saat Hamil

Apakah Si Kecil Membutuhkan Pola Makan Bebas Gluten?

Bayi Makan

Foto: Bayi Makan (Freepik.com/prostooleh)

Tidak semua anak membutuhkan pola makan gluten free sebagai kebiasaan sehari-hari.

Ingat, Moms, pola makan bebas gluten awalnya hanya dianjurkan untuk orang yang menderita penyakit Celiac.

Penyakit tersebut terjadi akibat kelainan sistem pencernaan tubuh dalam mencerna protein di dalam gluten.

Nah, bila orang dengan penyakit Celiac mengonsumsi makanan yang mengandung gluten, usus halusnya akan langsung mengalami peradangan.

Disebutkan sebelumnya, ada juga sebagian orang yang alergi gluten.

Gluten yang terkandung dalam produk olahan gandum, seperti roti dan pasta, akan menyebabkan reaksi alergi seperti mual dan diare pada orang-orang yang sensitif.

Hanya dokter atau ahli gizi yang bisa menentukan apakah anak Moms mengidap salah satu kondisi tersebut.

Akan tetapi, apabila Si Kecil tidak punya penyakit Celiac atau alergi gluten, ia tidak perlu sampai menerapkan pola makan gluten free.

Gluten bukanlah zat beracun atau bahan pangan yang akan merugikan kesehatan tubuh.

Baca Juga: Mengenal Hipogonadisme, Gangguan Hormon pada Pria Dan Wanita

Dampak Anak Mengikuti Pola Makan Gluten Free

Bayi Makan

Foto: Bayi Makan (Orami Photo Stock)

Gluten adalah salah satu jenis protein yang bisa dicerna dengan baik oleh tubuh, khususnya bila Moms dan Si Kecil tak punya penyakit Celiac maupun alergi gluten.

Hingga saat ini, belum ada penelitian yang berhasil membuktikan bahaya gluten bagi kesehatan tubuh.

Maka, tren makanan bebas gluten ini sebenarnya hanya menjamur karena orang-orang salah paham.

Menurut para ahli dari Harvard, ikut-ikutan tren bebas gluten meski anak tak punya penyakit atau alergi tertentu bisa mengganggu asupan gizi sehari-harinya.

Alasan pertama, yakni anak tidak mendapatkan beragam nutrisi penting dalam makanan yang mengandung gluten.

Faktanya, makanan olahan gandum kaya akan vitamin B kompleks, folat, zat besi, magnesium, serat, kalori, dan antioksidan.

Nah, anak akan melewatkan berbagai gizi yang sangat penting bagi pertumbuhan tersebut apabila tidak mengonsumsi produk olahan gandum sama sekali.

Perlu Moms tahu, asupan berlabel gluten free cenderung mengandung kadar lemak dan gula yang lebih tinggi dari makanan biasa.

Menurut dokter anak dari Columbia University Medical Center, dr. Norelle R. Reilly, dalam kebanyakan kasus, anak malah jadi kelebihan berat badan atau obesitas setelah ikut tren makan bebas gluten.

Jadi, sebaiknya pikir dua kali sebelum membiasakan pola makan bebas gluten pada Si Kecil, ya, Moms.

Apabila Moms ragu dengan kondisi kesehatan Si Kecil terkait konsumsi gluten, tak perlu ragu untuk berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter atau ahli gizi.

Baca Juga: Bayi Makan Bubur Instan Setiap Hari, Apakah Aman?

Daftar Makanan Gluten Free

Infused Water Buah-buahan

Foto: Infused Water Buah-buahan (Orami Photo Stocks)

Bagi yang memiliki kondisi kesehatan tertentu, pola makan gluten free menjadi suatu hal yang mau tak mau harus dijalankan.

Apa saja makanan bebas gluten yang bisa menjadi pilihan? Berikut rekomendasinya:

1. Aneka Sayur dan Buah

Kebanyakan sayuran dan buah-buahan segar dan utuh secara alami bebas gluten yang menyehatkan.

Sayur dan buah memberikan berbagai vitamin, mineral dan antioksidan yang tinggi untuk tubuh.

Namun, hati-hati ketika bertemu beberapa jenis sayur dan buah olahan dalam kemasan yang dijual di supermarket.

Beberapa jenis sayuran dan buah olahan mungkin diawetkan dengan bahan yang mengandung gluten.

Sayuran segar dan beku biasanya semuanya bebas gluten, tetapi periksa kembali daftar bahan pada kemasan untuk memastikannya.

Saat membeli sayuran kaleng, belilah yang dikemas dengan air atau jus alami dan biasanya pilihan yang lebih sehat.

Kekhawatiran akan gluten dalam buah muncul saat buah dikalengkan, dikeringkan atau dibekukan.

2. Saus Makanan Pilihan

Saus adalah salah satu makanan paling umum yang biasanya terdiri dari gluten tanpa disadari.

Namun, ada beberapa saus makanan pilihan yang dapat digunakan sebagai pengental atau penambah rasa.

Tepung terigu adalah pengental umum dalam banyak saus dan bumbu perendam yang artinya mengandung gluten.

Sebagai alternatifnya, berikut saus pilihan yang gluten free dan aman untuk pencernaan:

  • Mustard: Beberapa mustard khusus tidak mengandung gluten dengan kandungan tertentu.
  • Mayones: Biasanya tidak dibuat dengan gluten, tetapi periksa bahannya kembali untuk memastikan.
  • Rempah-rempah kering: Sebagian besar herbal dan rempah-rempah mengandung bahan tunggal alami.

Waspada juga kontaminasi gluten silang yang biasanya ada di sejumlah makanan.

Baca Juga: Makan Banyak Tapi Berat Badan Turun? Ini 13 Penyebab Badan Kurus

3. Sereal Bebas Gluten

Banyak sereal mengandung bahan dasar gluten atau gandum, tetapi ada beberapa yang tidak.

Waspadai label "bebas gluten" sebagai pilihan makanan gluten free yang aman untuk pencernaan.

Namun, tak jarang juga produksi makanan memberikan label bebas gluten, namun ternyata ada kandungan lain yang juga sejenis.

Sesuatu yang harus diperhatikan yakni seperti cornflake dan sereal beras yang mungkin mengandung penyedap atau ekstrak malt.

Artinya, makanan-makanan tersebut juga mengandung gluten.

4. Dessert dan Cokelat

Banyak makanan manis dan dessert yang dibuat dengan tepung terigu atau bahan lain dengan gluten.

Semakin banyak perusahaan yang membuat produk versi bebas gluten, ini menjadi solusi tepat untuk diet gluten free.

Beberapa daftar makanan manis yang aman untuk penderita Celiac dan intoleransi gluten yakni:

  • Cokelat: Cokelat tidak mengandung gluten secara alami, meskipun beberapa produsen memiliki bahan tambahan yang mengandung gluten.
  • Permen keras dan permen karet: Permen ini biasanya tidak mengandung gluten. Hindari yang mencantumkan "tepung terigu" sebagai bahan.
  • Es krim, sorbet, gelato, yoghurt beku: Camilan ini umumnya bebas gluten, tetapi hindari yang mengandung pretzel.

Waspada juga beberapa adonan kue yang mengandung gluten sebagai rasa tambahan.

Baca Juga: 7 Pengganti Kecap untuk Diet, Tetap Enak dan Lebih Sehat!

Jika Moms tertarik untuk mencoba diet bebas gluten, pastikan untuk berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter atau ahli ahli gizi, ya.

Mereka dapat memandu Moms menuju pola makan yang tepat guna memenuhi kebutuhan nutrisi harian tubuh.

Ingat, kondisi setiap orang bisa berbeda-beda. Karenanya, pola makan pun mungkin akan berbeda, apalagi sebelumnya sudah mengalami penyakit tertentu.

Jadi, jangan sampai Moms menanggung efek samping merugikan akibat asal ikut-ikutan pola makan bebas gluten, ya!

  • https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/gluten
  • https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/celiac-disease/what-is-a-glutenfree-diet#:~:text=A%20gluten%2Dfree%20diet%20excludes,gluten%2Dfree%20bread%20or%20pasta.
  • https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/21622-gluten-intolerance
  • https://www.dovepress.com/wheat-allergy-diagnosis-and-management-peer-reviewed-fulltext-article-JAA
  • https://www.eatingwell.com/article/288100/gluten-free-foods-list/

Copyright © 2023 Orami. All rights reserved.