Scroll untuk melanjutkan membaca

TRIMESTER 3
30 Maret 2022

7 Cara Mengatasi Sesak Napas pada Ibu Hamil saat Tidur, Moms Perlu Tahu, Nih!

Semakin besar usia kehamilan biasanya ibu hamil akan sering sesak saat tidur
7 Cara Mengatasi Sesak Napas pada Ibu Hamil saat Tidur, Moms Perlu Tahu, Nih!

Moms yang sedang hamil, pasti pernah merasakan sesak napas karena perut yang kian membesar. Ini bisa mengganggu tidur nyenyak, Moms. Untuk itu, berikut ini akan dibahas mengenai cara mengatasi sesak napas pada ibu hamil saat tidur.

Meski sesak napas saat hamil cukup umum terjadi, namun dapat membuat seseorang merasa tidak nyaman.

Berdasarkan penelitian di jurnal Clinical Investigation tahun 2015, diperkirakan 60 - 70% wanita mengalami sesak napas selama kehamilan.

Bagi Moms yang hamil, sangatlah normal jika mengalami sesak napas. Ini dikarenakan pengaruh peningkatan hormon progesteron yang menyebabkan ibu hamil bernapas lebih dalam.

Pada awal masa kehamilan, ibu hamil mungkin sulit bernapas karena harus menyesuaikan diri dengan kadar hormon yang baru.

Gejala ini biasanya hilang setelah beberapa minggu, kemudian muncul kembali selama trimester kedua atau ketiga.

Hal tersebut membuat ibu hamil merasa seolah-olah sedang bekerja lebih keras sehingga membutuhkan banyak oksigen.

Laura Riley, M.D., Direktur Perawatan Persalinan di Massachusetts General Hospital, Boston, menjelaskan bahwa pernapasan juga bisa menjadi lebih sulit ketika janin di dalam perut tumbuh semakin besar.

Organ-organ lain seolah dipaksa bergeser karena rahim yang membesar dan membutuhkan lebih banyak ruang.

Baca Juga: Awas, Sesak Napas Saat Berbaring Bisa Jadi Pertanda Penyakit Jantung

Cara Mengatasi Sesak Napas pada Ibu Hamil saat Tidur

Cara Mengatasi Sesak Napas pada Ibu Hamil saat Tidur

Foto: Cara Mengatasi Sesak Napas pada Ibu Hamil saat Tidur

Biasanya ibu hamil mengalami sesak napas pada saat dia duduk, berdiri, terutama saat tidur. Karena saat berbaring bagian dada terasa terhimpit perut yang besar.

Ketika sesak napas terjadi saat tidur, sebaiknya segera diatasi. Karena jangan sampai hal ini mengganggu kualitas tidur ibu hamil.

Berikut ini beberapa cara mengatasi sesak napas pada ibu hamil saat tidur:

1. Gunakan Penyangga

Cara mengatasi sesak napas pada ibu hamil saat tidur yang pertama adalah menggunakan penyangga.

Moms yang sedang hamil harus meletakkan beberapa bantal di bawah tubuh bagian atas sehingga saat tidur akan berada di posisi setengah duduk.

Tidur dengan bantal yang menopang punggung atas, sangat bermanfaat karena memungkinkan gravitasi menarik rahim ke bawah dan memberi ruang lebih pada paru-paru.

Ini adalah salah satu cara terbaik yang mampu mengurangi tekanan antara rahim dan paru-paru, sehingga dapat membantu Moms bisa bernapas sedikit lebih lega.

2. Beri Ruang pada Diri Sendiri untuk Bernapas

Moms dapat meredakan gejala sesak napas saat tidur dengan memberi ruang pada paru-paru untuk bernapas sebanyak mungkin.

Moms bisa mencoba bangkit dari tidur dan duduk tegak atau berdiri, ini dapat membantu Moms memperluas ruang di rongga perut.

3. Menggunakan Bantal di Kaki

Cara mengatasi sesak napas pada ibu hamil saat tidur selanjutnya adalah dengan menggunakan bantal kaki.

Ibu hamil harus tidur pada posisi yang memang paling nyaman, dan banyak yang menyarankan ibu hamil untuk tidur miring ke kiri.

Moms bisa tidur dan berbaring miring ke kiri dengan bantal di antara kaki dan kepala ditinggikan dengan bantal. Moms harus menjaga agar punggung tetap lurus.

Sedikit miring ke kiri dalam posisi ini juga dapat membantu menjaga uterus menjauhi aorta, arteri utama yang memindahkan darah beroksigen ke seluruh tubuh.

Baca Juga: Moms, Ini Alasan Mengapa Trimester Pertama Tidak Boleh Berhubungan

4. Mempraktikkan Postur Tubuh yang Baik

Cara mengatasi sesak napas pada ibu hamil saat tidur selanjutnya adalah dengan mempraktikkan postur tubuh yang baik.

Mempraktikkan postur tubuh yang baik akan memungkinkan rahim menjauh dari diafragma sejauh mungkin.

Moms bisa menggunakan alat tambahan berupa sabuk penunjang kehamilan yang dapat mempermudah melatih postur tubuh dengan baik.

5. Jangan Panik

Cara mengatasi sesak napas pada ibu hamil saat tidur selanjutnya adalah bersikap tenang dan jangan panik.

Meskipun Moms mungkin merasa seolah-olah mendapatkan lebih sedikit udara, namun Moms harus ingat bahwa itu adalah pengaruh dari kadar progesteron yang tinggi.

Oleh karena itu, Moms tidak perlu panik kecuali, jika sesak napas itu muncul secara tiba-tiba, parah, memburuk, atau menyebabkan nyeri, batuk, mengi, dan jantung berdebar-debar.

6. Melakukan Teknik Pernapasan

Melakukan teknik pernapasan juga jadi salah satu cara mengatasi sesak napas pada ibu hamil saat tidur yang penting untuk dilakukan.

Selama masa kehamilan, Moms bisa melakukan latihan teknik pernapasan seperti teknik pernapasan metode Lamaze. Caranya dengan mengontrol pernapasan secara sadar.

Jadi, napas tidak dilakukan secara otomatis, melainkan diatur dengan sengaja secara perlahan.if.

Selain baik untuk meringankan sesak napas selama kehamilan, latihan teknik pernapasan juga baik digunakan untuk proses persalinan.

7. Kurangi Aktivitas

Selama kehamilan, jangan pernah memaksakan diri untuk melakukan sesuatu terutama jika sedang sesak napas.

Mengetahui batasan tubuh sangat penting, tidak hanya untuk ibu, namun juga untuk janin. Beristirahatlah bila dirasa sesak tidak tertahankan.

Baca Juga : Patut Diwaspadai, Ini Gejala Sesak Napas Saat Hamil Akibat Asma

Penyebab Ibu Hamil Merasakan Sesak Napas saat Tidur

Penyebab Ibu Hamil Sesak Napas saat Tidur

Foto: Penyebab Ibu Hamil Sesak Napas saat Tidur

Berikut beberapa penyebab sesak napas saat tidur yang terjadi di tiap tahapan trimester.

1. Trismester Pertama

Salah satu penyebab sesak napas saat hamil adalah adanya perubahan diafragma. Diafragma berperan dalam memisahkan antara jantung dan paru-paru dari perut.

Saat hamil, diafragma mengalami perubahan, terutama pada trimester pertama kehamilan. Selain perubahan diafragma, sesak napas juga terjadi akibat perubahan hormon progesteron.

Hormon progesteron memainkan peran penting dalam perkembangan janin. Ini juga merupakan stimulan pernapasan, yang dapat mempercepat pernapasan.

Jumlah progesteron dalam tubuh seorang wanita akan meningkat selama masa kehamilan.

2. Trismester Kedua

Ibu hamil biasanya mengalami sesak napas yang dapat dengan jelas terasa pada trimester kedua, di mana janin dalam rahim mulai bertumbuh.

Tidak hanya itu, beberapa perubahan pada fungsi jantung juga dapat menyebabkan sesak napas.

Jumlah darah dalam tubuh wanita meningkat secara signifikan selama masa kehamilan.

Jantung harus memompa lebih keras untuk memindahkan darah tersebut ke seluruh tubuh dan ke plasenta.

Beban kerja yang meningkat pada jantung pada akhirnya bisa membuat ibu hamil merasa sesak napas.

Baca Juga: Cara Berolahraga dengan Aman di Trimester Ketiga Kehamilan Sesuai Jenisnya

3. Trimester ketiga

Selama trimester ketiga, pernapasan Moms mungkin dapat menjadi lebih mudah atau malah sebaliknya justru menjadi lebih sulit.

Hal ini terutama pada posisi kepala bayi yang sedang berkembang di dalam rahim.

Janin yang berada pada trimester ketiga akan berada di bawah tulang rusuk yang dapat menekan diafragma, sehingga membuat sang ibu menjadi sulit bernapas.

4. Penyebab Lainnya

Jika ibu hamil mengalami sesak napas yang parah, penting untuk berkonsultasi dengan dokter.

Meskipun perubahan kehamilan dapat menyebabkan sesak napas, kondisi medis lain juga dapat menyebabkan masalah tersebut.

Berikut beberapa penyebab lain dari sesak napas saat hamil.

Asma

Kehamilan dapat memperburuk bagi Moms yang menderita asma.

Untuk itu, bila Moms sedang merencanakan kehamilan atau sedang hamil, konsultasikan pada dokter pengobatan asma yang tepat untuk digunakan selama kehamilan.

Kardiomiopati peripartum

Ini adalah jenis gagal jantung yang dapat terjadi selama kehamilan atau segera setelah melahirkan.

Gejalanya berupa pergelangan kaki bengkak, tekanan darah rendah, kelelahan, dan jantung berdebar-debar.

Emboli paru

Emboli paru terjadi ketika gumpalan darah tersangkut di arteri di paru-paru. Emboli dapat memengaruhi pernapasan dan menyebabkan batuk, nyeri dada, dan sesak napas.

Baca Juga: Begini Cara Menghadapi Ibu Hamil yang Sesak Napas

Kapan Harus ke Dokter?

Kapan Harus ke Dokter?

Foto: Kapan Harus ke Dokter?

Foto: istockphoto.com

Meskipun termasuk dalam masalah kehamilan yang umum, namun beberapa gejala di bawah ini membutuhkan penanganan khusus dari dokter ahli, meliputi:

  • Bibir, jari tangan, dan menjadi kaki biru
  • Mengalami palpitasi jantung atau detak jantung yang meningkat
  • Nyeri saat bernapas
  • Sesak napas yang semakin parah
  • Mengi

Jika sudah mengganggu atau baru pertama kali mengalaminya, segeralah berkonsultasi guna mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

Biasanya dokter akan memberi serangkaian tes, seperti tes pencitraan atau rontgen.

Dampak Sesak Napas pada Janin

Dampak Sesak Napas pada Janin

Foto: Dampak Sesak Napas pada Janin

Foto: parenting.firstcry.com

Selama Moms tidak mengalami gejala-gejala lain yang mengkhawatirkan, mengalami sesak napas merupakan hal yang normal selama kehamilan, dan tidak akan membahayakan calon buah hati.

Moms tidak perlu khawatir, sebab meskipun mengalami sesak, namun proses bernapas yang Moms lakukan tetap efisien dan dapat memenuhi kebutuhan janin dalam kandungan.

Baca Juga: 15+ Jus untuk Ibu Hamil yang Baik untuk Ibu dan Janin di Setiap Trimester Kehamilan

Tips Agar Ibu Hamil Bisa Tidur Lebih Nyaman

Tips Agar Ibu Hamil Bisa Tidur Lebih Nyaman

Foto: Tips Agar Ibu Hamil Bisa Tidur Lebih Nyaman

Selain melakukan tips dan cara mengatasi sesak napas pada ibu hamil saat tidur, Moms juga bisa mengaplikasikan beberapa tips berikut ini untuk dapat tidur lebih nyaman.

Simak selengkapnya berikut ini.

1. Memenuhi Kebutuhan Cairan Tubuh

Dalam memenuhi kebutuhan cairan tubuh, Moms disarankan untuk minum air yang cukup setiap harinya.

Tidak hanya baik untuk meningkatkan kualitas tidur, namun juga baik untuk kesehatan tubuh secara keseluruhan.

2. Rutin Berolahraga

Meskipun hamil, olahraga juga wajib, lho untuk Moms lakukan. Rutin berolahraga dapat sangat bermanfaat dalam melancarkan sirkulasi darah dan membuat tubuh menjadi rileks.

Moms tidak perlu melakukan olahraga yang berlebihan, beberapa olahraga ringan, seperti berjalan kaki, hingga berenang bisa menjadi pilihan yang mudah

Namun, pastikan untuk tidak berolahraga saat mendekati waktu tidur ya Moms.

Baca Juga: Ini 11 Manfaat Berolahraga Untuk Ibu Hamil

3. Mengontrol Pikiran

Stres dan kecemasan adalah penyebab utama ibu hamil sulit tidur dengan nyaman. Ingatlah bahwa merasa khawatir tidak akan membantu Moms menyelesaikan masalah.

Temukan teman atau profesional yang dapat mendengarkan dan membantu Moms jika memiliki masalah yang membuat khawatir atau kesal selama menjalani kehamilan.

4. Konsisten

Jika Moms menetapkan rutinitas malam yang konsisten, menenangkan, dan nyaman, Moms akan bisa lebih rileks dan tertidur dengan lebih mudah.

Menjelang waktu tidur, cobalah beberapa ritual menenangkan, seperti minum secangkir teh bebas kafein atau secangkir susu hangat dengan madu, sedikit camilan sehat, mandi air hangat, dan membaca buku.

5. Tidur di Siang Hari

Jika Moms tidak cukup istirahat di malam hari, cobalah untuk tidur siang guna membantu mengurangi kelelahan.

Cobalah tidur siang selama 20 - 30 menit di akhir pekan dan jika Moms pulang kerja lebih awal.

Namun, jangan tidur lebih lama dari ini. Tidur siang yang lama justru dapat membuat Moms merasa lebih lelah setelah terbangun.

Baca Juga: Susah Tidur? Hadirkan 5 Tanaman Ini Di Kamar Tidur Agar Bisa Tidur Nyenyak

Itu dia cara mengatasi sesak napas pada ibu hamil saat tidur dan tips ampuh yang bisa diaplikasikan agar Moms dapat tidur lebih nyaman.

Semoga bermanfaat Moms!

  • https://www.babycentre.co.uk/a219/breathlessness-in-pregnancy
  • https://www.nationwidechildrens.org/family-resources-education/family-resources-library/the-lungs-in-pregnancy
  • https://www.medicalnewstoday.com/articles/322316#management
  • https://onlinelibrary.wiley.com/doi/pdf/10.1002/clc.22452