3-5 tahun

3-5 TAHUN
29 Desember 2020

7 Olahraga Ringan yang Berguna untuk Stimulasi Otak Anak

Intip pilihan olahraga untuk stimulasi anak yang tepat untuk usia prasekolah!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Tubuh yang sehat adalah kunci otak yang pintar. Olahraga ringan dan sederhana terbukti mampu meningkatkan fungsi otak dan membuat anak-anak lebih pintar, kreatif, terampil, dan lebih percaya diri.

Menurut Phil Tomporowski, profesor ilmu olahraga di University of Georgia, olahraga memiliki efek yang lebih tahan lama pada otak yang masih berkembang. Jadi bukan hanya tubuhnya yang jadi lebih sehat dan kuat, otaknya juga banyak belajar.

Oleh karena itu Moms harus rajin mengajak Si Kecil olahraga untuk stimulasi anak jadi hebat. Terlebih pada anak-anak di usia prasekolah. Kegiatan olahraga anak mampu mendukung proses tumbuh kembang dan menstimulasi tubuh serta otaknya untuk persiapan masuk sekolah.

Baca Juga: 7 Menu Sarapan Sehat untuk Tumbuh Kembang Balita

Berapa Lama Waktu Olahraga untuk Stimulasi Otak Anak?

tinggi badan ideal balita 2-5 tahun: Mencegah Perawakan Pendek pada Anak.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Untuk stimulasi otak yang maksimal, Moms harus memastikan Si Kecil mendapatkan olahraga ringan yang cukup. Dilansir dari Kids Health, balita dan anak prasekolah harus bermain aktif beberapa kali sehari, bisa di pagi atau sore hari.

Balita melakukan olahraga dengan akumulasi minimal 60 menit lewat aneka permainan aktif perhari, sedangkan anak prasekolah minimal 120 menit per hari.

Saat Si Kecil bangun, mereka tidak boleh diam saja selama lebih dari satu jam pada satu waktu, dan idealnya, Moms harus menciptakan waktu bermain di dalam dan di luar ruangan dengan beragam aktivitas terstruktur dan tidak terstruktur.

Baca Juga: 6 Makanan untuk Perkembangan Otak Balita

Olahraga Ringan yang Berguna untuk Stimulasi Otak Anak

5 olahraga ringan untuk stimulasi otak anak 3

Foto: Orami Photo Stock

Moms tidak bisa begitu saja membiarkan Si Kecil bermain bebas di dalam atau di luar rumah. Mereka juga butuh stimulasi dan bantuan untuk bisa melakukan olahraga.

"Ada kesalahpahaman umum bahwa jika Anda menyuruh anak-anak untuk bermain dan berolahraga, mereka akan belajar sendiri," ungkap Jackie Goodway, Ph.D., seorang profesor pengembangan motorik dan pedagogi pendidikan jasmani dasar di Ohio State University, Amerika Serikat, dikutip dari Verry Well Family.

Olahraga anak itu sama seperti membaca. Ketika Moms tidak mengajari Si Kecil, tidak memberikan masukan, atau menciptakan waktu untuk olahraga, maka mereka tidak akan bisa melakukannya. Alhasil tidak akan ada stimulasi ke otak anak untuk tumbuh kembang maksimal.

Selain menciptakan waktu, Moms juga harus bisa memilih olahraga untuk stimulasi anak yang tepat dan dibuat menyenangkan. Berikut 7 ide olahraga ringan yang berguna untuk stimulasi anak yang bisa dicoba!

Baca Juga: 4 Stimulasi Agar Bayi Bisa Merangkak dengan Lincah

1. Mencari Suara

Mainkan lagu dari ponsel dan sembunyikan ponsel di salah satu area rumah yang aman. Ajak Si Kecil mencari sumber suara tersebut. Otak dan telinganya akan bekerja sama mencari sumber suara, sedangkan tubuhnya akan terus berlari mengelilingi rumah.

2. Melempar Bola ke Keranjang

Main basket terlalu sulit untuk anak usia prasekolah, tetapi Moms bisa menciptakan permaian serupa dengan lebih mudah. Oper bolanya ke si kecil dan minta dia memasukkan ke dalam keranjang. Hindari bola yang berukuran terlalu kecil yang bisa dimasukkan ke mulut.

3. Meniru Binatang

Meniru binatang bisa jadi olahraga anak yang ringan tapi punya banyak manfaat. Saat meniru binatang, Si Kecil aka bertumpu pada tangan dan lutut, bergerak, meregangkan tubuh, dan bermain seperti binatang yang dia lihat. Pilih aneka binatang dan juga gerakan yang mengajak anak menggerakan semua tubuhnya.

4. Menari

Putarkan lagu kesukaan Si Kecil, akan lebih baik jika ada tarian yang bisa diikuti. Namun, jika lagunya tanpa gerakan, Moms bisa membuat gerakan sendiri yang bisa lakukan anak dan menstimulasi otak dan anggota tubuhnya.

5. Bermain Air

Ada banyak olahraga untuk stimulasi anak yang bisa dilakukan dengan bantuan air. Paling mudah adalah olahraga berenang karena membuat semua anggota tubuh Si Kecil bergerak.

Ajak juga dia main lempar spons yang diberi air. Si Kecil bisa melihat sejauh mana sponsnya terlempar jika terendam air dan tidak. Itu akan melatih otot lengan untuk melempar dan otaknya untuk berpikir.

6. Merangkak

Anda punya kardus bekas kulkas atau TV? Jangan dibuang dulu. Coba keluarkan dan susun di halaman atau teras rumah. Ajak di kecil merangkak mengelilingi terowongan buatan tersebut. Moms bisa bantu dengan mengubah arah terowongan dan biarkan Si Kecil berpikir mencari jalan keluarnya. Tubuh dan otaknya akan bekerja sama.

7. Lomba Balon

Untuk anak-anak yang tidak alergi atau takut balon, Moms bisa mencoba kegiatan olahraga anak berikut. Ajak Si Kecil menendang balon dan membuatnya bertahan di udara. Moms bisa mengemasnya dalam bentu lomba supaya anak tertantang dan semakin bersemangat menggerakkan tubuhnya.

Baca Juga: Trik agar Anak Tidak Malas Olahraga

Jaga Tubuh Si Kecil Sehat Untuk Olahraga Anak yang Maksimal

pilihan-resep-makanan-yang-bisa-tingkatkan-sistem-imun-anak.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Membiasakan olahraga untuk stimulasi anak memang wajib, tetapi ada hal yang penting untuk Moms perhatikan juga. Moms harus menjaga tubuh Si Kecil sehat dan bugar supaya stimulasi yang diberikan dapat diserap maksimal.

Moms bisa membantu dengan memastikan Si Kecil cukup tidur, cukup minum, dan banyak mengonsumsi makanan sehat dan asupan tambahan yang bernutrisi, seperti susu yang diformulasi.

Berikan SGM Eksplor Soya 1-5 untuk tambahan asupan anak usia prasekolah. Susu pertumbuhan ini diperkaya dengan minyak ikan, omega 3 dan 6, serta zat besi yang tepat untuk mendukung pertumbuhan otaknya.

Diperkaya dengan isolat soya, Berikan SGM Eksplor Soya 1-5 juga bisa jadi pilihan bagi si kecil yang alergi susu sapi. Moms bisa memberikannya pada Si Kecil tiga kali sehari untuk mendukung kegiatan olahraga anak untuk stimulasi otaknya.

(ADV)

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait