24 Juni 2019

Hati-Hati dengan Tekanan Darah Rendah Saat Hamil!

Membuat daya tahan ibu menurun dan menghambat perkembangan janin

Tekanan darah rendah saat hamil mungkin dianggap biasa bagi sebagian wanita, tidak menimbulkan masalah.

Namun, bagi beberapa orang, tekanan darah rendah yang tidak normal (hipotensi) bisa menyebabkan pusing dan pingsan.

Pada kasus yang parah, tekanan darah rendah bahkan bisa mengancam nyawa.

Pembacaan tekanan darah lebih rendah dari 90 mm Hg untuk angka teratas (sistolik) atau 60 mmHg untuk angka di bawah (diastolik) umumnya dianggap sebagai tekanan darah rendah.

Menurut dokter spesialis kebidanan dan kandungan RSUD Dr Soetomo Surabaya, Dr. Hari Nugroho, SpOG, pada dasarnya kehamilan memang mengakibatkan kadar Hb wanita (tekanan darah) lebih rendah dibandingkan saat tidak hamil, tetapi biasanya kembali normal setelah melahirkan.

Baca Juga: Biasa Tak Sarapan? Hati-hati Gula Darah Tinggi!

Gejala Tekanan Darah Rendah Saat Hamil

shutterstock 190732466 1
Foto: shutterstock 190732466 1

Foto: parentsmagazine.com

Tekanan darah turun drastis sering kali disertai tanda dan gejala seperti:

  • Pusing
  • Pingsan
  • Penglihatan kabur
  • Mual
  • Kelelahan
  • Kurang konsenterasi

Shock karena hipotensi ekstrem bisa berakibat kondisi yang mengancam jiwa. Tanda dan gejalanya meliputi:

  • Gelisah, terutama pada orang tua
  • Kulit dingin, lembap, pucat
  • Napas tersengal-sengal
  • Denyut nadi Lemah dan cepat

Jika Moms memiliki indikasi shock, carilah bantuan medis darurat.

Baca Juga: Yuk, Cari Tahu Makanan Penurun Darah Tinggi!

Kondisi yang Memicu Darah Rendah Saat Hamil

could pregnancy fatigue be anemia 1024x576 1517936213
Foto: could pregnancy fatigue be anemia 1024x576 1517936213

Foto: todaysparent.com

Kondisi medis yang bisa menyebabkan tekanan darah rendah saat hamil antara lain:

  • Karena sistem peredaran darah berkembang cepat selama kehamilan, tekanan darah cenderung turun.
  • Masalah jantung. Beberapa masalah jantung dapat menyebabkan hipotensi.
  • Masalah endokrin. Berbagai masalah tiroid dan dalam beberapa kasus, diabetes dapat memicu tekanan darah rendah.
  • Dehidrasi. Bila tubuh kehilangan lebih banyak air daripada yang dibutuhkan, maka dapat menyebabkan lemah, pusing dan kelelahan.
  • Kehilangan darah. Misalnya seperti luka parah atau pendarahan internal, mengurangi jumlah darah dalam tubuh, yang menyebabkan tekanan darah rendah parah.
  • Infeksi parah (septikemia). Ketika infeksi dalam tubuh memasuki aliran darah, dapat menyebabkan tekanan darah rendah yang mengancam jiwa yang disebut septic shock.
  • Reaksi alergi parah (anafilaksis). Pemicu umum reaksi yang parah dan berpotensi mengancam jiwa ini meliputi makanan, obat tertentu, bisa serangga, dan lateks.
  • Kurangnya nutrisi dalam makanan. Kurangnya vitamin B-12 dan folat dapat mencegah tubuh memproduksi cukup sel darah merah (anemia), yang menyebabkan tekanan darah rendah.

Baca Juga: Yuk Kenali Gejala dan Cara Mengatasi Darah Rendah!

Mengatasi Tekanan Darah Rendah Saat Hamil

135544235
Foto: 135544235

Foto: absopure.com

Moms dapat meningkatkan tekanan darah dan mengurangi tanda dan gejalanya dengan beberapa cara berikut:

  • Gunakan lebih banyak garam. Para ahli biasanya menyarankan untuk menambahkan garam dalam makanan dalam jumlah tertentu karena sodium dapat meningkatkan tekanan darah.
  • Minum lebih banyak air. Cairan meningkatkan volume darah dan membantu mencegah dehidrasi.
  • Konsumsi makanan sehat. Dapatkan semua nutrisi untuk kesehatan dengan berbagai jenis makanan, termasuk biji-bijian, buah-buahan, sayuran, ayam tanpa lemak, dan ikan.
  • Makan porsi kecil dan rendah karbohidrat, untuk membantu mencegah tekanan darah yang menurun tajam setelah makan
  • Perhatikan posisi tubuh. Bergeraklah pelan dari berbaring, duduk atau jongkok ke posisi berdiri. Jangan duduk dengan kaki disilangkan.
  • Obat-obatan. Dokter biasanya menyarankan beberapa obat tertentu untuk mengobati tekanan darah rendah.

Bagaimana cara Moms mengatasi tekanan darah rendah saat hamil?

(ROS)

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.