Scroll untuk melanjutkan membaca

2-3 TAHUN
20 Januari 2023

Anemia pada Anak, Wajib Tahu Penyebab dan Cara Mencegahnya!

Cari tahu juga cara mengatasinya ya Moms
Anemia pada Anak, Wajib Tahu Penyebab dan Cara Mencegahnya!

Tahukah Moms bahwa anemia pada anak juga bisa terjadi?

Masalah darah ini sebenarnya suatu penyakit yang dapat terjadi pada semua usia, tanpa terkecuali anak-anak.

Dilansir dari American Academy of Pediatrics (AAP), anemia berarti tak tercukupinya sel darah merah dalam tubuh.

Sel darah merah diisi dengan hemoglobin, protein berpigmen khusus yang memungkinkan untuk membawa dan mengirimkan oksigen ke sel-sel lain dalam tubuh.

Sel-sel di otot dan organ Si kecil membutuhkan oksigen ke sel-sel lain dalam tubuh. Sedangkan, penurunan jumlah sel darah merah dapat memberi tekanan pada tubuh.

Baca Juga: Anemia Aplastik: Ini Penyebab, Gejala, dan Penanganannya

Menurut dokter anak, Robin E Miller, MD ada beberapa ciri anemia pada anak yang perlu Moms ketahui seperti berikut ini.

  • Kulit pucat atau kuning.
  • Pipi dan bibir pucat.
  • Lapisan kelopak mata dan kuku mungkin terlihat kurang merah muda dari biasanya.
  • Sifat lekas marah.
  • Kelemahan ringan.
  • Mudah lelah, tidur lebih sering.
  • Anak-anak yang mengalami kerusakan sel darah merah dapat mengalami jaundice (kulit atau mata menguning) dan memiliki teh hitam atau air seni berwarna kecokelatan.

Anemia pada anak berat mungkin memiliki tanda dan gejala tambahan seperti beberapa hal ini.

  • Sesak napas.
  • Detak jantung yang cepat.
  • Tangan dan kaki bengkak.
  • Sakit kepala.
  • Pusing dan pingsan.

Apa sebenarnya penyebab anemia pada anak ini? Yuk, kita simak penjelasannya di bawah ini Moms.

Penyebab Anemia pada Anak

Penyebab anemia pada anak

Foto: Penyebab anemia pada anak (health.clevelandclinic.org)

Salah satu jenis anemia pada anak yang sering terjadi adalah anemia defisiensi besi umum pada anak.

Jenis anemia ini disebabkan ketika hemoglobin dalam darah kurang. Kondisi ini terjadi karena tiga faktor utama:

1. Kehilangan Darah

Penyebab anemia pada anak yang pertama adalah kehilangan darah.

Ada beberapa kondisi kesehatan yang menjadi penyebab kehilangan darah dapat menyebabkan anemia defisiensi besi pada anak.

Misalnya, masalah tukak lambung (yang jarang terjadi pada anak-anak), peradangan usus kronis, hingga munculnya parasit dalam tubuh.

2. Menu Makan yang Buruk

Penyebab anemia pada anak yang selanjutnya adalah menu makannan yang buruk.

Anak-anak berisiko lebih tinggi mengalami kekurangan zat besi karena kebutuhan zat besi mereka lebih tinggi.

Sayangnya makanan yang dikonsumsi tidak mencukupi asupan zat besi tersebut.

Oleh sebab itu, pola makan buruk dan minim zat besi bisa memicu kondisi anemia defisiensi besi pada anak.

Anak yang mengonsumsi lebih banyak susu juga bisa mengalami anemia defisiensi besi.

Ini karena susu merupakan sumber zat besi yang buruk, sehingga Si Kecil berisiko kekurangan zat besi.

3. Kondisi Penyakit Tertentu

Penyebab anemia pada anak yang selanjutnya adalah kondisi penyakit tertentu.

Ada beberapa jenis penyakit tertentu yang bisa menyebabkan anemia defisiensi besi pada anak.

Penyakit ini membuat tubuh tidak mampu menyerap zat besi dari makanan. Misalnya, penyakit celiac atau penyakit Crohn.

4. Diet Rendah Zat Besi

Penyebab anemia pada anak yang selanjutnya adalah diet rendah zat besi.

Seorang anak mendapat zat besi dari makanan dalam makanannya. Tapi, hanya sejumlah kecil zat besi dalam makanan yang benar-benar diserap oleh tubuh.

  • Bayi baru lahir cukup bulan, lahir dari ibu yang sehat, memiliki zat besi yang mereka dapatkan selama 3 bulan terakhir kehamilan.
  • Bayi dari ibu yang menderita anemia atau masalah kesehatan lainnya mungkin tidak memiliki cukup zat besi yang disimpan. Dan bayi yang lahir lebih awal mungkin tidak mendapatkan cukup zat besi.
  • Pada usia 4 sampai 6 bulan, zat besi yang disimpan selama kehamilan berada pada level yang rendah. Dan lebih banyak zat besi digunakan saat bayi tumbuh.
  • AAP menyarankan agar bayi Moms hanya diberi ASI selama 6 bulan pertama. Tetapi ASI tidak memiliki banyak zat besi, sehingga bayi yang hanya disusui mungkin tidak memiliki cukup zat besi.
  • Bayi dan balita yang lebih tua mungkin tidak mendapatkan cukup zat besi dari makanannya.

5. Perubahan pada Tubuh Anak

Penyebab anemia pada anak yang selanjutnya adalah perubahan pada tubuh anak.

Saat tubuh mengalami percepatan pertumbuhan, dibutuhkan lebih banyak zat besi untuk membuat lebih banyak sel darah merah.

6. Masalah Saluran Pencernaan

Penyebab anemia pada anak yang selanjutnya adalah masalah saluran pencernaan.

Penyerapan zat besi yang buruk sering terjadi setelah beberapa bentuk operasi gastrointestinal.

Saat Moms mengonsumsi makanan yang mengandung zat besi, sebagian besar zat besi diserap di usus kecil bagian atas.

Setiap kelainan pada saluran gastrointestinal (GI) dapat mengubah penyerapan zat besi dan menyebabkan anemia defisiensi besi.

Baca Juga: 11 Dampak Kekurangan Zat Besi pada Balita

Mengatasi Anemia pada Anak

Cara atasi anemia

Foto: Cara atasi anemia (Orami Photo Stocks)

Perawatan anemia pada anak akan tergantung terhadap gejala, usia, dan kesehatan umum anak kita.

Itu juga akan tergantung pada seberapa parah kondisinya. Beberapa hal yang bisa Moms lakukan untuk mengatasinya adalah sebagai berikut.

1. Minum Suplemen Zat Besi

Cara mengatasi anemia pada anak yang pertama dengan minum suplemen zat besi.

Suplemen zat besi diminum selama beberapa bulan untuk meningkatkan kadar zat besi dalam darah.

Sayangnya, jenis suplemen ini dapat mengiritasi lambung dan menghitamkan gerakan usus.

Padahal, keberadaan suplemen sangat penting. Apalagi ketika makanan dan minuman yang disediakan tidak mencukupi kebutuhan zat besi anak.

Mengonsumsi suplemen ini bisa menjadi pelengkap gizi anak.

2. Konsumsi Makanan yang Kaya Zat Besi

Cara mengatasi anemia pada anak yang selanjutnya adalah dengan banyak mengonsumsi makanan kaya zat besi.

Mengonsumsi makanan kaya zat besi dapat membantu mengobati anemia pada anak.

Berikut ini sumber zat besi yang baik untuk anak.

  • Sereal, roti, pasta, dan nasi.
  • Daging sapi, babi, domba, hati, dan jeroan lainnya.
  • Ayam, bebek, kalkun, (terutama daging berwarna gelap), dan hati.
  • Ikan, kerang, remis, tiram, sarden, dan teri.
  • Brokoli, kangkung, lobak, dan sawi
  • Kacang-kacangan.

3. Tingkatkan Asupan Vitamin C

Cara mengatasi anemia pada anak yang selanjutnya adalah meningkatkan asupan vitamin C.

Anemia cenderung melemahkan sistem kekebalan tubuh anak. Itu sebabnya, anak lebih rentan terhadap infeksi dan inflamasi.

Dosis vitamin C yang cukup dapat memperkuat imunitas anak. Selain itu, juga berguna dalam proses penyerapan zat besi.

4. Campuran Yoghurt dengan Kunyit

Cara mengatasi anemia pada anak yang selanjutnya adalah dengan campuran yoghurt dan kunyit.

Dalam bukunya, Ayurvedic Home Remedies, Dr. Vasant Lad menyarankan bahwa mereka yang menderita anemia untuk mengonsumsi yoghurt dua kali sehari ketika pagi dan sore bersama satu sendok teh kunyit.

5. Makan Lebih Banyak Sayuran Hijau

Cara mengatasi anemia pada anak yang selanjutnya adalah dengan makan sayur hijau.

Jumlah klorofil tinggi yang terkandung dalam sayuran hijau, seperti bayam, selederi, sawi, dan brokoli, merupakan sumber zat besi yang baik.

Misalnya, bayam yang daunnya mengandung asam oksalat untuk mencegah penyerapan zat besi dalam tubuh.

6. Penuhi Asupan Cairan Anak

Cara mengatasi anemia pada anak yang selanjutnya adalah dengan memenuhi asupan cairan anak.

Bantu anak untuk mendapat asupan cairan yang cukup. Jus bit atau delima segar berfungsi sebagai pembangun dan juga pembersih darah.

Bit kaya akan asam folat, Moms bisa menggabungkannya dengan apel atau wortel.

Delima, di sisi lain, kaya akan zat besi dan juga mineral lain ,seperti tembaga dan kalium.

Kedua jus ini bila dikonsumsi anak secara teratur dapat meningkatkan energi.

Energi inilah yang mendukung aliran darah sehat ke seluruh tubuh.

Baca Juga: Dehidrasi pada Anak, Mengapa Lebih Rentan Terjadi?

7. Biji Wijen

Cara mengatasi anemia pada anak yang selanjutnya adalah dengan biji wijen.

Biji wijen hitam dapat meningkatkan asupan zat besi yang dibutuhkan anak.

Moms bisa merendam biji wijen di dalam air selama dua hingga tiga jam hingga lembut seperti pasta.

Kemudian, berikan kepada anak dengan satu sendok teh madu setiap hari.

8. Kismis dan Kurma

Cara mengatasi anemia pada anak yang selanjutnya adalah dengan kismis dan kurma. Buah kering ini menawarkan kombinasi zat besi dan vitamin C.

Hal ini memungkinkan tubuh menyerap zat besi dengan cepat dan efektif.

Makan segenggam kismis dan 1-2 kurma untuk sarapan atau sebagai camilan. Mereka juga bisa memberi Si Kecil energi instan.

9. Konsumsi Peterseli

Cara mengatasi anemia pada anak yang selanjutnya adalah dengan konsumsi peterseli.

Peterseli juga dikenal sebagai selederi batu, mungkin merupakan ramuan kuliner paling populer yang digunakan di seluruh dunia.

Terlepas dari berbagai komponen bermanfaat lainnya, peterseli sangat tinggi zat besi dan asam folat.

Sejumlah 100 gr peterseli mengandung 5,5 mg zat besi. Tidak hanya itu, kandungan vitamin C yang ada di dalamnya membantu tubuh Si Kecil menyerap zat besi dengan baik.

Cara Mencegah Anemia pada Anak

Selain melihat gejala, Moms juga bisa melakukan beberapa cara mencegah anemia pada anak berdasarkan penelitian dari AAP:

1. Jangan Berikan Susu Sapi Sampai Anak Berusia di Atas 12 Bulan

Susu (Orami Photo Stocks)

Foto: Susu (Orami Photo Stocks)

Cara mencegah anemia pada anak yang pertama adalah dengan menghindari susu sapi sampai anak di atas 12 bulan.

Memberikan susu sapi sebelum anak siap dapat menyebabkan kehilangan darah di tinja dan juga dapat mengurangi jumlah zat besi yang diserap dalam usus.

Jika Moms memberikan ASI eksklusif, maka bayi akan memiliki persediaan zat besi yang cukup hingga usia setidaknya 4 bulan.

Setelah memasuki usia 6 bulan, anak memerlukan asupan zat besi dari bahan makanan lain.

Ada baiknya Moms konsultasi dengan dokter anak tentang makanan yang paling cocok untuk anak di bawah 1 tahun.

Moms dapat memberikan menu MPASI yang banyak mengandung zat besi, seperti ati sapi, ikan kembung, dan ikan salmon.

Baca Juga: 4 Cara Menghindari Kepala Bayi Peyang

2. Setelah 12 Bulan, Hindari Memberi Lebih dari 2 Gelas Susu Sapi Sehari

Anak minum susu (Orami Photo Stocks)

Foto: Anak minum susu (Orami Photo Stocks)

Cara mencegah anemia pada anak yang selanjutnya adalah hindari memberi lebih dari dua gelas susu sapi. Terutama untuk anak yang sudah berusia 12 bulan ke atas.

Susu umumnya membuat anak merasa cepat kenyang sehingga ia akan menolak ketika disuruh mengonsumsi makanan berat.

Hal ini bisa menjadi salah satu penyebab anak kekurangan zat besi. Bahkan, bisa kekurangan nutrisi lainnya.

Coba batasi pemberian susu sapi kepada anak. Ingat, susu sebagai pelengkap bukan pengganti makanan, ya.

3. Berikan Makanan Bergizi Seimbang untuk Anak

Anak makan

Foto: Anak makan (activekids.com)

Beri makanan bergizi seimbang untuk mencegah anemia pada anak. Pilih juga makanan yang mengandung zat besi.

Banyak biji-bijian dan sereal telah menambahkan zat besi.

Sumber zat besi baik lainnya termasuk daging merah, kuning telur, kentang, tomat, kacang-kacangan, sirup gula, dan kismis.

Baca Juga: Cegukan Pada Bayi, Apakah Berbahaya?

4. Konsumsi Vitamin C

Konsumsi vitamin C

Foto: Konsumsi vitamin C (parenting.firstcry.com)

Penyerapan zat besi di tubuh anak juga memerlukan nutrisi lain. Salah satunya adalah vitamin C.

Itu sebabnya, biasakan keluarga Moms untuk rutin mengonsumsiKonsumsi vitamin C setiap hari.

Moms bisa mendapatkannya dari suplemen atau secara alami, seperti jeruk, mangga, hingga cabai.a anak.

Nah, sekarang Moms sudah tahu kan berbagai cara mencegah anemia pada anak?

Bila Si Kecil menderita anemia, jangan ragu untuk segera memeriksakan kondisinya ke dokter ya, Moms!

  • https://www.healthychildren.org/English/health-issues/conditions/chronic/Pages/Anemia-and-Your-Child.aspx