Scroll untuk melanjutkan membaca

KESEHATAN UMUM
27 Oktober 2022

10+ Jenis-Jenis Kanker Payudara, dari Stadium Awal hingga Akhir

Jenis kanker payudara tidak hanya satu
10+ Jenis-Jenis Kanker Payudara, dari Stadium Awal hingga Akhir

Tahukah Moms bahwa terdapat jenis-jenis kanker payudara yang bisa terjadi pada wanita?

Kanker payudara merupakan salah satu penyakit yang cukup mematikan, di samping kanker serviks.

Pada kebanyakan kasus, gejala kanker payudara baru terlihat ketika penyakit ini telah menuju ke stadium akhir.

Selain itu, setiap jenis-jenis kanker payudara juga bisa memberikan gejala yang berbeda-beda.

Agar Moms lebih paham tentang jenis-jenis kanker payudara, cek ulasannya di bawah ini, ya!

Baca Juga: Ketahui Perbedaan Freckles, Melasma, dan Flek Hitam

Jenis-Jenis Kanker Payudara

Terdapat jenis-jenis kanker payudara yang bisa menyerang wanita.

Berikut ini penjelasan dari jenis-jenis kanker payudara, dari stadium awal sampai akhir:

1. Ductal Carcinoma In Situ (DCIS)

Benjolan di Payudara

Foto: Benjolan di Payudara

Ductal Carcinoma In Situ (DCIS) adalah kanker non-invasif, di mana sel-sel abnormal telah ditemukan di lapisan saluran ASI (Air Susu Ibu).

Melansir American Cancer Society, DCIS disebut juga kanker payudara stadium awal atau nol yang jarang disadari.

Tidak invasif artinya belum menyebar ke jaringan payudara di sekitarnya. Baik itu ke kelenjar getah bening atau bagian lainnya.

DCIS adalah salah satu dari jenis-jenis kanker payudara yang peluang kesembuhannya cukup tinggi.

Hal ini khususnya jika kondisi tersebut dideteksi dan diobati sejak dini.

Dalam kebanyakan kasus, pengobatan dari jenis kanker payudara ini adalah dengan pembedahan.

Seorang wanita dengan DCIS dapat memilih antara operasi konservasi payudara (BCS) atau mastektomi sederhana.

Terapi radiasi biasanya diperlukan sebagai bagian dari pengobatan setelah melakukan BCS.

2. Invasive Ductal Carcinoma (IDC)

Invasive Ductal Carcinoma (IDC) adalah salah satu dari jenis-jenis kanker payudara yang masih tergolong stadium awal.

Pada kondisi ini, sel kanker abnormal yang mulai terbentuk di saluran ASI telah menyebar sampai ke bagian lain di sekitarnya.

Sel kanker pun dapat menyebar ke bagian lain dari tubuh atau dikenal metastasis kanker.

IDC adalah jenis kanker payudara yang paling umum. Sekitar 70-80% penderita kanker payudara didiagnosis dengan IDC.

IDC juga merupakan jenis kanker payudara yang biasanya terjadi pada pria.

Jenis kanker payudara ini dimulai ketika terdapat sel abnormal yang melapisi saluran susu di payudara.

Kemudian, sel kanker tersebut menembus dinding saluran dan tumbuh ke jaringan payudara terdekat.

Pada titik ini, sel abnormal dapat menyebar (bermetastasis) ke bagian tubuh lain melalui sistem getah bening dan aliran darah.

Baca Juga: 13 Makanan Pemicu Kanker yang Harus Dibatasi

3. Triple Negative Breast Cancer

Benjolan pada Payudara

Foto: Benjolan pada Payudara (Cancercenter.com)

Triple Negative Breast Cancer atau kanker payudara triple-negative merupakan bentuk keganasan yang agresif.

Faktanya, kanker payudara biasanya berkaitan dengan reseptor estrogen, progesteron, dan gen HER-2.

Namun, ketika penderita diperiksa dan mendapatkan hasil negatif terkait ketiga hal tersebut, maka hal ini disebut dengan kanker payudara triple-negative.

British Journal of Cancer menganalisis data dari orang-orang dengan kanker payudara triple-negative.

Hasilnya, seseorang dapat bertahan selama 5 tahun setelah pengobatan.

Menurut ahli, kanker payudara triple-negative menyumbang 10-20% dari seluruh jenis kanker payudara di dunia.

Gejala dari jenis kanker payudara ini mirip dengan tipe lainnya, seperti munculnya benjolan di payudara, berat badan turun tanpa sebab, dan sebagainya.

4. Inflammatory Breast Cancer (IBC)

Inflammatory Breast Cancer (IBC) adalah kanker payudara stadium akhir yang jarang terjadi, namun cukup agresif.

IBC tumbuh dengan cepat, di mana sel-sel kanker menyusup ke kulit dan pembuluh getah bening payudara.

Sering kali, IBC tidak menimbulkan benjolan pada payudara.

Akan tetapi, pembuluh getah bening menjadi tersumbat oleh sel-sel kanker payudara.

Akibatnya, jenis kanker payudara stadium akhir ini memicu sejumlah gejala.

Misalnya, gatal-gatal dan munculnya ruam atau iritasi kecil yang mirip dengan gigitan serangga.

Payudara pun bisa menjadi merah, bengkak, dan hangat.

Kulit payudara juga tampak seperti kulit jeruk dan terdapat perubahan pada puting.

Baca Juga: 5 Penyebab Kulit Payudara Gatal dan Mengelupas

5. Metastatic Breast Cancer

Payudara Implan

Foto: Payudara Implan (Shutterstock.com)

Mengutip Cancer Center, kanker payudara jenis metastatik dikategorikan sebagai kanker stadium 4 atau akhir.

Kanker telah menyebar ke bagian lain dari tubuh, seperti paru-paru, hati, tulang, dan otak.

Gejalanya bervariasi pada setiap perempuan yang merasakannya dari kanker stadium akhir ini.

Tergantung pada seberapa jauh kanker payudara telah menyebar dan jenis jaringan yang diserang oleh pertumbuhan kanker baru.

Kanker payudara metastatik dapat didiagnosis pada awalnya, atau mungkin berkembang bertahun-tahun setelah deteksi kanker awal.

Pengobatan dari kanker stadium akhir ini mungkin memakan waktu yang lebih lama dibandingkan tipe lainnya.

Tujuannya adalah untuk mengontrol penyebaran lebih lanjut sekaligus meningkatkan pasien kualitas hidup yang lebih baik.

6. Medullary Carcinoma (MTC)

Jenis kanker ini hanya diderita oleh 3-5% dari semua jenis kanker payudara.

Umumnya terdeteksi saat mammografi, tetapi tidak selalu terasa seperti benjolan.

Terkadang, penderita hanya merasakan seperti perubahan jaringan payudara yang kenyal.

Center for Cancer Research menilai kanker ini terbentuk di tiroid. Tiroid adalah kelenjar yang terletak di bagian depan leher, tepatnya di bawah jakun.

Tiroid bertanggung jawab untuk mengirimkan hormon ke seluruh tubuh.

Jenis kanker payudara tiroid ini terjadi ketika sel dalam tiroid bersifat abnormal dan dan tumbuh di luar kendali.

MTC biasanya diobati dengan mengangkat tiroid atau operasi yang disebut tiroidektomi.

Selain pembedahan, terkadang diperlukan perawatan lain, termasuk terapi radiasi atau kemoterapi.

Baca Juga: Mengenal Angiogenesis pada Kanker dan Tumor, serta Cara Mengatasinya!

7. Tubular Carcinoma

Kanker Payudara

Foto: Kanker Payudara (Shutterstock.com)

Sebanyak 2% dari seluruh diagnosis kanker payudara, sel-sel karsinoma tubular dapat terlihat jelas di bawah mikroskop.

Biasanya jenis kanker payudara ini ditemukan pada perempuan berusia 50 tahun ke atas.

Karsinoma tubular adalah bentuk kanker payudara yang dimulai di dalam saluran susu di payudara dan kemudian meluas ke jaringan lain.

Tumor biasanya berukuran 1 cm atau kurang, dan biasanya tumbuh perlahan di jaringan payudara.

Seseorang mungkin tidak memiliki gejala apapun karena karsinoma tubular biasanya ditemukan melalui mammogram rutin.

Tumor cenderung kecil yang berarti mungkin tidak terasa selama pemeriksaan payudara.

Karena karsinoma tubular terlihat sangat mirip dengan jenis kanker payudara lainnya, dokter biasanya akan meminta biopsi.

Beberapa tes juga mungkin diperlukan untuk menentukan karsinoma tubular "murni" atau dicampur dengan subtipe kanker lainnya.

8. Mucinous Carcinoma (Colloid)

Mucinous Carcinoma (Colloid) mewakili sekitar 1- 2% dari semua jenis kanker payudara.

Ciri pembeda utamanya adalah produksi lendir dan sel yang tidak terdefinisi dengan baik.

Ketika sel-sel kanker payudara berlendir diperiksa di bawah mikroskop, ada sejumlah besar lendir yang membentuk bagian dari tumor.

Tumor mungkin mengandung sel kanker payudara musinosa dan sel duktal invasif yang lebih khas.

Pengobatan dari jenis kanker payudara ini dilihat berdasarkan jenis sel, stadium kanker, serta ukuran tumor.

Seperti jenis kanker duktal invasif lainnya, kanker payudara ini dimulai di saluran susu payudara sebelum menyebar ke jaringan di sekitar saluran.

Pengobatan kemoterapi mungkin jadi pertimbangan untuk meredakan gejala dari kanker payudara jenis ini.

Baca Juga: Fibroadenoma (FAM), Benjolan Payudara yang Tidak Nyeri

9. Lobular carcinoma in situ (LCIS)

Ukuran Payudara Asimetris

Foto: Ukuran Payudara Asimetris (Shutterstock.com)

LCIS secara teknis tidak dianggap sebagai kanker, melainkan perubahan pada payudara.

Di payudara ada puluhan ribu kelompok kecil lobulus untuk menghasilkan ASI.

Sel yang menyerupai sel kanker dapat tumbuh di dalam lobulus ini. LCIS yang mirip dengan kanker, cenderung tetap ada dan tidak menyebar.

Namun, memiliki LCIS menempatkan seseorang peningkatan risiko kanker payudara invasif.

Artinya, tetap memerlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk melihat perkembangan dari jaringan abnormal yang terbentuk tersebut.

LCIS biasanya tidak muncul pada pemeriksaan mammogram.

Kondisi ini paling sering ditemukan sebagai hasil dari biopsi payudara yang dilakukan sebelumnya.

Tidak jelas apa yang menyebabkan jenis kanker payudara stadium awal ini.

Umumnya, dimulai ketika sel-sel dalam kelenjar penghasil susu (lobulus) payudara mengembangkan mutasi genetik.

10.Inflammatory Breast Cancer

Kanker payudara inflamasi (IBC) jarang terjadi dan hanya menyumbang 1% sampai 5% dari semua kanker payudara.

Meskipun ini adalah jenis karsinoma duktal invasif, gejala, diagnosis, dan pengobatannya pun berbeda.

IBC menyebabkan gejala peradangan payudara seperti pembengkakan dan kemerahan.

Ini biasanya disebabkan oleh sel kanker yang menghalangi pembuluh getah bening di kulit yang menyebabkan payudara terlihat "meradang."

Jika memiliki salah satu dari gejala-gejala ini, tidak berarti selalu menderita IBC.

Payudara yang melunak, kemerahan, terasa hangat, dan gatal-gatal juga merupakan gejala umum dari infeksi atau peradangan payudara.

Layaknya seperti mastitis pada ibu hamil dan menyusui, ini masalah umum yang lebih sering terjadi daripada jenis kanker payudara IBC.

Baca Juga: 15 Manfaat Daun Jarak, Bisa Mengencangkan Payudara!

11. Angiosarcoma

Makanan Penyebab Kanker Payudara

Foto: Makanan Penyebab Kanker Payudara (Orami Photo Stocks)

Angiosarcoma adalah kanker langka yang dimulai pada sel-sel yang melapisi pembuluh darah atau pembuluh getah bening.

Sering kali ini merupakan komplikasi dari pengobatan radiasi sebelumnya pada payudara.

Hal ini dapat terjadi 8-10 tahun setelah mendapatkan pengobatan radiasi pada payudara.

Angiosarcoma dapat menyebabkan perubahan kulit seperti benjolan berwarna ungu atau benjolan di payudara.

Ini juga dapat terjadi pada lengan wanita yang terkena limfedema, tetapi ini tidak umum.

Angiosarcoma cenderung tumbuh dan menyebar dengan cepat.

Perawatan biasanya termasuk operasi untuk mengangkat payudara (mastektomi).

Angiosarcoma dapat didiagnosis dengan biopsi atau mengeluarkan sepotong kecil jaringan payudara untuk diteliti lebih lanjut.

Baca Juga: Benjolan di Bawah Telinga: Penyebab dan Cara Mengatasinya

Demikian jenis-jenis kanker payudara yang bisa terjadi. Ternyata, jenisnya cukup banyak, ya, Moms.

Yuk, lebih waspada mulai sekarang, Moms.

Jika Moms menemukan benjolan atau keanehan lain pada payudara, segera berobat ke dokter, ya!

  • https://www.cancer.org/cancer/breast-cancer/about/types-of-breast-cancer.html
  • https://www.nature.com/bjc/articles?year=2018
  • https://www.cancercenter.com/cancer-types/breast-cancer/types#Q11
  • https://www.cancer.gov/pediatric-adult-rare-tumor/rare-tumors/rare-endocrine-tumor/medullary-thyroid-cancer