21 Januari 2023

Mengenal Kanker Saraf Neuroblastoma pada Bayi, Apa Penyebabnya?

Kanker ini dengan cepat bisa menyebar ke bagian tubuh lainnya.

Salah satu jenis penyakit yang Moms perlu waspadai pada Si Kecil adalah neuroblastoma. Apa itu? Cek beberapa penjelasannya di sini.

"Neuroblastoma adalah tumor neuroblastik dari sel neural crest primordial yang terdapat di sepanjang sistem saraf simpatis," jelas dr. Sahat Aritonang, Sp.S, M.Si.Med, FINS., Dokter Spesialis Saraf di RSPI.

Neuroblastoma merupakan tumor padat yang paling sering dijumpai pada anak, sehingga orang tua perlu memberikan perhatian khusus pada kondisi ini.

Sel abnormal sering ditemukan di jaringan saraf bayi yang belum lahir, kemudian berkembang menjadi kanker yang terdeteksi.

Neuroblastoma jarang terjadi pada anak-anak berusia lebih dari 10 tahun, namun dalam beberapa kasus juga ditemukan pada orang dewasa. 

Sel kanker neuroblastoma dapat menyebar (bermetastasis) dengan cepat ke bagian tubuh lainnya, seperti berikut ini.

  • Hati
  • Paru-paru
  • Kelenjar getah bening
  • Sistem saraf pusat, tulang, dan sumsum tulang

Sekitar 2/3 dari semua anak yang didiagnosis dengan neuroblastoma akan memiliki beberapa penyakit metastasis. 

Baca Juga : Bahaya Kandungan Albothyl untuk Sariawan, Dapat Menyebabkan Kanker

Gejala Neuroblastoma pada Anak

Gejala neuroblastoma (Medicalnewstoday.com)
Foto: Gejala neuroblastoma (Medicalnewstoday.com)

dr. Sahat menjelaskan, "gejala neuroblastoma pada anak tergantung lokasi primer tumornya dan lokasi penyebaran dari tumornya."

Ini menyebabkan ada banyak variasi gejala yang sulit dibedakan dan satu-satunya cara untuk memastikannya adalah melalui pembedahan.

Gejala awal bisa muncul secara samar dan sulit dikenali. Dengan mudah, gejala tersebut bisa salah dianggap sebagai kondisi yang lebih umum pada anak-anak.

Umumnya, gejala awal neuroblastoma dapat samar dan sulit ditemukan, serta bisa menyerupai gejala dari kondisi lain, seperti:

  • Nyeri perut
  • Muntah
  • Hilang nafsu makan
  • Berat badan menurun
  • Tubuh terasa lelah
  • Nyeri tulang
  • Demam.

Selain gejala-gejala di atas, penderita neuroblastoma juga dapat mengalami keluhan lain, seperti:

  • Benjolan yang teraba di bawah kulit
  • Bola mata yang terlihat menonjol dari rongganya (proptosis)
  • Lingkaran hitam, seperti memar, di sekitar mata
  • Nyeri punggung
  • Nyeri tulang.

Baca Juga: Wajib Tahu Soal Kanker Kulit, Kenali Gejala hingga Penyebabnya

Penyebab Neuroblastoma

Penyebab neuroblastoma (Orami Photo Stocks)
Foto: Penyebab neuroblastoma (Orami Photo Stocks)

Melansir Cancer Organizations, sama seperti jenis kanker lain, penyebab neuroblastoma belum bisa dipastikan.

Akan tetapi, para ilmuwan menduga mutasi atau perubahan pada gen neuroblast membuat sel tersebut membelah diri tanpa terkendali dan menjadi kanker.

Neuroblastoma adalah kanker langka yang berkembang dari neuroblast atau sel-sel saraf yang belum matang.

Normalnya, neuroblast tumbuh dan berkembang menjadi sel saraf. Namun, pada neuroblastoma, neuroblast justru membentuk benjolan berupa tumor padat.

Inilah yang membuat sulit mendeteksi pemicu dari kondisi ini.

Baca Juga: Kanker Saraf Neuroblastoma pada Bayi, Apa Penyebabnya?

Satu-satunya faktor risiko yang telah ditetapkan untuk kasus neuroblastoma pada bayi adalah faktor keturunan, meskipun sebagian besar neuroblastoma tidak diwarisi.

Menurut Stanford Children’s Health, penelitian terbaru menunjukkan bahwa beberapa variasi genetik melipatgandakan risiko penyakit ini.

Selain itu, variasi ini meningkatkan kemungkinan anak mengembangkan bentuk penyakit yang lebih agresif. 

Usia rata-rata diagnosis pada kasus yang dikaitkan secara genetik lebih muda dibandingkan dengan kasus yang tidak diwarisi.

Kanker yang ada di beberapa bagian tubuh yang berbeda sekaligus merupakan pertanda bahwa itu merupakan kanker yang diturunkan secara genetik.

Baca Juga : 5 Penyakit yang Sering Dialami Bayi dalam 1 Tahun Pertama Kehidupannya

Pengobatan yang Direkomendasikan

Pengobatan neuroblastoma (Orami Photo Stocks)
Foto: Pengobatan neuroblastoma (Orami Photo Stocks)

Bayi atau anak-anak dengan neuroblastoma dan keluarganya memiliki kebutuhan khusus.

Kebutuhan ini akan dapat dipenuhi dengan baik oleh pusat kanker untuk anak-anak.

Pengobatan neuroblastoma sangat kompleks dan seringkali membutuhkan keahlian dari berbagai dokter, perawat, dan profesional kesehatan lainnya.

Awalnya, diagnosis akan dipastikan dengan melakukan:

  • Tes darah atau urine, untuk mendeteksi kadar zat katekolamin
  • Deteksi tumor dengan USG, CT scan, atau MRI
  • Aspirasi dan biopsi sumsum tulang untuk melihat penyebaran

Baca Juga : Mengenal Fenilketonuria, Kelainan Genetika Langka Pada Bayi Sejak Lahir

Banyak spesialis lain yang juga terlibat dalam perawatan anak atau bayi dengan neuroblastoma.

Termasuk di antaranya dokter, praktisi perawat, perawat, psikolog, pekerja sosial, spesialis rehabilitasi, dan profesional kesehatan lainnya.

Dilansir dari American Cancer Society, jenis pengobatan yang digunakan untuk neuroblastoma dapat meliputi:

1. Operasi

Operasi dilakukan pada neuroblastoma yang belum menyebar.

Namun, jika tumor tumbuh di dekat organ vital, seperti di sekitar saraf tulang belakang atau paru-paru, operasi berbahaya untuk dilakukan.

Dalam kasus ini, dokter mungkin akan melakukan prosedur lain. Operasi hanya bertujuan untuk mengangkat tumor sebanyak mungkin.

Selanjutnya, kemoterapi atau radioterapi akan dilakukan untuk menghilangkan sisa sel kanker.

2. Radioterapi

Radioterapi menggunakan sinar berenergi tinggi, seperti sinar-X, untuk menghancurkan sel kanker.

Terapi ini dilakukan bila kanker belum dapat dihilangkan dengan kombinasi operasi dan kemoterapi.

Radioterapi juga dapat dilakukan untuk mencegah neuroblastoma kambuh.

3. Terapi Imun

Terapi imun atau imunoterapi adalah pemberian obat khusus yang merangsang sistem kekebalan tubuh pasien untuk membunuh sel neuroblastoma.

4. MIBG (meta-iodobenzyl-guanidine)

Selain sebagai metode pemeriksaan, MIBG juga dapat dilakukan untuk mengatasi neuroblastoma.

Tindakan ini dilakukan dengan memasukkan MIBG yang mengandung radioaktif ke dalam aliran darah.

MIBG ini nantinya akan masuk ke dalam sel kanker dan melepaskan radiasi untuk membunuh sel kanker.

Selain itu, pengobatan neuroblastoma tergantung pada kelompok risiko kanker, usia anak, dan faktor lainnya.

Mungkin, dokter juga akan melakukan lebih dari 1 jenis pengobatan.

Baca Juga: Ketahui Penyebab Kanker Darah pada Anak dan Cara Mengatasinya

Itu dia Moms informasi seputar neuroblastoma yang wajib Moms ketahui. Semoga bermanfaat, ya!

  • https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/neuroblastoma/symptoms-causes/syc-20351017
  • https://hellosehat.com/kanker/kanker-lainnya/neuroblastoma/
  • https://www.cancer.org/cancer/neuroblastoma/about/what-is-neuroblastoma.html
  • https://emedicine.medscape.com/article/988284-overview
  • https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/14390-neuroblastoma

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.