14 Juni 2022

Tiroksin, Hormon yang Dikeluarkan Kelenjar Tiroid ke Aliran Darah

Salah satu penyebab kelebihan hormon tiroksin adalah penyakit gondok

Tiroksin merupakan hormon utama yang disekresikan atau dihasilkan ke dalam aliran darah oleh kelenjar tiroid. Dalam arti lain, hormon tiroksin adalah jenis hormon yang dikeluarkan oleh kelenjar tiroid untuk masuk ke dalam pembuluh darah.

Hormon tiroksin juga dikenal sebagai hormon T4. Hormon ini memainkan peran penting dalam mengatur tingkat metabolisme tubuh, fungsi jantung, pencernaan, kontrol otot, perkembangan otak, hingga pemeliharaan tulang.

"Hormon lain yang diproduksi oleh tiroid adalah triiodotironin. Kedua hormon ini berfungsi untuk mengatur metabolisme dalam tubuh," jelas dr. Leny Puspitasari, Sp.PD-KEMD, Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Endokrinologi, Metabolik, dan Diabetes, RS Pondok Indah – Bintaro Jaya.

Produksi dan pelepasan hormon tiroksin dikendalikan oleh hipotalamus di otak, kelenjar pituitari, dan tiroid. Dengan begitu, hipotalamus akan merangsang produksi hormon tiroid, tiroksin dan triiodothyronine, oleh kelenjar tiroid.

Hormon tiroksin memengaruhi hampir semua sistem tubuh, lho Moms di mana berarti kadar tiroksin yang tepat sangat penting untuk kesehatan.

Inilah sebabnya mengapa banyak dokter akan menguji kadar T4 bersama dengan kadar T3 yang lebih umum saat menguji gangguan tiroid.

Baca Juga: Mengenal Hipotiroid Kongenital: Kondisi Saat Bayi baru Lahir Kekurangan Hormon Tiroid

Penyebab Kekurangan Hormon Tiroksin

Produksi hormon tiroksin yang terlalu sedikit, dikenal sebagai hipotiroidisme. Melansir dari Hormones, kemungkinan penyebab hipotiroidisme adalah penyakit autoimun, asupan yodium yang buruk, hingga disebabkan oleh penggunaan obat-obatan tertentu.

Hormon tiroid sangat penting untuk perkembangan fisik dan mental sehingga hipotiroidisme yang tidak diobati sebelum lahir atau selama masa kanak-kanak dapat menyebabkan gangguan mental dan pertumbuhan yang berkurang.

Nah, sebelum mengetahui lebih lanjut, yuk simak penyebab kekurangan hormon tiroksin!

1. Gangguan Autoimun

Autoimun-Hero.jpg
Foto: Autoimun-Hero.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Penyebab pertama dari kekurangan hormon ini adalah gangguan autoimun yang dikenal sebagai tiroiditis hashimoto. Autoimun sendiri merupakan kondisi ketika sistem kekebalan tubuh menghasilkan antibodi dan menyerang jaringan sehat.

Gangguan autoimun kerap melibatkan kelenjar tiroid. Melansir dari Mayo Clinic, autoimun bisa terjadi seperti gen, faktor linkungan, hingga faktor lainnya yang tidak diketahui.

Baca Juga: Kanker Tiroid, Seperti Apa Gejala dan Pengobatannya?

2. Respon Berlebih Terhadap Pengobatan Hipertiroidisme

Kondisi ini menyerang bagi pasien pengidap hipertiroidisme. Hipertiroidisme merupakan kondisi kelebihan hormon tiroksin, sehingga pengobatannya adalah mengurangi produksi tiroksin.

Biasanya pengobatan hipertiroidisme adalah yodium radioaktif atau obat anti-tiroid. Di mana obat ini berfungsi agar hormon tiroid kembali ke fungsi normal.

Namun ketika tubuh terlalu responsif terhadap pengobatan untuk mengurangi hormon tiroksin, maka bisa menyebabkan kondisi hipotiroidisme permanen.

Baca Juga: Penyakit Tiroid Anak Dapat Dicegah. Ini Caranya!

3. Operasi Tiroid

Pasca operasi tiroid karena kondisi lain, bisa menyebabkan hipotiroidisme sehingga menghentikan produksi hormon. Biasanya dalam kasus ini, pasien harus mengonsumsi tiroid seumur hidup.

4. Terapi Radiasi

rs kanker
Foto: rs kanker

Foto: Orami Photo Stocks

Terapi ini umumnya digunakan bagi penderita kanker yang menyerang kepala dan leher. Dengan begitu, penderitanya bisa mengidap hipotiroidisme.

Namun tidak semua pengidap kanker bagian kepala dan leher bisa mengkakibatkan hipotiroidisme, namun risikonya memang lebih tinggi.

5. Obat-Obatan

Sejumlah obat bisa menyebabkan kondisi ini, lho Moms. Salah satu obatnya adalah lithium yang digunakan untuk mengobati gangguan kejiwaan tertentu.

Jika Moms atau keluarga Moms diharuskan untuk mengonsumsi obat ini, tanyakan terlebih dahulu, ya mengenai risikonya!

Beberapa penyebab di atas merupakan penyebab umum yang bisa saja ditemukan bagi penderita hipotiroidisme. Namun sayangnya penyakit ini juga tidak ditemui penyebab pastinya.

Lalu bahayakah jika kekurangan hormon tiroksin? Simak terus ya, Moms sampai ke bawah!

Baca Juga: Kenali Penyakit Graves yang Jadi Penyebab Hipertiroidisme

Penyebab Tingginya Hormon Tiroksin

Nah, jika hormon ini bisa bersifat sangat rendah, tentunya juga bisa bersifat sangat tinggi, lho Moms! Seperti yang sudah dipaparkan di atas, kelebihan hormon tiroksin dikenal dengan hipertiroidisme. Berikut penyebabnya

1. Penyakit Graves

Penyakit Graves pada Anak, Penyebab Hipertiroidisme.jpg
Foto: Penyakit Graves pada Anak, Penyebab Hipertiroidisme.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Penyakit graves merupakan salah satu gangguan autoimun di mana antibodi yang diproduksi sistem kekebalan tubuh merangsang tiroid untuk memproduksi terlalu banyak T4.

Kondisi ini merupakan penyebab paling umum menyebabkan hipertiroidisme.

2. Penyakit Lain

Penyakit lain seperti adenoma toksik, gondok, multinodular toksik, hingga penyakit plummer bisa meningkatkan risiko hipertiroidisme.

Bentuk hipertiroidisme ini terjadi ketika 1 atau lebih adenoma tiroid menghasilkan terlalu banyak T4. Adenoma sendiri merupakan bagian dari kelenjar tiroid, hingga bisa membentuk benjolan non kanker.

3. Tiroiditis

Kondisi ini terkadang bisa meradang setelah kehamilan, terlebih karena kondisi autoimun namun bisa juga karena penyebab yang tidak diketahui.

Peradangan sendiri bisa menyebabkan kelebihan hormon tiroid kemudian, kelebihan hormon ini bocor ke aliran darah. Beberapa jenis tiroiditis dapat menyebabkan rasa sakit, sementara yang lain tidak menimbulkan rasa sakit.

Baca Juga: Cari Tahu Ciri-Ciri Wanita Hormon Tinggi Estrogen dan Testosteron

Fungsi Hormon Tiroksin

Hormon tiroksin
Foto: Hormon tiroksin (hormone.org)

Foto: Hormone.org

Berikut ini beberapa fungsi hormon tiroksin dalam tubuh:

1. Mengatur Metabolisme Tubuh

Moms dan Dads, metabolisme merupakan proses pembentukan energi serta suhu panas alami tubuh oleh seluruh sel dan jaringan tubuh. Jika metabolisme bermasalah, maka otomatis kinerja organ tubuh juga akan terganggu.

Untuk itu, metabolisme perlu diatur agar dapat berlangsung dengan stabil. Fungsi hormon tiroksin ini berperan untuk mengatur seberapa cepat atau lambat metabolisme berlangsung.

Baca Juga:Cara Kerja dan Manfaat Terapi Hormonal untuk Promil

2. Pelihara Fungsi dan Kerja Jantung

Fungsi hormon tiroksin selanjutnya adalah memelihara fungsi serta kerja dari jantung. Jantung bekerja tanpa henti untuk memompa darah yang membawa nutrisi dan oksigen ke seluruh tubuh.

Terkadang organ atau jaringan tubuh membutuhkan lebih banyak aliran darah.

Untuk mengatur proses tersebut, hormon tiroksin bekerja dengan cara memperkuat pompa jantung agar aliran darah tercukupi.

3. Jaga Fungsi Organ Reproduksi

reproduksi.jpg
Foto: reproduksi.jpg (https://www.verywellhealth.com/the-female-reproductive-system-2616552)

Foto: Orami Photo Stocks

Hormon tiroksin pada wanita memiliki peran penting. Hormon ini mengatur kinerja organ reproduksi. Berkat tiroksin pada wanita, tubuhnya dapat mengalami ovulasi dan menstruasi secara teratur setiap bulan.

4. Jaga Fungsi Otak

Moms dan Dads, hormon tiroksin juga memastikan otak tetap terjaga, waspada dan sensitif terhadap keadaan di sekitar dan rangsangan yang diterima oleh tubuh.

Ketika hormon tiroksin dan T3 berkurang maka tubuh akan menjadi lebih mudah mengantuk dan sulit berkonsentrasi.

5. Merangsang Produksi Hormon Pertumbuhan

Fungsi hormon tiroksin juga berperan penting dalam pertumbuhan otak janin di dalam kandungan. Sehingga, hormon tiroksin pada wanita terutama yang hamil juga memastikan tumbuh kembang bayi berjalan lancar setelah dilahirkan.

Pada anak-anak, hormon tiroksin juga bekerja untuk bantu pembentukan hormon pertumbuhan.

Berkat adanya hormon ini untuk tubuh, ukuran, dan berat badan anak dapat bertambah dan mereka akan mengalami pubertas.

Baca Juga:Mengenal Hormon Oksitosin, Apa Fungsinya Bagi Ibu dan Anak?

Cara Kerja Hormon Tiroksin dalam Tubuh

Penyakit Hipotiroid, Kondisi Kekurangan Hormon Tiroid dalam Tubuh
Foto: Penyakit Hipotiroid, Kondisi Kekurangan Hormon Tiroid dalam Tubuh

Foto: Orami Photo Stock

Saat kita mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung yodium, tubuh akan menggunakan yodium tersebut untuk memproduksi dua jenis hormon tiroid, yaitu hormon triiodothyronine (T3) dan hormon tiroksin (T4).

Produksi hormon tersebut dilakukan di kelenjar tiroid. Otaklah yang mengatur kerja kelenjar ini. Jadi, tubuh pun bisa menentukan waktu pemakaian hormon tersebut.

Saat hormon tiroksin butuh dikeluarkan, maka kelenjar tiroid akan mengeluarkannya ke aliran darah.

Aliran darah tersebut akan menjadi kendaraan hormon untuk sampai ke berbagai organ penting di tubuh.Saat sampai di ginjal dan hati, hormon T4 akan diaktifkan dan diubah menjadi hormon T3.

Hormon tiroksin memengaruhi hampir semua organ di tubuh, sehingga keberadaannya begitu penting untuk dijaga.

Baca Juga:9 Fakta dan Fungsi Hormon Kortisol untuk Tubuh, Wajib Tahu!

Hal yang Harus Diwaspadai Soal Hormon Tiroksin

Hipertiroid.jpg
Foto: Hipertiroid.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Selain baik untuk fungsi tubuh, ada juga hal yang harus diwaspadai soal hormon tiroksin yaitu:

1. Bahaya Kelebihan Hormon Tiroksin

Walaupun memiliki fungsi vital dalam tubuh, ada juga bahaya kelebihan hormon tiroksin. Pelepasan terlalu banyak hormon tiroksin dalam aliran darah dikenal sebagai tirotoksikosis.

Hal ini mungkin disebabkan oleh aktivitas kelenjar tiroid yang berlebihan (hipertirodisme), seperti pada penyakit Graves, radang tiroid, atau tumor jinak.

Tirotoksikosis dapat dikenali dengan penyakit gondok, yaitu pembengkakan pada leher akibat pembesaran kelenjar tiroid.

Gejala lain dari tirotoksikosis termasuk intoleransi terhadap panas, penurunan berat badan, nafsu makan meningkat, buang air besar meningkat, siklus menstruasi tidak teratur, detak jantung yang cepat atau tidak teratur,

Kemudian, jantung berdebar, kelelahan, lekas marah, tremor, penipisan atau kerontokan rambut dan retraksi kelopak mata.

"Komplikasi yang paling serius dari hipertiroidisme adalah terhadap jantung, karena tingginya denyut jantung akan menyebabkan terjadi gagal jantung dan juga gangguan irama jantung. Selain itu hormon tiroksin yang terlalu tinggi juga menyebabkan timbulnya osteoporosis," tambah dr. Leny Puspitasari.

2. Bahaya Kekurangan Hormon Tiroksin

Hipotiroidisme pada orang dewasa bisa menyebabkan penurunan metabolisme.

Ini dapat mengakibatkan gejala seperti kelelahan, intoleransi suhu dingin, detak jantung rendah, penambahan berat badan, nafsu makan berkurang, memori buruk, depresi, kekakuan otot dan penurunan kesuburan.

Sehingga, jika Moms dan Dads merasakan adanya gejala-gejala yang menandakan gangguan pada jumlah hormon tiroid, segerakan untuk memeriksa kondisi ke dokter.

Serta untuk diagnosis gangguan pada hormon tiroid serta hormon tiroksin, dokter akan melakukan beberapa tes.

Beberapa test atau pemeriksaan tersebut yaitu mulai dari tes darah, USG tiroid, hingga tes pemindaian pada kelenjar tiroid yang memanfaatkan yodium radioaktif.

Setelah dokter menemukan penyebab dan telah mendiagnosisnya, maka pengobatan akan diberikan agar hormon tiroksin Moms dan Dads bisa kembali normal.

"Kekurangan hormon tiroksin akan menyebabkan penurunan metabolisme, hal ini terutama akan mempengaruhi jantung dan menyebabkan terjadi peningkatan kadar lemak jahat," jelas dr. Leny Puspitasari.

Baca Juga:Mengenal Hormon hCG, Hormon yang Membuat Test Pack Jadi Positif

Cara Menjaga Hormon Tiroksin

Apa-saja-tanda-dan-gejala-hipertiroidisme-saat-hamil-.jpg
Foto: Apa-saja-tanda-dan-gejala-hipertiroidisme-saat-hamil-.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Lalu, langkah apa saja yang bisa Moms dan Dads lakukan untuk memlihara kesehatan hormon tiroksin?

1. Konsumsi Makanan Sehat

Moms dan Dads, cara menjaga hormon tiroksin adalah dengan mengonsumsi makann sehat serta bernutrisi seimbang, seperti buah, sayuran, susu, dan produk olahannya juga tak lupa untuk makanan laut. Tak lupa untuk memperbanyak konsumsi serat.

2. Hindari Makanan yang Mengandung Lemak Jahat

Cara menjaga hormon tiroksin selanjutnya adalah dengan mengurangi makanan yang mengandung lemak jahat dan karbohidrat sederhana, seperti gula, makanan cepat saji, dan makanan olahan.

Membatasi konsumsi makanan cepat saji, ya Moms!

Lalu hindari juga mengonsumsi jeroan, seperti bagian usus, babat, atau limpa hewan. Mengganti karbohidrat sederhana dari nasi putih, pasta, atau mie dengan yang lebih sehat seperti gandum utuh

3. Konsumsi Garam Beryodium Secukupnya

yodium-.jpg
Foto: yodium-.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Konsumsi garam beryodium secukupnya, yaitu tidak lebih dari 2 gram per hari akan menjadi salah satu bagian dari cara menjaga hormon tiroksin dalam tubuh. Atau bisa juga memenuhi kebutuhan yodium dari makanan laut

4. Hindari Bahan Kedelai

Tidak terlalu banyak mengonsumsi makanan dan minuman berbahan kedelai karena diyakini dapat mengganggu penyerapan hormon tiroid.

Baca Juga:Mengenal Hormon Aldosteron, Penting untuk Kesehatan Ibu Hamil!

6. Rutin Berolahraga

Moms dan Dads, maksimalkan semua usaha di atas dengan berolaharaga secara teratur juga hindari rokok. Lalu, jika Moms atau Dads mulai merasakan gejala gangguan tiroid segera kunjungi dokter.

Itu dia berbagai macam serba-serbi hormon tiroksin yang perlu Moms dan Dads ketahui. Jika kondisi ini diobati dengan cepat, maka kemungkinan komplikasi bisa dicegah.

Sebaliknya, jika kondisi tidak diobati dengan cepat maka akan menimbulkan komplikasi berbahaya.

  • https://www.everlywell.com/products/thyroid-test/
  • https://medlineplus.gov/lab-tests/thyroxine-t4-test/
  • https://www.uofmhealth.org/health-library/ug1836
  • https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/thyroid-disorders-in-women
  • https://www.sciencedirect.com/topics/agricultural-and-biological-sciences/thyroxine - xPharm: The Comprehensive Pharmacology Reference, 2007
  • https://www.yourhormones.info/hormones/thyroxine/
  • https://www.medicinenet.com/thyroxine/definition.htm
  • https://www.hormone.org/your-health-and-hormones/glands-and-hormones-a-to-z/hormones/thyroxine
  • https://www.britannica.com/science/thyroxine
  • http://p2ptm.kemkes.go.id/artikel-sehat/mengenal-gangguan-kelenjar-tiroid

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.