28 Mei 2020

Penyakit Tiroid Anak Dapat Dicegah. Ini Caranya!

Simak penjelasannya ya, Moms!

Penyakit tiroid pada umumnya banyak dialami oleh orang dewasa. Meskipun demikian, penyakit ini tetap dapat menyerang Si Kecil. Kelenjar tiroid yang terletak di bagian depan leher anak ini bertanggung jawab untuk mengatur laju semua proses metabolisme dan kimia dalam tubuh.

Inilah yang membuatnya menjadi sangat berpengaruh pada setiap sel, jaringan, dan organ di dalam tubuh anak. Jika tiroid mengalami gangguan, tentu saja tumbuh kembang anak akan terganggu.

Baca Juga: Penyakit Graves pada Anak, Penyebab Hipertiroidisme

"Tanda-tanda utama hipotiroidisme pada anak-anak mungkin termasuk tidak tumbuh secara normal, tertinggal secara perilaku, memiliki gondok yang membesar di leher, mengalami ketidakmampuan belajar, tertidur di siang hari, dan memiliki suasana hati yang tidak baik atau depresi," jelas David S. Cooper, MD,seorang profesor kedokteran di divisi endokrinologi, diabetes, dan metabolisme di Fakultas Kedokteran Universitas Johns Hopkins, Baltimore. Lalu bagaimana mencegah penyakit tiroid pada anak?

Cara Mencegah Penyakit Tiroid Pada Anak

tiroid
Foto: tiroid

Bukan tidak mungkin, penyakit yang dapat memengaruhi tumbuh kembang anak ini bisa dicegah. Bahkan, dokter pun mengatakan pencegahannya bisa dilakukan sejak ia masih baru lahir.

1. Skrining Bayi Baru Lahir

"Diagnosis dini dan pengobatan defisiensi hormon tiroid sangat penting untuk memastikan perkembangan fisik normal dan perkembangan otak normal. Skrining adalah bagian dari semua program skrining bayi baru lahir di Amerika Serikat," ujar dokter Andrew J. Bauer, MD, direktur medis The Thyroid Center di Children's Hospital of Philadelphia.

Namun, hipotiroidisme juga dapat berkembang di masa kanak-kanak atau remaja. Risikonya bahkan empat kali lebih tinggi pada anak perempuan daripada pada anak laki-laki.

2. Konsumsi Nutrisi Seimbang

Langkah untuk mencegah penyakit tiroid pada anak selanjutnya adalah dengan menjaga pola dan nutrisi makanan yang ia konsumsi. "Tujuh puluh persen dari sistem autoimun kita ditemukan di usus yang dikenal sebagai GALT, atau jaringan limfoid terkait usus. Ketika lapisan usus meradang, itu dapat memicu respons kekebalan. Studi menunjukkan bahwa ini berperan dalam perkembangan penyakit tiroid," jelas dokter Ashita Gupta, MD, endokrinologis integratif di Mount Sinai West, New York City.

Dokter Ashita menyarankan agar anak makan empat hingga lima porsi sayuran dan tiga hingga empat porsi buah setiap hari, bersama dengan banyak protein tanpa lemak dan ikan berlemak, seperti salmon, teri, dan mackerel.

Baca Juga: 4 Jenis Makanan yang Baik Dikonsumsi Penderita Hipotiroid

3. Hindari Terlalu Sering Makan Makanan Olahan atau Kemasan

Makanan olahan yang dikemas dengan gula dan pengawet, pewarna, atau pengganti bebas lemak dan gula berbahaya bagi tiroid Si Kecil.

"Makanan olahan termasuk lemak trans, sirup jagung fruktosa tinggi, MSG, dan gula rafinasi dapat menyebabkan peradangan usus dan nantinya dapat memicu peningkatan autoimun," kata dokter Ashita. Bahkan, makanan olahan ini tak hanya dapat mengganggu tiroid tetapi juga sistem autoimun dan berbagai organ tubuh lainnya.

4. Konsumsi Yogurt

Dalam beberapa penelitian menunjukkan bahwa vitamin D berperan penting dalam mengatur sistem kekebalan tubuh. Jika anak mengalami kekurangan vitamin D yang cukup parah, hal ini mungkin terkait dengan penyakit autoimun.

Moms dan Dads dapat mengambil pemeriksaan kadar vitamin D untuk mengetahui kondisi vitamin D dalam tubuh anak sehingga ia bisa segera mendapatkan suplemen yang tepat.

Baca Juga:Apa Beda Kelenjar Getah Bening Bengkak dan Kelenjar Tiroid yang Bengkak?

Cara lainnya adalah dengan mengonsumsi probiotik seperti yogurt. Probiotik yang baik untuk usus anak dan kaya akan vitamin D dipercaya dapat membantu memodulasi sistem kekebalan tubuh, meningkatkan motilitas usus, dan meningkatkan permeabilitas usus.

Pastikan Moms mencegah tiroid pada anak dengan cara yang tepat agar ia masa tumbuh kembangnya semakin gemilang.

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.