12 Mei 2023

Hipotiroid pada Bayi dan Dampak pada Tumbuh Kembangnya!

Hipotiroid pada bayi bisa mengakibatkan IQ anak rendah

Moms, hipotiroid adalah kondisi yang bisa dialami siapa saja termasuk hipotiroid pada bayi baru lahir, lho! Maka dari itu, penting untuk memeriksakan kondisi bayi secara berkala.

Moms pasti pernah mendengar istilah hipotiroid screening atau hipotiroid kongenital. Sebenarnya apa sih Moms maksud dari kedua istilah tersebut?

Hipotiroid kongenital adalah kekurangan hormon tiroid pada bayi baru lahir. Kondisi ini bisa mengakibatkan masalah pertumbuhan dan perkembangan Si Kecil.

Sedangkan, hipotiroid screening adalah pemeriksaan tiroid pada bayi baru lahir untuk mencegah hipotiroid pada bayi dan screening ini penting lho Moms.

Mengutip dari IDAI, salah satu gangguan tumbuh kembang anak adalah hipotiroid kongenital.

Sama hal-nya seperti mengutip dari Sehat Negeriku oleh Kementerian Kesehatan, mengacu prevalensi global 1 : 3.000 kelahiran, menunjukkan bahwa 1.500 dari 4,4 juta bayi baru lahir Indonesia diperkirakan lahir dengan hipotiroid kongenital.

Dengan demikian skrining hipotiroid kongenital atau hipotiroid pada bayi perlu dilakukan untuk mencegah masalah pertumbuhan Si Kecil.

Yuk, kenali lebih dalam mengenai hipotiroid pada bayi di artikel ini.

Baca Juga: Penyakit Hipotiroidisme: Gejala, Penyebab, Komplikasi, dan Pengobatannya

Apa Itu Hipotiroid pada Bayi?

Ilustrasi Bayi Menangis
Foto: Ilustrasi Bayi Menangis (Freepik.com/jcomp)

Masih mengutip dari IDAI, hipotiroid adalah keadaan menurunnya atau bahkan tidak berfungsinya kelenjar tiroid.

Jika hipotiroid pada bayi terjadi sejak lahir, maka disebut sebagai hipotiroid kongenital. Hipotiriod memang kondisi yang umum dialami orang dewasa dari segala usia.

Nah, senada dengan penjelasan dr. Ghaisani Fadiana, Sp. A, Subsp. End.Dokter Spesialis Anak Subspesialis Kesehatan Anak Endokrinologi RS Pondok Indah – Pondok Indah, bayi bisa mengalami kondisi ini, Moms.

"Benar, si kecil dapat mengalami hipotiroid bahkan sejak ia baru lahir," tegas dr. Ghaisani.

Apabila hipotiroid pada bayi diketahui dengan cepat melalui skrining hipotiroid, maka Si Kecil bisa segera ditangani dan kondisi ini bisa bersifat sementara.

"Hipotiroid pada bayi dapat bersifat sementara atau permanen. Hal ini bergantung pada faktor penyebabnya," kata dr. Ghaisani.

Penyebab Hipotiroid pada Bayi

Ilustrasi Bayi Baru Lahir
Foto: Ilustrasi Bayi Baru Lahir (Orami Photo Stock)

Penyebab hipotiroid kongenital antara lain karena adanya kelainan primer dari kelenjar gondok, berikut beberapa penyebab lainnya menurut IDAI.

  1. Kelainan pembentukan kelenjar, yaitu kelenjar tidak dibentuk, kelenjar kecil atau posisi kelenjar tidak pada tempatnya (ektopik).
  2. Gangguan pada pembuatan hormon tiroid.
  3. Kekurangan iodium pada ibu hamil.

Bila kelenjar gondok tidak berfungsi normal, hormon yang dihasilkan tidak mencukupi kebutuhan tubuh, akibatnya kelenjar hipofisis di otak memproduksi lebih banyak TSH.

Dengan demikian bayi berisiko mempunyai kadar TSH tinggi, dan sebaliknya kadar TSH tinggi bisa dijadikan pertanda bayi menderita hipotiroid karena kelainan kelenjar gondok.

Baca Juga: 7 Manfaat Eceng Gondok untuk Kesehatan dan Lingkungan

Ciri-Ciri Hipotiroid pada Bayi

Hipotiroid pada Bayi
Foto: Hipotiroid pada Bayi (Idai.or.id)

Kondisi hipotiroid pada bayi di masa awal kehidupannya, bisa berisiko terhambatnya tumbuh kembang anak.

Nah, sayangnya lebih dari 95% bayi baru lahir atau minggu-minggu pertama setelah lahir, bayi tampak normal sehingga sulit untuk dikenal ciri-cirinya.

Terlebih, selama di dalam kandungan, bayi akan mendapatkan hormon tiroid dari sang ibu melalui plasenta. Maka dari itu, bayi tidak akan memperlihatkan gejala.

Akhirnya, hipotiroid pada bayi sering luput dari perhatian hingga kerap dianggap bayi normal dan sehat.

Ciri-ciri hipotiroid pada bayi kemungkinan bisa terlihat beberapa bulan kemudian tapi tentu saja pengobatannya menjadi terlambat dan kurang maksimal.

Jika tanpa pengobatan, ciri-ciri hipotiroid pada bayi bisa berupa,

Tanpa pengobatan lanjutan, gejala akan semakin tampak seiring bertambahnya usia dan terhambatnya tumbuh kembang anak semakin terlihat, seperti berikut.

  1. Tubuh pendek (cebol)
  2. Muka hipotiroid yang khas (muka sembab, bibir tebal, hidung pesek)
  3. Mental terbelakang (IQ dan EQ rendah)
  4. Kesulitan bicara dan tidak bisa diajar bicara.

Baca Juga: 5 Gejala Hipertiroid saat Hamil, Wajib Diperhatikan!

Nilai Normal TSH pada Bayi

Ilustrasi Bayi Baru Lahir
Foto: Ilustrasi Bayi Baru Lahir (Orami Photo Stocks)

Thyroid Stimulating Hormone (TSH) merupakan pemeriksaan fungsi tiroid yang dilakukan dengan pengambilan darah.

Screening hipotiroid dilakukan dengan memeriksakan kadar TSH neonatus pada usia 48-72 jam setelah bayi lahir.

Hasil TSH neonatus lebih dari 20 menunjukkan kemungkinan hipotiroid kongenital, sehingga perlu segera ditindaklanjuti.

TSH yang tinggi menunjukkan respon tubuh terutama pada organ hipofisis di otak akibat kegagalan kelenjar tiroid untuk menghasilkan hormon tiroid yang cukup.

Mengutip dari Kids Health, melakukan pengujian fungsi tiroid pada bayi sebaiknya dilakukan. Diagnosis hipotiroid pada bayi bisa dilakukan dengan beberapa cara.

  • Tes darah
  • Pemindaian ultrasound tiroid atau USG tiroid
  • Rontgen tulang panjang

Jika tes skrining bayi baru lahir terlihat tidak normal, tes darah lainnya bisa dilakukan untuk memastikan diagnosisnya.

Pencegahan Hipotiroid pada Bayi

Hipotiroid bisa dideteksi sejak dini, yaitu dengan melakukan pemeriksaan screening hipotiroid pada seluruh bayi saat berusia 48-72 jam setelah lahir.

Apabila hasil screening positif, maka perlu dilakukan tindak lanjut berupa pemeriksaan kadar hormon tiroid dalam darah.

Jika sesuai dengan hipotiroid, maka perlu dilakukan pengobatan sesegera mungkin, yaitu dengan terapi pengganti hormon sebelum bayi berusia 2 minggu.

Baca Juga: Tiroksin, Hormon yang Dikeluarkan Kelenjar Tiroid ke Aliran Darah

Skrining Hipotiroid Pada Bayi Baru Lahir

Ilustrasi Tes Skrining
Foto: Ilustrasi Tes Skrining (Verywellhealth.com)

Skrining hipotiroid kongenital untuk bayi baru lahir merupakan salah satu pencapaian utama dalam dunia medis.

Kebanyakan hipotiroid kongenital neonatus memiliki penampilan normal dan tidak ada tanda-tanda fisik yang dapat dideteksi.

Akibatnya, hipotiroid kongenital neonatus hampir selalu diabaikan.

Padahal, diagnosis yang tertunda mengarah pada hasil CH (congenital hypothyroidism) paling berat dan keterbelakangan mental.

Kondisi tersebutlah yang menekankan pentingnya skrining hipotiroid sejak dini.

Meskipun hipotiroid transien sering terjadi, semua bayi harus diperlakukan sebagai hipotiroid kongenital untuk 3 tahun pertama kehidupannya.

Hal tersebut dengan mempertimbangkan risiko retardasi mental.

Evaluasi ulang setelah 3 tahun diperlukan pada pasien dengan kondisi seperti itu. Tujuan terapi awal pada hipotiroid dengan menormalkan fungsi tiroid, secepat mungkin.

Baca Juga : 5 Tips Merawat Bayi Baru Lahir dari Ryana Dea untuk Para Ibu Baru

Skrining hipotiroid pada semua bayi harus dilakukan antara dua hingga empat hari setelah kelahiran.

Jika tidak memungkinkan, skrining harus dilakukan sebelum bayi dibawa pulang ke rumah atau dalam tujuh hari setelah kelahiran.

Peningkatan TSH positif palsu dapat ditemukan pada spesimen yang dikumpulkan pada 24 – 48 jam setelah lahir.

Sementara hasil negatif palsu dapat ditemukan pada bayi baru lahir yang menderita sakit kritis atau bayi pasca transfusi.

Akan tetapi, skrining yang dilakukan sebelum bayi dibawa pulang atau transfuse masih lebih baik dibandingkan diagnosis yang hilang.

Perhatian khusus harus diambil, AAP bahkan menghimbau agar orang tua jangan sampai melewatkan skrining hipotiroid. Apalagi jika si bayi harus menerima perawatan darurat.

Baca Juga: Serba-serbi Hormon Tiroid Serta Fungsinya Bagi Tubuh

Bahaya Hipotiroid pada Bayi Baru Lahir

Ilustrasi Perkembangan Motorik Anak Bayi
Foto: Ilustrasi Perkembangan Motorik Anak Bayi (Orami Photo Stocks)

Hipotiroid yang tidak ditangani bisa berdampak bahaya bahkan tidak hanya untuk bayi.

"Hipotiroid yang tidak terdeteksi dapat menyebabkan gangguan fungsi kecerdasan, yaitu IQ yang menurun.

Selain itu, hipotiroid dapat menyebabkan kulit tampak kuning berkepanjangan, konstipasi, dan gangguan pertumbuhan lainnya," ungkap dr. Ghaisani.

Hal inilah mengapa skrining hipotiroid sangat penting untuk bayi baru lahir.

Perlu Moms ketahui bahwa hipotiroid kongenital dapat menyebabkan keterbelakangan mental, kecuali terapi tiroid segera dimulai dalam dua minggu setelah lahir.

Oleh sebab itu, skrining hipotiroid dapat membantu diagnosis awal dan tindakan penanganan dapat segera dilakukan setelahnya.

Selain beberapa bahaya yang sudah disebutkan di atas, hipotiroid pada bayi dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan pada anak yang berisiko membuat pengidapnya memiliki tubuh yang pendek.

"Hormon tiroid berperan sangat penting dalam perkembangan otak, sehingga kondisi hipotiroid juga dapat menyebabkan keterlambatan pada beberapa ranah perkembangan anak, seperti,

  • Keterlambatan fungsi motorik
  • Keterlambatan wicara
  • Masalah personal sosial.

Selain itu, keterlambatan dalam mendeteksi dini dan terapi hipotiroid dapat menyebabkan fungsi kecerdasan (IQ) menurun," tambah dr. Ghaisani.

Kondisi hipotiroid kongenital pada bayi baru lahir biasanya permanen tapi juga sementara.

Meskipun hipotiroid transien dapat terjadi akibat transmisi obat yang masuk ke tubuh Moms, pemblokiran antibodi Moms, atau kekurangan maupun kelebihan yodium.

Sebagian besar bayi dengan hipotiroid kongenital tampak tidak terpengaruh saat lahir, kemungkinan karena transfer hormon tiroid plasenta.

Baca Juga : Mengenal Sepsis Neonatal Pada Bayi Baru Lahir

Bayi yang ibunya memiliki hipotiroid memiliki gangguan perkembangan neurointellectual signifikan, meskipun perawatan dini sudah dilakukan.

Dalam 10 tahun terakhir, pengetahuan tentang kondisi ini telah berkembang pesat.

Skrining dan perbaikan tindakan pengobatan, termasuk rejimen yang lebih agresif dengan target koreksi dini tingkat hormone tiroid stimulating (TSH), telah menyebabkan peningkatan prognosis intelektual dan neurologis.

Jadi, sekarang Moms sudah paham mengapa skrining hipotiroid untuk bayi baru lahir itu sangat penting, bukan?

  • https://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/pentingnya-skrining-hipotiroid-pada-bayi
  • https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/rilis-media/20221008/3541227/kenali-kekurangan-hormon-tiroid-bayi-baru-lahir-begini-cara-mencegahnya/
  • https://kidshealth.org/en/parents/congenital-hypothyroidism.html
  • https://www.mountsinai.org/health-library/diseases-conditions/neonatal-hypothyroidism#:~:text=Neonatal%20hypothyroidism%20is%20decreased%20thyroid,Congenital%20means%20present%20from%20birth.

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.