24 Januari 2020

Apa Beda Kelenjar Getah Bening Bengkak dan Kelenjar Tiroid yang Bengkak?

Saat leher kita membengkak, rasanya sulit membedakan penyebabnya.

Jika leher kita bengkak, mungkin kita akan mengira-ngira. Apakah kelenjar getah bening bengkak, atau kelenjar tiroid yang bermasalah?

Ya, dua hal tersebut memang jadi penyebab paling umum benjolan di leher. Dan, untuk membedakannya memang sangat perlu mendalami tentang karakter benjolannya.

Nodul tiroid merupakan istilah lain dari kelenjar tiroid yang membesar. Ciri-cirinya, padat atau berisi cairan yang terbentuk di dalam tiroid, yakni kelenjar kecil yang terletak di dasar leher, tepat di atas tulang dada.

Umumnya benjolan ini disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu:

  • Kekurangan yodium
  • Pertumbuhan jaringan tiroid yang berlebihan
  • Kista tiroid
  • Kanker tiroid
  • Peradangan kronis tiroid (tiroiditis)

Sedangkan benjolan di leher akibat kelenjar getah bening yaitu pembengkakan kelenjar getah bening, biasanya terjadi akibat infeksi bakteri atau virus tertentu. Benjolan ini muncul akibat kondisi tertentu seperti:

  • Radang tenggorokan
  • Campak
  • Infeksi telinga
  • Infeksi gigi
  • TBC
  • Sipilis
  • Toksoplasma
  • Limfoma (kanker getah bening)

Lantas jika keduanya sama-sama mengakibatkan benjolan di leher, bagaimana cara membedakannya?

Baca Juga: Berbagai Ciri Gangguan Kelenjar Getah Bening

Kelenjar Getah Bening Bengkak VS Kelenjar Tiroid Bengkak

Ada berbagai aspek yang bisa dilihat dan dirasakan untuk membedakan benjolan yang terdapat di leher. Apakah akibat kelenjar getah bening atau kelenjar tiroid?

Letak Benjolan

images.jpeg
Foto: images.jpeg

Foto: healthyeating.com

Benjolan yang diakibatkan oleh pembesaran kelenjar tiroid biasanya terletak di bagian tengah leher, seperti jakun pada pria.

“Biasanya, ia kecil dan tidak terasa jika disentuh. Karena letaknya yang berada di dalam jaringan tiroid atau terletak sangat dalam di kelenjar,” kata Robert J. McConnell, seorang spesialis tiroid dari New York Presbyterian Hospital.

Ciri khas benjolan tiroid adalah bergerak seiring dengan proses menelan. Hal ini dikarenakan kelenjar menempel pada tulang rawan yang berfungsi untuk menelan. Pergerakan benjolan umumnya dari bawah ke atas.

Sementara, benjolan yang diakibatkan oleh pembengkakan kelenjar getah bening biasanya terletak di sisi kanan atau kiri leher. Biasanya berukuran seperti kacang polong atau kacang merah, bahkan lebih besar. Umumnya benjolan ini cukup terlihat dari luar dan terasa jika diraba.

Baca Juga: Ciri-ciri Penyakit Kelenjar Getah Bening yang Jarang Disadari Pasien

Gejala yang Ditimbulkan

Unknown.jpeg
Foto: Unknown.jpeg

Foto: unogateway.com

Sebagian besar nodul tiroid tidak menyebabkan tanda atau gejala karena ukurannya yang kecil. Namun, jika nodul berukuran cukup besar baru akan terasa beberapa gejala yang menyertainya.

“Dalam beberapa kasus, nodul tiroid menghasilkan hormon tiroksin tambahan. Tiroksin yang berlebih dapat menyebabkan gejala hipertiroidisme,” tambah Dr McConnell.

Berikut berbagai gejala sering muncul jika Anda mengalami benjolan di leher akibat kelenjar tiroid, yaitu:

  • Keringat berlebih
  • Penurunan berat badan yang cukup drastis
  • Gemetar
  • Detak jantung cepat dan terkadang tidak beraturan
  • Jika benjolan ditekan biasanya akan menyebabkan kesulitan menelan atau sesak napas

Sementara, seperti apa benjolan kelenjar getah bening?

  • Terasa lunak dan nyeri jika disentuh.
  • Hidung berair (pilek seperti flu), sakit tenggorokan, dan demam yang biasanya menjadi tanda adanya infeksi saluran pernapasan bagian atas.

Pembengkakan kelenjar getah bening dapat terjadi selain di leher, yaitu di bagian tubuh lain misalnya ketiak, bawah dagu, dan lipatan paha. Hal ini biasanya menandakan infeksi atau gangguan kekebalan tubuh akibat kerja kelenjar getah bening yang terganggu.

Itulah penjelasan mengenai perbedaan leher bengkak karena tiroid dan pembengkakan kelenjear getah bening. Semoga tidak salah mengobati, ya.

Baca Juga: Pembengkakan Kelenjar Getah Bening di Ketiak, Apa Bahayanya?

(RYO/DIN)

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.