Scroll untuk melanjutkan membaca

KESEHATAN UMUM
04 Desember 2022

Migrain: Gejala, Penyebab, Komplikasi, Diagnosis, dan Cara Mengatasinya

Untuk meredakan gejalanya, bisa dengan cara alami hingga obat medis
Migrain: Gejala, Penyebab, Komplikasi, Diagnosis, dan Cara Mengatasinya

Sepertinya sakit kepala sebelah atau dikenal dengan migrain ini pernah dialami sebagian besar orang.

Gejalanya bisa beragam, namun sering kali sampai mengganggu aktivitas sehari-hari untuk sejumlah orang.

Karena itu, mari ketahui gejala, penyebab, hingga kiat-kiat mengatasi sakit kepala sebelah.

Katanya, bisa dioabati dengan cara alami, lho!

Gejala dan Jenis Migrain

Wanita Sakit Kepala

Foto: Wanita Sakit Kepala (istockphoto.com)

Ada berbagai jenis gejala sakit kepala, salah satunya adalah migrain.

Tahukah Moms apa sebenarnya gejala lain yang bisa dirasakan?

Adapun gejalanya bisa terlihat dari jenisnya, seperti:

1. Prodome

Fase ini dimulai hingga 24 jam sebelum mengalami migrain.

Biasanya, memiliki tanda dan gejala awal, seperti:

Ketika gejala tersebut mulai muncul, adapun sakit kepala sebelah biasanya akan mulai terasa beberapa hari kemudian.

2. Aura

Jika pernah mengalami fase ini, mata mungkin seperti melihat lampu berkedip terang atau garis zig-zag.

Bahkan, bisa diiringi dengan otot yang melemah atau seperti sedang disentuh atau dicengkeram.

Aura dapat terjadi tepat sebelum atau selama migrain berlangsung.

3. Sakit Kepala

Pada gejala ini, migrain biasanya dimulai secara bertahap atau lebih parah.

Ini biasanya menyebabkan nyeri berdenyut yang sering terjadi di satu sisi kepala.

Tapi terkadang Moms bisa mengalami migrain tanpa sakit kepala.

Gejala lainnya mungkin termasuk:

  • Peningkatan kepekaan terhadap cahaya, kebisingan dan bau.
  • Mual dan muntah.
  • Nyeri yang memburuk saat bergerak, batuk, atau bersin.

4. Postrdome

Setelah migrain dirasakan, gejala lain yang dirasakan adalah tubuh merasa lelah, bingung, dan tidak berdaya.

Ini bisa bertahan hingga sehari penuh dan mengganggu aktivitas.

Segera konsultasi ke dokter jika memiliki salah satu dari tanda dan gejala berikut:

  • Sakit kepala parah yang tiba-tiba.
  • Sakit kepala dengan demam.
  • Leher kaku atau mati rasa di bagian tubuh mana pun.

Jangan sepelakan gejala atau jenis dari sakit kepala sebelah.

Dilansir dari laman Mayo Clinic, ini bisa pemicu dari serangan stroke.

Baca Juga: Wajarkah Sesak Napas saat Hamil? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya!

Penyebab Migrain

Sakit Kepala Migrain

Foto: Sakit Kepala Migrain (Orami Photo Stock)

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sebanyak 75% orang yang berusia antara 18 dan 65 tahun pernah mengalami sakit kepala.

Lebih dari 30% orang dewasa pernah menderita migrain.

Selain itu, wanita lebih sering mengalaminya dibandingkan pria, lho! Pemicunya tentu beragam.

Berikut ini beberapa penyebab umum dari sakit kepala sebelah:

1. Perubahan Hormon

Perubahan hormon, khususnya hormon estrogen, menjadi salah satu penyebab sakit kepala sebelah.

Sering terjadi pada wanta, adapun perubahan hormon ini dipicu dari:

Obat hormonal, seperti kontrasepsi oral, juga dapat memperburuk sakit kepala sebelah yang dialami wanita.

2. Gaya Hidup Buruk

Seperti diketahui, pola hidup sangat berpengaruh pada kesehatan tubuh secara menyeluruh.

Mengonsumsi makanan dengan kandungan natrium atau pemanis buatan juga bisa menyebabkan migrain.

Pemicu lainnya yang berperan yakni seperti:

Mengonsumsi jenis obat-obatan tertentu juga memiliki efek samping sakit kepala sebelah.

3. Usia dan Genetik

Jika memiliki anggota keluarga dengan migrain, maka tinggi peluangnya Moms mengalami hal serupa.

Tak hanya itu, usia juga menjadi faktor penyebab sakit kepala sebelah.

Diketahui, sakit kepala sebelah akan sering dialami pada masa remaja.

Migrain cenderung memuncak ketika usia 30-an, dan secara bertahap menjadi gejala yang hilang timbul.

Baca Juga: Mengenal Madu Manuka dan Segudang Manfaatnya, Moms Sudah Tahu?

4. Stres

Diketahui bahwa stres adalah pemicu tersering dari sakit kepala sebelah.

Ketika stres, tubuh melepaskan hormon atau zat kimia tertentu untuk mengendalikannya. Nah, pelepasan bahan kimia ini dapat menyebabkan migrain.

Tak hanya itu, ketidakstabilan kontrol emosi dan rasa cemas, juga meningkatkan ketegangan otot dan pembuluh darah melebar.

Itu bisa membuat gejalanya lebih parah dirasakan.

Komplikasi Akibat Migrain

Sakit Kepala

Foto: Sakit Kepala (Orami Photo Stock)

Migrain dapat menyebabkan masalah kesehatan lainnya.

Komplikasi yang sering terjadi termasuk:

1. Depresi dan Cemas Berlebih

Seseorang yang memiliki migrain jauh lebih mungkin untuk juga memiliki kondisi ini daripada yang tidak mengalaminya.

Depresi atau cemas berlebih menjadi gangguan mental yang mungkin dialami karena migrain.

2. Vertigo

Kepala sakit disertai sensasi seperti berputar dan hilang keseimbangan menjadi gejala dari vertigo.

Vertigo lebih sering terjadi selama migrain pada orang yang rentan terhadap mabuk perjalanan.

3. Gangguan Tidur

Karena rasa tidak nyaman pada kepala, kualitas tidur pun menurun.

Hal ini membuat kita begadang semalaman hingga keesokan harinya.

Insomnia lebih buruk pada orang yang mengalami migrain parah dan lebih sering.

4. Sakit Perut

Komplikasi lain dari migrain adalah gangguan pada pencernaan.

Rasa mual dan muntah juga sering kali mengganggu aktivitas sehari-hari.

Beberapa orang merasakan sakit pada perut hingga membutuhkan obat-obatan untuk mengatasinya.

Baca Juga: Bolehkah Balita Minum Kopi? Ini 7 Risiko Anak Kebanyakan Kafein

Cara Mendiagnosis Migrain

Sakit Kepala Sebelah

Foto: Sakit Kepala Sebelah (Orami Photo Stock)

Memang, terkadang sulit membedakan migrain dan sakit kepala pada umumnya.

Adapun tahapan dalam mendiagnosis migrain adalah seperti berikut:

  • Mengetahui riwayat kesehatan sebelumnya.
  • Menjabarkan gejala yang dialami secara rinci.
  • Lakukan pemeriksaan fisik dan saraf.

Bagian penting dalam mendiagnosis migrain adalah menyingkirkan kondisi medis lain yang dapat memicu sakit kepala yang sama.

Tak hanya itu, Moms mungkin juga menjalani tes darah, MRI, CT scan, atau tes lainnya.

Cara Mengatasi Migrain secara Alami

Gejala migrain bisa mengganggu kesehatan dan aktivitas Moms sehari-hari.

Untuk itu, ada cara sederhana demi meredakan gejala migrain secara alami, yaitu mengonsumsi jenis makanan tertentu.

Apa saja cara mengatasi migrain secara alami?

Berikut ulasannya.

1. Tingkatkan Asupan Bayam

Bayam

Foto: Bayam (Orami Photo Stock)

Cara mengatasi migrain secara alami yang pertama adalah mengonsumsi bayam.

Sebenarnya, banyak sayuran yang dapat Moms coba untuk meredakan gejala migrain, salah satunya adalah bayam.

Sayuran bayam mengandung zat besi, asam folat, dan magnesium yang membantu cara mengatasi migrain ringan.

Ada sebuah penelitian yang baru-baru ini dirilis oleh Griffith University di Australia.

Diungkapkan bahwa wanita yang mengalami sakit kepala migrain mengalami penurunan tingkat keparahan sebesar 14%, saat mereka mengonsumsi makanan yang kaya kandungan folat.

Selain itu, bayam juga dapat menurunkan tekanan darah, melancarkan sistem pencernaan, dan meningkatkan kekebalan tubuh manusia.

Baca Juga: 7 Cara Mengencangkan Payudara agar Tak Mudah Kendur

2. Konsumsi Kacang Almond

Kacang Almond

Foto: Kacang Almond (Womenfitness.net)

Cara mengatasi migrain secara alami yang selanjutnya adalah mengonsumsi almond.

Magnesium dalam almond dapat melindungi tubuh Moms dari gejala migrain dan mampu merelaksasi pembuluh darah.

Makanan mengandung magnesium lainnya yang dapat Moms konsumsi seperti:

  • Pisang
  • Alpukat
  • Kacang mede
  • Beras merah
  • Kacang-kacangan, dan biji-bijian

Ada studi yang menunjukkan beberapa penderita sakit kepala yang makan almond setiap hari memiliki efek dalam mengobati migrain.

Dengan kata lain, sakit kepala biasa mungkin menjadi tidak terlalu parah atau menghilang secara bertahap dengan konsumsi 5-10 almond dalam sehari.

3. Perbanyak Roti Gandum

Roti Gandum

Foto: Roti Gandum (Medscape.com)

Cara mengatasi migrain secara alami yang selanjutnya adalah mengonsumsi roti gandum.

Karbohidrat yang terlalu sedikit dapat membuat gejala migrain muncul kembali.

Diet rendah karbohidrat dapat membuat Moms menghabiskan simpanan glikogen yang merupakan sumber energi utama ke otak.

Kemudian, hal ini yang memicu dehidrasi dan kurangnya energi ke otak, hingga sebabkan migrain kambuh.

“Coba pertimbangkan untuk mengonsumsi karbohidrat sehat, seperti roti gandum, oat, atau yogurt.

Karbohidrat yang sehat dapat meningkatkan suasana hati dan membantu tubuh melepaskan serotonin,” ujar Erin Palinski, ahli nutrisi dari New Jersey.

Jika Moms selama ini sering mengonsumsi roti putih, nasi putih, dan pasta, maka coba ganti dengan berbahan dasar seperti gandum.

4. Menyeduh Jahe Panas

Air Jahe

Foto: Air Jahe (Medicalnewstoday.com)

Cara mengatasi migrain secara alami yang selanjutnya adalah mengonsumsi jahe.

Jika gejala migrain menyerang, tidak ada salahnya untuk membuat air rebusan jahe atau teh yang dicampurkan dengan rebusan jahe.

Jahe mengandung antiradang non-steroid yang mampu melawan gejala migrain dengan memblokir zat prostaglandin.

Meskipun belum ada penelitian medisnya, jahe sering disebut sebagai bahan alami untuk menghilangkan rasa mual.

Baca Juga: Sakit Perut Saat Hamil, Ini 10+ Penyebab dan Cara Mengatasinya

5. Konsumsi Ikan Berlemak Tinggi

Ikan Salmon

Foto: Ikan Salmon (Freepik.com/freepik)

Cara mengatasi migrain secara alami yang selanjutnya adalah mengonsumsi ikan berlemak tinggi.

Ikan berlemak tinggi namun baik untuk kesehatan karena mengandung asam lemak omega 3 yang dapat mengurangi tingkat keparahan migrain.

Jenis ikan yang bisa Moms konsumsi, yaitu ikan salmon, sarden, tuna, haring, dan ikan kakap.

Penelitian di Universitas Cincinnati menunjukkan, orang yang mengonsumsi empat porsi 125 gram ikan berlemak per minggu dapat memiliki manfaat untuk kesehatan.

Hal ini termasuk meredakan gejala migrain dan baik untuk kesehatan jantung.

Menurut American Migraine Foundation, selain mengandung asam lemak tinggi, salmon juga mengandung vitamin B2 yang bisa menurunkan frekuensi migrain.

6. Hindari Makanan Tertentu

cara mengatasi migrain: sosis

Foto: cara mengatasi migrain: sosis (Orami Photo Stock)

Cara mengatasi migrain secara alami yang selanjutnya adalah menghindari makanan tertentu.

Pola makan memainkan peran penting dalam mencegah migrain.

Banyak makanan dan minuman yang diketahui sebagai pemicu migrain, seperti:

  • Makanan dengan nitrat termasuk hot dog, daging, bacon, dan sosis
  • Cokelat
  • Alkohol, terutama anggur merah
  • Makanan yang mengandung monosodium glutamat (MSG) atau penambah rasa
  • Es krim atau minuman es
  • Makanan acar
  • Kacang polong
  • Buah kering
  • Produk susu seperti buttermilk dan yogurt

Kafein dalam jumlah kecil dapat meredakan nyeri migrain pada beberapa orang.

Tapi, terlalu banyak kafein bisa menyebabkan migrain.

Ini juga dapat menyebabkan sakit kepala penarikan kafein yang parah.

Untuk mengetahui makanan dan minuman apa yang memicu migrain, buatlah catatan harian tentang makanan.

7. Menggunakan Lavender Oil

Lavender Oil

Foto: Lavender Oil (Orami Photo Stock)

Cara mengatasi migrain secara alami yang tak kalah penting yakni dengan menggunakan lavender oil atau minyak lavender.

Menghirup minyak esensial lavender dapat meredakan nyeri migrain.

Menurut studi yang diterbitkan dalam Karger International, seseorang yang menghirup minyak lavender selama serangan migrain selama 15 menit mengalami kelegaan lebih cepat.

Minyak lavender dapat dihirup secara langsung atau dioleskan ke pelipis.

8. Teknik Akupresur

Cara mengatasi migrain secara alami yang selanjutnya adalah akupresur.

Akupresur adalah praktik menerapkan tekanan dengan jari dan tangan ke titik-titik tertentu di tubuh untuk menghilangkan rasa sakit dan gejala lainnya.

Menurut National Center for Biotechnology Information, akupresur adalah terapi alternatif yang kredibel untuk orang yang menderita sakit kepala kronis dan kondisi lainnya.

Sebuah studi terpisah menemukan akupresur dapat membantu meredakan mual terkait cara mengatasi migrain.

9. Feverfew

Feverfew

Foto: Feverfew (Whiterabbitinstituteofhealing.com)

Feverfew adalah ramuan berbunga yang terlihat seperti bunga aster. Ini adalah obat tradisional untuk migrain.

Namun, studi dalam Cochrane Database of Systematic Reviews menemukan, tidak ada cukup bukti bahwa feverfew dapat mencegah migrain.

Meski begitu, banyak orang mengklaim itu membantu meringankan gejala sakit kepala sebelah tanpa efek samping.

Baca Juga: Jangan Biasakan Bayi Tidur Tengkurap, Ini Alasannya!

10. Peppermint Oil

Mentol dalam minyak peppermint dapat mengatasi migrain ringan.

Studi ini menemukan bahwa mengoleskan larutan mentol ke dahi dan pelipis lebih efektif untuk meredakan nyeri terkait migrain, mual, dan sensitivitas cahaya.

11. Yoga

Pose Yoga

Foto: Pose Yoga (Freepik.com/pressfoto)

Cara mengatasi migrain satu ini juga bisa dicoba Moms! Cara alami yang selanjutnya adalah yoga.

Yoga menggunakan pernapasan, meditasi, dan postur tubuh untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan.

Penelitian menunjukkan yoga dapat meredakan frekuensi, durasi, dan intensitas migrain.

Ini juga diperkirakan dapat menurunkan kecemasan, melepaskan ketegangan di area pemicu migrain, dan meningkatkan kesehatan pembuluh darah.

Mereka percaya yoga mendukung kesehatan secara keseluruhan dan mungkin bermanfaat sebagai terapi pelengkap.

12. Terapi Biofeedback

Cara mengatasi migrain secara alami yang selanjutnya adalah biofeedback. Biofeedback adalah metode relaksasi.

Ini mengajarkan Moms untuk mengontrol reaksi otonom terhadap stres.

Biofeedback dapat membantu mengatasi migrain yang dipicu oleh reaksi fisik terhadap stres seperti otot yang tegang.

Baca Juga: 4 Posisi Tidur yang Baik untuk Meningkatkan Kualitas Tidur

13. Pijat Relaksasi

Pijat mingguan dapat mengurangi frekuensi migrain dan meningkatkan kualitas tidur.

Pijat dapat menurunkan tingkat stres dan gejala migrain yang dialami.

Bahkan, ini juga membantu menurunkan detak jantung, dan kecemasan.

14. Asupan Buah Tinggi Air

Manfaat Buah Semangka Untuk Tubuh

Foto: Manfaat Buah Semangka Untuk Tubuh (Orami Photo Stock)

Selain beberapa cara mengatasi migrain di atas, Moms dapat mengonsumsi buah-buahan yang kaya air, seperti semangka.

Semangka dapat mencegah dehidrasi, yang sering menjadi penyebab munculnya gejala sakit kepala sebelah.

Obat Migrain

Selain cara alami, ada obat-obatan yang digunakan untuk meredakan nyeri serta cara mengatasi migrain dengan optimal.

Obat-obatan yang dapat digunakan untuk meredakannya, meliputi:

1. Ergotamin

Obat ini menyebabkan pembuluh darah di sekitar otak berkontraksi dan dapat meredakan migrain dalam beberapa menit.

Ergotamin tersedia dalam bentuk pil, tablet yang larut di bawah lidah, semprotan hidung, supositoria, dan suntikan.

Obat ini umumnya diminum pada tanda pertama gejala sakit kepala, dan beberapa memiliki pilihan untuk mengambil dosis tambahan setiap 30 menit jika sakit kepala berlanjut.

Beberapa merek dagang ergotamin adalah:

  • Dihydroergotamine (DHE-45, Migranal)
  • Ergotamin (Ergomar)
  • Ergotamine dan kafein (Cafatine, Cafergot, Cafetrate, Ercaf, Migergot, Wigraine)
  • Methysergide (Sansert)
  • Methylergonovine (Methergine)

Ergotamin dapat memiliki efek samping yang berbahaya.

Obat ini dapat menyebabkan cacat lahir dan masalah jantung, dan beracun dalam dosis tinggi.

Jika Moms sedang hamil atau menyusui atau memiliki penyakit jantung, sebaiknya tidak mengonsumsi ergotamin.

Ergotamin juga dapat berinteraksi secara negatif dengan obat lain, termasuk obat antijamur dan antibiotik.

2. Anti Nyeri

Obat anti nyeri bisa menjadi cara mengatasi sakit kepala sebelah yang Moms alami.

Biasanya obat pereda nyeri, misalnya aspirin, tersedia di apotik atau toko obat yang dijual bebas.

Selain aspirin, ibuprofen atau parasematol bisa menjadi cara mengatasi migrain dengan efektif.

Jika dikonsumsi terlalu lama, ini dapat menyebabkan sakit kepala akibat penggunaan obat-obatan, dan pendarahan di saluran pencernaan.

3. Triptan

Triptan

Foto: Triptan (Emeds.pk)

Ini adalah obat resep yang digunakan untuk cara mengatasi migrain.

Contohnya seperti sumatriptan (Imitrex, Tosymra) dan rizatriptan (Maxalt) dalam memblokir jalur nyeri di otak. Dapat diminum sebagai pil, suntikan, atau semprotan hidung.

Triptan tidak dapat dikonsumsi sembarangan dan hanya bisa diresepkan oleh dokter ya.

Baca Juga: 8 Obat Sakit Kepala Alami, Yuk Coba Moms!

4. Dihydroergotamine

Dihydroergotamine

Foto: Dihydroergotamine (Sgpharma.com)

Dihydroergotamine tersedia dalam bentuk semprotan atau suntikan hidung, namun obat ini paling efektif jika diminum.

Orang dengan penyakit arteri koroner, tekanan darah tinggi, atau penyakit ginjal atau hati harus menghindari obat ini.

5. Ubrogepant (Ubrelvy)

Ubrogepant

Foto: Ubrogepant (Ubrelvyhcp.com)

Mengutip Mayo Clinic, ini adalah obat pertama dari jenis ini yang disetujui untuk pengobatan migrain.

Dalam uji coba obat, ubrogepant efektif daripada obat migrain lain dalam menghilangkan rasa sakit dan gejala lainnya seperti mual.

Efek samping yang umum termasuk mulut kering, mual dan rasa kantuk yang berlebihan.

Baca Juga: 7+ Cara Mengatasi Mata Lelah, Ada Ampas Kopi!

6. Ditan

Ditan adalah jenis obat baru untuk migrain akut.

Obat ini juga bekerja pada reseptor serotonin, tetapi mengikat subtipe spesifik reseptor serotonin yang menghalangi pelepasan CGRP oleh saraf trigeminal.

Ditan mungkin menjadi pilihan yang lebih baik bagi penderita penyakit kardiovaskular karena tidak menyempitkan pembuluh darah.

7. Obat Anti Mual

Obat antimual meredakan mual dan muntah yang disebabkan oleh migrain.

Gejala-gejala ini dapat dikurangi dengan obat migrain, tetapi bagi sebagian orang gejala tersebut mungkin cukup parah.

Obat antimual tersedia dalam bentuk suntikan, tablet, kapsul, sirup, dan sebagai supositoria dubur untuk orang yang tidak dapat menelannya secara oral.

Obat antimual untuk migrain meliputi:

  • Prometazin hidroklorida
  • Klorpromazin hidroklorida
  • Proklorperazin (Kompro)
  • Trimethobenzamide hidroklorida (Tigan)
  • Metoklopramid hidroklorida (Reglan)

Baca Juga: 4 Kesalahan Paling Sering Dilakukan Orang Tua Saat Berikan Obat pada Balita

8. Opioids

Jika nyerinya tak kunjung reda dengan obat penghilang rasa sakit lain dan Moms tidak dapat mengonsumsi ergotamin atau triptan, lakukan cara lainnya.

Dokter mungkin akan meresepkan opioids, yaitu obat penghilang rasa sakit yang jauh lebih kuat.

Banyak obat migrain adalah kombinasi dari opioid dan obat penghilang rasa sakit.

Beberapa opioids adalah:

  • Kodein
  • Meperidin (Demerol)
  • Morfin
  • Oksikodon (OxyContin)

Air alami pada buah dan sayuran juga mengandung mineral penting untuk menjaga kesehatan Moms.

Itulah serba-serbi penting dan beberapa cara mengatasi migrain yang bisa dicoba untuk mengurangi gejala lain yang ditimbulkan.

Jangan lupa untuk selalu minum air putih secukupnya agar tubuh dapat terhidrasi dengan baik, ya!

Ingat jangan sembarangan minum obat, pastikan juga konsultasi terlebih dulu dengan dokter.

  • https://www.who.int/en/news-room/fact-sheets/detail/headache-disorders
  • https://perioimplants.us/blog/migraine-sufferers-eat-your-spinach/
  • http://americanmigrainefoundation.org
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/14973986
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/20456191
  • https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/migraine-headache/diagnosis-treatment/
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/16827629
  • https://www.medicinenet.com/types_of_migraine_headache_medications/article.htm
  • https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/migraine-headache/symptoms-causes/syc-20360201
  • https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/5005-migraine-headaches