KESEHATAN UMUM
27 September 2022

Penyakit Vertigo: Gejala, Penyebab, Cara Mengatasi hingga Obat yang Dapat Diberikan

Gejala lain yang muncul termasuk kepala terasa berat, badan seperti mau jatuh atau kehilangan keseimbangan
Penyakit Vertigo: Gejala, Penyebab, Cara Mengatasi hingga Obat yang Dapat Diberikan

Pernahkah Moms merasakan sensasi kepala pusing berputar-putar? Hati-hati Moms, keluhan tersebut bisa jadi salah satu gejala vertigo, lho.

Kondisi ini tidak bisa disepelekan begitu saja karena risikonya tergolong besar. Misalnya cedera karena Moms tiba-tiba pusing atau terjatuh.

Menurut National Health Service, kondisi ini terasa semua yang ada di sekitar berputar-putar, seperti ruangan bergerak.

Kondisi ini cukup untuk memengaruhi keseimbangan dan juga lebih dari sekadar merasa pusing.

"Vertigo adalah suatu gejala di mana terjadi perasaan seperti berputar baik lingkungannya yang terasa berputar atau diri sendiri yang berputar," jelas dr. Rubiana Nurhayati, Sp.S - Spesialis Saraf-RS Pondok Indah-Bintaro Jaya.

Serangan pusing dapat berlangsung dari beberapa detik hingga beberapa jam. Jika Moms merasakan gejala yang parah, ini bisa berlangsung selama berhari-hari atau berbulan-bulan.

Gejala yang timbul juga harus segera ditangani karena sensasinya yang tak tertahankan. Karena itu, Moms harus tahu betul apa saja tanda dan ciri-ciri vertigo sebelum terlambat.

Simak penjelasannya di bawah ini ya, Moms.

Baca Juga: 12 Manfaat Nasi Jagung untuk Tubuh, Makanan Khas Indonesia Timur

Mengenal Penyakit Vertigo

Gejala Vertigo

Foto: Gejala Vertigo (Orami Photo Stock)

Sebelum mengulas gejalanya, ada baiknya Moms mengenal dulu seluk-beluk penyakit yang satu ini.

Kondisi ini bisa menyerang siapa saja, baik laki-laki maupun perempuan. Sayangnya, perempuan lebih banyak mengidap vertigo dibandingkan laki-laki.

Melansir penelitian di jurnal Aging and Disease, gejala vertigo umumnya sering terjadi pada orang yang berusia 65 tahun ke atas.

Biasanya, kondisi ini adalah gejala dari kondisi medis yang mendasari atau beberapa kondisi berbeda.

Terkadang, gejala hanya terjadi satu kali, tetapi bagi orang lain, gejala akan terulang kembali hingga penyebab utamanya ditentukan.

Masalah kesehatan ini sering didiagnosis secara klinis dengan riwayat menyeluruh dan pemeriksaan klinis.

Tes dan observasi klinis tertentu, seperti tes impuls kepala atau manuver Dix-Hallpike, dapat membantu menilai apakah seseorang mengalami vertigo atau tidak.

Baca Juga: 6 Perlengkapan Persiapan Melahirkan untuk Ibu dan Bayi yang Penting Dibawa ke Rumah Sakit

Gejala Vertigo

Ilustrasi Pusing

Foto: Ilustrasi Pusing (Orami Photo Stock)

Gejala vertigo yang sudah cukup umum diketahui adalah pusing hebat yang membuat dunia seolah berputar-putar kencang.

Gejala yang satu ini biasanya muncul ketika Moms berubah posisi secara tiba-tiba.

Misalnya Moms sudah berdiri lama saat memasak di dapur, lalu tiba-tiba menunduk untuk mengambil sendok yang jatuh.

Selain pusing luar biasa yang dirasakan, ada beberapa gejala lainnya yang mungkin Moms rasakan, berikut daftarnya.

  • Kepala tiba-tiba berat
  • Badan seperti mau jatuh, kehilangan keseimbangan
  • Penurunan kesadaran
  • Sensasi seolah badan ditarik kencang ke suatu arah
  • Mual parah (biasanya karena efek kepala pusing berputar-putar)
  • Muntah
  • Rasa mabuk perjalanan
  • Gerakan bola mata yang tak wajar dan tidak bisa dikendalikan
  • Sakit kepala
  • Berkeringat
  • Telinga berdenging
  • Sensasi telinga seolah penuh
  • Kehilangan pendengaran
  • Pingsan (kehilangan kesadaran)
  • Demam

Baca Juga: Mengulik ICP (Intrahepatic Cholestasis of Pregnancy), Masalah Hati pada Ibu Hamil

Penyebab Vertigo dan Perbedaan Vertigo Sentral dan Perifer

Ilustrasi Kepala Pusing

Foto: Ilustrasi Kepala Pusing (Orami Photo Stock)

Secara umum, penyebab dari kondisi ini dibedakan menjadi dua, yaitu vertigo sentral dan perifer.

Etiologi dari vertigo perifer dan sentral antara lain infeksi, trauma, serta gangguan vaskular dan tumor yang menyebabkan gangguan sistem vestibular.

Faktor risikonya dapat berupa:

  • Usia tua
  • Jenis kelamin wanita
  • Riwayat infeksi telinga
  • Paparan trauma
  • Gangguan saraf pusat seperti migraine, stroke, dan aneurisma.

Pada vertigo perifer, dapat ditemukan gejala, seperti penurunan pendengaran, telinga berdengung, mual muntah.

Sedangkan pada vertigo sentral dapat diikuti gangguan keseimbangan yang berat dan gangguan saraf.

1. Vertigo Perifer

Kondisi yang paling sering terjadi adalah jenis perifer.

"Jenis vertigo ada vertigo vestibular dan no vestibular. Nah, vestibular ada yang sentral ada yang perifer. Vertigo yang paling banyak terjadi adalah vertigo yang jenis perifer," kata dr. Rubiana Nurhayati.

Penyebab jenis perifer diakibatkan karena adanya gangguan pada telinga bagian dalam yang berfungsi untuk mengatur keseimbangan tubuh.

Saat Moms menggerakkan kepala, bagian dalam telinga akan memberi tahu di mana posisi kepala berada lalu mengirimkan sinyal ke otak untuk menjaga keseimbangan.

Namun, ada beberapa kasus yang bisa menjadi penyebab jenis perifer, seperti:

  • Benign Paroxysmal Positional Vertigo (BPPV)

BPPV adalah kondisi yang disebabkan adanya kristal yang mengapung dalam cairan di telinga dalam.

BPPV lebih sering terjadi pada wanita dan pada usia yang lebih tua.

Vertigo yang terjadi umumnya berlangsung selama beberapa detik hingga menit dan dipengaruhi oleh perubahan posisi kepala, seperti membalikkan badan di tempat tidur dan saat menengadahkan kepala.

  • Penyakit Meniere

Penyakit Meniere adalah kumpulan gejala yang terdiri atas vertigo, telinga berdenging (tinnitus), dan hilang pendengaran.

Penyebab pasti dari penyakit meniere ini masih belum diketahui.

Namun, kondisi seperti stres, konsumsi garam berlebih, alkohol, dan kafein berlebihan dapat memicu terjadinya penyakit meniere.

Gejala yang dialami berlangsung sangat singkat dan tidak terdapat faktor pemicu yang mendasari.

  • Vestibular Neuritis

Vertigo yang disebabkan akibat vestibular neuritis dapat berlangsung selama beberapa hari hingga 2-3 minggu dan berlangsung secara tiba-tiba.

Vestibular neuritis juga sering terjadi setelah terkena infeksi saluran pernapasan atas akibat virus.

Selain vertigo, penderitanya juga dapat mengalami gangguan keseimbangan yang tidak terlalu berat, mual dan muntah.

  • Kolesteatoma

Vertigo yang terjadi akibat kolesteatoma pasti diikuti oleh gangguan pendengaran yang semakin lama akan memberat pada telinga yang bermasalah.

Baca Juga: Moms, Kenali Penyebab dan Bahaya pada Kaki Bayi Bengkok

2. Vertigo Sentral

Meskipun lebih jarang terjadi, Moms tetap perlu mewaspadai jenis sentral.

Vertigo sentral merupakan kondisi yang disebabkan oleh gangguan pada otak.

Bagian otak yang paling berpengaruh terhadap penyebab vertigo adalah cerebellum atau otak kecil.

Cerebellum berhubungan langsung dengan sistem saraf sumsum tulang belakang dan berperan sebagai pengatur utama dari gerakan tubuh.

Penyebab jenis sentral, antara lain:

  • Stroke perdarahan atau iskemik pada serebelum
  • Transient ischemic attack (TIA)
  • Infeksi
  • Cedera kepala
  • Tumor otak
  • Migrain
  • Multiple sclerosis.

Pada vertigo sentral, gejala umumnya terjadi secara bertahap, berlangsung selama beberapa menit hingga jam.

Gejala dapat diawali dengan faktor pemicu, seperti stres pada migrain dan perubahan posisi pada multipel sklerosis.

Namun, gejala dapat pula terjadi secara tiba-tiba.

Pada kondisi yang didasari oleh penyebab sentral ini, penderita juga akan memiliki gejala lain, sesuai daerah otak yang mengalami gangguan.

Gejala mual dan muntah pada vertigo sentral akan lebih ringan dibandingkan pada vertigo perifer.

Pada vertigo yang disebabkan oleh migrain, penderita akan mengalami gejala migrain. Sering kali kondisi ini dianggap ringan dan tidak berbahaya.

Meskipun sebagian besar demikian, kondisi dapat menjadi suatu pertanda masalah yang serius pada otak.

Oleh karena itu, kenali penyebab vertigo yang Moms alami dan konsultasikan ke dokter apabila kondisi semakin parah.

3. Perbedaan Vertigo Sentral dan Perifer

Untuk kondisi vertigo perifer, bagian otak yang terganggung adalah otak kecil atau di dalam cerebellum.

"Bagaimana membedakannya? Kondisi ini (vertigo sentral) menyerupai stroke jadi tidak tergantung posisi dan dia ada gejala-gejala lain seperti kelumpuhan dan segala macem," jelas dr. Rubiana Nurhayati.

"Kalau yang periferal dipengaruhi posisi jadi kalau kita bergerak dengan cepat, itu akan memperburuk risiko dan biasanya disertai mual, muntah, gitu," tambah dr. Rubiana.

Jika disimpulkan, vertigo sentral terjadi gejala mirip dengan stroke yaitu timbul kelumpuhan. Sementara, vertigo perifer karena pergerakan yang memperburuk gejala.

Baca Juga: 7 Tips Sehat Ala Rasulullah, Salah Satunya Selalu Berdoa dan Menggunakan Tangan Kanan

Cara Mengatasi Vertigo dan Obat Vertigo

Obat untuk Vertigo

Foto: Obat untuk Vertigo (Freepik.com/jcomp)

Ketika gejala vertigo muncul, segera cari bantuan atau tempat yang aman untuk beristirahat.

Bila Moms sedang berkendara, menepi dulu dan sebisa mungkin cari pertolongan.

Cari posisi yang stabil untuk kepala Moms, jangan sampai bergerak terlalu banyak.

Pilihan pengobatan untuk vertigo sepenuhnya tergantung pada penyebab yang mendasari.

Untuk meredakan gejala vertigo, terapi rehabilitasi vestibular serta obat-obatan, seperti meclizine, telah terbukti efektif.

1. Pengobatan

Bila diagnosis sudah dipastikan, dokter dapat memberikan obat-obatan sesuai penyebabnya.

Misalnya, jika vertigo sentral diakibatkan oleh migrain, dokter akan memberikan obat untuk migrain.

Demikian pula halnya dengan vertigo sentral yang disebabkan oleh multiple sclerosis, stroke, atau tumor di otak.

Penanganannya pun dilakukan dengan mengobati penyakit-penyakit tersebut.

Selain itu, dokter juga akan memberikan obat-obatan untuk mengurangi keluhan yang biasanya muncul akibat vertigo sentral, seperti

  • Antihistamin, seperti meclizine
  • Benzodiazepine, misalnya diazepam
  • Obat anti mual, seperti ondansentron

Tapi, untuk penggunaan obatnya, pastikan Moms konsultasikan terlebih dahulu ke dokter agar diperiksa lebih lanjut mengenai kondisi yang dirasakan.

2. Latihan

Ada beberapa latihan yang dapat meredakan ketidaknyamanan vertigo dan kebanyakan melibatkan menahan posisi tertentu atau berbaris di tempat.

Latihan ini serupa dengan yang digunakan dalam terapi rehabilitasi vestibular (VRT).

VRT melibatkan latihan yang dirancang sesuai dengan individu dan gejalanya.

Setelah pemeriksaan klinis menyeluruh, salah satu dari tiga metode utama diterapkan:

  • Pembiasaan, yang meningkatkan pusing
  • Stabilisasi tatapan, yang meningkatkan kontrol gerakan mata sehingga penglihatan bisa jelas selama gerakan kepala
  • Pelatihan keseimbangan, yang meningkatkan kemantapan

Tetapi jika Moms memiliki gejala vertigo yang parah, yang terbaik adalah mencari bantuan fisioterapis berpengalaman daripada melakukannya sendiri.

Baca Juga: 10 Rekomendasi Baju Hamil Kekinian dan Muslim, serta Tips Memilihnya!

3. Manuver Reposisi Canalith

Gerakan ini tentu dilakukan oleh seorang ahli profesional.

Cara kerja gerakan ini, yaitu untuk memindahkan endapan kalsium keluar dari saluran telinga ke ruang telinga bagian dalam sehingga dapat diserap oleh tubuh.

Moms kemungkinan akan mengalami gejala vertigo selama prosedur saat kanalith bergerak.

Seorang dokter atau ahli terapi fisik dapat memandu melalui gerakan-gerakan tersebut. Gerakannya aman dan seringkali efektif.

4. Operasi

Dalam kasus yang langka, Moms mungkin perlu melakukan operasi.

Namun, operasi hanya akan disarankan oleh dokter sebagai pertolongan terakhir jika semua cara sudah tak berhasil mengendalikan gejala.

Baca Juga: Review Cosrx Snail Mucin Advanced 96 Power Essence oleh Moms Orami, Kulit Lembap dan Kenyal!

5. Minyak Esensial

Minyak esensial, seperti minyak peppermint dan lemon balm adalah yang paling banyak digunakan untuk meredakan gejala.

Beberapa tetes minyak biasanya diletakkan di atas kapas atau tisu dan uapnya akan dihirup.

Umumnya minyak aroma lemon juga dapat dikonsumsi secara oral pada 300 hingga 600 miligram (mg) dua hingga tiga kali sehari.

6. Yoga

Yoga dikenal dapat mengurangi stres sekaligus meningkatkan fleksibilitas dan keseimbangan.

Melansir Alternative Medicine Review, terapi fisik yang dilakukan dapat melatih otak untuk mencegah gejala.

Cobalah gerakan yoga sederhana. Berhati-hatilah terhadap apa pun yang melibatkan membungkuk ke depan secara tiba-tiba.

Hal ini karena dapat membuat pusing terasa lebih kuat untuk sementara.

7. Tidur

Perasaan pusing bisa dipicu oleh kurang tidur. Jika Moms mengalami gejala pusing untuk pertama kalinya, hal itu mungkin disebabkan oleh stres atau kurang tidur.

Hal ini senada dengan penjelasan dr. Rubiana Nurhayati "Pengobatannya, coba istirahat, cari faktor-faktor untuk menghindari dan lakukan beberapa gerakan-gerakan," jelasnya.

Moms dapat menghentikan apa yang sedang dilakukan dan tidur sebentar, setelah bangun vertigo akan teratasi dengan sendirinya.

8. Minum Air Putih

Terkadang gejala vertigo disebabkan oleh dehidrasi sederhana. Mengurangi asupan natrium dapat membantu.

Tetapi cara terbaik untuk tetap terhidrasi adalah dengan minum banyak air.

Pantau asupan air dan cobalah memperhitungkan kondisi panas, lembab, dan berkeringat yang mungkin membuat Moms kehilangan cairan ekstra.

Rencanakan untuk minum lebih banyak air saat Moms cenderung mengalami dehidrasi.

Moms mungkin menemukan bahwa hanya dengan menyadari berapa banyak air yang minum membantu mengurangi gejalanya.

Baca Juga: 10 Susu BBLR untuk Bayi Prematur Terbaik, Langsung Order Moms!

Itulah beberapa hal tentang penyakit vertigo yang perlu Moms ketahui.

Jika Moms mengalami gejala vertigo, segera hubungi dokter ya. Mulai sekarang jangan dianggap remeh.

  • https://www.nhs.uk/conditions/vertigo/
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4306472/
  • https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/22502620/
  • https://www.webmd.com/brain/vertigo-symptoms-causes-treatment
  • https://www.healthline.com/health/vertigo
  • https://www.healthline.com/health/home-remedies-for-vertigo#hydration