Scroll untuk melanjutkan membaca

KESEHATAN UMUM
11 April 2022

5 Jenis Essential Oil serta Manfaatnya, dari Lavender, Lemon, Hingga Peppermint

Ada yang bisa atasi alergi juga, nih Moms!
5 Jenis Essential Oil serta Manfaatnya, dari Lavender, Lemon, Hingga Peppermint

Salah satu pengobatan aromaterapi yang sedang digemari adalah dengan menggunakan essential oil atau minyak atsiri.

Essential oil adalah minyak yang diekstrak dari tumbuhan. Minyak yang dihasilkan ini menyimpan aroma dan esensi dari tanaman yang digunakan.

Senyawa aromatik yang unik akan memberikan esensi karakteristik pada setiap minyak esensial.

Essential oil diperoleh melalui distilasi (melalui uap dan atau air) atau metode mekanis, seperti pengepresan dingin.

Baca Juga: Sedang Malas? 6 Wangi Aromaterapi Ini Bisa Tingkatkan Semangat Kerja!

Setelah bahan kimia aromatik diekstraksi, bahan kimia tersebut digabungkan dengan minyak pembawa untuk membuat produk yang siap digunakan.

Cara pembuatan minyak itu penting, karena minyak esensial yang diperoleh melalui proses kimiawi tidak dianggap sebagai minyak esensial sejati.

Essential oil adalah salah satu metode aromaterapi yang kini banyak digandrungi karena ekstrak tumbuhan yang dipakai diduga efektif mendukung kesehatan dan kesejahteraan secara keseluruhan.

Meski beberapa klaim kesehatan yang terkait dengan minyak ini masih kontroversial, tapi Moms kini dapat dengan mudah menemukan produk essential oil di toko atau di situs belanja online.

Cara Kerja Essential Oil

Cara Kerja Essential Oil

Foto: Cara Kerja Essential Oil (medium.com)

Foto: Orami Photo Stock

Essential oil paling sering digunakan dalam praktik aromaterapi, di mana mereka dihirup melalui berbagai metode.

Essential oil tidak dimaksudkan untuk ditelan. Bahan kimia dalam minyak esensial dapat berinteraksi dengan tubuh dalam beberapa cara.

Mengutip studi tahun 2015 di Journal of Pharmacy and Pharmacology, saat dioleskan ke kulit, beberapa bahan kimia tanaman akan terserap.

Metode aplikasi tertentu juga diduga dapat meningkatkan penyerapan, seperti mengaplikasikan dengan panas atau ke area tubuh yang berbeda.

Namun, sayangnya penelitian untuk membuktikan hal ini masih kurang.

Menghirup aroma dari minyak esensial dapat merangsang area sistem limbik, yang merupakan bagian dari otak yang berperan dalam emosi, perilaku, indra penciuman, dan memori jangka panjang.

Menariknya, sistem limbik sangat berperan dalam pembentukan ingatan. Itulah sebabnya mengapa bau yang dikenal dapat memicu ingatan atau emosi tertentu.

Sistem limbik juga berperan dalam mengontrol beberapa fungsi fisiologis bawah sadar, seperti pernapasan, detak jantung, dan tekanan darah.

Karena itu, beberapa orang mengklaim bahwa essential oil dapat memberikan efek fisik pada tubuh.

Baca juga: Apakah Bisa Mengatasi Pilek Anak dengan Essential Oil?

Mengenal Jenis dan Manfaat Essential Oil

Mengenal Jenis dan Manfaat Essential Oil

Foto: Mengenal Jenis dan Manfaat Essential Oil

Foto: Orami Photo Stock

Sebetulnya ada lebih dari 90 jenis essential oil, yang masing-masing memiliki aroma yang unik dan manfaat kesehatan yang berbeda-beda.

Berikut ini adalah beberapa jenis essential oil yang cukup populer dan mungkin Moms tertarik untuk mencobanya:

1. Essential Oil Lavender

Aroma lavender memiliki sensasi harum yang menenangkan.

Penelitian di jurnal Evidence Based Complementary and Alternative Medicine tahun 2013 menjelaskan bahwa minyak lavender dapat menjadi obat yang efektif dalam pengobatan gangguan neurologis.

Selain itu, penelitian pada hewan dan manusia juga menunjukkan bahwa lavender memiliki sifat ansiolitik (mengurangi kecemasan), penstabil mood, sedatif (penenang), analgesik (pereda nyeri), dan antikonvulsif (anti kejang)

Bonnels Essential Oil Bugs Away

Rp210.000
Bonnels Essential Oil Bugs Away

2. Essential Oil Jasmine

Berdasarkan penelitian di jurnal Natural Product Communications tahun 2010, jasmine oil memiliki manfaat dalam merangsang pelepasan hormon tertentu dalam tubuh, termasuk serotonin.

Pelepasan hormoni ini dapat menghasilkan dorongan energi, serta meningkatkan suasana hati.

Young Living Essential Oil - Higher Unity 5ML

Rp490.000
Young Living Essential Oil - Higher Unity 5ML

3. Essential Oil Peppermint

Berikutnya ada aroma peppermint yang tentunya terasa menyegarkan saat dihirup.

Penelitian di Alimentary Pharmacology and Therapeutics, menemukan manfaat dari peppermint oil ampuh dalam merelaksasi otot, bersifat anti-mikroba, dan antiinflamasi.

Young Living Essential Oil - Peppermint 15Ml

Rp345.000
Young Living Essential Oil - Peppermint 15Ml

4. Essential Oil Lemon

Minyak esensial ini diekstraksi dari kulit lemon. Sering kali lemon oil digunakan untuk perawatan kulit dan aromaterapi.

Berdasarkan penelitian di Neurosciences, menunjukkan bahwa lemon oil baik dalam meningkatkan kemampuan kognitif, fokus, dan memori.

Young Living Essential Oil - Lemon 15ML

Rp175.000
Young Living Essential Oil - Lemon 15ML

5. Eucalyptus

Eucalyptus sering kali digunakan untuk mengatasi gejala batuk, pilek, hidung tersumbat, dan menghilangkan nyeri otot dan sendi.

Selain itu, menurut penelitian di Scientific Reports tahun 2020, eucalyptus atau minyak kayu putih juga ampuh dalam mengatasi dermatitis alergi, ketika diaplikasikan secara langsung ke lapisan luar kulit.

Young Living Oil - Eucalyptus Radiata 15Ml

Rp299.000
Young Living Oil - Eucalyptus Radiata 15Ml

Manfaat Essential Oil Secara Umum Sebagai Aromaterapi

Namun secara umum, manfaat essential oil adalah:

1. Mengatasi Stres dan Kecemasan

Diperkirakan 43% orang yang mengalami stres dan kecemasan menggunakan beberapa bentuk terapi alternatif untuk membantu meredakan gejala mereka seperti misalnya dengan metode aromaterapi.

Mengutip Journal of Alternative and Complementary Medicine tahun 2012, banyak yang telah menunjukkan bahwa aroma beberapa minyak esensial dapat bekerja berdampingan dengan terapi tradisional untuk mengatasi kecemasan dan stres.

Namun, karena aroma senyawanya, sulit untuk melakukan studi buta dan menyingkirkan bias.

Dengan demikian, banyak ulasan tentang efek penghilang stres dan kecemasan dari minyak esensial tidak meyakinkan.

Menariknya, menggunakan minyak esensial selama pijatan dapat membantu menghilangkan stres, meskipun efeknya mungkin hanya bertahan selama sesi pijat berlangsung.

Sebuah tinjauan baru-baru ini dari jurnal berjudul Aromatherapy for Health Care tahun 2012, terhadap lebih dari 201 studi ditemukan bahwa hanya 10 yang cukup kuat untuk dianalisis.

Itu juga menyimpulkan bahwa aromaterapi tidak terlalu efektif dalam mengobati kecemasan.

2. Atasi Sakit Kepala dan Migrain

Pada tahun 90-an, 2 penelitian kecil menemukan bahwa mengoleskan campuran minyak peppermint dan etanol pada dahi dan pelipis peserta dapat meredakan sakit kepala.

Studi terbaru juga mengamati berkurangnya sakit kepala setelah mengoleskan essential oil peppermint dan lavender ke kulit.

Terlebih lagi, mengoleskan campuran minyak chamomile dan minyak wijen ke pelipis telah disarankan dapat mengobati sakit kepala dan migrain.

Ini adalah obat sakit kepala Persia tradisional. Namun, diperlukan lebih banyak studi berkualitas tinggi untuk membuktikannya.

3. Meningkatkan Kualitas Tidur dan Atasi Insomnia

Mengutip penelitian tahun 2015 di Iran Red Crescent Medical Journal, minyak lavender telah terbukti meningkatkan kualitas tidur wanita setelah melahirkan, serta pasien dengan penyakit jantung.

Satu ulasan juga meneliti 15 studi tentang minyak esensial dan efeknya pada kualitas tidur.

Mayoritas penelitian menunjukkan bahwa mencium minyak, terutama essential oil lavender, memiliki efek positif pada kebiasaan tidur.

Baca Juga: Hadirkan 15 Tanaman Ini di Kamar Tidur Agar Bermanfaat Untuk Kesehatan

4. Mengurangi Peradangan

Essential oil juga dapat membantu melawan kondisi peradangan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa mereka memiliki efek anti-inflamasi.

Satu penelitian pada tikus menemukan bahwa menggunakan kombinasi minyak esensial thyme dan oregano membantu menginduksi remisi kolitis.

Dua penelitian tikus pada minyak jintan dan rosemary juga menemukan hasil yang serupa.

Namun, masih sangat sedikit penelitian pada manusia yang meneliti efek minyak ini pada penyakit inflamasi.

Oleh karena itu, efektivitas dan keamanannya belum benar-benar terbukti secara klinis.

5. Antibiotik dan Antimikroba

Munculnya bakteri yang kebal antibiotik telah membuat para ilmuwan perlu mencari senyawa lain yang dapat melawan infeksi bakteri.

Salah satu studi telah menyelidiki essential oil, seperti peppermint dan minyak pohon teh, yang secara ekstensif memberikan efek antimikroba.

Namun, meskipun hasil studi tabung reaksi ini menarik, hasil tersebut tidak serta merta mencerminkan efek minyak ini dalam tubuh.

Mereka tidak membuktikan bahwa minyak esensial tertentu dapat mengobati infeksi bakteri pada manusia.

Tips Memilih Essential Oil Berkualitas

Tips Memilih Essential Oil Berkualitas

Foto: Tips Memilih Essential Oil Berkualitas

Foto: Orami Photo Stock

Hal terpenting yang harus diperhatikan saat membeli essential oil adalah kualitas produk.

Namun, mencari tahu minyak mana yang terbaik juga menjadi sebuah tantangan, karena tidak ada lembaga pemerintah di yang menyediakan sistem penilaian atau sertifikasi untuk essential oil.

Ingat, banyak perusahaan mengklaim essential oil memiliki manfaat terapeutik, tetapi itu hanya istilah pemasaran belaka.

Berikut ini adalah beberapa tips untuk membantu Moms saat membeli essential oil:

1. Lihat Labelnya

Di dalamnya harus menyertakan nama Latin tanaman, informasi kemurnian atau bahan lain yang ditambahkan ke dalamnya, dan negara tempat tanaman itu ditanam.

2. Evaluasi Perusahaan

Beli produk dari perusahaan aromaterapi terkenal dan terkemuka yang sudah ada selama beberapa tahun.

3. Pilih Wadah Kaca Berwarna Gelap

Minyak esensial murni memiliki konsentrasi tinggi. Mereka dapat melarutkan botol plastik seiring waktu sehingga mengotori minyak.

Sebagian besar perusahaan mengemas minyak esensial dalam botol kaca kecil berwarna coklat atau biru untuk melindungi kualitasnya.

4. Hindari Pewangi

Minyak pewangi atau parfum dibuat dari minyak esensial yang dikombinasikan dengan bahan kimia atau seluruhnya dari bahan kimia.

Mereka tidak cocok untuk aromaterapi. Sebagai gantinya, cari botol yang mengandung 1 minyak esensial dalam bentuknya yang paling murni (minyak esensial 100% tanpa bahan lain).

5. Bandingkan Harga

Kisaran harga essential oil tergantung pada biaya produksi. Biasanya minyak mawar murni atau minyak cendana akan lebih mahal, sedangkan minyak jeruk akan lebih murah.

Jika Moms menemukan harga terendah untuk essential oil yang seharusnya mahal, mungkin itu tidak murni.

Baca Juga: Review Jujur Essential Oil Young Living Peppermint oleh Moms Orami, Aromanya Menyegarkan!

Efek Samping Essential Oil

Efek Samping Essential Oil

Foto: Efek Samping Essential Oil

Foto: Orami Photo Stock

Ingat ya Moms, hanya karena sesuatu itu alami bukan berarti aman.

Tanaman dan produk herbal mengandung banyak senyawa bioaktif yang nyatanya tetap dapat membahayakan kesehatan, begitu pula essential oil.

Namun, jika dihirup atau dikombinasikan dengan minyak dasar untuk digunakan pada kulit, sebagian besar essential oil dianggap aman.

Pastikan untuk mempertimbangkan orang lain di lingkungan yang mungkin menghirup aromanya, termasuk wanita hamil, anak-anak, dan hewan peliharaan.

Pasalnya, ada beberapa efek samping essential oil yang bisa terjadi, seperti:

Sementara efek samping essential oil yang paling umum adalah ruam, minyak esensial dapat menyebabkan reaksi yang lebih serius, bahkan telah dikaitkan dengan satu kasus kematian.

Minyak yang paling sering dikaitkan dengan reaksi merugikan adalah lavender, peppermint, pohon teh, dan ylang-ylang.

Selain itu, minyak yang mengandung fenol tinggi, seperti kayu manis, dapat menyebabkan iritasi kulit, dan tidak boleh digunakan pada kulit tanpa dicampur dengan minyak dasar.

Sedangkan, essential oil yang terbuat dari buah jeruk meningkatkan reaksi kulit terhadap sinar matahari dan bisa terjadi luka bakar.

Baca Juga: Review Essential Oil Belli To Baby Lavender, Bikin Anak Tidur Lebih Nyenyak!

Menelan minyak esensial tidak dianjurkan, karena hal itu bisa berbahaya dan, dalam beberapa dosis, berakibat fatal.

Sayangnya masih sangat sedikit penelitian yang meneliti keamanan minyak ini untuk wanita hamil atau menyusui.

Jadi mungkin lebih baik jika sedang hamil dan menyusui menghindari penggunaan minyak esensial.

  • https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/25557808/
  • https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/22849536/
  • https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/22285469/
  • https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/26023343/
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3612440/#:~:text=There%20is%20growing%20evidence%20suggesting,and%20neuroprotective%20properties%20for%20lavender.
  • https://www.researchgate.net/publication/41576755_Stimulating_Effect_of_Aromatherapy_Massage_with_Jasmine_Oil
  • https://onlinelibrary.wiley.com/doi/full/10.1111/apt.14519
  • https://www.researchgate.net/publication/47459871_Effects_of_lemon_essential_oil_aroma_on_the_learning_behaviors_of_rats
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC7708995/