Kesehatan

20 September 2021

Mengenal Priapismus, Saat Penis Ereksi Lebih dari 4 Jam

Tanpa rangsangan seks, penis ereksi berjam-jam lamanya
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Karinta Ariani
Disunting oleh Karla Farhana

Ereksi pada penis adalah kondisi yang sangat normal. Namun, bagaimana jika ereksi terjadi berkepanjangan hingga berjam-jam. Kondisi ini dinamakan priapismus

Priapismus adalah sebuah kondisi darurat medis. Dads, yuk kenali lebih jauh kelainan pada penis ini!

Apa Itu Priapismus?

priapismus

Foto: Orami Photo Stock

Seperti yang sudah dijelaskan sedikit, priapismus adalah kondisi ketika penis ereksi selama lebih dari 4 jam dan tidak disertai oleh rangsangan seksual.

Tenang, meski begitu ini adalah kondisi yang jarang terjadi dan hanya menyerang orang dengan masalah kesehatan tertentu.

Dilansir dari Mayo Clinic, ada dua jenis utama priapismus, yaitu iskemik dan non iskemik.

Priapismus Iskemik (Aliran Rendah)

Ini adalah kondisi yang terjadi karena darah terperangkap di penis dan tak bisa mengalir keluar.

Kondisi ini sering kali terjadi tanpa penyebab yang jelas. Namun biasanya biasa menyerang pria dengan penyakit anemia sel sabit, leukimia, atau malaria.

Selain itu, kondisi ini juga disebabkan karena adanya masalah kontraksi otot polos dalam jaringan ereksi penis.

Priapismus iskemik perlu perawatan medis segera untuk mencegah komplikasi karena jaringan penis tidak mendapat cukup oksigen.

Priapismus Non Iskemik (Aliran Tinggi)

Ini adalah kondisi yang lebih jarang dan biasanya tidak menyakitkan, Dads. Kondisi ini terjadi ketika arteri pecah akibat cedera pada penis atau perineum.

Namun, jaringan penis terus menerima aliran darah dan oksigen. Perineum adalah karea antara skrotum dan anus.

Akibat pecahnya arteri, darah di penis tidak mengalir secara normal.

Kondisi ini dapat terjadi pada semua kelompok umur, termasuk bayi baru lahir.

Namun, paling sering menyerang pria di usia antara 5-10 tahun dan 20-50 tahun.

Baca Juga: Jangan Lakukan 3 Hal Ini Jika Penis Suami Kecil

Gejala Priapismus

priapismus

Foto: Orami Photo Stock

Perlu Dads pahami bahwa gejala priapismus bervariasi tergantung pada jenisnya, yaitu sebagai berikut.

Tanda Priapismus Iskemik

  • Ereksi yang berlangsung lebih dari 4 jam dan tidak ada hubungannya dengan rangsangan seksual.
  • Batang penis kaku, tetapi ujung penis lunak.
  • Nyeri pada penis yang terus bertambah seiring waktu.
  • Priapisme berulang, awalnya jarang muncul dengan durasi singkat, tetapi semakin lama lebih sering dan lama.

Tanda Priapismus Non Iskemik

  • Ereksi yang berlangsung lebih dari 4 jam dan tidak ada hubungannya dengan rangsangan seksual.
  • Batang penis tegak tetapi tidak sepenuhnya kaku.
  • Biasanya tidak menimbulkan rasa sakit.

Apa Penyebab Priapismus?

priapismus

Foto: Orami Photo Stock

Ereksi biasanya terjadi sebagai respons terhadap rangsangan fisik atau psikologis.

Rangsangan ini menyebabkan otot-otot halus tertentu menjadi rileks, meningkatkan aliran darah ke jaringan spons di penis.

Akibatnya, penis yang dipenuhi darah menjadi ereksi. Setelah rangsangan berakhir, darah mengalir keluar dan penis kembali ke keadaan tidak kaku (lembek).

Nah, perlu Dads ketahui bahwa priapismus terjadi ketika beberapa bagian dari sistem ini - darah, pembuluh darah, otot polos atau saraf - mengubah aliran darah normal.

Akibatnya, ereksi terus berlanjut dalam waktu yang lama.

Penyebab pastinya sebenarnya tidak begitu jelas, tetapi beberapa kondisi mungkin berperan memicu kondisi ini.

Baca Juga: 5 Masalah Seks yang Sering Dialami Wanita

Berikut berbagai penyebab priapismus.

1. Gangguan Darah

Penyakit yang berhubungan dengan darah dapat menyebabkan kelainan penis ini.

Biasanya menyebabkan priapismus iskemik, ketika darah tidak dapat mengalir keluar dari penis. Gangguan ini meliputi:

  • Penyakit sel sabit
  • Leukemia
  • Penyakit darah lainnya (diskrasia hematologi), seperti talasemia dan multiple myeloma

Jika terjadi pada anak-anak, paling umum disebabkan karena penyakit sel sabit.

2. Obat Resep

Priapismus iskemik bisa muncul karena konsumsi dan efek samping sejumlah obat lho, Dads, seperti:

  • Obat-obatan yang disuntikkan langsung ke penis untuk mengobati disfungsi ereksi.
  • Antidepresan, seperti fluoxetine (Prozac), bupropion (Wellbutrin XL, Wellbutrin SR).
  • Alpha blocker, termasuk prazosin (Minipress), terazosin, doxazosin (Cardura) dan tamsulosin (Flomax)
  • Obat-obatan yang digunakan untuk mengobati kecemasan atau gangguan psikotik.
  • Pengencer darah, seperti warfarin (Jantoven) dan heparin.
  • Hormon seperti testosteron atau hormon pelepas gonadotropin.
  • Obat-obatan yang digunakan untuk mengobati attention-deficit/hyperactivity disorder (ADHD).
  • Alkohol dan penggunaan narkoba

Baca Juga: 13 Cara dan Teknik Mempertahankan Ereksi Agar Tahan Lama saat Bercinta, Dads Wajib Tahu!

3. Cedera

Penyebab umum priapismus noniskemik adalah trauma atau cedera pada penis, panggul, atau daerah antara pangkal penis dan anus (perineum).

4. Faktor Lain

Penyebab priapismus lainnya meliputi:

  • Gigitan laba-laba, sengatan kalajengking, atau infeksi beracun lainnya.
  • Gangguan metabolisme termasuk asam urat atau amiloidosis.
  • Gangguan neurogenik, seperti cedera tulang belakang atau sifilis.
  • Kanker yang menyerang penis.

Komplikasi Priapismus pada Pria

priapismus

Foto: Orami Photo Stock

Priapismus iskemik dapat menyebabkan komplikasi serius. Darah yang terperangkap di penis kekurangan oksigen.

Ketika ereksi berlangsung terlalu lama – biasanya lebih dari empat jam – kekurangan oksigen ini dapat mulai merusak atau menghancurkan jaringan di penis.

Priapismus yang tidak diobati dapat menyebabkan disfungsi ereksi atau juga dikenal dengan impotensi.

Bagaimana Mendiagnosis Priapismus?

priapismus

Foto: Orami Photo Stock

Mendiagnosis priapismus biasanya dimulai dengan menanyakan riwayat medis rinci dan pemeriksaan fisik.

Dokter akan melihat alat kelamin dan selangkangan untuk menentukan apakah Dads mengalami cedera di area tersebut.

Terkadang, tes diagnostik diperintahkan untuk mendapatkan lebih banyak informasi. Prosedur untuk ini adalah sebagai berikut:

  • Mengambil sampel darah dari penis. Jika darahnya hitam, itu menunjukkan priapisme iskemik, sedangkan merah berarti non-iskemik.
  • Tes darah
  • USG penis
  • Toksikologi urine

Selain memastikan priapismus, beragam tes ini juga dilakukan untuk menentukan penyebab lain yang mendasarinya.

Baca Juga: 11 Cara Menyembuhkan Impotensi dengan Alami

Pengobatan Priapismus

priapismus

Foto: Orami Photo Stock

Melansir dari laman Cleveland Clinic, pengobatan dilakukan untuk membuat ereksi berkepanjangan tak lagi muncul.

Tak hanya itu, pengobatan juga dilakukan untuk mempertahankan kemampuan ereksi di masa depan.

Berikut berbagai pengobatan yang mungkin dilakukan.

1. Obat-obatan

Selain untuk mengobati flu, dekongestan bisa bantu menurunkan aliran darah ke penis pada pria dengan priapismus.

Selain itu, obat seperti fenilefrin juga akan disuntikkan ke penis.

Obat ini bantu menyempitkan pembuluh darah yang membawa darah ke penis.

Adapun efek samping yamng mungkin muncul yaitu sakit kepala, pusing, dan tekanan darah tinggi.

2. Dekompresi Aspirasi

Kelebihan darah pada jenis iskemik akan diambil dari penis Dads menggunakan jarum kecil dan jarum suntik (aspirasi).

Sebagai bagian dari prosedur ini, penis mungkin juga dibilas dengan larutan garam.

Perawatan ini bertujuan untuk mengurangi rasa sakit, menghilangkan darah miskin oksigen, dan mungkin menghentikan ereksi.

Perawatan ini dapat diulang sampai ereksi berakhir.

3. Ligasi Bedah

Digunakan dalam beberapa kasus di mana arteri telah pecah.

Dokter akan mengikat arteri yang menyebabkan priapismus untuk mengembalikan aliran darah kembali normal.

4. Shunt Bedah

Ini adalah pengobatan untuk priapisme aliran rendah. Shunt adalah saluran yang dimasukkan melalui pembedahan ke penis untuk mengalihkan aliran darah dan memungkinkan sirkulasi kembali normal.

5. Suntikan intracavernous

Perawatan ini digunakan untuk priapismus aliran rendah. Obat yang dikenal sebagai agonis alfa disuntikkan ke penis.

Obat ini akan menyebabkan arteri menyempit, mengurangi aliran darah ke penis, dan mengurangi pembengkakan.

6. Kompres Es

Kompres es menggunakan handuk lembut ke penis dapat bantu mengurangi pembengkakan.

Baca Juga: Hati-Hati! Ini 7 Tanda Seseorang Kecanduan Seks

Jika Dads merasa mengalami priapismus, sebaiknya jangan mencoba mengobatinya sendiri.

Segera konsultasikan ke dokter untuk dapat pengobatan terbaik sebelum terlambat.

Itu dia pembahasan lengkap tentang priapismus. Jika Dads memiliki gejala yang sama, segeralah memeriksakan diri ke dokter.

  • https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/priapism/symptoms-causes/syc-20352005
  • https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/10042-priapism
  • https://www.medicalnewstoday.com/articles/318737
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait