24 Februari 2022

Pleuritis (Radang Selaput Paru): Gejala, Penyebab, dan Pengobatan

Bisa dicegah dengan gaya hidup yang sehat

Sesak napas tak selalu disebabkan karena gejala COVID-19, bisa saja itu mengarah pada kondisi pleuritis.

Untuk mengetahui apakah tubuh menderita penyakit ini tak bisa hanya dari gejala yang terlihat.

Penting untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk mendiagnosa pleuritis.

Terlepas itu, seperti apa pengobatan bagi mereka yang mengalami penyakit paru ini? Yuk, ketahui bersama!

Mengenal Penyakit Pleuritis

Waspada Pleuritis2.jpg
Foto: Waspada Pleuritis2.jpg (Momjunction.com)

Foto: Orami Photo Stocks

Pluritis sering dikenal sebagai peradangan pada bagian paru-paru, khususnya pleura.

Ada sebuah lapisan jaringan pleura yang membungkus bagian luar paru-paru. Sementara lapisan pleura lainnya melapisi dinding dada bagian dalam.

Di antara kedua lapisan ini, terdapat ruang kecil yang biasanya berisi cairan dalam jumlah yang sangat sedikit.

Fungsinya untuk memungkinkan paru-paru mengembang dan bernapas.

Jika menderita radang selaput dada, jaringan ini membengkak dan meradang.

Akibatnya, lapisan pleura saling bergesekan dan menimbulkan rasa sakit saat menarik dan mengembuskan napas.

Baca Juga: 12 Alat Olahraga Tangan untuk Bentuk Otot Pria dan Wanita

Gejala Umum Pleuritis

Gejala Pleuritis Ini Penjelasannya!.jpg
Foto: Gejala Pleuritis Ini Penjelasannya!.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Pleuritis adalah suatu kondisi di mana lapisan pada paru-paru tampak meradang.

Mengutip Mayo Clinic, ini sering disebut sebagai radang selaput dada. Gejala yang dirasakan cukup menyiksa bagi penderita.

Gejala umum yang dilaporkan dari kondiri pleuritis yakni seperti berikut:

  • Nyeri saat bernapas
  • Sakit di bagian bahu
  • Rasa sakit memburuk ketika batuk atau bersin
  • Napas pendek
  • Batuk kering

Baca Juga: 5 Gangguan dan Penyakit Penyebab Mimisan

Gejala dari pleuritis dapat disertai dengan beberapa kondisi yang menyerupainya, yakni seperti:

  • Efusi pleura

Efusi pleura terjadi ketika cairan menumpuk di ruang kecil antara dua lapisan jaringan.

Apabila cairan tersebut menumpuk, nyeri dapat terasa di bagian dada yang cukup parah. Terutama ketika tak beraktivitas sekalipun.

  • Atelektasis

Sejumlah besar cairan di ruang pleura dapat menciptakan tekanan pada paru-paru.

Ini membuat sebagian atau seluruh jaringan kolaps. Hal ini membuat penderita sulit bernapas dan dapat menyebabkan batuk.

  • Empiema

Cairan ekstra juga bisa terinfeksi, mengakibatkan nanah yang terkumpul.

Ketika seseorang menderita radang selaput dada jenis apapun, dokter akan mencari penyebab infeksi yang mendasarinya.

Baca Juga: 25 Makanan untuk Penderita Radang Usus Buntu dan Radang Usus Besar

Penyebab Penyakit Pleuritis

Penyakit Pleura, Simak Penjelasan Berikut Ini.jpg
Foto: Penyakit Pleura, Simak Penjelasan Berikut Ini.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Sebenarnya untuk mengetahui penyebab pasti pleuritis agak sulit. Namun, dari beberapa kasus yang dilaporkan, berikut penyebab umum dari radang selaput dada:

1. Infeksi Virus dan Bakteri

Infeksi biasanya menyebabkan gangguan pada paru-paru. Melansir National Health Services, infeksi ini dapat berupa virus seperti influenza atau bakteri seperti pneumonia.

Ketika peradangan disebabkan karena virus, dapat menyebar ke orang lain untuk kasus tertentu.

2. Gangguan Autoimun

Gangguan Autoimun Pengaruhi Kesuburan Wanita? 3
Foto: Gangguan Autoimun Pengaruhi Kesuburan Wanita? 3

Foto: Orami Photo Stocks

Sementara itu, kondisi lain juga dapat menyebabkan radang selaput dada.

Pleuritis yang disebabkan oleh gangguan autoimun sifatnya tidak menular dan berbeda dari sebelumnya.

Penyakit autoimun adalah suatu kondisi di mana sistem kekebalan secara keliru menyerang balik tubuh.

Gejala yang terlihat dari kondisi ini yakni kulit tampak ruam serta infeksi tubuh yang tak kunjung sembuh.

3. Emboli Paru-Paru

Emboli paru terjadi ketika gumpalan darah bersarang di arteri di paru-paru.

Akibatnya, ini menghalangi aliran darah yang masuk ke bagian paru-paru. Penyumbatan ini menyebabkan pleuritis dan membuat penderitanya sulit bernapas.

Pengobatan dapat dilakukan apabila kondisi ini ditangani dengan segera.

Baca Juga: Radioterapi, Pengobatan Kanker Menggunakan Sinar Berenergi Tinggi

4. Penyakit Radang Usus

pleuritis terhadap pencernaan
Foto: pleuritis terhadap pencernaan

Foto: Orami Photo Stocks

Siapa sangka, melansir Cleveland Clinic, pleuritis bisa disebabkan karena penyakit radang usus.

Peradangan yang terjadi di sistem pencernaan ini dapat memengaruhi cara kerja paru-paru.

Memang, ini termasuk yang sangat jarang terjadi. Tapi, beberapa penderita dilaporkan dipicu karena gangguan pada usus yang cukup parah.

5. Obat-obatan

Ada sejumlah obat-obatan yang menyebabkan pleuritis untuk sebagian orang. Reaksi terhadap obat-obatan ini termasuk:

  • Hydralazine (tekanan darah tinggi)
  • Isoniazid (tuberkulosis)
  • Procainamide (irama jantung yang tidak normal)

Biasanya obat-obatan tersebut dikonsumsi dalam waktu lama dengan riwayat penyakit tertentu.

Pilihan Pengobatan Pleuritis

pleuritis dan pengobatan-1.jpg
Foto: pleuritis dan pengobatan-1.jpg (IStockphoto.com)

Foto: Orami Photo Stocks

Untuk mengobati radang selaput dada, ada beberapa cara yang biasa dilakukan dokter.

Berikut sejumlah pengobatan pleuritis, antara lain:

1. Obat-Obatan Khusus

Apabila pleuritis disebabkan oleh bakteri, antibiotik pun diperlukan untuk mengatasinya.

Beda halnya dengan infeksi jamur ataupun virus, obat jenis ini tak bisa berfungsi.

Sejumlah orang pun merasakan nyeri pada bagian dada. Karenanya, obat penghilang nyeri dan steroid pun dibutuhkan.

Hal ini pun berlaku untuk mengonsumsi obat pereda batuk yang mengganggu.

2. Menyedot Cairan

Terlihat menyeramkan, namun tindakan ini perlu diambil untuk mengatasi pleuritis.

Tenang saja, prosedur ini tak terasa sakit karena dokter akan melakukan pembiusan atau anestesi.

Dokter akan mengeluarkan udara, darah, atau cairan dari rongga pleura.

Bergantung pada seberapa banyak zat yang perlu disedot, dibutuhkan jarum suntik untuk melakukannya.

Cairan yang dikeluarkan akan mengurangi gejala tidak nyaman ketika bernapas.

Baca Juga: Gondongan pada Anak, Cari Tahu Gejala hingga Cara Mencegahnya

3. Hindari Merokok

Kebiasaan buruk merokok dapat membuat gejala pleuritis semakin parah. Oleh karena itu, mulailah berhenti merokok sebagai tindakan pencegahan.

Dampak negatif merokok tak hanya untuk paru-paru, namun juga organ penting tubuh lainnya, lho.

Tak semua gejala yang dirasakan dapat mengarah ke pleuritis. Dengan demikian, lakukan pemeriksaan ke dokter untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, Moms.

  • https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/pleurisy/symptoms-causes/syc-20351863#:~:text=Pleurisy%20(PLOOR%2Dih%2Dsee,pain)%20that%20worsens%20during%20breathing.
  • https://www.nhs.uk/conditions/pleurisy/
  • https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/21172-pleurisy

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.