08 Maret 2023

Gejala Dehidrasi yang Harus Diwaspadai dan Cara Mengatasinya

Bayi dan anak-anak memiliki risiko yang cukup besar mengalami dehidrasi

Jangan tunggu haus untuk sekadar minum air putih. Awas, haus merupakan salah satu tanda dehidrasi ringan, lho.

Dehidrasi adalah kekurangan cairan pada tubuh yang sebenarnya berbahaya, namun sering dianggap sepele.

Kondisi tersebut bisa terjadi pada Si Kecil atau orang dewasa, dengan gejala yang tidak disadari.

Yuk, simak penjelasan terkait dehidrasi dan dampaknya bagi tubuh!

Baca Juga: 6 Rekomendasi Botol Minum untuk Jaga Hidrasi Tubuh Si Kecil saat di Sekolah

Pengertian Dehidrasi

Dehidrasi saat Kehamilan
Foto: Dehidrasi saat Kehamilan (Momjunction.com)

Tubuh membutuhkan cairan agar bisa berfungsi dengan baik. Tapi, kebutuhan cairan terkadang diabaikan sehingga berujung pada dehidrasi.

Dehidrasi adalah istilah untuk menggambarkan kondisi tubuh yang mendapatkan cairan dalam jumlah cukup.

Jika dibiarkan, dehidrasi bisa makin berat. Kondisi ini disebut sebagai dehidrasi kronis.

Kondisi yang dimaksud dehidrasi kronis adalah ketika tubuh telah kekurangan cairan dan terjadi dalam waktu lama.

Alhasil, tubuh terpaksa harus bekerja tanpa cairan yang cukup. Jika dibiarkan, kondisi ini bisa memicu masalah kesehatan.

Faktanya, dehidrasi berkepanjangan bisa meningkatkan risiko batu ginjal dan tekanan darah tinggi alias hipertensi.

"Dehidrasi biasanya bisa ditangani dengan istirahat dan cukup minum air," papar dokter Stacy Sampson, DO dari Des Moines University College of Osteopathic Medicine.

Sementara itu, jika dibiarkan saja, dehidrasi ini akan mengarah pada masalah kesehatan yang lebih fatal, bahkan dapat menyebabkan kehilangan kesadaran hingga koma.

Baca Juga: Ini 11 Manfaat Minum Air Putih Sebelum Tidur, Jangan Dilewatkan!

Penyebab Dehidrasi

Dehidrasi dan Berkeringat
Foto: Dehidrasi dan Berkeringat (Orami Photo Stocks)

Ada berbagai faktor yang menyebabkan dehidrasi atau kekurangan cairan pada tubuh.

Dilansir dari U.S. National Library of Medicine, beberapa penyebab dehidrasi, di antaranya:

  • Diare
  • Muntah-muntah
  • Banyak berkeringat
  • Banyak buang air kecil, yang bisa terjadi akibat obat-obatan atau penyakit
  • Demam
  • Terpapar cuaca panas dalam waktu lama
  • Berada di ruangan ber-AC terlalu lama

Terkadang, dehidrasi terjadi karena alasan sederhana, seperti tidak cukup minum air putih lantaran terlalu sibuk beraktivitas.

Baca Juga: Ternyata Ini 3 Alasan Mengapa Penderita Diabetes Tidak Boleh Terkena Dehidrasi

Tanda dan Gejala Dehidrasi

Berikut ini beberapa tanda dan gejala dehidrasi yang sebaiknya Moms waspadai:

1. Merasa Haus dan Pusing

Merasa Haus dan Pusing (Orami Photo Stock)
Foto: Merasa Haus dan Pusing (Orami Photo Stock)

Tanda dehidrasi paling umum terjadi adalah rasa haus dan kepala pusing.

Mengutip Everyday Health. Alp Arkun, MD, kepala bagian UGD di Kaiser Permanente Fontana dan Ontario Medical Centers, California Selatan, menyatakan bahwa ia sering menangani orang di UGD hanya karena kekurangan cairan.

Kebanyakan orang di bawah umur 50 tahun sering mengalami dehidrasi namun mengabaikan gejalanya.

2. Mulut dan Kulit Kering

Mulut Kering (Orami Photo Stock)
Foto: Mulut Kering (Orami Photo Stock) (Orami Photo Stock)

Tanda dehidrasi lain yang paling terasa adalah mulut terasa sangat kering.

Selain itu, kulit juga terlihat jauh lebih kering daripada biasanya.

Moms, jika sering berada di ruang AC dan tidak berkeringat, bukan berarti cairan tubuh tidak berkurang, ya.

Berada di ruangan dingin atau ber-AC tetap memerlukan asupan cairan yang cukup. Karena, beraktivitas apa pun, cairan tubuh pasti akan berkurang.

Baca Juga: Ketahui Tanda Kulit Dehidrasi, Beda dengan Jenis Kulit Kering

3. Kelelahan

Kelelahan (Orami Photo Stock)
Foto: Kelelahan (Orami Photo Stock) (Orami Photo Stocks)

Saat kekurangan cairan, tubuh secara spontan melemah sehingga Moms akan merasa kelelahan.

Kevin Coupe, MD, ahli bedah ortopedi di UT Physicians, Woodlands, Texas, memberi saran jika seseorang merasa kelelahan, langsung cari tempat duduk, istirahat, dan minumlah cairan.

“Cairan jenis apa pun boleh. Tapi, paling baik jika dalam keadaan dingin. Jangan terlalu dingin atau akan mengalami sakit perut. Dingin yang sewajarnya saja," katanya.

4. Jarang Buang Air Kecil

Buang Air Kecil
Foto: Buang Air Kecil (Orami Photo Stocks)

Tanda dehidrasi yang perlu diwaspadai lainnya adalah jarang buang air kecil.

Normalnya, jika seseorang minum cukup cairan dalam sehari, mereka akan buang air kecil sekitar 6-8 kali dalam kurun waktu 24 jam.

Jika intensitas buang air kecil kurang dari itu, hal itu bisa menjadi pertanda kita kurang minum.

Bagi lansia (lanjut usia) di atas 50 tahun, mereka sering merasa tidak haus meski sudah mengalami dehidrasi sekalipun.

Maka dari itu, tanda satu ini dapat menjadi patokan selain rasa haus.

5. Urine Berwarna Lebih Gelap dan Berbau Kuat

Tes Urine
Foto: Tes Urine (Istockphoto.com)

Apa warna urine Moms berwarna kuning pekat dan berbau? Jika ya, itu tandanya Moms kurang minum.

Warna urine seharusnya bening atau agak kekuningan, tapi tidak berwarna keruh (pekat) atau berbau kuat.

Selain itu, warna urine yang keruh dan pekat juga salah satu tanda kurangnya minum air putih.

Semakin banyak air putih yang dikonsumsi, akan semakin jernih juga warna urine yang dikeluarkan.

6. Tidak Keluar Air Mata saat Menangis

Tidak keluar air mata menangis juga dapat menjadi tanda dehidrasi, lho, Moms.

Sama halnya seperti jarang berkemih, tubuh yang dehidrasi akan 'menghemat' cairan yang tersisa.

Karenanya, pada orang yang dehidrasi, mereka bisa saja tidak mengeluarkan air mata sekalipun menangis tersedu-sedu.

Kondisi ini biasanya terjadi pada kasus dehidrasi parah.

Baca Juga: Moms, Ini 5 Kondisi Tanda Bayi Mengalami Dehidrasi

Faktor Risiko Dehidrasi

Anak-anak Rentan Dehidrasi (Orami Photo Stock)
Foto: Anak-anak Rentan Dehidrasi (Orami Photo Stock)

Memang benar bahwa dehidrasi dapat terjadi pada siapa pun tanpa terkecuali.

Namun, Moms perlu mengetahui bahwa ada beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan dehidrasi.

Berikut orang yang rentan mengalami dehidrasi dikutip dari Mayo Clinic:

1. Bayi dan Anak-anak

Kelompok ini adalah yang paling mungkin mengalami diare dan muntah parah sehingga bayi dan anak-anak sangat rentan terhadap dehidrasi.

Selain itu, mereka rentan kehilangan proporsi cairan yang lebih tinggi saat mengalami demam tinggi atau luka bakar.

Anak-anak kecil juga sering kali tidak dapat memberi tahu Moms bahwa mereka haus, juga tidak dapat minum untuk diri mereka sendiri.

Jadi, lebih mungkin mengalami bayi atau balita mengalami dehidrasi.

2. Lansia

Seiring bertambahnya usia, cadangan cairan tubuh akan menjadi lebih kecil, kemampuan untuk menghemat air berkurang, dan rasa haus menjadi akut sehingga meningkatkan risiko dehidrasi.

Masalah-masalah ini juga dapat diperparah oleh penyakit kronis, seperti diabetes demensia dan dengan penggunaan obat-obatan tertentu.

Orang dewasa yang lebih tua juga mungkin memiliki masalah mobilitas yang membatasi kemampuan mereka untuk mendapatkan air untuk diri mereka sendiri.

Dengan kondisi demikian, orang tua dinyatakan sebagai orang yang cukup rentan mengalami dehidrasi.

Baca Juga: Seberapa Efektif Mengatasi Cacingan dengan Mengonsumsi Kapsul Cacing?

3. Orang dengan Penyakit Kronis

Orang yang memiliki riwayat diabetes tidak terkontrol atau tidak diobati membuatnya berisiko tinggi mengalami dehidrasi.

Penyakit ginjal juga bisa meningkatkan risiko dehidrasi, mengingat penggunaan obat-obatan mungkin akan meningkatkan buang air kecil sehingga tubuh kehilangan banyak cairan.

Selain itu, sakit biasa, seperti saat Moms mengalami pilek atau sakit tenggorokan dapat menjadi lebih rentan terhadap dehidrasi karena cenderung tidak ingin makan atau minum saat sakit.

4. Orang yang Bekerja atau Berolahraga di Luar Ruangan

Saat cuaca panas dan lembap, risiko dehidrasi dan penyakit panas meningkat, terutama pada orang yang bekerja atau berolahraga di luar.

Hal ini karena ketika udara lembap, keringat tidak dapat menguap dan mendinginkan tubuh secepat biasanya.

Kondisi ini dapat menyebabkan peningkatan suhu tubuh dan kebutuhan akan lebih banyak cairan.

5. Berada di Ruangan Ber-AC dan Cenderung Kering

Terlalu lama berada di ruangan ber-AC bisa membuat Moms tidak menyadari bahwa tubuh sedang kekurangan cairan.

Selain itu, karena suhu yang rendah dan cenderung dingin, keinginan Moms untuk minum juga mungkin berkurang.

Pada akhirnya, Moms malah mengalami dehidrasi tanpa disadari.

Baca Juga: Waspada Heatstroke saat Cuaca Panas, Ketahui Gejala dan Cara Mengatasinya

Cara Penanganan Dehidrasi

Minum Air Putih
Foto: Minum Air Putih (Freepik.com/pressfoto)

Cara alternatif untuk mencukupi cairan tubuh adalah makan buah-buahan yang banyak mengandung air, seperti semangka, belimbing, apel, stroberi, atau jeruk.

Konsumsi juga sayur-sayuran seperti seledri, kembang kol, selada, dan paprika untuk dijadikan sebagai menu makan harian.

American Academy of Family Physicians merekomendasikan beberapa cara lain untuk menangani dehidrasi.

Berikut beberapa tips untuk mengatasi dehidrasi atau tubuh kekurangan cairan:

  • Perbanyak minum air putih
  • Mengemut es batu
  • Minum minuman berenergi yang mengandung elektrolit
  • Jangan minum kafein, seperti kopi, teh, atau cola

Perawatan kulit dari luar agar tidak terjadi kulit dehidrasi dapat menggunakan pelembap yang mengandung hyaluronic acid dan glycerin.

"Secara natural, kulit kita sudah memproduksi hyaluronic acid, tapi kita perlu menambahkannya dengan menggunakan pelembap hyaluronic acid," ujar Ross C. Radusky, ahli dermatologi di SoHo Skin & Laser Dermatology.

Pelembap harus diberikan pada pagi dan malam hari agar hasilnya maksimal.

Serta tentunya menggunakan produk yang sesuai jenis kulit. Radusky juga merekomendasikan untuk mengaplikasikan serum.

Baca Juga: 5 Jenis Minuman untuk Diare, Penting Agar Tak Dehidrasi

Cara Mencegah Dehidrasi

Pencegahan Dehidrasi dengan Banyak Minum (Orami Photo Stock)
Foto: Pencegahan Dehidrasi dengan Banyak Minum (Orami Photo Stock)

Dalam mencegah dehidrasi, Moms perlu minum banyak cairan dan mengonsumsi makanan dengan kadar air yang tinggi, seperti buah-buahan dan sayuran.

Penting bagi Moms juga untuk mengetahui bahwa beberapa kondisi mungkin perlu lebih banyak cairan.

Beberapa kondisi tersebut perlu diwaspadai karena rentan dehidrasi, berikut di antaranya:

1. Pemberian Oralit

Jika bayi atau anak mengalami muntah atau diare, mulailah memberikan air ekstra atau larutan rehidrasi (oralit).

Hal ini perlu dilakukan pada tanda-tanda awal penyakit. Jangan menunggu sampai kondisi ini terjadi.

2. Hidrasi Tubuh

Secara umum, hal terbaik yang harus dilakukan sebelum olahraga berat adalah menghidrasi tubuh.

Mulailah menghidrasi tubuh setidaknya sehari sebelum melakukan olahraga berat.

Dengan menghasilkan banyak urine yang jernih dan encer termasuk indikasi yang baik bahwa tubuh terhidrasi dengan baik.

Selama beraktivitas, isi kembali cairan secara berkala dan lanjutkan minum air putih atau cairan lain setelah selesai berolahraga.

3. Minum Air Lebih Banyak

Moms perlu minum air tambahan ketika cuaca panas atau lembap untuk membantu menurunkan suhu tubuh dan mengganti apa yang hilang melalui keringat.

Selain itu, Moms juga mungkin membutuhkan air ekstra dalam cuaca dingin untuk mengatasi hilangnya kelembapan dari udara kering, terutama di tempat yang lebih tinggi.

4. Jaga Imun saat Sakit

Orang dewasa yang lebih tua paling sering mengalami dehidrasi selama penyakit ringan, seperti influenza, bronkitis, atau infeksi kandung kemih.

Jadi, pastikan untuk minum lebih banyak cairan saat Moms sedang tidak enak badan.

Baca Juga: 8 Cara Membuat Cairan Disinfektan dari Produk Rumah Tangga, Apa Saja?

Nah, kini Moms sudah lebih tahu mengenai dehidrasi, bukan? Jangan anggap ini sebagai kondisi yang sepele, ya, Moms.

Cara terbaik untuk mencegah dehidrasi adalah dengan minum tanpa perlu menunggu haus.

Ingin menjaga cairan tubuh tanpa perlu terus-menerus minum air putih? Moms bisa mengonsumsi jus buah murni (tanpa tambahan gula) atau makanan berkuah.

Apabila telanjur mengalami tanda dan gejala dehidrasi yang telah disebutkan, jangan tunda untuk segera mendapatkan asupan cairan.

Jika gejalanya parah, seperti kliyengan atau pusing berputar, badan lemas, atau penurunan kesadaran, jangan tunda untuk segera minum dan berobat ke dokter, ya, Moms!

  • https://medlineplus.gov/dehydration.html
  • https://www.healthline.com/health/dehydration
  • https://www.everydayhealth.com/dehydration/
  • https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/dehydration/symptoms-causes/syc-20354086
  • https://familydoctor.org/dehydration/

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.