30 Juni 2020

Punya Kebiasaan Menggigit Bibir? Ini Penyebabnya

Kebiasaan sering menggigit bibir ternyata bisa muncul akibat gangguan psikologis

Moms, apakah punya kebiasaan menggigit bibir? Biasanya seseorang menggigit bibir ketika mereka sedang berbicara atau mengunyah sesuatu.

Namun, hal ini bisa juga terjadi sebagai respons fisik terhadap keadaan emosional, seperti stres, ketakutan atau merasa cemas.

Penelitian dari Canadian Journal of Psychiatry pada tahun 2014 bahkan mengungkapkan, ketika memikirkan kebiasaan tersebut saja dapat memicu seseorang untuk melakukannya.

Jadi, sudah jelas bahwa penyebab kebiasaan sering menggigit bibir bisa menjadi kompleks sekali. Namun, hal ini bisa menjadi masalah pada area kulit bibir apabila dibiarkan begitu saja.

Penyebab Kebiasaan Menggigit Bibir

Pada dasarnya, penyebab kebiasaan sering menggigit bibir bisa dilihat berdasarkan faktor fisik dan psikologis, yaitu:

1. Penyebab Fisik

kebiasaan menggigit bibir-1.jpg
Foto: kebiasaan menggigit bibir-1.jpg

Foto: beautylish.com

Sering menggigit bibir bisa disebabkan karena masalah pelurusan gigi atau yang dikenal dengan maloklusi.

Kondisi ini menyebabkan kepadatan gigi sehingga seseorang sangat mungkin untuk sering menggigit bibir, pipi atau lidah mereka.

Penyebab yang kedua adalah gangguan temporomandibula (TMD). Dilansir dari American Dental Association, TMD memengaruhi otot-otot untuk mengunyah.

Tentunya ketika penyebabnya demikian, Moms harus segera ke dokter gigi untuk menjalani penanganan yang tepat, mungkin saja dengan pelepasan gigi atau memakai kawat gigi.

Baca Juga: Apa Penyebab Kebiasaan Menggigit Kuku?

2. Penyebab Psikologis

kebiasaan menggigit bibir-2.jpg
Foto: kebiasaan menggigit bibir-2.jpg

Foto: freepik.com

Jika Moms tidak memiliki masalah pada area mulut dan gigi, lantas mengapa masih sering punya kebiasaan menggigit bibir?

Bisa jadi, kondisi ini termasuk pada body-focused repetitive behaviour atau BFRB.

The TLC Foundation for BFRB mengungkapkan, perilaku BFRB yang berulang dan berfokus pada tubuh dapat merusak kulit, rambut atau kuku. Selain menggigit bibir, kebiasaan yang sama terjadi ketika sering menarik rambut atau menggigit kuku.

BFRB terjadi ketika seseorang merasa tidak nyaman atau cemas, serta menemukan bahwa perilaku berulang dapat memberikan kelegaan dari emosi yang menyakitkan.

Walaupun faktanya, hal yang harus diselesaikan adalah sumber permasalahan pada diri sendiri.

Jadi, mana yang lebih cocok dengan keadaan Moms saat ini? Jika sudah masuk ke dalam kondisi yang kronis atau berlangsung pada waktu lama, Moms harus segera mendapatkan pertolongan.

Baca Juga: Sering Menggaruk Tubuh? Hati-hati Tanda Stres

Kebiasaan menggigit bibir bisa menyebabkan luka pada area bibir dan tentunya membahayakan kesehatan kulit secara keseluruhan.

“Lesi mulut yang kronis dapat mengembangkan kanker pada jangka waktu yang panjang. Untuk itu, segera temukan pemicu dari kebiasaan tersebut agar bisa segera ditangani,” ungkap Dr. Thomas Connelly, dokter gigi dari New York.

Cara Atasi Kebiasaan Sering Menggigit Bibir

kebiasaan menggigit bibir-3.jpg
Foto: kebiasaan menggigit bibir-3.jpg

Foto: elle.com

Cara pertama dan terpenting adalah temukan alasan atau penyebab Moms sering menggigit bibir.

Apabila penyebabnya karena rasa bosan yang melanda, Moms perlu menyalurkan rasa kebosanan tersebut dengan kegiatan yang lebih melibatkan banyak tenaga. Contohnya berolahraga, menjahit, atau memasak.

Hindari kegiatan yang monoton seperti menonton TV atau bermain gadget.

Memakai lip balm juga bisa menjadi cara agar Moms menghindari kebiasaan menggigit bibir.

Lebih baik lagi berikan lip balm dengan aroma yang tidak Moms sukai sehingga enggan untuk menyentuhnya.

Baca Juga: Punya Kebiasaan Menggigit Kuku? Ini 6 Cara Mengatasinya

Menurut Merck Manual Professional Version, Moms harus segera menghentikan kebiasaan menggigit bibir karena dapat menyebabkan perdarahan pada mulut yang akhirnya bisa membuat mulut membengkak.

Luka mulut perlu mendapatkan perhatian medis. Jadi, selalu perhatikan kesehatan Moms secara menyeluruh, ya.

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.