Scroll untuk melanjutkan membaca

KESEHATAN UMUM
03 Januari 2023

5 Bahaya Onani, Bisa Mengakibatkan Kecanduan dan Mengganggu Aktivitas Sehari-hari

Jika dilakukan terlalu sering, onani juga bisa berbahaya
5 Bahaya Onani, Bisa Mengakibatkan Kecanduan dan Mengganggu Aktivitas Sehari-hari

Bahaya onani yang paling perlu diwaspadai adalah ketika dilakukan terlalu sering hingga mengalami kecanduan.

Meskipun bisa merilis hormon kebahagiaan, bahaya onani pada mental seseorang juga tidak boleh disepelekan.

Meskipun cara ini dianggap sebagai cara paling aman untuk melampiaskan hawa nafsu, jika dilakukan secara berlebihan bisa menimbulkan bahaya.

Simak ulasan selengkapnya berikut ini, ya!

Baca Juga: Penyebab dan Cara Mengatasi Gairah Seksual Wanita Menurun

Apa itu Onani?

Ilustrasi Penis

Foto: Ilustrasi Penis (Orami Photo Stock)

Onani, atau Porn, Mastrubate, and Orgasm (PMO) adalah kegiatan seksual tanpa berhubungan intim dengan pasangan.

Dalam hal ini, orang tersebut menggunakan tangan atau sex toy untuk merangsang kemaluannya.

Onani adalah sebutan untuk pria, sedangkan untuk wanita biasanya disebut masturbasi.

Dalam hukum Islam hal ini disebut al-istimna’ yang berarti onani atau perancapan.

Pada dasarnya, hal ini tidak berbahaya bagi tubuh jika dilakukan dengan tepat dan tidak berlebihan.

Namun, apabila seseorang sudah merasa kecanduan onani, ia mungkin bisa mengalami efek sampingnya.

Baca Juga: 13 Penyebab Mual Setelah Berhubungan Intim

Onani dianggap sebagai kegiatan seks paling aman karena pelakunya bisa terhindar dari resiko kehamilan dan penyakit menular seksual.

Kendati demikian, tidak menutup kemungkinan pula kalau pelakunya bisa hamil dan terkena penyakit seksual.

Terutama jika melakukan onani dengan pasangan atau menggunakan sex toy bekas orang lain dan kurang terawat kebersihannya.

Meskipun dianggap aman, onani tetap saja bisa berisiko menimbulkan kecanduan pada pelakunya.

Kecanduan onani biasanya disebut compulsive sexual behavior dan masih berhubungan dengan kecanduan seksual dan pornografi.

Ciri-Ciri Kecanduan Onani

Ilustrasi Penis Pria

Foto: Ilustrasi Penis Pria (Pexels.com)

Kalau Moms atau Dads pernah melakukan onani atau masturbasi, simak ciri-ciri mengalami kecanduannya antara lain:

  • Kehidupan sosial dan pekerjaan mulai terganggu karena onani atau masturbasi.
  • Lebih mengutamakan onani ketimbang kegiatan lain.
  • Melakukan onani atau masturbasi di tempat umum.
  • Melakukan onani atau masturbasi meskipun sedang tidak nafsu.
  • Merasa bersalah ketika sedang melakukan onani atau masturbasi atau setelahnya.
  • Kerap memikirkan onani atau masturbasi.
  • Melakukannya untuk menghadapi emosi negatif.

Kalau Moms dan Dads merasakan gejala-gejala tersebut, cobalah segera mencari bantuan medis supaya bisa ditangani dengan tepat.

Jika dibiarkan saja, dikhawatirkan hal ini bisa menimbulkan bahaya onani berkepanjangan, sulit disembuhkan, dan mempengaruhi kualitas hidup Moms dan Dads.

Baca Juga: Benarkah Masturbasi Bisa Menyebabkan Lutut Kopong?

Cara Mengidentifikasi Seseorang yang Kecanduan Onani

Ilustrasi Vagina

Foto: Ilustrasi Vagina (Freepik.com/feepikcontributorthailand)

Karena kecanduan masturbasi bukanlah gangguan mental, dan tidak dapat didiagnosis menggunakan Manual Diagnostik dan Statistik Gangguan Mental atau DSM, maka tidak ada kriteria khusus yang bisa digunakan untuk mengidentifikasinya.

Namun, dokter atau terapis dapat mengajukan sejumlah pertanyaan untuk mengidentifikasi apakah tindakan onani yang dilakukan sangat mengganggu sehingga membutuhkan perawatan atau sebaliknya.

Penyebab Seseorang Kecanduan Onani

Masturbasi

Foto: Masturbasi (Nypost.com/)

Terdapat beberapa penyebab potensial mengapa seseorang mengalami kencaduan masturbasi secara berlebihan atau kompulsif.

Melansir dari Very Well Mind, penyebab seseorang kecanduan onani berhubungan dengan pengalaman depresi atau stres.

Sehingga melakukan masturbasi agar dapat meningkatkan suasana hati, agar lebih rileks, dan mengurangi tingkat stres.

Ini juga ditujkan untuk menyingkirkan rasa sakit emosional yang dirasakan.

Jika onani terus menerus dilakukan sebagai pelarian karena suasana hati yang buruk, lambat laun ini bisa menyebabkan kecanduan.

Baca Juga: Serba-serbi Bendungan Manganti, Bendungan Air Megah di Ciamis yang Bisa Menjadi Objek Wisata!

Bahaya Onani Terlalu Sering

Bermasalah dengan Pasangan

Foto: Bermasalah dengan Pasangan (Freepik.com/freepik)

Meskipun dianggap aman karena minim resiko kehamilan dan penyakit menular seksual, onani tetap berpotensi menimbulkan efek samping jika dilakukan berlebihan.

Berikut ini bahaya onani menurut Medical News Today dan Healthline.

1. Menurunkan Sensitivitas Seksual

Menurut studi di jurnal Sexes, terlalu banyak stimulasi pada penis dapat menurunkan kepekaan saat berhubungan seks. Sehingga dapat membuat kesulitan mencapai orgasme.

Ini dapat mengakibatkan berkurangnya kepuasan hubungan seksual dengan pasangan.

2. Berpotensi Kecanduan dan Mengganggu Aktivitas

Kecanduan onani berpotensi mengganggu kehidupan sehari-hari, misalnya hubungan dengan pasangan dan pekerjaan.

Jika bahaya onani yang membuat kecanduan sudah sangat mengganggu, coba kurangi frekuensinya dan alihkan dengan melakukan aktivitas lain.

Jika tidak bisa juga segera temui ahli yang dapat membantu menanganinya.

3. Merasa Gelisah atau Bersalah

Di beberapa kepercayaan dan kebudayaan onani dianggap sebuah perbuatan terlarang.

Di sebagian masyarakat pun masih ada stigma yang melekat, seperti misalnya dikaitkan dengan perbuatan yang tabu atau tidak bermoral.

Jika terus melakukannya sementara meyakini bahwa ini bertentangan dengan kepercayaan, maka akan timbul perasaan bersalah, malu, atau membenci diri sendiri.

4. Berisiko Kanker Prostat

Studi di jurnal BJU International menemukan bahwa aktivitas seksual termasuk onani pada pria usia 20-an dan 30-an dapat meningkatkan risiko kanker prostat jika onani dilakukan terlalu sering.

5. Berisiko Meningkatkan Depresi

Bahaya onani yang berkaitan dengan depresi tidak lepas dari hubungannya dengan rasa kecanduan atau perasaan bersalah yang telah disebutkan sebelumnya.

Penelitian di jurnal Cureus menyebutkan bahwa perasaan bersalah setelah melakukan masturbasi yang dianggap tabu tersebut dapat menyebabkan depresi dan delusi.

Rasa frustasi juga mungkin timbul dari onani jika seseorang mengalami libido yang rendah, vagina yang kering, dan masalah lainnya.

Baca Juga: Mengenal Gangguan Seksomnia, Tindakan Hubungan Seks saat Tidur

Apakah Onani Memengaruhi Kesuburan?

Ilustrasi Kesuburan Wanita

Foto: Ilustrasi Kesuburan Wanita (Freepik.com/feepikcontributorthailand)

Secara garis besar, masturbasi tidak mempengaruhi kesuburan wanita apalagi sampai menyebabkan kemandulan.

Malahan, masturbasi justru memiliki manfaat bagi kesehatan karena menurunkan hormon stres dan merangsang munculnya hormon kebahagiaan.

Hormon kebahagiaan yang muncul ketika melakukan onani di antaranya hormon dopamin, endorfin, oksitosin, testosteron, dan prolaktin.

Hormon-hormon tersebut akan naik sementara waktu, bukan permanen. Sehingga tidak akan berpengaruh apa pun terhadap kondisi kesuburan wanita.

Selain itu, melakukan onani juga diketahui tidak berpengaruh pada jumlah sperma yang dimiliki laki-laki.

Justru kebalikannya, dengan melakukan onani bisa membantu menurunkan stres, berfungsi sebagai painkiller alami (pada wanita yang mengalami kram perut saat haid), dan menurunkan risiko kanker prostat, jika dilakukan sewajarnya.

Baca Juga: 7 Alat Kontrasepsi Wanita yang Efektif Menunda Kehamilan, Pilih yang Paling Nyaman, Moms!

Pengobatan Kecanduan Onani

Diagnosis Dokter

Foto: Diagnosis Dokter (Orami Photo Stocks)

Jika Dads mengalami kecanduan masturbasi yang tampaknya tidak bisa diatasi seorang diri, maka mungkin Dads perlu mendapatkan bantuan dari profesional seperti dokter atau ahli terapi.

Terdapat dua cara yang bisa dilakukan, yakni:

1. Melakukan Terapi

Terapi dengan berbicara pada ahli dapat membantu dalam menentukan penyebab dasar kecanduan masturbasi yang dimiliki.

Dengan begitu, Dads selanjutnya akan dibantu mengembangkan strategi dalam mengurangi perilaku tersebut.

Misalnya, jika Dads memiliki trauma masa lalu, ahli terapis dapat membantu Moms menangani trauma tersebut dan membantu mencarikan coping skill dalam mengatasi sakit secara emosional.

Selain itu, jika Dads menggunakan masturbasi sebagai cara untuk mengatasi tekanan hidup, ahli terapis juga dapat membantu untuk mengatasinya.

Penting untuk disadari bahwa terapi yang dilakukan memerlukan waktu hingga berminggu-minggu atau berbulan-bulan.

Baca Juga: Ada Apa Saja di Taman Mini? Yuk Simak Berbagai Wahana Seru di Dalamnya yang Pasti Disukai Si Kecil

2. Mengonsumsi Obat Resep

Meskipun belum ada jenis obat yang disetujui yang dapat mengatasi kecanduan masturbasi.

Namun, dokter dapat menentukan apakah pasien dengan kecanduan onani perlu diberikan resep obat atau tidak.

Terkadang selain kecanduan onani, ada juga gangguan mental lain yang biasa dialami oleh pengidapnya, seperti depresi berat atau gangguan obsesif-kompulsif (OCD), yang dapat diatasi dengan pengobatan khusus.

Melansir dari The Journal of Clinical Psychiatry, obat Naltrekson sering diresepkan untuk menangani kasus pada kecanduan onani.

Ini adalah obat yang telah disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) untuk mengatasi gangguan penggunaan opioid dan alkohol.

Baca Juga: Tanya Jawab dengan Dokter Kandungan Seputar Jengger Ayam pada Wanita, Apakah Berbahaya?

Mitos tentang Onani

Ilustrasi Masturbasi

Foto: Ilustrasi Masturbasi (Freepik.com/freepik)

Bagi sebagian orang, masih ada stigma seputar onani atau masturbasi yang sering menyebabkan misinformasi dan tersebarnya berbagai mitos yang tentunya tidak benar.

Berikut beberapa mitos-mitos tentang onani, melansir dari Everyday Health.

1. Onani Berlebihan Dapat Menyebabkan Disfungsi Ereksi

Ini adalah informasi yang salah. Onani tidak pernah menjadi salah satu penyebab terjadinya disfungsi ereksi.

Meskipun begitu, pada kenyataannya adalah terlalu sering onani atau masturbasi dapat membuat seseorang menjadi sulit mencapai orgasme.

"Anda mungkin menjadi terbiasa dengan sensasi sentuhan saat onani, sehingga menjadi sangat sulit mendapatkan orgasme ketika berhubungan intim dengan pasangan," ungkap Susan Kellogg-Spadt, PhD, seorang Director of Female Sexual Medicine di the Center for Pelvic Medicine in Rosemont, Pennsylvania, Amerika Serikat, melansir dari Everyday Health.

Baca Juga: 10 Rekomendasi Bedak Halal di Bawah 100 Ribu, Membuat Wajah Flawles Sepanjang Hari!

2. Tidak Ada Manfaat Kesehatan dari Melakukan Onani

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, bahwa onani dapat memiliki manfaat yang baik untuk kesehatan.

"Beberapa contohnya adalah kualitas tidur yang lebih baik, mengurangi stres, meringankan sakit kepala, meningkatkan konsentrasi, menjadi lebih bugar," jelas Justine Marie Shuey, PhD, seorang Seksolog di Philadelphia, Amerika Serikat.

Selain hal tersebut, ada juga sejumlah manfaat kesehatan lainnya, khususnya untuk wanita dengan usia tua, seperti termasuk mengurangi kekeringan pada vagina dan meringankan rasa sakit saat berhubungan seks.

3. Orang-orang Hanya Melakukan Masturbasi saat Sendirian

Bermasturbasi tidak selalu dapat dilakukan sendirian, sebab beberapa orang sering kali melakukannya dengan pasangan mereka.

"Beberapa orang bahkan melakukan masturbasi bersama, dan mereka memasukkan kegiatan bermasturbasi ke dalam aktivitas seksual mereka," ungkap Spadt.

Baca Juga: Jenis dan Penyebab Pendarahan Otak yang Diduga Dialami Indra Bekti, Yuk Cari Tahu!

4. Melakukan Onani dapat Memicu Kebutaan

Ungkapan onani yang dapat memicu kebutaan merupakan mitos belaka.

Pada dasarnya, memang banyak sekali mitos tentang onani, seperti TBC (tuberkulosis), hingga kematian.

Namun, tidak ada satupun dari hal tersebut yang dapat dikatakan benar.

Demikian informasi mengenai bahaya onani, dan tips untuk menghindarinya. Semoga bermanfaat Moms!

  • http://syariah.radenintan.ac.id/hukum-onani-dalam-pendekatan-medis/
  • https://www.plannedparenthood.org/learn/teens/sex/masturbation/masturbation-good-you
  • https://www.verywellmind.com/what-is-masturbation-addiction-5077411
  • https://www.healthline.com/health/healthy-sex/masturbation-effects-on-brain#takeaway
  • https://www.plannedparenthood.org/learn/ask-experts/will-masturbating-affect-sperm-count-or-fertility
  • https://www.healthline.com/health/healthy-sex/does-female-masturbation-cause-infertility#ovulation
  • https://www.everydayhealth.com/erectile-dysfunction/the-truth-about-masturbation-myths.aspx
  • https://www.psychiatrist.com/jcp/mental/child/naltrexone-treatment-adolescent-sexual-offenders/
  • https://www.mdpi.com/2411-5118/3/2/18/htm
  • https://bjui-journals.onlinelibrary.wiley.com/doi/full/10.1111/j.1464-410X.2008.08030.x
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC8011625/

Copyright © 2023 Orami. All rights reserved.