28 Desember 2022

Tanya Jawab dengan Dokter Kandungan Seputar Jengger Ayam pada Wanita, Apakah Berbahaya?

Vaksin HPV bisa membantu mencegah terinfeksi virus HPV penyebab jengger ayam

Bentuk vagina setiap wanita berbeda-beda. Namun, jengger ayam pada wanita bisa dibilang tidak normal, lho Moms sehingga harus segera berkunjung ke dokter.

Jengger ayam pada wanita bisa jadi tanda penyakit kelamin menular. Dalam istilah medis, kondisi ini disebut sebagai Condyloma Acuminata atau kutil kelamin.

Mengutip dari artikel jurnal bertajuk Condylomata acuminata (anogenital warts) in adults: Epidemiology, pathogenesis, clinical features, and diagnosis, kondisi ini terjadi akibat infeksi kulit dan mukosa oleh Human papillomavirus (HPV).

HPV memiliki banyak jenisnya yang bisa menyebabkan vagina berbentuk menyerupai jengger ayam pada wanita, bahkan bisa berkisar antara 6 dan 11 jenis.

Jengger ayam merupakan suatu penyakit yang dapat menular melalui hubungan seksual. Tentunya, hal ini bukan suatu kondisi yang normal.

Kondisi ini paling berisiko bagi wanita yang aktif secara seksual. Bisa berkisar usia 15 hingga 30 tahun.

Nah, masih penasaran dengan penyakit jengger ayam pada wanita?

Simak tanya jawab Orami dengan dr. Ni Komang Yeni Dhana Sari, Sp.OG, Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan, RS Pondok Indah, Puri Indah, Jakarta Barat!

Baca Juga: Serba-serbi Kutil Kelamin, Apakah Bisa Disembuhkan?

Tanya Jawab dengan Dokter tentang Jengger Ayam pada Wanita

dr. Ni Komang Yeni Dhana Sari, Sp.OG
Foto: dr. Ni Komang Yeni Dhana Sari, Sp.OG

Intip di bawah ini, ya Moms, mengenai tanya jawab seputar jengger ayam pada wanita yang dijawab oleh dr. Ni Komang Yeni Dhana Sari, Sp.OG.

1. Apa yang dimaksud dengan jengger ayam pada wanita?

Jengger ayam pada wanita ada suatu penyakit kelamin menular. Dalam istilah medis, kondisi ini disebut sebagai Condyloma Acuminata atau kutil kelamin.

2. Apakah jengger ayam pada wanita merupakan hal yang normal?

Jengger ayam merupakan suatu penyakit yang dapat menular melalui hubungan seksual. Tentunya, hal ini bukan suatu kondisi yang normal.

3. Apa penyebab munculnya jengger ayam pada wanita?

Jengger ayam atau kutil kelamin disebabkan oleh virus bernama Human Papilloma Virus atau HPV dengan tipe jinak, seperti tipe 6 dan 11.

Infeksi HPV sebenarnya dapat dicegah dengan pemberian vaksin HPV. Vaksin ini dapat mencegah infeksi HPV sub-tipe 6, 11, 16, dan 18.

Manfaat vaksin ini secara maksimal dapat diperoleh apabila seseorang belum pernah melakukan hubungan seksual.

Bagi perempuan yang sudah menikah atau pernah berhubungan seksual, vaksin ini juga bermanfaat karena belum tentu seseorang tersebut pernah terpapar oleh virus HPV dengan sub-tipe yang dapat dicegah oleh vaksin.

Vaksin HPV sangat direkomendasikan untuk diberikan pada usia 9 hingga 26 tahun, tetapi bukan berarti seorang perempuan di atas usia 26 tahun tidak boleh mendapatkan vaksin ini.

Baca Juga: Benarkah Posisi Seks Pengaruhi Jenis Kelamin Bayi?

4. Bagaimana ciri dan gejala jengger ayam pada wanita?

Penyakit jengger ayam pada wanita biasanya ditandai dengan munculnya suatu bintil seperti kutil atau bintil rata yang memiliki bagian lebih gelap.

Kemunculannya bisa soliter (hanya satu), bergerombol di satu tempat, atau menyebar di daerah genital atau kelamin.

Bintil tersebut biasanya menimbulkan rasa gatal, rasa panas, tetapi jarang menimbulkan rasa nyeri.

Bintil biasanya muncul di permukaan area kelamin luar seperti seputar anus, perineum atau area di antara otot vagina, dan anus yang menghubungkan otot dasar panggul, seputar lubang vagina bagian luar, dinding vagina, hingga sampai ke mulut rahim.

5. Siapa yang paling berisiko mengalami jengger ayam?

Wanita dengan pasangan yang mengidap jengger ayam berisiko untuk terkena penyakit ini.

Selain itu, wanita yang sering berganti-ganti pasangan seksual juga rentan terkena penyakit ini.

6. Apa saja obat jengger ayam? Apakah jengger ayam dapat hilang dengan sendirinya?

Penyakit jengger ayam pada wanita ditangani dengan pemberian obat cair tertentu yang hanya bisa digunakan dengan pengawasan dokter.

Pada jengger ayam yang banyak dan bergerombol, biasanya dilakukan kauterisasi dengan pasien dalam keadaan dibius di kamar operasi.

Kemudian, diberikan obat antivirus dan antioksidan untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Jadi, tidak bisa sembuh sendiri.

7. Apa bahaya yang ditimbulkan jika jengger ayam diabaikan?

Pada kasus yang dibiarkan berlarut-larut, jengger ayam pada wanita akan terus bertambah dan bergerombol hingga menyebar di daerah sekitarnya.

Jadi, jangan diabaikan, ya Moms.

8. Apakah jengger ayam berbahaya bagi ibu hamil?

Semua infeksi berbahaya untuk ibu hamil, termasuk infeksi virus HPV/kutil kelamin/jengger ayam ini.

Jika ibu hamil terinfeksi HPV, akan muncul gejala keputihan dan gatal yang berulang.

Hal ini berisiko menyebabkan ketuban pecah dan bayi lahir prematur, tetapi tidak akan menyebabkan kecacatan pada janin.

Bayi yang dilahirkan secara normal juga berisiko terinfeksi virus ini.

Baca Juga: Waspada Penularan Hepatitis B yang Menyerang Organ Hati, Bisa Menyebar Melalui Kontak Seksual

Komplikasi Jengger Ayam pada Wanita

Ilustrasi Vagina
Foto: Ilustrasi Vagina (healthline.com)

Mengutip dari Mayo Clinic, jengger ayam pada wanita juga bisa menyebabkan komplikasi yang lebih serius, lho Moms.

Inilah mengapa sebaiknya jika sudah mengalami kutil kelamin, Moms harus berkunjung ke dokter untuk mencegah komplikasi yang mungkin bisa terjadi.

Ini dia komplikasi infeksi HPV di kelamin.

1. Kanker

Kanker serviks kerap dikaitkan dengan infeksi virus HPV genital. Jenis HPV tertentu juga bisa menyebabkan komplikasi kanker lainnya.

Seperti kanker vulva, anus, penis, serta mulut dan tenggorokan.

Infeksi HPV memang tidak selalu menyebabkan kanker, tapi, untuk mencegahnya Moms perlu melakukan tes pap smear secara teratur.

Terutama tes ini harus terus dilakukan bagi mereka yang pernah terinfeksi jenis HPV atau bagi yang memiliki risiko tinggi.

2. Masalah Selama Kehamilan

Selama kehamilan, kutil bisa berisiko membesar tapi jarang terjadi. Jika sudah membesar, bisa mengakibatkan kesulitan buang air kecil.

Kutil di dinding vagina kemudian bisa menghambat peregangan jaringan vagina saat melahiran.

Sementara, kutil yang besar bisa berdarah saat direngangkan pada proses melahirkan.

Baca Juga: Keratitis: Penyebab, Gejala, Penularan, dan Cara Mengatasinya

Pencegahan Jengger Ayam pada Wanita

Ini dia pencegahan jengger ayam pada wanita seperti mengutip dari Healthline.

1. Vaksin Gardasil dan Gardasil 9

Vaksin HPV
Foto: Vaksin HPV (Orami Photo Stock)

Vaksin gardasil bisa melindungi dari semua jenis masalah kelamin dan dari jenis HPV paling umum yang menyebabkan kutil kelamin.

Vaksin ini juga melindungi jenis HPV yang terkait kanker serviks.

Masih mengutip dari Healtline, vaksin ini bisa didapatkan dari usia 9 hingga 26 tahun. Suntikan ini diterima dalam 2 hingga 3 suntikan tergantung pada usia.

Vaksin harus diberikan sebelum seseorang aktif secara seksual karena paling efektif.

2. Menggunakan Kondom

Menggunakan kondom saat berhubungan seks bisa menurunkan risiko tertular kutil kelamin.

Nah itu dia Moms rangkaian tanya jawab dengan dr. Ni Komang Yeni Dhana Sari, SpOG serta informasi tambahan lainnya. Semoga membantu, ya Moms!

  • https://www.uptodate.com/contents/condylomata-acuminata-anogenital-warts-in-adults-epidemiology-pathogenesis-clinical-features-and-diagnosis
  • https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/genital-warts/symptoms-causes/syc-20355234
  • https://www.healthline.com/health/std/genital-warts#prevention

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.