Program Hamil

19 Maret 2021

Dads, Ketahui Ciri-ciri Sperma yang Baik dan Sehat

Cek sebelum konsultasi ke dokter
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Floria Zulvi
Disunting oleh Amelia Puteri

Ciri-ciri sperma yang baik dan sehat adalah hal yang penting untuk diketahui jika sedang merencanakan kehamilan.

Ya, bila Moms dan pasangan merindukan kehadiran buah hati, ciri-ciri sperma yang baik dan sehat harus diperhatikan. Sebab, kesehatan reproduksi calon ibu dan sperma calon ayah harus sama-sama prima.

Moms dan Dads perlu mengetahui bahwa kesuburan perempuan dan laki-laki sama pentingnya.

Dilansir dari U.S National Library of Medicine menuliskan bahwa satu dari tiga pasangan yang kesulitan punya anak disebabkan oleh sperma yang tidak subur.

Untuk mengetahui ciri-ciri sperma yang baik dan sehat secara detail memang harus dilakukan pemeriksaan laboratorium.

Tetapi, pria bisa mengamati secara kasat mata kesehatan sperma yang dimilikinya, dari bentuk, warna, aroma dan rasa sperma, sebelum memutuskan melakukan pemeriksaan medis.

Baca Juga: Benarkah Vitamin D Dapat Menambah Kesuburan?

Mengetahui Ciri-ciri Sperma yang Baik dan Sehat

Ciri-ciri sperma yang baik dan sehat

Foto: Orami Photo Stock

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, Moms dan Dads perlu mengetahui ciri-ciri sperma yang baik dan sehat agar rencana memperoleh momongan bisa cepat disegerakan.

Jangan sampai tidak tahu, berikut adalah panduan untuk mengetahui ciri-ciri sperma yang baik dan sehat!

1. Jumlah Sperma

Ciri-ciri sperma yang baik dan sehat yang pertama bisa dilihat dari jumlah sperma yang diproduksi.

Rata-rata pria mengeluarkan sekitar 1 sendok teh cairan semen atau air mani yang mengandung 200-500 juta sel jantan (spermatozoa) setiap kali ejakulasi.

Penurunan volume sperma pada saat ejakulasi bisa terjadi karena adanya penyumbatan dalam vesikula seminalis atau saluran ejakulasi.

Ciri-ciri sperma yang baik dan sehat biasanya memiliki jumlah di atas 15 juta setiap milimeternya. Jadi pastikan sperma yang dimiliki memiliki jumlah yang cukup sehingga memiliki peluang yang lebih besar untuk membuahi sel telur.

Jadi, ketika sperma memiliki jumlah yang terlalu sedikit, kemungkinan terjadinya kehamilan pada pasangan pun bisa menurun.

Sedikitnya air mani yang dikeluarkan juga dapat mengindikasikan retrograde ejaculation, yaitu suatu kondisi yang menyebabkan air mani mengalir ke kandung kemih, dan bukan melalui penis saat ejakulasi.

Retrograde ejaculation bisa terjadi akibat adanya infeksi prostat, belum operasi prostat, diabetes, dan obat-obatan tertentu.

Baca Juga: Program Hamil Anak Perempuan, Ini Suplemen dan Rincian Biayanya

2. Kekentalan

Setelah ejakulasi, normalnya air mani akan mengental dengan konsistensi seperti jeli. Dalam waktu 30 menit, biasanya air mani mencair dan semakin bening. Tingkat kekentalan air mani dianggap penting untuk reproduksi.

Air mani akan semakin kental saat pria mengalami dehidrasi, tapi kondisi ini biasanya hanya terjadi sementara. Air mani terlalu kental juga bisa terjadi karena penyebab yang lebih serius, yaitu rendahnya tingkat hormon testosteron.

Waspadalah bila kondisi air mani yang terlalu kental terjadi lebih dari dua atau tiga minggu. Jika demikian, segera konsultasikan ke dokter.

Nah, likuifaksi sperma pun bisa dijadikan salah satu penentu dan mengidentifikasi ciri-ciri sperma yang baik dan sehat.

Sperma yang tidak mencair dalam rentang waktu paling lama 30 menit akan sulit dan tidak dapat berenang menuju sel telur dengan lancar.

Jadi, ciri-ciri sperma yang baik dan sehat ini tidak bisa diabaikan begitu saja, ya!

3. Warna

Dilansir dari Mayo Clinic, sperma yang bagus biasanya putih awan, sedikit kuning, atau sedikit abu-abu. Jika warnanya merah atau kecokelatan saat ejakulasi, kemungkinan ada pembuluh darah pecah di prostat.

Darah persisten yang keluar bersama air mani juga bisa terjadi akibat infeksi, trauma, atau dalam kasus yang parah bisa terjadi karena adanya kanker.

Selain itu, air mani yang berwarna kuning atau hijau dapat mengindikasikan adanya infeksi, mungkin karena penyakit menular seksual yang disebut gonore atau kencing nanah.

Jika terjadi perubahan sperma dan kondisi ini berlangsung dalam waktu lebih dari seminggu, segeralah hubungi dokter dan urologist agar Dads bisa mendapatkan penanganan yang tepat.

4. Bau

Ciri-ciri sperma yang baik dan sehat bisa diketahui lewat baunya lho, Moms!

Sperma yang baik biasanya berbau klorin. Bila air mani suami berbau busuk, hampir selalu dipastikan merupakan tanda infeksi. Segeralah cari pertolongan dokter bila mengalami kondisi tersebut.

Jika Moms tak kunjung hamil dan suami menemukan ciri-ciri di atas pada air maninya, kemungkinan penyebabnya karena kualitas sperma suami yang kurang baik.

Konsultasikanlah ke dokter. Moms juga bisa melakukan tes kesuburan sendiri, apakah pola makan dan gaya hidup Moms dan suami sudah mendukung.

Kalau terbukti tak ada masalah dengan organ reproduksi Moms berdua, coba cara ini agar cepat hamil. Semoga Moms dan suami segera dikaruniai momongan, ya.

Baca Juga: 5 Mitos dan Fakta tentang Program Hamil, Moms Wajib Tahu!

Cara Menjaga Kualitas Sperma

Ciri-ciri sperma yang baik dan sehat

Foto: Orami Photo Stock

Jika Dads sudah memiliki ciri-ciri sperma yang baik dan sehat, Dads juga perlu merawat agar produktivitas sperma yang berkualitas tetap terjaga.

Sebelum membicarakan mengenai cara menjaga kualitas sperma, sebaiknya Dads perlu mengetahui beberapa hal yang membuat sperma memiliki kualitas yang buruk.

Dilansir dari Your Fertility, testis perlu udara yang lebih dingin beberapa derajat dari tubuh untuk membuat sperma yang berkualitas.

Jadi, ketika udara di sekitar testis terlalu panas, hal tersebut bisa membuatnya kesulitan untuk memproduksi sperma.

Jadi hal yang bisa dilakukan adalah:

  • Menghindari berendam di air panas terlalu lama dan sering
  • Cobalah untuk tidak meletakan laptop di paha
  • Tetap menjaga berat badan agar tidak berlebih
  • Pakailah celana dalam yang longgar

Testis akan kembali memproduksi sperma lagi ketika udaranya tepat. Jadi, cobalah untuk menghindari melakukan hal di atas ya, Dads!

Lalu, bagaimana cara merawat dan menjaga kualitas sperma? Nah untuk menjaga kualitas sperma, Dads bisa melakukan berbagai hal, seperti;

1. Olahraga yang Teratur

Beberapa penelitian menyarankan, dengan meningkatkan body mass index (BMI) bisa menurunkan jumlah sperma dan pergerakan sperma.

Yup, sel lemak yang berlebihan bisa mengurangi jumlah sperma dan menghadirkan masalah kesuburan lainnya.

Jadi ada baiknya, Dads terus melakukan olahraga secara teratur agar bisa mendapatkan berat badan yang stabil dan tubuh yang bugar.

2. Makan Makanan yang Sehat

Tak hanya berolahraga, Dads juga perlu mengonsumsi makanan yang sehat untuk menjaga kualitas sperma.

Dads bisa mulai dengan mengonsumsi banyak makanan berserat seperti sayur dan buah-buahan, ya! Hal tersebut dikarenakan sayur dan buah baik untuk kesehatan karena kaya akan anti-oksidan.

3 Jangan Stres

Belum memiliki keturunan bisa membuat orang stres. Meski demikian, Dads perlu mengelola stres agar tidak memengaruhi kualitas sperma.

Jadi, tidak perlu terlarut dalam tekanan dan tetaplah berpikir positif. Terlebih ketika seseorang mengalami stres berat hal tersebut bisa menurunkan gairah seksual.

Tetaplah tenang dan berpikir positif ya, Dads!

Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait