13 Penyebab Mual Setelah Berhubungan Intim, Cari Tahu Yuk!

Ketahui juga cara mengatasinya
13 Penyebab Mual Setelah Berhubungan Intim, Cari Tahu Yuk!

Foto: Freepik.com/jcomp

Berhubungan seks seharusnya memberi kenikmatan bagi suami dan istri. Lantas, bagaimana jika Moms merasakan mual setelah berhubungan intim?

Mual setelah berhubungan intim adalah pengalaman yang dapat mengganggu dan membingungkan bagi banyak orang.

Aktivitas seksual yang seharusnya menjadi momen intim dan menyenangkan dapat berubah menjadi pengalaman yang tidak nyaman ketika mual muncul setelahnya.

Fenomena ini dapat memiliki berbagai penyebab, mulai dari faktor fisik hingga psikologis.

Baca Juga: 5+ Penyebab Pendarahan Setelah Berhubungan Seks saat Hamil

Penyebab Mual Setelah Berhubungan Intim

Hubungan Seks
Foto: Hubungan Seks (Orami Photo Stocks)

Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan mual saat berhubungan intim. Beberapa di antaranya meliputi:

1. Pergerakan yang Terlalu Cepat dan Kuat

Mual saat berhubungan intim dapat disebabkan oleh kondisi fisik tertentu seperti pergerakan yang terlalu cepat atau kuat.

Terutama jika Moms tidak terbiasa atau merasa tidak nyaman dengan intensitas atau ritme aktivitas seksual tertentu.

Penetrasi yang melampaui batas kenyamanan memang menjadi sebab utama dan paling umum dari munculnya rasa mual setelah berhubungan intim.

Melansir Women's Health, Erin Carey, MD, seorang Associate Professor di University of North Carolina memaparkan, penetrasi dalam memanipulasi organ panggul, seperti uterus dan leher rahim, hingga dapat menyebabkan mual setelah berhubungan.

Ini terjadi karena respon tubuh sebagai akibat dari stimulasi saraf vagus, yang menghubungkan otak dengan beberapa area utama tubuh.

Mual adalah cara tubuh memberi sinyal, bahwa ada rasa ketidaknyamanan dalam tubuh ketika berhubungan seksual.

2. Efek Samping Hormonal

Perubahan hormonal dalam tubuh, terutama pada beberapa tahap siklus menstruasi, bisa memengaruhi respons tubuh terhadap rangsangan seksual dan menyebabkan mual.

Selain itu, penggunaan kontrasepsi hormonal tertentu juga dapat menyebabkan gangguan pencernaan dan mual.

Baca Juga: 6 Cara Menghilangkan Anyang-anyangan setelah Berhubungan

3. Dehidrasi

Dehidrasi dapat menjadi salah satu faktor yang menyebabkan mual setelah berhubungan intim.

Ketika Moms terlalu banyak kehilangan cairan tubuh selama aktivitas seksual yang intens, misalnya melalui keringat atau pernapasan yang cepat, tubuh dapat mengalami dehidrasi.

Dehidrasi dapat menyebabkan ketidakseimbangan elektrolit dan gangguan pada sistem pencernaan, yang pada gilirannya dapat menyebabkan mual.

Selain itu, dehidrasi juga dapat memengaruhi tekanan darah dan sirkulasi tubuh.

Jika tubuh kekurangan cairan, tekanan darah dapat menurun, dan ini dapat menyebabkan pusing atau mual setelah berhubungan intim.

4. Kondisi Sinkop Vasovagal

Jika merasa mual setelah berhubungan seks, mungkin Moms mengalami kondisi sinkop vasovagal.

Ini bisa terjadi ketika pasangan melakukan penetrasi sangat dalam hingga mengenai leher rahim.

Leher rahim memiliki banyak ujung saraf yang dapat memicu respons vasovagal.

Penelitian di World Journal of Cardiology memaparkan, kondisi ini mengakibatkan detak jantung dan tekanan darah yang lebih rendah, serta dapat menyebabkan pusing dan mual setelah berhubungan.

Baca Juga: 4 Posisi Seks saat Hamil yang Aman dan Menggairahkan

5. Endometriosis

Endometriosis
Foto: Endometriosis (Orami Photo Stocks)

Endometriosis adalah suatu kondisi di mana tumbuh jaringan pada lapisan rahim atau di luar rongga rahim.

Efeknya bisa berupa kram, pendarahan, sampai nyeri saat berhubungan seks.

Beberapa orang dengan kondisi ini juga melaporkan mual setelah berhubungan atau ketidaknyamanan.

Mengalami endometriosis seharusnya tidak menghilangkan hasrat Moms untuk menikmati seks.

6. Alergi Sperma

Melansir Rapid STD Testing, penyebab lain mual setelah berhubungan seks bisa jadi alergi terhadap air mani pasangan.

Alergi sperma, juga dikenal sebagai reaksi hipersensitivitas sperma, adalah kondisi langka di mana sistem kekebalan tubuh seseorang bereaksi secara berlebihan terhadap protein dalam sperma.

Ini dapat menyebabkan gejala alergi, termasuk ruam kulit, gatal-gatal, pembengkakan, dan dalam beberapa kasus, mual atau muntah.

Wanita yang alergi terhadap kacang mengalami reaksi alergi terhadap sperma pasangannya beberapa jam setelah pasangannya makan kacang.

Jika Moms diketahui memiliki alergi terhadap makanan tertentu, penting bagi pasangan untuk tidak memakannya sebelum berhubungan seks.

Moms juga bisa meminta pasangan untuk memakai kondom, dalam mengurangi risiko reaksi alergi terhadap makanan tersebut.

Baca Juga: 5 Tips Berhubungan Seks Saat Hamil serta Posisi yang Aman dan Nyaman

7. Rasa Cemas

Tidak hanya selalu karena perubahan fisik, mual setelah berhubungan juga bisa terjadi karena psikologis.

Kecemasan dan kegugupan dapat menyebabkan sakit perut dan perasaan mual setelah berhubungan seks.

Terkadang, Moms mungkin merasa tidak nyaman berhubungan seks dengan pasangan karena suatu hal.

Ini menjadi dorongan lain yang memicu mual setelah berhubungan.

Baca Juga: Mengenal Vibrator, Cara agar Hubungan Seks Tahan Lama

8. Post Orgasmic Illness Syndrome (POIS)

Translational Andrology and Urology memaparkan ini adalah kondisi medis yang paling sering menyerang pria, tetapi dapat terjadi pada sebagian kecil wanita.

Kondisi tersebut menyebabkan seseorang mengalami mual setelah berhubungan atau setelah ejakulasi dan mengalami orgasme.

Melansir National Center for Advancing Translational Sciences, berikut ini beberapa gejala POIS:

Gejala-gejala tersebut meliputi:

  • Penglihatan kabur
  • Kelelahan ekstrem
  • Sakti kepala
  • Perubahan mood
  • Nyeri otot

Beberapa orang dengan POIS merasa seperti terserang flu setelah orgasme dan itu terkadang dapat menyebabkan mual setelah berhubungan.

Ini terjadi mungkin karena kondisi autoimun di mana tubuh seseorang bereaksi negatif terhadap sperma mereka sendiri.

Baca Juga: Bercinta Saat Datang Bulan, Bolehkah Dilakukan?

9. Seks Anal

Ilustrasi Aktivitas Seksual
Foto: Ilustrasi Aktivitas Seksual (Orami Photo Stocks)

Moms, melakukan seks anal salah satu penyebab rasa mual setelah berhubungan, lho.

Hal ini terjadi terutama bagi Moms yang punya riwayat gangguan gastrointestinal.

Gangguan pencernaan usus besar dapat mempengaruhi kondisi perut yang menyebabkan rasa mual setelah berhubungan seksual.

Beberapa penyakit yang menyertainya seperti:

Jika memiliki riwayat penyakit di atas, hindari melakukan seks anal saat berhubungan intim.

10. Pengaruh Konsumsi Alkohol

Siapa sangka, konsumsi alkohol sebelum berhubungan bukanlah pilihan yang tepat untuk sebagian orang, lho!

Ini menjadi penyebab rasa mual setelah berhubungan intim selanjutnya.

Alkohol dapat menyebabkan peradangan pada lapisan perut (gastritis), yang menyebabkan mual, muntah, dan sakit perut.

Ini juga merangsang perut untuk menghasilkan asam berlebih dan menunda pergerakan isi perut menuju ke usus kecil.

Karena pergerakan ini ditambah berhubungan intim, memicu rasa mual dan ingin muntah pada seseorang.

Baca Juga: 8 Manfaat Sering Berhubungan Intim, Bisa Tingkatkan Imun Tubuh!

11. Infeksi Saluran Kemih

Jika Moms pernah mengalami infeksi saluran kemih, tentu tak asing dengan gejalanya.

Seperti rasa sakit saat buang air kecil dan buang air kecil yang tidak 'tuntas' sehingga butuh berkali-kali untuk ke toilet.

Nah, penyebab mual setelah berhubungan intim bisa karena infeksi saluran kemih yang sedang diderita.

Aktivitas seksual berisiko memasukkan bakteri ke dalam saluran kemih wanita.

Untuk itu, cobalah buang air kecil setelah berhubungan seks. Ini untuk membuang bakteri kotor yang terkumpul pada saluran uretra.

12. Gangguan Pencernaan

Mual saat berhubungan intim dapat terjadi jika Moms mengalami gangguan pencernaan seperti gastritis, refluks asam lambung (GERD), atau masalah dengan saluran empedu.

Ketika organ-organ ini terganggu, aktivitas fisik atau gerakan selama berhubungan intim dapat memicu rasa mual.

13. Kehamilan

Bagi beberapa wanita, mual saat berhubungan intim dapat menjadi gejala awal kehamilan.

Fluktuasi hormon selama kehamilan dapat mempengaruhi keseimbangan tubuh dan menyebabkan mual.

Cara Mengatasi atau Mengurangi Rasa Mual Setelah Berhubungan Intim

Cara Mengatasi Mual setelah Berhubungan Intim
Foto: Cara Mengatasi Mual setelah Berhubungan Intim (Freepik.com/jcomp)

Jika Moms mengalami mual setelah berhubungan intim, berikut ini adalah beberapa cara yang dapat membantu mengatasi gejala tersebut:

1. Istirahat

Setelah berhubungan intim, beristirahatlah dengan posisi yang nyaman dan tenangkan tubuh Moms.

Mengistirahatkan tubuh setelah aktivitas seksual dapat membantu mengurangi gejala mual.

2. Hindari Makanan Berat Sebelum Berhubungan Intim

Makan makanan berat atau berlemak sebelum berhubungan intim dapat meningkatkan risiko mual.

Coba hindari makanan berat beberapa jam sebelumnya dan pilih makanan ringan yang mudah dicerna.

3. Penetrasi yang Normal dan Posisi yang Nyaman

Karena penetrasi yang terlalu kuat bisa jadi penyebab mual setelah berhubungan.

Jika begitu, Moms mungkin perlu meminta pasangan untuk melakukan penetrasi secara normal.

Cobalah posisi seks yang berbeda yang mengedepankan kenyamanan.

Diskusikan dengan pasangan posisi paling nyaman saat berhubungan seksual untuk mencegah terjadinya mual setelah berhubungan.

4. Minum Cukup Air agar Tidak Dehidrasi

Dijelaskan di atas, bahwa salah satu penyebab mual setelah berhubungan intim adalah karena dehidrasi.

Karena itu, untuk mencegah dehidrasi dan mengurangi risiko mual setelah berhubungan intim, penting untuk minum cukup air sebelum dan setelah aktivitas seksual.

Pastikan menghidrasi tubuh dengan baik agar menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit.

Jika Moms cenderung berkeringat banyak selama berhubungan intim, minumlah air lebih banyak lagi untuk menggantikan cairan yang hilang.

5. Kendalikan Kecemasan atau Stres

Kecemasan atau stres dapat memengaruhi respons tubuh terhadap aktivitas seksual dan menyebabkan mual.

Coba praktikkan teknik relaksasi seperti pernapasan dalam, meditasi, atau yoga untuk membantu mengurangi kecemasan dan stres setelah berhubungan intim.

6. Konsultasikan dengan Dokter

Jika mual setelah berhubungan intim terjadi secara teratur atau disertai dengan gejala lain yang mengkhawatirkan, penting untuk berkonsultasi dengan dokter.

Mereka dapat melakukan evaluasi lebih lanjut dan memberikan saran atau pengobatan yang sesuai berdasarkan penyebab yang mendasari.

  • https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/pregnancy-week-by-week/in-depth/sex-during-pregnancy/art-20045318#:~:text=Is%20it%20OK%20to%20have,preterm%20labor%20or%20placenta%20problems.
  • https://journals.lww.com/anesthesia-analgesia/fulltext/2014/06000/Dehydration_Enhances_Pain_Evoked_Activation_in_the.23.aspx
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2998831/
  • https://www.semanticscholar.org/paper/Dangerous-liaison%3A-sexually-transmitted-allergic-to-Bansal-Chee/f583648f89f33a4273d91a56fe704dbc4016fe28?p2df
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5001999/
  • https://www.womenshealthmag.com/sex-and-love/a27208613/nausea-after-sex/
  • https://www.rapidstdtesting.com/nauseous-after-sex/
  • https://rarediseases.info.nih.gov/diseases/10809/postorgasmic-illness-syndrome

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.

rbb