18 Agustus 2022

Alergi Daging Sapi: Kenali Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Apa saja gejalanya?

Mungkin alergi makanan merupakan kondisi yang umum Moms temui. Namun, bagaimana dengan alergi daging sapi?

Daging sapi memang bergizi dan nikmat untuk disantap. Sayangnya, ada beberapa orang yang memiliki alergi terhadap makanan ini.

Melansir Centers for Disease Control and Prevention, alergi merupakan gangguan kesehatan berupa kelainan sistem imun.

Kondisi ini ditandai dengan adanya reaksi sistem imun yang berlebihan saat terjadi paparan zat tertentu dari luar tubuh, yang sebenarnya bukan zat berbahaya.

Alergi umumnya muncul sejak kanak-kanak. Namun tak jarang pula gejala alergi baru muncul saat dewasa. Reaksinya bisa terjadi di berbagai lokasi tubuh, seperti:

Lantas, apa saja gejala dari alergi daging sapi? Ini dia informasi lengkapnya, Moms.

Baca Juga: Alergi Kacang: Gejala, Penyebab, dan Pertolongan Pertama

Gejala Alergi Daging Sapi

alergi daging sapi
Foto: alergi daging sapi

Foto: gejala alergi daging sapi (Orami Photo Stock)

Dikutip dari Molecular Immunology Journal, orang yang tidak bisa makan daging sapi disebabkan alergi terhadap beberapa jenis protein.

Saat daging tersebut dimasak, beberapa jenis protein memicu alergi. Dalam dunia medis, alergi daging sapi termasuk dalam alpha-gal syndrome.

Ini adalah reaksi alergi yang terjadi setelah seseorang makan daging merah, atau terpapar produk dari hewan mamalia yang mengandung alpha-gal.

Alergi daging sapi termasuk alergi makanan serius yang berpotensi mengancam jiwa.

Dengan adanya alergi daging sapi, kekebalan tubuh akan bereaksi berlebihan setiap kali Moms mengonsumsi daging.

Tubuh bereaksi dengan melepaskan bahan kimia yang dikenal sebagai histamin ke dalam aliran darah. Reaksi dapat berkisar dari ringan hingga parah.

Histamin dapat memicu efek langsung dan terkadang mendalam, sehingga gejala alergi daging sapi umumnya bisa dikenali seperti:

  • Sakit kepala
  • Ruam
  • Gatal-gatal (urtikaria)
  • Pembengkakan jaringan umum (angioedema)
  • Gangguan pencernaan dan mual
  • Keram perut
  • Diare
  • Muntah
  • Bersin
  • Hidung berair atau tersumbat
  • Mata bengkak dan berair
  • Serangan atau eksaserbasi asma
  • Detak jantung cepat

Tergantung pada kepekaan tubuh terhadap alergen daging tertentu, gejalanya dapat berkembang dengan cepat atau selama berjam-jam.

Komplikasi paling parah yang bisa muncul adalah anafilaksis. Ini adalah reaksi seluruh tubuh serius yang membutuhkan perhatian medis segera.

Tanda dan gejala anafilaksis adalah:

  • Penurunan tekanan darah secara mendadak
  • Kesulitan bernapas
  • Bicara cadel
  • Lidah bengkak
  • Bibir bengkak
  • Warna kebiruan di sekitar bibir atau jari kaki
  • Hilang kesadaran

Baca Juga: Alergi Seafood: Gejala dan Cara Mengatasinya

Apa yang Menjadi Penyebab Alergi Daging Sapi?

alergi daging sapi
Foto: alergi daging sapi (olahan daging sapi (Orami Photo Stock))

Foto: penyebab alergi daging sapi (Orami Photo Stock)

Alergi ini dapat melibatkan semua jenis protein daging. Namun, alergi daging sapi adalah bentuk alergi yang paling sering terjadi.

Selain itu, jenis daging lainnya yang juga bisa menimbulkan reaksi alergi adalah:

  • Ayam
  • Kalkun
  • Angsa
  • Bebek
  • Kambing
  • Babi
  • Kerbau

Alergi ini dapat menimbulkan gejala yang mengganggu bahkan membahayakan.

Alergi daging sapi bisa kambuh saat ada kontak langsung makan daging atau makan makanan lainnya yang secara tidak langsung mengandung daging.

Misalnya kaldu yang dibuat dari ekstrak rebusannya. Kebanyakan orang yang mengembangkan alergi alpha-gal di Amerika Serikat terjadi ketika kutu Lone Star menggigit mereka.

Sementara itu, gigitan dari jenis kutu lainnya juga dapat menyebabkan alergi ini di Eropa, Australia, dan Asia.

Kutu yang menyebabkan sindrom alergi ini dipercaya dapat membawa molekul alpha-gal dari darah hewan mamalia saat menggigit.

Penduduk yang tinggal di wilayah-wilayah tersebut memiliki risiko lebih tinggi mengembangkan sindrom alpha-gal, terutama jika sering menghabiskan waktu di luar ruangan.

Ketika kutu tersebut menggigit manusia, maka ia akan memasukkan alpha-gal ke dalam tubuh orang tersebut.

Ketika memiliki alergi daging sapi, tubuh akan menganggap daging yang Moms konsumsi sebagai ancaman fisik.

Setelah itu, setiap kali Moms makan daging merah, alergen akan mengikat antibodi IgE.

Hal ini menyebabkan sel-sel melepaskan histamin dan bahan kimia lainnya untuk melindungi. Saat itulah akan muncul reaksi alergi daging sapi.

Baca Juga: Mengenal Obat Alergi Dexchlorpheniramine Maleate, dari Manfaat hingga Efek Samping

Cara Mendiagnosis Alergi Daging Sapi

alergi daging sapi
Foto: alergi daging sapi

Foto: cara diagnosis (alergi daging sapi (Orami Photo Stock)

Sebelum tahu apakah Moms mengalami alergi daging sapi, dokter akan melakukan tes seperti:

  • Tes darah untuk memastikan dan mengukur jumlah antibodi alpha-gal dalam aliran darah pasien
  • Tes kulit untuk mengetahui reaksi alergi pada paparan yang diberikan

Baca Juga: Manfaat Daging Sapi untuk Kesehatan, Tak Terduga!

Pengobatan dan Cara Mengatasi Alergi Daging Sapi

obat alergi daging sapi
Foto: obat alergi daging sapi (healthline.com)

Foto: pengobatan alergi daging sapi (Orami Photo Stock)

Mengutip Allergic Cliving, bentuk pengobatan terbaik untuk alergi daging sapi adalah menghindari daging sapi.

Ini juga termasuk produk sampingan dan makanan dengan kandungan daging, seperti:

  • Sosis
  • Burger patty
  • Snack kandungan daging

Jika daging adalah makanan pokok utama dari diet Moms, maka Moms harus mempertimbangkan untuk bertemu dengan ahli gizi atau penyedia layanan kesehatan.

Langkah tersebut dapat membantu Moms menemukan sumber protein alternatif sambil memastikan bahwa Moms memenuhi kebutuhan nutrisi harian.

Baca Juga: Mengalami Alergi Udang? Begini Pertolongan Pertama dan Cara Mengatasinya

Ketika sudah terlanjur mengonsumsinya, Moms bisa mencari beberapa pertolongan seperti antihistamin untuk meredakan ruam atau gejala pernapasan ringan.

Dokter juga mungkin akan memberikan semprotan kortikosteroid hidung untuk membuka saluran hidung yang tersumbat.

Reaksi alergi daging sapi dapat berubah-ubah dan bisa saja semakin parah, walaupun belum pernah terjadi sebelumnya.

Maka dari itu, tidak ada salahnya untuk berkonsultasi dengan dokter atau ahli alergi untuk mendapatkan informasi seputar cara menghilangkan alergi daging sapi.

Pada kondisi alergi yang berat, pengobatan dengan imunoterapi dapat dilakukan.

Imunoterapi merupakan pengobatan dengan merehabilitasi sistem imun agar tidak terlalu sensitif terhadap zat asing yang sebenarnya tidak membahayakan tubuh.

Itu dia Moms informasi lengkap seputar alergi daging sapi. Semoga bermanfaat, ya!

  • https://www.cdc.gov/ticks/alpha-gal/index.html
  • https://www.nyallergy.com/beef-allergy/
  • https://acaa.org/allergies/allergic-conditions/food/meat/
  • https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/alpha-gal-syndrome/symptoms-causes/syc-20428608
  • https://www.verywellhealth.com/meat-allergy-82891
  • https://www.vdh.virginia.gov/epidemiology/epidemiology-fact-sheets/acquired-red-meat-allergy/
  • https://www.allergicliving.com/2019/02/04/do-you-have-red-meat-allergy/
  • https://www.sciencedirect.com/science/article/abs/pii/S016158901830097X?via%3Dihub

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.