30 Oktober 2022

Alergi Kacang: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasi, Pastikan Konsultasikan Juga ke Dokter

Waspada jika kulit terasa gatal atau bengkak setelah makan kacang

Selain seafood, alergi kacang salah satu jenis alergi yang umum menyerang siapa pun. Tak hanya anak-anak, orang dewasa pun bisa mengalami kondisi ini.

Biasanya, ketika seseorang alergi terhadap kacang, ia juga berisiko tidak bisa mengonsumsi biji-bijian.

Hal ini karena biji-bijian memiliki kandungan yang mirip seperti di dalam kacang-kacangan, lho.

Yuk, ketahui lebih lanjut tentang alergi kacang mulai dari gejala hingga cara pengobatannya, Moms!

Baca Juga: Daftar Makanan Penyebab Meningitis, Salah Satunya Makanan Mentah, Waspada!

Gejala Alergi Kacang

Kulit Gatal
Foto: Kulit Gatal (Freepik.com/karlyukav)

Sistem kekebalan tubuh setiap orang berbeda dalam merespon kandungan pada kacang atau biji-bijian.

Alergi terhadap kacang artinya adalah mereka tidak bisa menerima asupan seperti:

Sejumlah orang bisa mengalami efek samping yang cukup parah dan bisa mengancam jiwa.

Namun secara umum, melansir Better Health Channel, gejala dari alergi kacang yang sering dialami meliputi:

  • Kemerahan dan benjolan pada kulit
  • Gatal-gatal
  • Bibir bengkak
  • Kesemutan di mulut dan tenggorokan
  • Hidung tersumbat
  • Gangguan pencernaan

Syok anafilaktik adalah salah satu kondisi yang bisa dialami apabila gejala dari alergi kacang ini cukup parah.

Hal ini seperti membuat seseorang kesulitan bernapas dan juga berbicara.

Apabila ini terjadi, perlu segera mendapatkan pertolongan dari medis ya, Moms!

Baca Juga: 10+ Makanan yang Mengandung Mineral, Baik untuk Tumbuh Kembang Anak

Penyebab Alergi Kacang

Kacang Kulit
Foto: Kacang Kulit (Orami Photo Stock)

Melansir Centers for Disease Control and Prevention (CDC), lebih dari 50 juta warga Amerika Serikat mengalami alergi terhadap kacang.

Ini salah satu jenis alergi yang umum terjadi pada anak-anak dan orang dewasa.

1. Produk Kacang-kacangan

Alergi tejadi ketika sistem kekebalan tubuh bereaksi terhadap senyawa tertetu (alergen).

Dalam hal ini, makanan yang mengandung protein kacang dinilai menjadi 'benda asing' atau 'racun' di dalam tubuh.

Ketika ini terjadi, membuat peradangan dan pelepasan zat kimia yang disebut histamin. Histamin menyebabkan gatal-gatal, demam dan gejala alergi lainnya.

Lantas, apakah semua jenis kacang dapat menyebabkan alergi? Tak selalu, Moms.

Misalnya, sejumlah orang mengalami alergi terhadap biji bunga matahari, biji wijen, dan lain-lain.

Namun, adapula yang tidak mengalaminya meskipun ada riwayat alergi terhadap kacang.

2. Reaksi Silang Makanan

Selain itu, penyebab alergi terhadap kacang juga bisa karena reaksi silang, lho.

Menurut Australian Society of Clinical Immunology and Alergy, kondisi ini terjadi apabila protein serupa juga ditemukan dalam jenis makanan yang berbeda.

Misalnya, alergi terhadap protein dalam kacang mete dan jenis kacang lain seperti pistachio.

Jika hal ini terjadi, agak sulit untuk memprediksi apakah seseorang alergi terhadap 1 jenis protein atau tidak.

Mencoba untuk memakannya adalah salah satu cara yang bisa kita lakukan untuk mengetahuinya, Moms.

Baca Juga: Anak Tidak Cocok Susu Sapi, Lebih Baik Susu Soya atau Formula Soya?

3. Genetik Keluarga

Jika salah satu anggota keluarga memiliki riwayat alergi, tinggi risikonya kita bisa mengalami hal serupa.

Terutama bagi mereka yang alergi terhadap suatu makanan tertentu.

Jenis alergi ini meliputi:

Pernah memiliki alergi kacang yang telah pulih sebelumnya juga bisa kambuh kembali, lho.

4. Usia Tertentu

Ternyata, alergi terhadap kacang ini lebih sering menyerang usia anak-anak, Moms.

Anak-anak terbilang lebih rentan terhadap protein makanan tertentu, seperti susu sapi, kacang kedelai, kacang tanah, dan juga kacang pohon.

Terlepas itu, orang dewasa pun bisa mengalami alergi makanan ini, ya!

Baca Juga: Waspada Penyakit Alzheimer, Bisa Juga Menyerang Anak-Anak!

Cara Mendiagnosis Alergi

Cek ke Dokter Kulit
Foto: Cek ke Dokter Kulit (Everydayhealth.com)

Untuk mendiagnosis kita alergi kacang atau tidak adalah dengan melakukan rangkaian pemeriksaan.

Berikut sejumlah cara dalam mendiagnosis alergi:

1. Tes Kulit

Melansir National Health Services, skin prick atau tes kulit adalah salah satu tes alergi yang paling umum dilakukan.

Caranya yakni dengan meneteskan berbagai jenis cairan pada kulit kita.

Nantinya, kulit akan diamati untuk melihat perubahan yang terjadi jika mengalami alergi.

Jika alergi terhadap zat tersebut, kulit akan merah dan timbul benjolan serta gatal dalam waktu 15 menit.

Tenang, tes ini tidak terasa sakit dan aman untuk dilakukan anak-anak sekalipun.

2. Sampel Darah

Menguji sampel darah dapat digunakan sebagai alternatif untuk tes kulit.

Nantinya, darah ini akan diambil dan dianalisis untuk melihat cara sistem kekebalan tubuh dalam melawan produk alergen.

Membutuhkan waktu beberapa jam untuk melihat hasil laboratorium yang dibacakan dengan dokter masing-masing.

3. Tes Tempel

Menyerupai dengan tes kulit, tapi ini agak berbeda, Moms.

Tes tempel digunakan untuk menyelidiki jenis alergi yang mengacu pada eksim atau dikenal sebagai dermatitis kontak.

Biasanya, ini terjadi disebabkan kulit terpapar produk alergen, seperti kandungan losion, serbuk sari, atau perubahan suhu.

Cara melakukan tes ini yakni dengan menggunakan produk alergen yang ditempelkan pada kulit.

Sekitar 48 jam dibutuhkan untuk memantau tes alergi satu ini.

Baca Juga: Galaktosemia, Kondisi saat Bayi Tidak Bisa Mencerna ASI dan Susu Sapi

Cara Mengatasi Alergi Kacang

Minum Obat
Foto: Minum Obat (Freepik.com/stefamerpik)

Jangan panik apabila tubuh mengalami reaksi alergi setelah mengonsumsi makanan dari kacang-kacangan.

Berikut sejumlah cara dalam mengatasi alergi kacang:

1. Segera Konsultasi Dokter

Moms, mengatatasi alergi terhadap kacang tak semudah kita mengalami alergi kulit akibat paparan produk tertentu.

Jika Moms mengalami alergi kacang, segeralah bawa ke dokter atau klinik terdekat.

Nantinya, dokter akan memberikan sebuah obat khusus untuk meredakan gejala yang dialami.

Obat epinefrin salah satu yang dipakai sebagai pertolongan pertama untuk mengatasi reaksi alergi.

Jangan panik dan hadapi dengan lebih mawas diri ya, Moms!

2. Imunoterapi

Mengutip Mayo Clinic, terapi dengan jenis ini salah satu yang dipakai untuk mengatasi alergi pada kacang.

Imunoterapi bukanlah sejenis obat, melainkan ini terapi untuk mengurangi risiko parah yang ditimbulkan dari reaksi alergi.

Hal ini untuk mencegah terjadinya syok anafilaktik yang dapat mengancam jiwa.

Adapun proses pemberian terapi ini dilakukan secara bertahap oleh dokter untuk membentuk sistem kekebalan tubuh yang lebih kuat.

3. Gunakan Inhaler

Hidung tersumbat termasuk salah satu gejala akibat alergi kacang. Apabila mengalami ini, cobalah untuk menggunakan inhaler yang biasa digunakan pada penderita asma.

Meski tidak bisa mengobati secara penuh, ini dapat melegakan pernapasan kita.

Tak hanya itu, manfaat dari menggunakan inhaler ini yakni:

  • Mengurangi frekuensi serangan asma.
  • Melegakan pernapasan.
  • Meningkatkan fungsi paru-paru.
  • Mengurangi risiko alergi yang lebih parah.

Pastikan tubuh dalam posisi tenang agar napas menjadi lebih stabil.

4. Obat Antihistamin

Untuk mengurangi gejala lain dari alergi kacang, obat satu ini juga cukup sering digunakan.

Obat antihistamin dapat mengurangi gejala aseperti gatal-gatal pada kulit, kemerahan, dan juga hidung tersumbat.

Adapun golongan obat ini bisa ditemukan di sejumlah apotik. Pastikan telah mendapat konsultasi dengan dokter untuk menggunakan obat alergi ini agar tidak salah dosis ya, Moms.

Nah, itulah sejumlah informasi mengenai alergi kacang mulai dari tanda-tandanya hingga cara pengobatannya.

Sekarang sudah lebih siap jika hal ini kita alami ya, Moms!

  • https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/conditionsandtreatments/nut-allergies
  • https://www.cdc.gov/healthcommunication/toolstemplates/entertainmented/tips/allergies.html
  • https://www.allergy.org.au/patients/food-allergy/peanut-tree-nut-and-seed-allergy
  • https://www.nhs.uk/conditions/allergies/diagnosis/
  • https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/peanut-allergy/diagnosis-treatment/drc-20376181

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.