02 Agustus 2022

7 Metode yang Bisa Dilakukan untuk Trauma Healing, Tertarik Mencobanya?

Berguna untuk memulihkan trauma psikologis

Menurut American Psychological Association, trauma adalah respons emosional terhadap peristiwa mengerikan seperti kecelakaan, pemerkosaan, atau bencana alam. Salah satu cara perawatannya, yakni dengan trauma healing.

Setelah mengalami salah satu peristiwa tersebut, seseorang mungkin akan cenderung bersikap penuh keterkejutan dan penolakan.

Sementara reaksi jangka panjangnya mungkin meliputi, emosi yang tidak terduga, kilas balik, hubungan yang tegang dan bahkan gejala fisik seperti sakit kepala atau mual.

Meski kondisi ini terbilang normal karena trauma bisa terjadi pada siapa pun, tetapi beberapa orang bisa saja mengalami kesulitan untuk melanjutkan hidup mereka.

Jika sudah demikian, mereka perlu mendapat perawatan psikologis. Psikolog dapat membantu orang-orang ini menemukan cara konstruktif untuk mengelola emosi mereka.

Baca Juga: Fakta Hormon Dopamin yang Punya Pengaruh Besar pada Kesehatan Mental dan Fisik

Metode Trauma Healing

Sebelum menentukan jenis trauma healing yang tepat, sebaiknya pilihlah terapis yang dapat berperan sebagai kolaborator dalam terapi, bukan terapis yang berusaha untuk memaksakan kendali atas diri Moms.

Hal ini karena proses trauma healing bisa membuat diri Moms merasakan berbagai reaksi emosional, seperti sedih, motivasi, menjengkelkan, atau membangkitkan semangat.

Apapun perasaan yang Moms rasakan merupakan reaksi yang tidak salah. Jadi, pastikan untuk menemukan seorang terapis yang membuat proses trauma healing berjalan dengan nyaman.

Adapun metode-metode trauma healing yang biasa dilakukan oleh terapis pada pasiennya, antara lain:

1. Farmakoterapi

terapi obat
Foto: terapi obat

Foto: obat-obatan (Orami Photo Stock)

Farmakoterapi adalah metode trauma healing yang melibatkan penggunaan obat-obatan untuk mengelola reaksi trauma yang mengganggu. Obat-obatan telah terbukti membantu dengan kelas reaksi/gejala berikut:

  • Gejala intrusi
  • Hyperarousal
  • Reaksi emosional
  • Gairah yang meningkat
  • Sifat lekas marah
  • Depresi

Minum obat tidak membuat reaksi trauma dan rasa sakit seseorang menghilang.

Melainkan, obat-obatan hanya dapat membantu membuat gejalanya kurang intens dan lebih mudah dikelola.

Jika Moms memutuskan untuk menggunakan obat-obatan, pastikan untuk mengonsultasikannya dengan psikiater terlebih dahulu dan sebaiknya terus dipantau selama meminum obat tersebut.

Beri tahu psikiater tentang bagaimana obat memengaruhi diri Moms.

Hal ini karena beberapa obat memiliki efek samping yang mungkin tidak dapat ditoleransi oleh tubuh Moms, dan beberapa orang tidak merespons obat dengan baik.

Konsumsi obat-obatan ini akan lebih efektif ketika individu juga melakukan terapi lain sehingga proses perawatan dapat maksimal.

Baca Juga: Membentak Anak, Memengaruhi Psikologis dan Kesehatan Otak Sejak Dini

2. Terapi Perilaku

terapi perilaku
Foto: terapi perilaku (Northwesternmutual.com)

Foto: terapi perilaku (Orami Photo Stock)

Bentuk terapi perilaku yang paling umum adalah terapi paparan (eksposur). Dalam terapi pemaparan, seseorang akan diarahkan untuk menghadapi ketakutannya secara bertahap.

Seringkali, paparan ini menghasilkan pembelajaran individu bahwa ketakutan atau emosi negatif tidak beralasan, yang pada gilirannya memungkinkan rasa takut berkurang.

Terapi pemaparan telah diketahui efektif untuk mengurangi kecemasan dan depresi, meningkatkan penyesuaian sosial, dan mengatur memori trauma.

Ada berbagai bentuk terapi eksposur:

  • Eksposur imajiner: Seorang individu membayangkan peristiwa yang ditakuti sejelas mungkin.
  • Paparan in vivo: Paparan terjadi dalam terapi.
  • Desensitisasi sistematis: Individu dihadapkan pada situasi yang lebih menimbulkan rasa takut secara berturut-turut. Eksposur ini dipasangkan dengan relaksasi.

Terapi pemaparan adalah pengobatan yang sangat efektif untuk stres pasca trauma (PTSD).

Bentuk lain dari terapi perilaku, yakni Stress Inoculation Training (SIT) atau yang juga dikenal sebagai pelatihan relaksasi. Pelatihan Inokulasi Stres mengajarkan individu untuk mengelola stres dan kecemasan mereka.

3. Terapi Perilaku Kognitif (CBT)

terapi CBT
Foto: terapi CBT (Rainn.org)

Foto: konsultasi dengan terapis (Orami Photo Stock)

Terapi perilaku kognitif (CBT) didasarkan pada gagasan bahwa seorang individu harus memperbaiki dan mengubah pikiran yang salah dan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mereka.

Elemen umum dari terapi trauma terapi perilaku kognitif meliputi:

  • Mengajarkan individu bagaimana bernapas untuk mengelola kecemasan dan stres
  • Mendidik individu tentang reaksi normal terhadap trauma
  • Terapi paparan
  • Mengidentifikasi dan mengevaluasi pikiran negatif, salah, dan irasional dan menggantinya dengan pikiran yang lebih akurat dan kurang negatif

Menurut jurnal yang diterbitkan oleh HHS Public Access, terapi CBT paling efektif digunakan untuk mengatasi gangguan kecemasan, gangguan somatoform, bulimia, masalah pengendalian kemarahan, dan stres umum.

Baca Juga: Mengenal Hidroterapi, Terapi Air untuk Orang yang Sedang Alami Depresi

4. Terapi EMDR

terapi EMDR.png
Foto: terapi EMDR.png (vivapartnership)

Foto: ilustrasi terapi EMDR (vivapartnership.com)

Perawatan dalam metode trauma healing yang satu ini melibatkan orang dalam terapi yang secara mental berfokus pada pengalaman traumatis atau pikiran negatif sekaligus melacak cahaya yang bergerak atau jari terapis yang bergerak secara visual.

Nada pendengaran juga dapat digunakan dalam beberapa kasus.

Meski terapi EMDR yang melibatkan gerakan mata cukup menimbulkan banyak perdebatan, tetapi pengobatan ini telah terbukti sangat efektif untuk pengentasan dan penghapusan gejala trauma serta masalah psikologis lainnya.

Terapis yang melakukan terapi EMDR biasanya telah teruji melalui pelatihan khusus dari asosiasi, seperti Institut EMDR atau Asosiasi Internasional EMDR.

5. Hipnoterapi

hypnotherapy.jpg
Foto: hypnotherapy.jpg (parade)

Foto: hipnoterapi (parade.com)

Secara umum, seorang hipnoterapis akan memandu individu dalam terapi ke keadaan hipnosis, kemudian melibatkan orang tersebut dalam percakapan atau berbicara kepada orang tersebut tentang masalah tertentu.

Kebanyakan hipnoterapis percaya bahwa emosi dan pikiran individu selama proses hipnosis sangat penting untuk proses penyembuhan.

Baca Juga: Kenali Berbagai Penyebab Trauma dan Cara Efektif Mengatasinya, Yuk Moms!

6. Terapi Psikodinamik

terapis psikodinamik
Foto: terapis psikodinamik (beginningstreatment.com)

Foto: ilustrasi terapi psikodinamik (Orami Photo Stock)

Tujuan terapi trauma psikodinamik adalah untuk mengidentifikasi fase manakah yang memengaruhi trauma seseorang.

Setelah mengetahuinya, terapis dapat mengelola aspek peristiwa traumatis yang mengganggu pasien.

Elemen umum terapi psikodinamik meliputi:

  • Mempertimbangkan sejarah perkembangan individu dan masa kanak-kanak
  • Menekankan pemahaman makna trauma
  • Melihat bagaimana trauma telah berdampak pada perasaan diri dan hubungan individu
  • Mencari tahu apa yang telah hilang dari individu karena peristiwa traumatis tersebut

7. Terapi Kelompok

terapi kelompok
Foto: terapi kelompok

Foto: ilustrasi terapi kelompok (Orami Photo Stock)

Terapi kelompok biasanya menjadi pilihan terapi tambahan di samping terapi individu.

Terapi kelompok bisa dipimpin oleh terapis atau salah satu anggota kelompok yang memiliki trauma sama dengan Moms.

Beberapa terapi kelompok bisa bersifat mendidik, dapat juga fokus pada pemberian dukungan, dan kelompok lainnya bersifat terapeutik.

Namun yang terpenting bagi penyintas trauma adalah memilih kelompok yang sejalan dengan tahapan atau proses penyembuhan mereka sebelumnya.

Biasanya, Moms bisa menemukan terapi kelompok berdasarkan tahapan penyembuhan mereka yang terdiri dari:

  • Fase keselamatan/korban: pilih kelompok yang berfokus pada perawatan diri dan keterampilan mengatasi.
  • Fase mengingat dan berkabung/bertahan: pilih kelompok yang berfokus pada menceritakan kisah trauma.
  • Fase reconnection/thriver: bergabunglah dengan grup yang bertujuan untuk membuat koneksi dengan orang-orang.
  • Kelompok pendidikan: dapat digunakan oleh seluruh peserta terapi dalam semua fase.

Baca Juga: 8 Tanda Moms Butuh Psikolog, Simak Berikut Ini!

Perlu Moms ingat bahwa tidak ada pengobatan ajaib yang akan menyembuhkan kesehatan mental Moms dalam semalam dan tidak ada satu bentuk psikoterapi yang tepat untuk semua orang.

Oleh karena itu, trauma healing membutuhkan persiapan, latihan berulang, keberanian, tekad, dan dukungan orang lain.

Terapis juga mungkin dapat menggabungkan beberapa metode sebagai proses trauma healing.

Itu dia beberapa jenis terapi yang mungkin disarankan oleh terapis jika Moms ingin mengatasi perasaan trauma.

Pastikan untuk memilih metode trauma healing berdasarkan arahan psikolog atau psikiater ya, Moms.

  • https://www.apa.org/topics/trauma
  • https://www.goodtherapy.org/blog/common-therapy-approaches-to-help-you-heal-from-trauma
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3584580/

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.