KESEHATAN MENTAL
06 Desember 2022

Mengenal Mental Block dan Cara Tepat untuk Mengatasinya

Mental block sering dihadapi banyak orang tapi tidak banyak yang menyadarinya
Mengenal Mental Block dan Cara Tepat untuk Mengatasinya

Moms dan Dads, pernahkah mendengar istilah mental block?

Istilah ini masih jarang diketahui banyak orang. Akan tetapi, pada kenyataannya banyak yang pernah mengalami kondisi ini.

Termasuk, Moms dan Dads. Sayangnya, Moms dan Dads mungkin tidak menyadarinya. Perlu diketahui bahwa kondisi ini sering kali jadi penghambat kesuksesan, lho!

Memangnya seperti apa mental blocking ini?

Baca Juga: 8 Tanda Moms Butuh Psikolog, Peduli Kesehatan Mental Yuk!

Apa Itu Mental Block?

Stres yang Memicu Mimpi Buruk

Foto: Stres yang Memicu Mimpi Buruk (Freepik.com)

Mental block atau disebut juga dengan mental blocking adalah kondisi ketika otak terhalang dalam mengakses kreativitas, motivasi, atau produktivitas.

Seperti halnya mesin, otak juga bisa mengalami gangguan fungsi sementara sehingga membuatnya bekerja lebih lambat.

Dalam kehidupan sehari-hari, mental blocking kerap kali muncul saat sedang bekerja. Misalnya, ketika ditanya oleh atasan mengenai ide baru.

Moms atau Dads yang biasanya dapat mengemukakan ide dengan lancar, tiba-tiba tidak bisa berpikir seperti biasanya.

Pasti pernah kan merasakan kejadian seperti ini? Nah, kondisi inilah yang digambarkan seperti otak saat sedang mengalami mental blocking.

Selain dalam dunia pekerjaan, kondisi ini juga kerap kali dialami oleh para atlet.

Baca juga: Afirmasi Positif, Kunci Tidak Mudah Cemas dan Selalu Bahagia

Terjadinya mental block membuat mereka tidak bisa melakukan latihan dengan giat yang seperti biasanya dilakukan.

Ketidakmampuan untuk berpikir secara jernih atau memproses informasi ini bisa terjadi karena banyak hal, di antara kurang tidur, asupan makanan padat nutrisi tidak tercukupi dengan baik, kekurangan vitamin B12, atau efek samping penggunaan obat-obatan tertentu.

Bayangkan, jika mental blocking membuat Moms terus-menerus menunda pekerjaan atau menurunkan semangat latihan, tentu akan menimbulkan dampak buruk pada akhirnya.

Tugas akan terus menumpuk, performa kerja akan menurun, dan membuat produktivitas kerja memburuk.

Lebih parahnya lagi, kesuksesan yang seharusnya bisa diraih, tidak bisa didapatkan. Menghadapi hal demikian, stres dan kecemasan pasti akan Moms dan Dads rasakan.

Baca juga: Anti Stres, Ikuti 17 Cara Menenangkan Pikiran Berikut!

Seperti Apa Ciri-Ciri Mental Block?

Stres saat Bekerja

Foto: Stres saat Bekerja (shutterstock)

Mental blocking bisa terjadi kapan saja. Biasanya, kondisi ini ditandai dengan ciri-ciri berikut ini.

1. Kesulitan untuk Menyelesaikan Suatu Pekerjaan

Otak Anda berperan penting dalam menyelesaikan suatu pekerjaan.

Ketika mental blocking terjadi, tentu hal ini akan berpengaruh juga pada tugas-tugas yang dikerjakan.

Entah hal ini membuat Moms dan Dads menyelesaikan pekerjaan lebih lama dari biasanya, atau hasilnya tidak sesuai yang diharapkan.

2. Tidak Ada Motivasi Melakukan Sesuatu

Mental blocking mempengaruhi otak, yang jadi "pemimpin" dalam melakukan sesuatu.

Jika kondisi ini menyerang, tentu Moms dan Dads yang biasanya aktif mengerjakan tugas ini dan itu, jadi tidak ingin melakukan apa pun.

Hal ini terkait juga dengan terhambatnya otak dalam proses berpikir, sehingga membuat Moms dan Dads tidak bisa melakukan pekerjaan dengan mudah seperti biasanya.

3. Merasa Stres dan Tertekan

Inilah alasan penting kenapa Moms dan Dads di rumah perlu memahami mental block.

Pada jangka panjang, mental blocking yang tidak dihadapi dengan baik bisa menyebabkan seseorang merasa tertekan dan stres, karena tujuan dari aktivitas yang dilakukan kerap kali tidak tercapai atau tidak sesuai dengan target.

Baca juga: Moms, Ini 8 Penyebab Tubuh Mudah Lelah dan Tips Mengatasinya

Bagaimana Cara Mengatasi Mental Block?

Wanita Bahagia (Orami Photo Stocks)

Foto: Wanita Bahagia (Orami Photo Stocks)

Supaya mental blocking tidak menjadi hambatan Moms dan Dads dalam mencapai kesuksesan, ikuti beberapa tips dari Sage Neuroscience Center untuk menghadapinya.

1. Menulis

Saat otak Moms sedang tidak jernih, cobalah untuk menarik napas dan menulis apa pun yang saat itu terlintas di otak.

Misalnya, semua hal yang perlu Moms lakukan, harapan, ketakutan, atau emosi lainnya yang dirasakan.

Menuliskan semua hal tersebut bisa membantu melegakan otak dari segala keruwetan. Bahkan, bisa membantu menyelidiki apa yang memicu terjadinya mental blocking.

2. Meditasi

Saat mental blocking terjadi, sebaiknya lupakan apa yang terjadi di masa lalu atau apa yang akan dihadapi di masa depan.

Fokus dengan apa yang dirasakan pada saat ini dan lakukan meditasi.

Luangkan waktu sekitar 10 menit untuk duduk dengan tenang, bernapas dalam-dalam, dan tenangkan pikiran.

Selain mengurangi ketegangan pada tubuh, cara ini cukup berhasil untuk mengatasi mental block.

3. Self-Talk Positif

Saat mental blocking sudah menimbulkan perasaan tertekan dan stres, cobalah untuk melakukan self-talk alias berbicara sendiri.

Ucapkan kata-kata yang bisa membuat perasaan jadi lebih baik, sehingga perasaan yang awalnya tertekan akan jadi lebih lega.

Coba katakan, "saya dapat menyelesaikan pekerjaan dengan baik", beberapa kali pada diri sendiri.

Kata-kata positif ini bisa mengembalikan motivasi diri yang hilang.

Baca juga: 3+ Manfaat dan Cara Melatih Berpikir Kritis

4. Ganti Suasana dan Cari Inspirasi

Terjebak dalam rutinitas yang sama terus-menerus bisa membuat Moms dan Dads mudah mengalami mental blocking.

Oleh karena itu, cobalah untuk membuat perubahan. Caranya bisa dengan mengganti suasana ruangan kerja, misalnya bekerja di coffee shop atau di depan halaman rumah.

Bisa juga dengan mencari inspirasi dari buku, alam di sekitar, acara TV, atau hal apa pun yang bisa membangun kreativitas sesuai dengan tugas yang dikerjakan.

5. Istirahat Sejenak

Mental blocking bisa terjadi karena otak dan tubuh membutuhkan istirahat. Seperti mesin yang menjadi lambat kinerjanya, mesin ini perlu diatur ulang.

Jadi, ketika kondisi ini menyerang, jangan paksakan diri untuk terus berkutat dengan tugas-tugas, ya.

Lebih baik berikan waktu untuk diri sendiri dengan beristirahat sejenak.

Moms dan Dads juga bisa menerapkan tips 25 menit bekerja dengan 5 menit istirahat, atau 30 menit kerja dan 10 menit istirahat.

Apabila keluhan masih sering dirasakan, tak perlu ragu untuk berkonsultasi lebih lanjut kepada psikolog atau psikiater, ya!

  • https://sageclinic.org/blog/overcoming-mental-blocks/
  • https://www.psychologytoday.com/us/blog/finding-your-voice/202006/mental-blocks-cognitive-techniques-and-reward-theory
  • https://gatewaycounseling.com/mental-blocks-tips/