Kesehatan

4 Februari 2020

Mengenal D-MER, Perasaan Sedih saat Menyusui

Bisa membuat emosi ibu berubah seketika
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Menjadi ibu memang pengalaman yang menyenangkan bagi seorang wanita. Bisa membangun ikatan dengan Si Kecil ketika menyusui, menyaksikan pertumbuhan dan perkembangan anak secara, dan turut serta mengambil bagian dalam membangun karakter anak di masa depan.

Sayangnya semua hal menyenangkan ini tidak selalu berjalan mulus. Misalnya ketika awal-awal menyusui anak, pasti akan ada banyak masalah yang dialami ibu ketika menyusui, salah satunya adalah Dysphoric Milk Ejection Reflex (D-MER).

Baca Juga: Penanganan Mastitis, Payudara Bengkak pada Ibu Menyusui

Apa itu Dysphoric Milk Ejection Reflex (D-MER)?

D-MER, menyusui anak

Foto: najell.com

“D-MER terjadi ketika jatuhnya emosi secara mendadak pada beberapa ibu, tepat sebelum refleks pengeluaran ASI saat menyusui atau memerah ASI atau saat refleks pengeluaran ASI secara spontan (tidak sedang menyusui bayi atau memerah),” jelas dr. Nia Wulan Sari, Konselor Laktasi RS Pondok Indah – Bintaro Jaya.

Dokter juga mengatakan bahwa gelombang emosi ini berlanjut tidak lebih dari beberapa menit.

Berdasarkan International Breastfeeding Journal, perasaan negatif singkat berkisar pada keparahan dari kepedihan hingga membenci diri sendiri, dan tampaknya memiliki penyebab fisiologis.

Gejala dari D-MER

D-MER, menyusui anak

Foto: rullavagn.nu

Biasanya Moms yang mengalami D-MER akan menunjukkan terlihat dari emosinya.

Gejala yang dapat terjadi adalah emosi negatif, dysphoria, perasaan hampa, kegelisahan, kesedihan, ketakutan, gugup, gelisah, marah emosional, gelisah, mudah tersinggung, putus asa, atau kesedihan saat ibu menyusui.

Contohnya, ketika akan mengeluarkan ASI untuk bayi, Moms akan merasa sangat bahagia dan terikat dengan bayinya. Namun, sebelum ASI dikeluarkan, Moms akan merasa tidak berdaya, putus asa, tidak berharga.

Jika Moms mengalami hal seperti itu, bisa dipastikan bahwa hal tersebut merupakan gejala dari D-MER.

Cara Mengatasi D-MER pada Ibu

D-MER, menyusui anak

Foto: thebump.com

“Ketika mengalaminya, seorang ibu perlu didorong dan didukung agar tidak dipandang sebelah mata,” kata dr. Nia Wulan Sari.

Pada kasus yang ringan sampai sedang, terapi alami, dan perubahan gaya hidup bisa membantu. Namun, pada kasus berat perlu mempertimbangkan konsultasi lebih lanjut dengan dokter atau konselor laktasi, mendapat perawatan yang lebih serius dan obat-obatan untuk mengelola D-MER secara lebih efektif.

Tips menyusui untuk ibu yang mengalami D-MER

D-MER, menyusui anak

Foto: parentscanada.com

Menurut dr. Nia Wulan Sari, tetap menyusui seperti biasa adalah tindakan yang paling tepat dilakukan oleh para Moms yang mengalami D-MER.

D-MER bukanlah masalah menyusui yang digunakan sebagai alasan untuk berhenti menyusui, atau setidaknya menyerah dengan mudah. Ibu yang benar-benar memiliki D-MER dapat menggunakannya sebagai dorongan agar mereka dapat terus menyusui.

Nah Moms, jika mengalami salah sayu gejalanya, sebaiknya segera minta bantuan untuk penanganannya. Ingat, jangan jadikan perasaan negatif itu sebagai alasan untuk berhenti menyusui.

Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait