25 Agustus 2023

Mengenal Tanda dan Gejala OCD yang Perlu Kamu Pahami!

Memiliki obsesi bersih-bersih juga termasuk tandanya.

OCD (Obsessive-Compulsive Disorder) adalah kondisi yang bisa dialami siapa saja. Lantas, bagaimana dengan gejalanya?

"OCD adalah suatu gangguan yang cukup umum dan bersifat kronis, membuat seseorang memiliki pikiran-pikiran (obsesi) yang sulit dikendalikan dan berulang.

Bisa juga memiliki perilaku (kompulsi) yang membuat seseorang merasa dipaksa untuk mengulang-ulang perbuatannya," jelas dr. Leonardi A. Goenawan, Sp. KJ.

dr. Leonardi adalah Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa di RS Pondok Indah, Puri Indah, Jakarta Barat, dan juga Bintaro Jaya, Moms.

Kemudian, salah satu gejalanya dalah ketakutan terhadap kuman.

Namun, sebenarnya kondisi ini sangat luas, lho Moms dan untuk mendiagnosisnya pun dibutuhkan banyak pemeriksaan.

Mari ketahui serba-serbi dari gangguan mental yang kerap dialami banyak orang ini.

Baca Juga: Mengenal Kemampuan Fungsi Eksekutif dalam Perkembangan Anak

Apa Itu Penyakit OCD?

Ilustrasi Tanda Penyakit OCD
Foto: Ilustrasi Tanda Penyakit OCD (Freepik.com/yuriarcurspeopleimages)

Pernahkah Moms melihat seseorang yang memiliki OCD, atau mengalaminya sendiri?

Dilansir dari The National Institute of Mental Health (NIMH), OCD adalah gangguan kronis umum yang berlangsung lama.

Ini merupakan kondisi ketika seseorang memiliki pikiran terus-menerus (obsesi) untuk melakukan sesuatu kegiatan.

Sering kali, hal ini tidak bisa dikontrol, maka dari itu, penderita masalah kesehatan ini kerap mengalami hambatan dalam beraktivias sehari-hari.

Ini dapat terjadi pada wanita, laki-laki, maupun anak-anak sekalipun.

Sejumlah orang bisa saja mengalami gejala awal dan akan berkelanjutan hingga melewati masa pubertas menuju dewasa.

Hingga saat ini, belum diketahui pasti apa penyebabnya. Namun, ada sejumlah faktor yang mungkin berperan, termasuk:

Seseorang yang mengalami depresi atau kecemasan berlebih juga berisiko terkena gangguan mental ini.

Baca Juga: Sakit Punggung Tengah? Cari Tahu Gejala hingga Penyebabnya di Sini!

Gejala OCD

Menggunakan Handsanitizer
Foto: Menggunakan Handsanitizer (Freepik.com/yuriarcurspeopleimages)

Apa Moms sering merasa rumah kotor? Berulang kali membersihkan rumah karena selalu merasa berantakan?

Bisa jadi Moms sangat peduli akan kebersihan rumah atau mainan Si Kecil?

Agar tidak menebak-nebak dan mendiagnosis diri sendiri, mari cari tahu tanda penyakit OCD di bawah ini!

1. Sering Cuci Tangan atau Menggunakan Hand Sanitizer

Gejala OCD pertama adalah sering mencuci tangan. Mencuci tangan memang hal baik, tapi jika berlebihan maka bisa berarti gejala OCD!

Apabila sedikit-sedikit Moms selalu mencuci tangan hanya karena ketakutan akan kuman yang menempel di kulit, ini bisa jadi tanda penyakit OCD.

Nah, jika mempunyai ritual cuci tangan yang sangat rumit, bahkan hingga menggosoknya dengan sabun sampai 5 kali sampai ke dalam-dalam kuku, ini perlu dikhawatirkan.

"Bisa saja, ini adalah tanda atau gejala terkena OCD. Biasanya, orang dengan sifat ini ingin sesuatunya terasa sempurna," ungkap Jeff Szymanski, PhD.

Jeff adalah Direktur Eksekutif dari International OCD Foundation, sebuah organisasi advokasi yang berbasis di Boston, dilansir dari Health.

Baca Juga: Perkembangan Psikologi Anak dari Bayi hingga Usia Sekolah dan Pola Pengasuhan yang Disarankan

2. Memiliki Obsesi Bersih-bersih

Tanda penyakit OCD yang paling umum terjadi memang terobsesi untuk bersih-bersih.

Orang yang menderita OCD cenderung memaksakan diri untuk selalu membersihkan setiap jengkal area yang biasa ia gunakan.

Bukan hanya rumah, tapi bisa juga seperti meja kantor, mobil, dan lainnya.

Biasanya, mereka bisa berjam-jam melakukan kegiatan bersih-bersih hanya untuk memastikan setiap sudut sudah bersih dan bebas kuman.

Namun, kegiatan bersih-bersih yang dilakukan berjam-jam setiap harinya tidak selalu dapat dikaitkan dengan OCD.

"Jika memiliki ketakutan dan kecemasan untuk tidak melakukan bersih-bersih seperti yang biasa dilakukan, itu baru salah satu tanda OCD,” jelas Michael Jenike, MD, Psikiater di Massachusetts General Hospital, di Boston, melansir dari Health.

Baca Juga: Ini 13 Jenis Sepatu Pria yang Dads Wajib Punya agar Makin Stylish

3. Sering Mengecek Ulang Segala Sesuatu

Pria Mengecek Barang
Foto: Pria Mengecek Barang (Freepik.com/assumption111)

Gejala OCD selanjutnya adalah sering mengecek ulang banyak hal.

Double checking pekerjaan itu baik, tapi jika Moms dapat mengecek ulang sesuatu hingga lebih dari 5 kali, segera periksakan ke psikiater.

Seseorang dengan tanda penyakit OCD cenderung memaksakan dirinya untuk mengecek ulang segala sesuatu hanya karena perasaan takut dan cemas.

Seperti dikutip dari Health, Dr. Jenike memiliki pasien yang selalu mengecek ovennya sebanyak 3 kali hanya untuk memastikan ovennya tidak menyala.

Bukan ketakutan akan kebakaran, atau lupa mematikan, tapi hal itu sudah menjadi kebiasaan yang dilakukan setiap hari.

Adapun, ia melakukan ini karena merasa ada yang kurang jika tidak melakukan hal itu setiap harinya.

4. Selalu Berhitung

Ada juga penderita yang memiliki tanda penyakit OCD yang selalu berhitung saat sedang melakukan sesuatu.

Seperti misalnya berhitung saat sedang menaiki tangga atau saat berjalan ke parkiran mobil.

Menurut mereka hal ini harus dilakukan supaya tetap merasa aman.

Ada contoh lain, misalnya seseorang yang menderita OCD memiliki keyakinan bahwa angka 7 itu baik.

Ia selalu merasa dia akan tersakiti atau orang lain akan terluka jika ia tidak mengambil 7 langkah dalam melakukan apapun.

5. Terorganisir Sangat Sempurna

Kalender Agenda
Foto: Kalender Agenda (Freepik.com/rawpixel-com)

Gejala OCD selanjutnya adalah memiliki kemampuan mengorganisir sesuatu dalam level yang sangat sempurna.

Orang dengan sifat ini terobsesi dengan urutan dan kesimetrisan.

“Mereka selalu menyusun sesuatu hingga ia merasa sudah sempurna, terlihat baik, simetris, dan jumlahnya sesuai (untuk barang),” ungkap Szymanski.

Terkadang penderita OCD merasa kerapihan dan kebersihan saja tidak cukup.

Segala sesuatunya harus diletakkan secara simetris, dengan jumlah yang sesuai, diurutkan dari kecil ke besar, rendah ke tinggi, atau sebaliknya.

Diketahui, kebiasaan ini dilakukan untuk memuaskan rasa khawatir berlebihannya.

Baca Juga: Waspadai Anoreksia, Ketakutan Berlebihan Menjadi Gemuk Setelah Makan

Setiap orang pasti pernah terpikir akan kemungkinan terkena musibah, kecelakaan, atau hal buruk...

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.

rbb