Scroll untuk melanjutkan membaca

KESEHATAN MENTAL
29 Januari 2023

5 Sifat Manusia Berdasarkan Teori Big Five Personality

Sifat manusia ini menjadi dasar untuk mengembangkan kemampuan diri
5 Sifat Manusia Berdasarkan Teori Big Five Personality

Saat ini, banyak tersebar tes mengenai karakter seseorang yang bertebaran, terutama di internet. Sebenarnya hal itu menjelaskan tentang sifat manusia yang berbeda-beda.

Sebagian besar didukung oleh bukti yang sangat sedikit dan jika Moms menemukan sistem yang mengklaim dapat mengkategorikan seseorang, sebenarnya itu mungkin terlalu disederhanakan.

Sebab, meski tes kepribadian disukai oleh konselor bimbingan sekolah menengah dan penulis buku self-help, tapi hal itu tetap kurang disukai oleh banyak ilmuwan.

Baca Juga: Karakter ENTJ, Kepribadian Pemimpin yang Ambisius

Mengenal Sifat Manusia

Mengenal Sifat Manusia

Foto: Mengenal Sifat Manusia (Pexels/Ketut Subiyanto)

Sebuah studi besar baru yang diterbitkan di Nature Human Behavior, memberikan bukti keberadaan setidaknya empat tipe kepribadian atau sifat manusia, yakni:

  • Average (rata-rata)
  • Reserved (pendiam)
  • Self-centered (egois)
  • Role model (panutan).

Masing-masing didasarkan pada sejauh mana orang menampilkan lima ciri karakter utama yang berbeda.

Termasuk neurotisisme, ekstraversi, openness (keterbukaan), keramahan (agreeableness), dan kesadaran (conscientiousness).

“Sepertinya ciri-ciri kepribadian diterima dengan sangat baik dan mapan dalam psikometri, tetapi tipe kepribadian tidak,” kata penulis studi, Luis Amaral yang merupakan profesor teknik kimia dan biologi di Universitas Northwestern.

Menurut penelitian tersebut, kebanyakan orang akan mengikuti tipe kepribadian yang paling dekat dengan rata-rata, yang cukup menyenangkan dan teliti, cukup ekstrovert dan neurotik tetapi tidak terlalu terbuka.

Penelitian tim Northwestern bukan satu-satunya yang membahas bidang kepribadian terbaru.

Ada juga penelitian dari North Carolina State University yang mengembangkan tes kepribadian baru.

Tes tersebut dilakukan berdasarkan reaksi cepat orang-orang terhadap pertanyaan tentang lima ciri kepribadian besar yang sama.

Baca Juga: Moms, Kenali Kepribadian Berdasarkan Bentuk Wajah, Yuk!

Biasanya, psikolog fokus pada ciri-ciri kepribadian. Ciri-ciri sifat manusia dengan penelitian terkuat yang mendukungnya adalah Big Five:

  • Keterbukaan (Openness)
  • Kesadaran (Conscientiousness)
  • Ekstraversi (Extraversion)
  • Kesesuaian (Agreeableness)
  • Neurotisisme (Neuroticism)

Ini dikembangkan pada 1970-an oleh dua tim peneliti.

Tim ini dipimpin oleh Paul Costa dan Robert R. McCrae dari National Institutes of Health dan Warren Norman dan Lewis Goldberg dari University of Michigan di Ann Arbor dan University of Oregon.

Lima sifat manusia ini memiliki bukti-bukti penelitian ilmiah.

Sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Personality and Social Psychology menemukan bahwa struktur Big Five serupa di 50 negara.

Selain itu, studi lain yang diterbitkan dalam jurnal Plos One menemukan bahwa di antara 22 negara, kerusakan ciri kepribadian memiliki sedikit kemiripan.

Padahal, kebangsaan seseorang hanya berkontribusi 2% terhadap kepribadiannya.

Namun, mungkin ada beberapa budaya yang tidak memahami sifat manusia dalam istilah Big Five.

Contohnya studi di Journal of Personality and Social Psychology menemukan bahwa di antara suku Tsimane yang menjadi petani-hortikultura di Bolivia, kepribadian dipahami hanya berdasarkan dua sifat, yakni prososialitas dan ketekunan.

Satu kemungkinan adalah bahwa masyarakat yang memiliki lebih banyak interaksi sosial, memungkinkan lebih banyak jenis ciri kepribadian.

Psikolog University of California Merced Paul Smaldino dan antropolog UC Santa Barbara Michael Gurven, telah menyarankan ini dalam studi mereka di Nature Human Behavior

Baca Juga: Yuk Kenali Kepribadian Kita dari Bentuk Alis!

Penjelasan Sifat Dasar Manusia

Penjelasan Sifat Dasar Manusia

Foto: Penjelasan Sifat Dasar Manusia (Orami Photo Stock)

Jika Moms tinggal di masyarakat yang besar dan heterogen, kemungkinan konsep sifat manusia dalam Big Five akan terlihat dan sesuai dengan karakter manusia.

1. Keterbukaan (Openness)

Maksudnya adalah keterbukaan terhadap pengalaman. Orang yang memiliki keterbukaan tinggi menyukai petualangan.

Orang tersebut ingin tahu dan menghargai seni, imajinasi, dan hal-hal yang baru.

Moto dari seseorang yang memiliki sifat ini bisa jadi ‘variasi adalah bumbu kehidupan’.

Orang yang rendah keterbukaannya justru memiliki sifat sebaliknya. Orang tersebut lebih memilih untuk tetap pada kebiasaan, menghindari pengalaman baru dan mungkin bukan termasuk orang yang suka bertualang.

Keterbukaan mungkin berkorelasi dengan kecerdasan verbal dan perolehan pengetahuan selama hidup, menurut studi American Psychological Association.

Orang-orang yang memiliki keterbukaan tinggi menikmati hal-hal baru dan kemampuan produksi humor yang diprediksi melebihi kecerdasan, menurut penelitian tersebut.

Dengan kata lain, sifat manusia ini membuat orang memiliki karakter yang lebih lucu daripada orang yang hanya pintar.

Baca Juga: 11 Sifat Scorpio Wanita, Pasangan yang Misterius dan Sensitif

2. Kesadaran (Conscientiousness)

Ini adalah penjelasan mengenai sifat orang yang teliti terorganisir dan memiliki rasa kewajiban yang kuat. Mereka juga disiplin dan fokus pada prestasi.

Orang yang teliti ini adalah perencana yang baik. Selain itu, orang yang kesadarannya rendah lebih spontan dan bebas.

Pada tahapan yang ekstrem, orang tersebut mungkin memiliki kecenderungan lebih ceroboh.

Kesadaran adalah sifat yang bermanfaat untuk dimiliki, karena telah dikaitkan dengan prestasi di sekolah dan di tempat kerja, menurut penelitian yang diterbitkan dalam Prosiding National Academy of Sciences.

3. Ekstraversi (Extraversion)

Extraversion versus introversion mungkin merupakan ciri kepribadian yang paling dikenal dari Big Five ini. Orang yang extraverts akan terlihat cerewet, mudah bergaul dan menarik energi dari orang banyak.

Orang tersebut juga cenderung asertif dan ceria dalam interaksi sosialnya. Dia juga mampu menyemarakkan suasana berkat kemampuan bersosialisasinya.

Di sisi lain, sifat introvert membutuhkan banyak waktu sendirian. Introversi sering dikacaukan dengan rasa malu, tetapi keduanya tidak sama.

Rasa malu menyiratkan ketakutan akan interaksi sosial atau ketidakmampuan untuk berfungsi secara sosial.

Padahal, orang introvert bisa sangat menawan di pesta, meski lebih suka menyendiri.

Baca Juga: Ciri-Ciri Social Butterfly, Orang yang Mirip Karakter Ekstrovert

4. Kesesuaian (Agreeableness)

Sifat agreeableness ini mengukur sejauh mana kehangatan dan kebaikan seseorang.

Semakin menyenangkan seseorang, semakin besar kemungkinan mereka untuk percaya, membantu, dan berbelas kasih.

Orang yang tidak menyenangkan akan bersikap dingin dan curiga terhadap orang lain, dan cenderung tidak mau bekerja sama.

Padahal, keramahan memiliki manfaat. Dalam studi 25 tahun yang diterbitkan dalam Developmental Psychology, anak-anak yang menyenangkan memiliki lebih sedikit masalah perilaku daripada anak-anak yang rendah dalam keramahan.

Dan orang dewasa yang menyenangkan memiliki lebih sedikit depresi dan stabilitas pekerjaan yang lebih besar daripada orang dewasa yang rendah dalam keramahan.

Sebuah studi tahun yang diterbitkan di Personal Psychology menunjukkan bahwa pria yang tidak menyenangkan mungkin lebih sedikit bekerja di rumah.

Memungkinkan mereka untuk mencurahkan lebih banyak waktu dan energi untuk pekerjaan mereka dan dengan demikian menghasilkan lebih dari pria yang menyenangkan.

5. Neurotisisme (Neuroticism)

Biasanya, sifat manusia ini terlalu khawatir tentang segala hal dan mudah tergelincir ke dalam kecemasan dan depresi.

Sebuah studi GLO Discussion Paper menemukan hubungan negatif antara neurotisme dan pendapatan seseorang.

Meskipun orang-orang neurotik dengan gaji yang baik memperoleh kenaikan gaji, penghasilan tambahan justru membuat orang tersebut kurang bahagia.

Karena orang dengan tingkat neurotisisme tinggi cenderung mengalami banyak emosi negatif, neurotisisme berperan dalam perkembangan gangguan emosional, menurut sebuah makalah di Clinical Psychological Science.

Sebaliknya, orang yang rendah neurotisisme cenderung stabil secara emosional dan seimbang dalam menghadapi hidup dan kehidupan.

Itulah penjelasan mengenai sifat manusia dengan versi yang popular, yaitu Big Five.

Diharapkan engan mengetahui hal tersebut, seseorang akan lebih mudah untuk mengembangkan potensi diri dan lebih baik di kemudian hari.

  • https://time.com/5398396/personality-types/
  • https://journals.sagepub.com/doi/full/10.1177/1094428118795295
  • https://www.nature.com/articles/s41562-018-0419-z?utm_medium=affiliate&utm_source=commission_junction&utm_campaign=3_nsn6445_deeplink_PID100085446&utm_content=deeplink
  • https://www.livescience.com/41313-personality-traits.html
  • https://www.scientificamerican.com/article/the-big-five/
  • https://doi.apa.org/doiLanding?doi=10.1037%2F0022-3514.88.3.547
  • https://journals.plos.org/plosone/article?id=10.1371/journal.pone.0179646
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4104167/
  • https://www.nature.com/articles/s41562-019-0730-3?proof=t&utm_medium=affiliate&utm_source=commission_junction&utm_campaign=3_nsn6445_deeplink_PID100052172&utm_content=deeplink
  • https://psycnet.apa.org/record/2020-01652-001
  • https://www.pnas.org/content/116/46/23004
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2730208/
  • https://hbr.org/2018/04/these-3-personality-traits-affect-what-you-earn-but-only-after-age-40
  • https://onlinelibrary.wiley.com/doi/abs/10.1111/peps.12454
  • https://www.econstor.eu/bitstream/10419/237085/1/GLO-DP-0902rev.pdf
  • https://journals.sagepub.com/doi/10.1177/2167702615577470

Copyright © 2023 Orami. All rights reserved.