Scroll untuk melanjutkan membaca

KESEHATAN MENTAL
13 Februari 2022

Kenali 9 Jenis Tes Depresi Beserta Manfaatnya

Tes khusus untuk memeriksa tingkat depresi
Kenali 9 Jenis Tes Depresi Beserta Manfaatnya

Foto: Orami Photo Stocks

Moms, bagaimana cara seseorang mengetahui apakah dia memiliki depresi atau tidak? Salah satunya dengan menjalani tes depresi.

Tes depresi ini dilakukan untuk mengukur sejauh mana tingkat depresi yang dialami seseorang.

Melansir National Health Service, tes depresi dapat membantu diri memahami perasaan yang mungkin akhir-akhir ini sulit dipahami, sehingga cukup memengaruhi mood dan kondisi tubuh.

Depresi tidak hanya terjadi pada kalangan atau golongan usia tertentu saja, Moms.

Hasil Riskesdas Tahun 2018 menunjukkan bahwa kondisi depresi bisa mulai terjadi pada usia remaja, yakni 15-24 tahun dengan prevalensi sebesar 6,2 persen.

Sering kali kondisi depresi dianggap remeh, padahal depresi dapat menjadi masalah besar bila tidak ditangani dengan cepat.

Maka dari itu Moms, penting untuk melakukan tes depresi. Tes ini bisa dilakukan oleh remaja hingga dewasa, mulai dari usia 16 tahun.

Lalu, apa saja jenis tes depresi yang bisa Moms ikuti? Berikut informasi lengkapnya.

Baca Juga: 3 Tingkatan Depresi dan Cara Mendeteksinya

Manfaat Tes Depresi

depresi dan gangguan makan-3.jpeg

Foto: depresi dan gangguan makan-3.jpeg (Orami Photo Stock)

Foto: Orami Photo Stock

Tes depresi tidak mendiagnosis depresi. Namun, hasilnya menunjukkan jika ada gejala depresi dan mungkin memerlukan evaluasi lebih lanjut.

Ini dikarenakan gejala depresi begitu beragam dan tidak selalu dapat disadari.

Sehingga para ahli telah menyusun tes depresi yang dapat dilakukan secara mandiri, maupun dibantu oleh profesional medis seperti psikolog dan psikiater.

Tes depresi umumnya berupa kuesioner untuk mengumpulkan informasi dari pasien sebanyak-banyaknya.

Setelah mendapat gambaran kondisi psikologis melalui hasil tes depresi, berikutnya Moms perlu berkonsultasi lebih lanjut pada psikolog atau psikiater.

Tujuannya agar dapat dilakukan pemeriksaan yang lebih seksama, guna menentukan diagnosis depresi.

Dengan begitu, psikolog maupun psikiater dapat memberikan penanganan yang dibutuhkan.

Baca Juga: Moms, Kenali Lebih Dekat 6 Gejala Depresi Pada Anak

Jenis Tes Depresi

depressed-young-woman-sitting-alone-floor-living-room_68339-166.jpg

Foto: depressed-young-woman-sitting-alone-floor-living-room_68339-166.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Dokter, psikiater, psikoterapis, dan profesional kesehatan mental lainnya dapat menggunakan tes depresi sebagai bagian dari evaluasi atau perawatan mereka.

Terkadang tes diberikan untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang tingkat keparahan depresi seseorang.

Selain itu, seseorang dapat mengambil tes yang sama beberapa kali selama perawatan untuk melihat perkembangan.

Sebagian besar tes depresi menghasilkan skor numerik. Skor itu memberikan data penyedia perawatan kesehatan mental tentang depresi seseorang.

Ada banyak tes yang dapat digunakan untuk menilai depresi. Berikut adalah beberapa yang paling umum digunakan.

Berikut adalah beberapa jenis tes depresi melansir dari Very Well Mind:

1. Beck Depression Inventory (BDI-II)

The Beck Depression Inventory diciptakan oleh Aaron Beck, seorang psikiater yang dianggap sebagai bapak terapi kognitif.

Versi tes saat ini, BDI-II, sesuai untuk individu 13 tahun ke atas.

Tes depresi ini berisi 21 pertanyaan, dengan masing-masing diberi skor pada skala 0-3. Skor total yang lebih tinggi akan menunjukkan gejala depresi yang lebih parah.

2. Zung Self-Rating Depression Scales (SDS)

Skala Depresi Self-Rating Zung menilai tingkat keparahan depresi seseorang.

Tes depresi ini terdiri dari 20 item yang mengeksplorasi aspek psikologis, somatik, dan afektif depresi. Jenis tes ini adalah alat yang cepat dan sederhana.

Baca Juga: Mengenal Separation Anxiety dan Tanda-tandanya Pada Bayi

3. Major Depression Inventory (MDI)

Tes depresi ketiga ini terdiri dari 10 item. Nantinya individu akan memberi peringkat seberapa sering mereka mengalami gejala tertentu selama 2 minggu terakhir pada skala Likert.

Item kemudian diberi skor yang menunjukkan tingkat keparahan depresi (dari tidak ada depresi hingga depresi parah).

4. Rome Depression Inventory (RDI)

Inventarisasi Depresi Roma terdiri dari serangkaian 25 item yang menggunakan frasa yang paling umum digunakan oleh individu yang depresi.

Baca Juga: 5 Tanda Anak Depresi dan Cara Mengatasinya yang Sering Diabaikan, Moms Wajib Tahu!

5. Plutchik-Van Praag Self-Report Depression Scale (PVP)

Skala depresi laporan diri Plutchik-Van Pragg ini menggunakan 34 item untuk menutupi kriteria diagnostik untuk depresi.

Meskipun dikembangkan untuk edisi awal Diagnostic and Statistical Manual (DSM-III), DSM-III tetap relevan hingga saat ini karena dokter menggunakan DSM-5 sebagai tes depresi.

6. Hamilton Rating Scale for Depression (HRSD)

Skala Penilaian Hamilton untuk Depresi adalah kuesioner beberapa item yang digunakan untuk mengidentifikasi depresi dan untuk mengevaluasi pemulihan.

Tes depresi ini dirancang untuk orang dewasa dan digunakan untuk menilai tingkat keparahan depresi seseorang. Caranya, dengan mengevaluasi:

Baca Juga: Kenali Lebih Dekat 5 Gejala Gangguan Bipolar pada Anak Berikut Ini

7. Carroll Rating Scale (CRS)

Tes depresi ini merupakan adalah versi laporan diri dari Hamilton Rating Scale for Depression (HAMD). Umumnya terdiri dari 52 item dikotomis.

8. Center for Epidemiological Studies Depression (CES-D)

Pusat Studi Epidemiologi Depresi telah digunakan sejak tahun 1970-an. Tes depresi initerdiri dari 20 item dan versi laporan diri tetap digunakan secara luas.

9. Children’s Depression Inventory (CDI)

Inventarisasi Depresi Anak mengukur tanda-tanda afektif, kognitif, dan perilaku depresi pada anak-anak antara usia 7 dan 17.

Baca Juga: Saat Hamil, Atasi Mood Swing dengan Trik Ini!

Tes Depresi Online

Printscreen di laptop

Foto: Printscreen di laptop

Foto: Orami Photo Stock

Untuk Moms yang ingin mengikuti tes depresi namun belum memiliki waktu untuk janji temu dengan dokter atau psikiater, maka bisa mencoba tes depresi online.

Beberapa situs ini menyediakan tes depresi online dengan pengawasan psikiater lho, Moms! Jangan lupa untuk disimak, ya!

1. Depression and Anxiety Self-assessment Quiz

Depression and anxiety self-assessment quiz ini adalah tes depresi online yang disediakan oleh National Health Service.

Bagi siapapun yang berusia 16 tahun keatas, bisa mencobanya dengan mengakses situs di sini.

2. Clinical Partners Depression Test

Tes depresi berikutnya disediakan secara online oleh clinical-partners.co.uk.

Moms bisa mengaksesnya melalui situs berikut ini.

Baca Juga: Maag Vanessa Angel Kerap Kambuh selama di Penjara, Apa Hubungan Maag dan Depresi?

3. Jagaddhita Tes Indeks Depresi

Berikutnya adalah tes depresi online yang disediakan oleh Jaggadhita.org dalam Bahasa Indonesia.

Tes Indeks Depresi (TID) ini akan berisi beberapa pertanyaan mengenai kondisi Moms akhir-akhir ini. Moms bisa mengaksesnya melalui link ini.

4. Psycom 3 Minutes Depression Test

Rekomendasi tes depresi online berikutnya adalah Psycom 3 Minutes Depression Test.

Moms hanya perlu meluangkan waktu selama tiga menit untuk memilih ragam jawaban dari pertanyaan yang sudah disediakan.

Moms bisa mengaksesnya melalui link berikut ini.

Baca Juga: Suami Mengalami Depresi? Kenali Tanda-tandanya!

Itu dia Moms beragam tes depresi serta manfaatnya untuk kesehatan jiwa. Jangan ragu untuk mencari pertolongan profesional jika dirasa membutuhkan, ya!

  • https://www.verywellmind.com/depression-tests-mood-disorder-4174922#purpose-and-uses
  • https://www.nhs.uk/mental-health/self-help/guides-tools-and-activities/depression-anxiety-self-assessment-quiz/
  • https://www.clinical-partners.co.uk/for-adults/depression/a-test-for-depression
  • https://jagaddhita.org/tid-mulai/
  • https://www.psycom.net/depression-test/

Copyright © 2023 Orami. All rights reserved.