Kesehatan Mental

16 November 2021

Mengulik Soal Self Harm, Tindakan Menyakiti Diri untuk Meluapkan Emosi

Bagaimana cara mengatasinya?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Cholif Rahma
Disunting oleh Karla Farhana

Bagi para Moms yang belum akrab dengan istilah self harm, ini adalah perilaku menyakiti diri sendiri, Moms.

Perilaku tersebut biasanya dilakukan untuk mengatasi rasa tertekan dan luka emosional.

Umumnya, seseorang yang melakukan self harm dengan sengaja melakukan tindakan untuk menimbulkan rasa sakit dan kerusakan pada tubuh sendiri, seperti:

  • Menyayat kulit menggunakan benda tajam
  • Membakar kulit dengan bara api/rokok
  • Menggaruk kulit sampai terluka

Tidak hanya itu, mereka juga bisa menyakiti diri dengan meminum alkohol atau obat-obatan secara berlebihan.

Bahkan, mereka sengaja melakukan hubungan seks dengan cara yang tidak aman yang bertujuan untuk meluapkan emosi negatif.

Lantas, apa saja penyebab yang mendorong seseorang melakukan self harm? Berikut ini informasi lengkapnya, Moms.

Baca Juga: Kenali Berbagai Penyebab Trauma dan Cara Efektif Mengatasinya, Yuk Moms!

Penyebab Self Harm

Self Harm.jpg

Foto: thestar.com

Bagi penderitanya, melakukan self harm dapat membantu mereka mengekspresikan perasaan yang tidak sanggup diungkapkan maupun sebagai cara menghukum diri sendiri.

Ada beberapa hal yang membuat seseorang terdorong melakukan hal ini. Melansir Journal of Guidance and Counseling, penyebab self harm antara lain:

1. Pelecehan Seksual di Masa Kecil

Studi dalam jurnal tersebut menunjukkan adanya hubungan yang kuat antara pelecehan seksual pada masa kecil dan perilaku self harm di masa dewasa.

Korban pelecehan seksual di masa kecil memiliki risiko tinggi mengalami depresi dan melakukan tindakan melukai atau merusak diri sendiri sebagai pelampiasan.

2. Bentuk Kebencian dan Kekecewaan pada Diri Sendiri

Bagi seseorang yang merasa dirinya rendah hingga memilih untuk membenci dirinya sendiri, cenderung akan melukai dirinya sendiri.

Contohnya, apabila seseorang yang pernah mengalami kekerasan fisik, atau bahkan pelecehan seksual di masa lalunya, akan berdampak pada rasa percaya dirinya.

Ia akan menganggap bahwa dirinya sangatlah rendah.

Oleh karena itu, ia melakukan tindakan self harm sebagai salah satu bentuk pelampiasan atas kebencian pada dirinya sendiri.

Tindakan self harm itu juga dilakukan sebagai bentuk kekecewaan dan menyalahkan dirinya sendiri terhadap apa yang telah terjadi di masa lalunya.

Baca Juga: Efek Mengejutkan Trauma Emosional pada Anak

3. Lingkungan Sosial yang Tidak Mendukung

Salah satu penyebab seseorang melakukan self harm, bisa jadi karena ia berada di lingkungan yang tidak mendukung, berupa:

  • Lingkungan keluarga
  • Tempat kerja
  • Teman atau sahabat
  • Kerabat

Sebagai contoh, Moms curhat masalah pribadi kepada salah satu anggota keluarga atau teman.

Alih-alih mendapatkan saran atau dukungan, Moms justru dinilai tidak kompeten. Apa yang Moms alami bahkan justru dinilai sebagai masalah sepele.

Maka orang yang memiliki masalah tersebut akan menganggap bahwa dirinya sangatlah tidak penting.

Sehingga untuk ke depannya ketika ia memiliki masalah, ia akan memendamnya sendiri hingga mengalami stres yang berkepanjangan.

Ia merasa bahwa orang-orang di sekitarnya tidak ada yang memberikan semangat atau dukungan pada dirinya.

Tak sampai di situ, ia juga akan melakukan tindakan yang membahayakan dirinya sendiri sebagai bentuk kekesalan pada dirinya, yakni tindakan self harm.

4. Mengalami Stres Menumpuk

Penyebab seseorang melakukan perilaku self harm yang selanjutnya yaitu mengalami stres yang menumpuk.

Dalam sebuah penelitian yang dikutip National Health Service menyatakan, stres yang menumpuk hingga tidak dapat ditoleransi dapat berisiko melakukan self harm untuk melepas stres.

Baca Juga: 7+ Penyakit yang Akan Timbul Akibat Pola Makan Tidak Teratur, Bisa Stres!

Bagaimana Cara Mengatasi Self Harm?

Konsultasikan ketika mood swing sangat sulit dikendalikan

Foto: Orami Photo Stock

Perilaku self harm ini tentu saja membawa dampak buruk bagi penderitanya bahkan bisa berdampak pada kematian.

Lalu, bagaimana cara yang tepat untuk dapat mengatasi perilaku self harm ini? Simak penjelasannya di bawah ini.

1. Mencari Tahu Penyebabnya

Cara mengatasi perilaku self harm yang pertama yaitu mencari tahu penyebabnya terlebih dahulu.

Mencari tahu penyebab seseorang melakukan perilaku self harm akan sangat membantu mengatasi tindakan menyakiti diri tersebut.

Dengan mengetahui penyebabnya, maka akan lebih mudah untuk mempelajari cara yang harus ditempuh agar dapat menghindari perilaku self harm.

2. Berbicara dengan Orang yang Paling Dipercaya atau Psikolog

Seseorang yang memiliki perilaku self harm memerlukan orang yang bisa dipercaya untuk menceritakan apa yang ia alami dengan nyaman.

Meski begitu, terkadang tetap tidak mudah bagi mereka untuk menceritakan semuanya sekaligus.

Jadi, berikan ia waktu untuk menceritakan semuanya secara perlahan-lahan.

Pelaku self harm juga bisa mengonsultasikan masalahnya kepada psikolog untuk mengatasi masalahnya.

Psikolog akan memberikan solusi yang lebih konkret untuk membantu pelaku self harm keluar dari masalahnya.

Baca Juga: Kenali Manfaat Terapi Kognitif untuk Mengatasi Berbagai Masalah Psikologis

3. Mencari Cara untuk Melepas Stres

Seperti yang sudah disebutkan bahwa tindakan menyakiti diri sendiri terjadi karena stres berat atau depresi yang disebabkan oleh suatu kondisi.

Oleh karena itu, salah satu cara mengatasinya adalah dengan mencari cara lain untuk melampiaskan perasaan.

Jika tindakan melukai diri sendiri disebabkan oleh emosi dan luka yang mendalam, maka hal yang bisa dilakukan adalah:

  • Menulis segala perasaan negatif di dalam buku jurnal (journaling)
  • Menggambar
  • Menciptakan puisi atau lagu
  • Mendengarkan musik yang dapat menggambarkan perasaan

Jika perilaku self harm dilakukan untuk menenangkan diri, maka tindakan ini bisa digantikan dengan mandi air hangat, memijat leher, atau berlibur sejenak.

4. Temukan Perilaku Pengganti

Bila seseorang pernah melakukan self harm, maka ia harus mulai mengganti perilaku negatif tersebut dengan hal yang tidak berbahaya.

Ia harus selalu menyibukkan tangan supaya dapat teralihkan dari dorongan self harm.

Caranya adalah dengan kegiatan yang bisa mengalihkannya, seperti:

  • Bermain slime
  • Menulis
  • Bermain gitar
  • Mencuci piring
  • Makan
  • Menggenggam es batu
  • Meremas bola karet

5. Berolahraga

Bila belum bisa menemui psikolog atau psikiater, orang yang punya perilaku menyakiti dirinya sendiri harus punya pelampiasan emosi yang positif.

Bentuk pelampiasan itu harus yang bisa mengeluarkan banyak emosi dan tenaga, misalnya olahraga.

Olahraga pelepas emosi yang bisa dipilih adalah boxing (tinju). Moms hanya perlu beli samsak dan menggantungnya di tempat aman.

Bisa juga lakukan jogging atau bermain basket. Intinya, cari olahraga yang melelahkan. Setelah lelah, perasaan akan jauh lebih baik.

Baca Juga: Preksha Mehta Bunuh Diri, Ini 5 Cara Menghindari Depresi Selama Pandemi COVID-19

Demikian Moms informasi seputar self harm. Perilaku gemar menyakiti diri sendiri ini tidak boleh berlangsung lama.

Karena itu, saat tanda-tandanya terus muncul, beranikan diri untuk meminta pertolongan kepada psikolog atau psikiater, ya.

  • https://www.nhs.uk/mental-health/feelings-symptoms-behaviours/behaviours/self-harm/getting-help/
  • https://ejournal.upi.edu/index.php/Psikoeduko/article/view/32830
  • https://www.mind.org.uk/information-support/types-of-mental-health-problems/self-harm/about-self-harm/
  • https://www.nami.org/About-Mental-Illness/Common-with-Mental-Illness/Self-harm
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait