10 Oktober 2022

Mengenal Self Harm, Perilaku Menyakit Diri Sendiri: Penyebab, Tanda, dan Cara Mengatasinya

Kebencian dan kekecewaan pada diri sendiri yang begitu besar bisa jadi pemicunya

Pernahkah Moms mendengar tentang istilah self harm? Istilah tersebut digunakan untuk menggambarkan perilaku menyakiti diri sendiri.

Perilaku tersebut biasanya dilakukan untuk mengatasi rasa tertekan dan luka emosional.

Umumnya, seseorang yang melakukan self harm dengan sengaja melakukan tindakan untuk menimbulkan rasa sakit dan kerusakan pada tubuh sendiri, seperti:

  • Menyayat kulit menggunakan benda tajam.
  • Membakar kulit dengan bara api atau rokok.
  • Menggaruk kulit sampai terluka.

Tidak hanya itu, mereka juga bisa menyakiti diri dengan meminum alkohol atau obat-obatan secara berlebihan.

Bahkan, mereka sengaja melakukan hubungan seks dengan cara yang tidak aman yang bertujuan untuk meluapkan emosi negatif.

Lantas, apa saja penyebab yang mendorong seseorang melakukan self harm? Berikut ini informasi lengkapnya, Moms.

Baca Juga: Kenali Berbagai Penyebab Trauma dan Cara Efektif Mengatasinya, Yuk Moms!

Penyebab Self Harm

Self Harm
Foto: Self Harm (Thestar.com)

Bagi penderitanya, melakukan self harm dapat membantu mereka mengekspresikan perasaan yang tidak sanggup diungkapkan maupun sebagai cara menghukum diri sendiri.

Ada beberapa hal yang membuat seseorang terdorong melakukan hal ini. Melansir Journal of Guidance and Counseling, penyebab self harm antara lain:

1. Pelecehan Seksual di Masa Kecil

Studi dalam jurnal tersebut menunjukkan adanya hubungan yang kuat antara pelecehan seksual pada masa kecil dan perilaku self harm di masa dewasa.

Korban pelecehan seksual di masa kecil memiliki risiko tinggi mengalami depresi dan melakukan tindakan melukai atau merusak diri sendiri sebagai pelampiasan.

2. Bentuk Kebencian dan Kekecewaan pada Diri Sendiri

Bagi seseorang yang merasa dirinya rendah hingga memilih untuk membenci dirinya sendiri, cenderung akan melukai dirinya sendiri.

Contohnya, apabila seseorang yang pernah mengalami kekerasan fisik, atau bahkan pelecehan seksual di masa lalunya, akan berdampak pada rasa percaya dirinya.

Ia akan menganggap bahwa dirinya sangatlah rendah.

Oleh karena itu, ia melakukan tindakan self harm sebagai salah satu bentuk pelampiasan atas kebencian pada dirinya sendiri.

Tindakan self harm itu juga dilakukan sebagai bentuk kekecewaan dan menyalahkan dirinya sendiri terhadap apa yang telah terjadi di masa lalunya.

Baca Juga: Efek Mengejutkan Trauma Emosional pada Anak

3. Lingkungan Sosial yang Tidak Mendukung

Salah satu penyebab seseorang melakukan self harm, bisa jadi karena ia berada di lingkungan yang tidak mendukung, berupa:

  • Lingkungan keluarga
  • Tempat kerja
  • Teman atau sahabat
  • Kerabat

Sebagai contoh, Moms curhat masalah pribadi kepada salah satu anggota keluarga atau teman.

Alih-alih mendapatkan saran atau dukungan, Moms justru dinilai tidak kompeten. Apa yang Moms alami bahkan justru dinilai sebagai masalah sepele.

Maka orang yang memiliki masalah tersebut akan menganggap bahwa dirinya sangatlah tidak penting.

Sehingga untuk ke depannya ketika ia memiliki masalah, ia akan memendamnya sendiri hingga mengalami stres yang berkepanjangan.

Ia merasa bahwa orang-orang di sekitarnya tidak ada yang memberikan semangat atau dukungan pada dirinya.

Tak sampai di situ, ia juga akan melakukan tindakan yang membahayakan dirinya sendiri sebagai bentuk kekesalan pada dirinya, yakni tindakan self harm.

4. Mengalami Stres Menumpuk

Penyebab seseorang melakukan perilaku self harm yang selanjutnya yaitu mengalami stres yang menumpuk.

Dalam sebuah penelitian yang dikutip National Health Service menyatakan, stres yang menumpuk hingga tidak dapat ditoleransi dapat berisiko melakukan self harm untuk melepas stres.

Baca Juga: 7+ Penyakit yang Akan Timbul Akibat Pola Makan Tidak Teratur, Bisa Stres!

Jenis dan Tanda-tanda Orang yang Melakukan Self Harm

Jenis-Jenis Self Harm
Foto: Jenis-Jenis Self Harm (Emergency-live.com)

Tak hanya terdiri dari satu jenis, self harm ternyata terdapat banyak cara berbeda yang dapat mereka lakukan. Beberapa jenis self harm yang umum terjadi, seperti:

  • Melukai bagian tangan.
  • Memotong atau membakar kulit mereka.
  • Meninju atau memukul diri sendiri.
  • Meracuni diri mereka sendiri dengan tablet atau bahan kimia beracun.
  • Menyalahgunakan alkohol atau obat-obatan.
  • Sengaja membuat diri mereka kelaparan (anorexia nervosa) atau makan berlebihan (bulimia nervosa).
  • Berolahraga berlebihan.

Namun, biasanya orang dengan kebiasaan atau kondisi self harm kerap menyembunyikan tindakan menyakiti diri sendiri karena malu atau takut ketahuan.

Orang dengan kondisi ini biasanya menutupi bagian tubuh yang terluka dengan baju atau aksesori. Namun, Moms juga bisa mengetahui orang dengan self harm melalui beberapa tanda, termasuk:

  • Luka yang tidak dapat dijelaskan, memar atau luka bakar rokok biasanya di pergelangan tangan, lengan, paha dan dada.
  • Menjaga diri mereka tertutup sepenuhnya setiap saat, bahkan dalam cuaca panas.
  • Mencabut atau sengaja merontokkan rambutnya.
  • Penyalahgunaan alkohol atau obat-obatan.
  • Membenci diri sendiri dan mengungkapkan keinginan untuk menghukum diri sendiri.
  • Berbicara tentang tidak ingin melanjutkan dan ingin mengakhiri semuanya.
  • Menjadi sangat menarik diri dan tidak berbicara kepada orang lain.
  • Perubahan dalam kebiasaan makan atau menjadi rahasia tentang makan.
  • Penurunan berat badan yang tidak biasa atau penambahan berat badan.
  • Tanda-tanda depresi, seperti suasana hati yang buruk, air mata atau kurangnya motivasi.

Bagaimana Cara Mengatasi Self Harm?

Konsultasi
Foto: Konsultasi (Freepik.com/freepik)

Perilaku self harm ini tentu saja membawa dampak buruk bagi penderitanya bahkan bisa berdampak pada kematian.

Lalu, bagaimana cara yang tepat untuk dapat mengatasi perilaku self harm ini? Simak penjelasannya di bawah ini.

1. Mencari Tahu Penyebabnya

Cara mengatasi perilaku self harm yang pertama yaitu mencari tahu penyebabnya terlebih dahulu.

Mencari tahu penyebab seseorang melakukan perilaku self harm akan sangat membantu mengatasi tindakan menyakiti diri tersebut.

Dengan mengetahui penyebabnya, maka akan lebih mudah untuk mempelajari cara yang harus ditempuh agar dapat menghindari perilaku self harm.

2. Berbicara dengan Orang yang Paling Dipercaya atau Psikolog

Seseorang yang memiliki perilaku self harm memerlukan orang yang bisa dipercaya untuk menceritakan apa yang ia alami dengan nyaman.

Meski begitu, terkadang tetap tidak mudah bagi mereka untuk menceritakan semuanya sekaligus.

Jadi, berikan ia waktu untuk menceritakan semuanya secara perlahan-lahan.

Pelaku self harm juga bisa mengonsultasikan masalahnya kepada psikolog untuk mengatasi masalahnya.

Psikolog akan memberikan solusi yang lebih konkret untuk membantu pelaku self harm keluar dari masalahnya.

Baca Juga: Kenali Manfaat Terapi Kognitif untuk Mengatasi Berbagai Masalah Psikologis

3. Mencari Cara untuk Melepas Stres

Seperti yang sudah disebutkan bahwa tindakan menyakiti diri sendiri terjadi karena stres berat atau depresi yang disebabkan oleh suatu kondisi.

Oleh karena itu, salah satu cara mengatasinya adalah dengan mencari cara lain untuk melampiaskan perasaan.

Jika tindakan melukai diri sendiri disebabkan oleh emosi dan luka yang mendalam, maka hal yang bisa dilakukan adalah:

  • Menulis segala perasaan negatif di dalam buku jurnal (journaling)
  • Menggambar
  • Menciptakan puisi atau lagu
  • Mendengarkan musik yang dapat menggambarkan perasaan

Jika perilaku self harm dilakukan untuk menenangkan diri, maka tindakan ini bisa digantikan dengan mandi air hangat, memijat leher, atau berlibur sejenak.

4. Temukan Perilaku Pengganti

Bila seseorang pernah melakukan self harm, maka ia harus mulai mengganti perilaku negatif tersebut dengan hal yang tidak berbahaya.

Ia harus selalu menyibukkan tangan supaya dapat teralihkan dari dorongan self harm.

Caranya adalah dengan kegiatan yang bisa mengalihkannya, seperti:

  • Bermain slime
  • Menulis
  • Bermain gitar
  • Mencuci piring
  • Makan
  • Menggenggam es batu
  • Meremas bola karet

5. Berolahraga

Bila belum bisa menemui psikolog atau psikiater, orang yang punya perilaku menyakiti dirinya sendiri harus punya pelampiasan emosi yang positif.

Bentuk pelampiasan itu harus yang bisa mengeluarkan banyak emosi dan tenaga, misalnya olahraga.

Olahraga pelepas emosi yang bisa dipilih adalah boxing (tinju). Moms hanya perlu beli samsak dan menggantungnya di tempat aman.

Bisa juga lakukan joging atau bermain basket. Intinya, cari olahraga yang melelahkan. Setelah lelah, perasaan akan jauh lebih baik.

Baca Juga: Eksibisionisme, Penyimpangan Seksual dengan Menunjukkan Alat Kelamin pada Orang Asing

Demikian Moms informasi seputar self harm. Perilaku gemar menyakiti diri sendiri ini tidak boleh berlangsung lama.

Karena itu, saat tanda-tandanya terus muncul, beranikan diri untuk meminta pertolongan kepada psikolog atau psikiater, ya.

  • https://www.nhs.uk/mental-health/feelings-symptoms-behaviours/behaviours/self-harm/getting-help/
  • https://ejournal.upi.edu/index.php/Psikoeduko/article/view/32830
  • https://www.mind.org.uk/information-support/types-of-mental-health-problems/self-harm/about-self-harm/
  • https://www.nami.org/About-Mental-Illness/Common-with-Mental-Illness/Self-harm

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.