Scroll untuk melanjutkan membaca

PERNIKAHAN & SEKS
01 Desember 2022

8 Penyebab Vagina Sakit saat Berhubungan Seks, Bisa Karena Infeksi atau Vaginismus!

Pahami juga cara mengatasinya
8 Penyebab Vagina Sakit saat Berhubungan Seks, Bisa Karena Infeksi atau Vaginismus!

Rasa sakit saat berhubungan seks adalah hal yang umum terjadi, tetapi jika terus berulang dalam waktu yang lama dan membuat tidak nyaman, ini tidak bisa diabaikan.

Menurut American College of Obstetricians and Gynaecologists, hampir 3 dari 4 wanita akan mengalami rasa sakit saat berhubungan seks dalam hidup mereka.

Adanya masalah pada saat penetrasi atau adanya luka pada alat kelamin sering kali menjadi penyebab utamanya.

Tetapi, pada beberapa kondisi, nyeri saat berhubungan seksual juga bisa disebabkan oleh masalah ginekologi.

Selain itu, dalam banyak kasus, seorang perempuan bisa mengalami nyeri pada vagina saat berhubungan seks apabila tidak ada pelumasan vagina yang cukup.

Biasanya, sakit saat berhubungan ini disebut dengan dispareunia. Rasa sakit tersebut bisa menyebabkan masalah dalam hubungan seksual dengan pasangan.

Selain sakit saat berhubungan secara fisik, ada juga kemungkinan efek emosional yang negatif. Jadi masalahnya harus ditangani segera setelah muncul.

Sebetulnya ketika ini terjadi, Moms bisa mengatasinya dengan bersikap lebih santai, meningkatkan foreplay, atau menggunakan pelumas bersama pasangan.

Baca Juga: 4 Perubahan pada Vagina Saat Anda Sedang Sakit

Penyebab Sakit Saat Berhubungan Seks

Pasangan Berpegangan Tangan

Foto: Pasangan Berpegangan Tangan (Freepik.com/prostooleh)

Dilansir dari penelitian yang diterbitkan dalam Mayo Clinic Proceedings, masalah sakit saat berhubungan seks bisa menyerang kapan saja.

Tetapi selama menopause, frekuensi sakit saat berhubungan menjadi lebih sering karena adanya penurunan kadar estrogen yang menyebabkan kekeringan dan iritasi pada vagina, sehingga membuat seks tidak nyaman.

Tetapi, apabila vagina terasa sakit saat berhubungan seks ini dirasakan terus menerus, bisa jadi ini adalah masalah yang serius, Moms.

Maka dari itu, sangat penting untuk melakukan pemeriksaan gejala dan penyebabnya agar dapat ditangan dengan tepat.

Secara umum, sakit saat berhubungan seks (dispareunia) bisa disebabkan oleh banyak hal, seperti:

Jika Moms merasa sakit saat berhubungan seks atau setelahnya, tubuh mungkin akan mencoba memberi tahu bahwa ada sesuatu yang salah, jadi jangan diabaikan.

Segeralah temui dokter umum atau kunjungi klinik kesehatan seksual.

Pada awalnya, Moms mungkin merasa malu membicarakan seks, tetapi ingatlah bahwa dokter biasa menangani masalah seperti ini dan menghilangkan rasa ketidaknyamanan yang Moms rasakan saat berhubungan.

Mengutip National Health Service, tidak hanya wanita, rasa sakit saat berhubungan seks dapat juga menyerang pria.

Penyebab Sakit Saat Berhubungan Seks pada Wanita

Ilustrasi Nyeri Vagina

Foto: Ilustrasi Nyeri Vagina (Freepik.com/feepikcontributorthailand)

Moms bisa mengalami rasa sakit selama atau setelah berhubungan seks, baik di vagina atau lebih dalam di panggul.

Nyeri pada vagina ini bisa disebabkan oleh:

1. Infeksi

Luka atau infeksi menular seksual (IMS), seperti klamidia, gonore atau herpes genital.

Infeksi di area genital atau saluran kemih juga dapat menyebabkan sakit saat berhubungan.

Eksim atau masalah kulit lainnya di area genital kita juga bisa menjadi masalahnya.

2. Menopause

Perubahan kadar hormon setelah memasuki masa menopause dapat membuat vagina kita kering.

3. Gairah Seksual Menurun

Kurangnya gairah seksual pada usia berapa pun dapat mengakibatkan menegangnya otot dan membuat produksi cairan pelumas berkurang.

4. Vaginismus

Ini adalah kondisi yang umum. Suatu kondisi di mana otot-otot di dalam atau di sekitar vagina menutup rapat, yang memicu rasa sakit saat berhubungan.

Baca Juga: 7 Cara Mengobati Vulvodynia, Pahami Juga Jenis, Penyebab, serta Gejala Nyeri di Vagina Ini

5. Iritasi atau Alergi Genital

Adanya iritasi atau alergi pada organ genital, dapat disebabkan oleh spermisida, kondom lateks atau produk seperti sabun dan sampo.

Selain itu, terjadinya cedera atau iritasi akibat kecelakaan, operasi panggul, sunat pada wanita atau luka terjadi saat melahirkan untuk memperbesar jalan lahir (episiotomi).

6. Kelainan Bawaan

Kelainan bawaan adalah masalah yang muncul saat lahir, seperti tidak adanya vagina yang terbentuk sempurna (agenesis vagina) atau perkembangan selaput yang menghalangi lubang vagina (selaput dara imperforata).

Ini dapat menyebabkan dispareunia.

7. Masalah dengan Serviks

Umumnya, penis bisa mencapai serviks dengan penetrasi maksimal.

Namun, jika ada masalah pada serviks (seperti infeksi) bisa menyebabkan nyeri saat penetrasi dalam.

8. Vulvodynia

Ini mengacu pada nyeri kronis yang memengaruhi organ seksual eksternal wanita, yang secara kolektif disebut vulva, termasuk labia, klitoris, dan lubang vagina.

Ini dapat terjadi hanya di satu tempat, atau memengaruhi area yang berbeda dari satu waktu ke waktu berikutnya.

Sebagian besar penyebab vulvodynia tidak dapat diketahui sebab kondisi ini tidak menunjukkan adanya infeksi seperti pada infeksi menular seksual (IMS).

Pengobatannya pun membutuhkan waktu. Dokter yang menangani pastinya akan menemukan kombinasi perawatan yang tepat sesuai dengan keadaan pasien.

Penyebab Sakit Saat Berhubungan Seks pada Pria

Tidak hanya pada wanita, sakit saat berhubungan seksual bisa juga terjadid pada pria.

Beberapa penyebab seks yang menyakitkan pada pria meliputi:

  • Infeksi seperti luka, yang dapat menyebabkan nyeri dan gatal, dan beberapa IMS seperti herpes.
  • Kulup yang ketat, yang bisa membuat penetrasi terasa sakit, saat kulup didorong ke belakang.
  • Benjolan pada kulup yang tidak dapat dilihat dengan jelas, tetapi bisa menyebabkan rasa sakit yang menyengat dan tidak nyaman.
  • Radang kelenjar prostat (prostatitis).
  • Testis nyeri dan bengkak yang kadang-kadang bisa disebabkan karena terangsang secara seksual tetapi tidak ejakulasi; ini juga bisa menjadi tanda adanya infeksi, seperti klamidia.

Baik wanita maupun pria bisa mengalami sakit saat berhubungan, tetapi kondisi ini memang lebih sering terjadi pada wanita.

Dispareunia adalah salah satu masalah paling umum pada wanita pascamenopause.

Sekitar 75% wanita mengalami hubungan yang menyakitkan pada suatu waktu, menurut American College of Obstetricians and Gynecologists.

Moms akan berada pada peningkatan risiko lebih tinggi jika kondisinya:

Baca Juga: Waspada, Ini 7 Penyebab Vagina Terasa Sakit

Cara Mengatasi Sakit Saat Berhubungan Seks

Minum Obat

Foto: Minum Obat (Freepik.com/stefamerpik)

Moms mungkin bingung apa yang harus dilakukan jika sakit saat berubungan masih terus berlanjut.

Jangan bingung Moms, beberapa cara di bawah ini mungkin bisa membantu.

1. Mengonsumsi Obat-obatan

Perawatan dispareunia didasarkan pada penyebab kondisi tersebut.

Jika rasa sakit Moms disebabkan oleh infeksi atau kondisi yang mendasari, dokter akan mengobatinya dengan:

  • Antibiotik
  • Obat antijamur
  • Kortikosteroid topikal atau suntik

Namun, pemberian obat ini harus disesuaikan dengan penyebab infeksi pada organ seksual.

Pengobatan yang tidak tepat bisa menimbulkan masalah yang semakin serius.

Maka dari itu, penggunaan obat ini harus menggunakan resep dokter.

Jika obat jangka panjang menyebabkan kekeringan pada vagina, dokter mungkin mengubah resep obat untuk penderitanya.

Mencoba pengobatan alternatif dapat memulihkan pelumasan alami dan mengurangi rasa sakit. Kadar estrogen yang rendah menyebabkan dispareunia pada beberapa wanita.

Tablet resep, krim, atau cincin fleksibel dapat mengirimkan estrogen dalam dosis kecil dan teratur ke vagina.

Obat bebas estrogen yang disebut ospemifene (Osphena) bekerja seperti estrogen pada jaringan vagina. Ini efektif dalam membuat jaringan lebih tebal dan tidak terlalu rapuh.

Hal ini dapat mengurangi rasa sakit saat berhubungan seksual yang biasa dialami wanita.

2. Perawatan Rumahan

Beberapa perawatan rumahan juga dapat mengurangi gejala dispareunia

Berikut beberapa contohnya.

  • Gunakan pelumas yang larut dalam air.
  • Berhubungan seks saat Moms dan pasangan sedang santai.
  • Komunikasikan secara terbuka dengan pasangan tentang rasa sakit yang kita rasakan.
  • Kosongkan kandung kemih kita sebelum berhubungan seks.
  • Coba mandi air hangat sebelum berhubungan seks.
  • Minumlah pereda nyeri yang dijual bebas sebelum berhubungan seks. Temukan pilihan pereda nyeri secara online.
  • Tempelkan kompres es ke vulva untuk menenangkan rasa terbakar setelah berhubungan seks. Beli paket es.

3. Terapi Alternatif Lainnya

Dokter Moms mungkin juga merekomendasikan terapi untuk mengatasi sakit saat berhubungan.

Ini bisa termasuk terapi sensitifitas atau terapi seks. Dalam terapi desensitisasi, Moms akan mempelajari teknik relaksasi vagina, seperti senam kegel, yang dapat mengurangi nyeri.

Dalam terapi seks, Moms bisa belajar bagaimana membangun kembali keintiman dan meningkatkan komunikasi dengan pasangan kita.

Baca Juga: 10 Obat Nyeri Saat Berhubungan Seks

Tanda yang Perlu Diwaspadai untuk Segera ke Dokter

Konsultasi

Foto: Konsultasi (Freepik.com/freepik)

Tentu saja membicarakan hal seperti ini dengan dokter bukan topik yang menyenangkan ya, Moms.

Tapi biar bagaimanapun, apabila sakit saat berhubungan seks ini sudah sangat mengganggu sekali, Moms tetap harus berkonsultasi dengan dokter.

Berikut ini beberapa tanda-tanda yang bisa Moms imbau dan waspadai supaya tahu kapan harus ke dokter.

1. Pelumas Tidak Bisa Menolong

Salah satu pertanda Moms harus segera melakukan konsultasi ke dokter ketika mengalami sakit saat behubungan seks adalah ketika penggunaan pelumas tidak dapat meredakan gesekan yang memicu rasa nyeri.

"Ini terjadi sangat sering, hubungan seksual yang menyakitkan paling sering disebabkan oleh kekeringan pada vagina," kata Arianna Sholes-Douglas, MD, FACOG, seorang Obgyn dari Arizona, Melansir dari Prevent.

Jadi, jika pelumas tidak membantu Moms saat berhubungan seks, sebaiknya segera konsultasikan pada dokter.

2. Rasa Sakit Disertai Perdarahan

Apabila rasa sakit setelah berhubungan seks disertai dengan perdarahan, Moms harus waspada.

Sebab, penyakit menular seksual seperti klamidia atau gonore bisa menyebabkan bercak dan rasa sakit setelah berhubungan seks.

3. Rasa Sakit yang Terjadi Saat Buang Air Kecil

Wanita Berbaring

Foto: Wanita Berbaring (greatist.com)

Dilansir dari Medline Plus, apabila Moms merasakan sensasi gatal atau terbakar saat buang air kecil, bisa jadi Moms terkena infeksi yeast atau bacterial vaginosis.

Ini adalah infeksi bakteri umum yang menyebabkan ketidakseimbangan antara bakteri baik dan jahat dalam vagina.

4. Rasa Sakitnya Bertahan Lama dan Intens

Menurut dr. Sholes-Douglas, apabila rasa sakitnya bertahan lama, intens, dan membuat Moms tidak nyaman dalam menjalani aktivitas sehari-hari, maka Moms harus segera berkonsultasi ke dokter.

Apalagi jika rasa sakit disertai dengan segala jenis trauma, luka, atau keputihan yang tidak normal.

Baca Juga: 9 Tips Fingering untuk Mencapai Orgasme dan Risikonya Terhadap IMS

Moms, itulah penyebab vagina sakit saat berhubungan seks dan kapan harus mengunjungi dokter.

Tetap waspada dan kenali diri sendiri. Apabila rasa sakitnya sudah membuat Moms jadi sangat tidak nyaman, jangan ragu untuk segera pergi ke dokter.

  • https://www.acog.org/Patients/FAQs/When-Sex-Is-Painful?IsMobileSet=false
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2800285/
  • https://www.nhs.uk/common-health-questions/sexual-health/why-does-sex-hurt/
  • https://www.acog.org/patient-resources/faqs/gynecologic-problems/when-sex-is-painful
  • https://medlineplus.gov/vaginitis.html
  • https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/12325-dyspareunia-painful-intercourse
  • https://www.webmd.com/sexual-conditions/pain-during-intercourse-treatment
  • https://www.prevention.com/sex/a29478125/signs-painful-sex-is-serious/