28 Juni 2022

Skizotipal, Gangguan Kepribadian Sulit Menjalin Hubungan dengan Orang Lain

Gangguan ini bisa terjadi pada siapa saja

Skizotipal mungkin menjadi salah satu istilah asing. Meski demikian, salah satu gangguan kepribadian ini bisa terjadi pada siapa saja.

Skizotipal adalah gangguan kepribadian yang menyebabkan seseorang kesulitan untuk menjalin hubungan dengan orang lain.

Orang-orang yang memiliki gangguan skizotipal sendiri biasanya bertingkah "aneh" atau eksentrik.

Yuk ketahui mengenai kondisi ini lebih dalam!

Baca Juga: Paranoid Bisa Jadi Tanda Skizofrenia, Kenali Gejala dan Pengobatannya!

Apa Itu Skizotipal?

Skizotipal
Foto: Skizotipal

Foto: medicalnewstoday

Seperti yang sudah disebutkan, skizoptipal merupakan salah satu gangguan kepribadian.

Skizotipal adalah gangguan yang biasanya terjadi pada seseorang yang eksentrik sehingga menyebabkan mereka sulit menjalin hubungan dekat dengan orang lain.

Dilansir dari Mayo Clinic, orang-orang yang memiliki gangguan ini biasanya tak mengerti cara membangun hubungan atau risiko dari perbuatan yang dibuatnya pada orang lain.

Tak sampai sana, orang yang menderita gangguan ini biasanya salah mengartikan maksud dan tujuan orang lain ketika sedang bersosialisasi.

Baca Juga: 8 Jenis Penyakit Psikologi atau Gangguan Mental yang Perlu Dipahami

Ciri-ciri Penderita Skizotipal

Skizotipal
Foto: Skizotipal

Foto: thecoveryvillage.com

Pola pemikiran yang tak biasanya ini sering menimbulkan kecemasan atau depresi bagi para penderitanya.

Hal tersebut biasanya membuat orang-orang yang menderita gangguan ini hanya fokus untuk menyembuhkan gejala depresi dan kecemasannya saja.

Hal yang aneh untuk kita belum tentu aneh menurut orang lain. Terlebih ketika membicarakan tentang kepercayaan.

Baca Juga: Fakta Hormon Dopamin yang Punya Pengaruh Besar pada Kesehatan Mental dan Fisik

Namun, ini dia ciri-ciri seseorang yang memiliki gejala skizotipal;

  • Percaya ilmu sihir
  • Memiliki persepsi yang tidak biasa
  • Memiliki perilaku aneh atau eksentrik.
  • Berilusi tentang pengalaman supranaturak
  • Memiliki emosi tidak wajar
  • Mudah merasa tak nyaman pada situasi sosial
  • Merasa paranoid akan suatu hal
  • Kesulitan membentuk dan menjaga hubungan
  • Memiliki sedikit teman atau orang kepercayaan
  • Mudah merasa cemas atau ketakutan saat berinteraksi dengan orang lain

Dalam karya ilmiah berjudul Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-5) menyebutkan skizotipal adalah kasus yang unik.

DSM-5 menjelaskan, kondisi tersebut termasuk dalam gangguan kepribadian dan gangguan spektrum skizofrenia.

Hal tersebut dikarenakan beberapa ahli medis menganggap kepribadian skizotipal sebagai gejala awal skizofrenia.

Kendati demikian, tak semua orang dengan gangguan kepribadian skizotipal bisa berkembang dan menjadi skizofrenia.

Tanda serta gejala gangguan kepribadian jenis ini bisa terjadi atau terlihat di masa remaja.

Biasanya gangguannya berupa lebih sering atau nyaman sendirian atai meningkatkanya kecemasan ketika berinteraksi dengan orang lain.

Jika hal ini terjadi, kemungkinan akan terjadi penurunan prestasi di sekolah, kesulitan berinteraksi atau menjalin hubungan dengan teman sebayanya.

Ketika hal ini terjadi, orang yang memiliki prilaku demikian rawan untuk mendapatkan ejekan atau intimidasi dari teman sebayanya.

Baca Juga: Mengenal Sejarah Hari Kesehatan Jiwa, Disimak Yuk!

Penyebab Skizotipal

Skizotipal
Foto: Skizotipal

Foto: usnews.com

Ada beberapa hal yang bisa menjadi penyebab seseorang memiliki kondisi ini.

Dilansir dari jurnal berjudul Schizotypal Personality Disorder, penyebab skizotipal adalah;

  • Genetik
  • Masalah psikologis
  • Lingkungan

Penyebab gangguan kepribadian ini memang bisa berasal dari genetik. Kendati demikian, peran sosial serta pola asuh juga bisa menjadi faktor penyebabnya.

Tak hanya itu, trauma masa kecil yang pernah terjadi pun bisa menjadi salah satu penyebabnya.

Baca Juga: Histrionik, Gangguan Kepribadian yang Manipulatif dan Ingin Jadi Pusat Perhatian

Diagnosis Skizotipal

Skizotipal
Foto: Skizotipal

Foto: Orami Photo Stock

Hal yang perlu dilakukan untuk mendapatkan diagnosis seseorang memiliki masalah kepribadian yang satu ini adalah dengan melakukan evaluasi psikologis.

Dengan membawa dan mendiskusikan masalah ini ke psikolog, maka profesional akan bisa menentukan sudah berapa lama dan seberapa parah gejala yang dialami oleh penderita gangguan skizotipal.

Penting untuk diketahui, gangguan kepribadian bisa terbentuk dalam jangka waktu yang panjang.

Individu yang memasuki usia remaja atau bahkan anak-anak masih bisa mengalami perubahan kepribadian secara berkelanjutan.

Sementara itu, gejala gangguan kepribadian skizotipal sendiri bisa meningkat hingga dewasa dan kemudian menurun sebelum memasuki lansia atau sekitar 40 - 50 tahun.

Baca Juga: Jangan Anggap Remeh, Ini Penyebab dan Cara Mengatasi Mental Breakdown yang Sering Terjadi

Cara Pengobatan Skizotipal

Skizotipal
Foto: Skizotipal

Foto: Orami Photo Stock

Orang yang mengalami gangguan kepribadian ini memiliki kecenderungan untuk mencari bantuan ketika didesak oleh keluarga atau orang terdekat.

Tak hanya itu, tak sedikit orang yang menderita skizotipal yang malah mencari bantuan untuk mengurangi masalah depresi atau kecemasan yang mereka rasakan.

Jarang sekali ada orang yang menyadari dirinya memerlukan bantuan karena memiliki gejala skizotipal.

Jadi, jika Moms memiliki keluarga atau teman dekat yang memiliki gejala atau diduga memiliki gangguan kepribadian ini, sebaikya menyarankan agar orang tersebut mulai mencari pengobatan medis.

Cobalah membujuknya agar memeriksakan kesehatan mental ke psikolog.

Untuk mengobat seseorang yang menderita gangguan kepribadian ini, terapi bicara bisa menjadi pengobatan yang penting.

Tak hanya itu, para penderita pun perlu melakukan latihan bersosialisasi.

Hal ini sangat penting agar penderita skizotipal bisa mengetahui cara merespons sebuah atau suatu situasi sosial.

Beberapa obat-obatan pun bisa sangat membantu untuk mengurangi kecemasan yang seringkali datang.

Baca Juga: Crab Mentality, Fenoma Ketidaksenangan Melihat Kesuksesan Orang Lain

Beda Skizotipal dan Skizofrenia

Skizotipal
Foto: Skizotipal

Foto: Orami Photo Stock

Seperti yang sudah disebutkan, skizotipal berbeda dengan skizofrenia. Meski demikian, keduanya bisa membuat penderitanya sulit membedakan kenyataan dan halusinasi.

Meski demikian, frekuensi episode halusinasi dan delusi skizotipal sendiri lebih ringan dibandingkan dengan skizofrenia.

Meski berbeda, namun pengobatan skizofrenia bisa memberikan efek positif terhadap penderita skizotipal.

Nah, itu dia Moms penjelasan mengenai skizotipal. Jika mengenal seseorang dengan gejala di atas, sebaiknya temani dan bujuk untuk segera mendapatkan bantuan ya!

  • https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/schizotypal-personality-disorder/symptoms-causes/syc-20353919
  • https://psychcentral.com/lib/dsm-5
  • https://medlineplus.gov/ency/article/001525.htm

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.