20 Oktober 2022

5+ Penyebab Kaki Bengkak pada Lansia dan Cara Mengatasinya

Bisa disebabkan oleh penyakit tertentu

Kaki bengkak pada lansia adalah kondisi yang umum ditemukan. Lantas, apa penyebab kaki bengkak pada lansia?

Faktanya, kaki bengkak pada lansia juga disebut sebagai edema ekstremitas bawah.

Terdapat beberapa hal yang dapat menjadi penyebab kaki bengkak pada lansia.

Sebagian di antaranya adalah penyakit berbahaya yang mesti segera ditangani agar tidak berujung pada komplikasi.

Yuk, simak apa saja penyebab kaki pada lansia dan cara mengatasinya!

Baca Juga: 7+ Cara Memutihkan Lutut dengan Bahan Alami

Gejala Kaki Bengkak pada Lansia

Kaki Membengkak Seiring Usia
Foto: Kaki Membengkak Seiring Usia (Emoha.com)

Gejala dari kaki bengkak pada lansia tak hanya menjangkiti area sekitarnya.

Ada beberapa tanda kaki bengkak yang mengarah ke penyakit tertentu.

Tanda dan gejala tertentu harus dibarengi dengan evaluasi dan pemeriksaan lebih lanjut.

Umumnya, gejala dari kaki bengkak pada lansia yang terlihat yakni seperti berikut:

  • Gangguan Pernapasan

Gangguan pernapasan adalah gejala dari kaki bengkak yang bisa juga dirasakan.

Sesak napas, batuk, dan kesulitan bernapas saat berbaring mungkin merupakan tanda penyakit edema paru atau penyebab lainnya.

Jika seseorang memiliki gejala-gejala ini bersama dengan pembengkakan kaki, mereka harus segera mencari perhatian medis.

  • Pembengkakan

Pembengkakan hanya pada satu sisi kaki juga perlu diwaspadai.

Waspadai kaki bengkak pada lansia petanda pembekuan darah yang biasanya tidak berbahaya.

Namun, jika dibiarkan pembekuan darah dapat pecah dan menyebar ke paru-paru.

Inilah yang menyebabkan penyakit parah atau bahkan kematian. Infeksi juga bisa tanda komplikasi lain dari pembengkakan pada kaki.

  • Nyeri

Sebagian besar waktu, edema akibat CVI tidak menimbulkan rasa sakit.

Meskipun begitu, beberapa orang mengalami ketidaknyamanan yang mirip dengan rasa lelah seperti pegal.

Rasa sakit yang parah atau signifikan tidak boleh diabaikan.

Secara khusus, sakit parah yang tiba-tiba di kaki atau dada, segera lakukan konsultasi dengan dokter.

Baca Juga: Mengenal Plantar Fasciitis, Salah Satu Penyebab Nyeri Tumit

Penyebab Kaki Bengkak pada Lansia

Pada beberapa kasus, kaki bengkak pada lansia bukan merupakan kondisi yang berbahaya.

Namun, kondisi ini tidak boleh dianggap remeh, karena dapat mengganggu pergerakan hingga menyebabkan kerusakan kulit kaki.

Secara umum, pembengkakan kaki terjadi akibat adanya cairan berlebih yang keluar dari pembuluh darah ke sela-sela jaringan tubuh.

Sela-sela yang dimaksud, misalnya ruang di antara sel, organ, atau jaringan tubuh.

Melansir Better Health While Aging, berikut ini kemungkinan penyebab kaki bengkak pada lansia yang perlu diketahui:

1. Insufisiensi Vena Kronis

Merawat Lansia
Foto: Merawat Lansia (Freepik.com/freepik)

Insufisiensi vena kronis merupakan penyebab kaki bengkak pada lansia yang paling umum.

Perlu diketahui bahwa vena adalah pembuluh yang mengembalikan darah ke jantung, sehingga dapat dipompa ke paru-paru untuk mendapatkan oksigen.

Pembuluh vena tidak memiliki otot di lapisannya seperti halnya pembuluh arteri.

Sebaliknya, pembuluh tersebut mengandalkan sistem katup untuk menjaga darah agar tidak mengalir mundur.

Seiring bertambahnya usia, katup tersebut bisa kurang efektif dan membuat darah tertahan lebih lama di pembuluh.

Kondisi tersebutlah yang disebut sebagai insufisiensi vena.

Ketika kondisi ini tidak kunjung ditangani, edema atau pembengkakan pada kaki bisa saja terjadi.

Insufisiensi vena juga dapat menyebabkan peradangan pembuluh darah, luka, bahkan selulitis (infeksi kulit).

2. Gagal Jantung Kongestif

Penyakit Lansia
Foto: Penyakit Lansia (Freepik.com/jcomp)

Gagal jantung kongestif juga bisa menjadi penyebab kaki bengkak pada lansia.

Kondisi ini terjadi ketika otot jantung melemah dan tidak bisa memompa darah seefektif yang seharusnya.

Ketika kondisi ini berlangsung lebih dari beberapa minggu, dan aliran darah ke ginjal berkurang.

Akibatnya, dapat terjadi retensi garam dan cairan dalam tubuh, sehingga timbul pembengkakan di kaki.

Kaki bengkak pada lansia akibat penyakit jantung ini juga bisa berpotensi timbulkan penyakit lainnya.

Baca juga: 6 Cara Melatih Kelenturan Tubuh dan Otot Kaki

3. Efek Samping Obat-obatan

Obat-obatan Efek Samping
Foto: Obat-obatan Efek Samping (Freepik.com/Racool_studio)

Beberapa jenis obat dapat menjadi penyebab kaki bengkak pada lansia.

Ada pula sebagian jenis obat yang turut memperburuk kondisi tersebut.

Berikut ini obat-obatan yang umumnya memiliki efek samping berupa pembengkakan di kaki pada lansia:

  • Obat antihipertensi, seperti penghambat saluran kalsium, pemblokir beta, klonidin, hidralazin, minoksidil, dan metildopa.
  • Obat-obatan hormon, seperti kortikosteroid, estrogen, progesteron, dan testosteron.
  • Obat antiradang nonsteroid (termasuk obat pereda nyeri yang dijual bebas).
  • Pioglitazone.
  • Rosiglitazone.
  • Inhibitor monoamine oksidase.

4. Penyakit Hati

Penyakit Hati
Foto: Penyakit Hati (Freepik.com)

Penyakit seperti sirosis hati dapat menyebabkan pembengkakan pada tungkai bawah atau di perut (disebut asites).

Perlu diketahui bahwa organ hati adalah tempat tubuh memproduksi albumin, yakni komponen utama protein dalam darah.

Namun, pada pengidap sirosis, organ hati yang rusak tidak dapat lagi mempertahankan produksi albumin dan protein penting lain yang memadai.

Tingkat protein darah yang lebih rendah dapat membuat cairan bocor ke ruang interstisial, yang dapat menyebabkan kaki bengkak pada lansia.

5. Penyakit Ginjal

Gangguan Pegal Linu
Foto: Gangguan Pegal Linu (Freepik.com/jcomp)

Penyebab kaki bengkak sebelah pada lansia juga bisa akibat penyakit yang diderita sebelumnya.

Masalah pada ginjal yang bernama sindrom nefrotik dikaitkan dengan kebocoran protein ke dalam urine.

Kondisi ini dapat menyebabkan pembengkakan di kaki atau bagian tubuh lainnya.

Penyakit ginjal yang sedang diderita pun perlu mendapatkan pengobatan yang sesuai.

6. Limfedema

Kaki Membesar pada Lansia
Foto: Kaki Membesar pada Lansia (Healthgrades.com)

Selain bergerak melalui pembuluh darah, cairan tubuh juga mengalir melalui jaringan pembuluh limfatik yang terhubung ke kelenjar getah bening.

Nah, yang dimaksud limfedema adalah kelebihan atau penumpukan cairan di pembuluh limfatik.

Ketika ada terlalu banyak cairan yang perlu dialirkan oleh sistem getah bening, pembengkakan pada kaki adalah salah satu imbasnya.

Limfedema paling sering dikaitkan dengan riwayat kanker atau operasi kelenjar getah bening.

Kondisi ini biasanya memengaruhi satu anggota badan, bukan keduanya.

Baca juga: Kram Kaki Mengganggu Aktivitas, Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasinya!

Ragam Pengobatan Kaki Bengkak

Pengobatan Kaki Bengkak
Foto: Pengobatan Kaki Bengkak (Orami Photo Stocks)

Secara umum, berikut ini beberapa cara yang biasa dilakukan untuk mengatasi kaki bengkak pada lansia.

1. Mengobati Penyakit yang Mendasari

Untuk mengatasi kaki bengkak pada lansia, penting untuk terlebih dahulu mengetahui apa yang jadi penyebabnya.

Jadi, Moms perlu membawa lansia ke dokter untuk menjalani pemeriksaan, agar penyebab pasti dari kondisi ini bisa diketahui.

Setelah dapat diagnosis, dokter biasanya akan melakukan pengobatan sesuai kondisi.

Misalnya pembengkakan pada kaki disebabkan oleh penyakit penyerta (komorbid), seperti penyakit ginjal, hati, dan gagal jantung.

Hal terbaik yang bisa dilakukan adalah menjalani pengobatan untuk penyakit tersebut. Dalam hal ini, diskusi lebih lanjut dengan dokter diperlukan.

Baca juga: Gejala Filariasis, Penyakit Kaki Gajah yang Berbahaya

2. Mengurangi Asupan Garam

Garam
Foto: Garam (Health.clevelandclinic.com)

Garam atau natrium dapat meningkatkan retensi atau penumpukan cairan yang memperburuk kondisi kaki bengkak pada lansia.

Cara ini juga sekaligus dapat menurunkan risiko hipertensi pada lansia yang dapat menimbulkan komplikasi serius pada ginjal.

Jika tidak segera diobati, ini dapat memperburuk pembengkakan kaki, terlebih bila tidak terkontrol.

Selain membatasi jumlah garam yang dipakai untuk masakan, batasi pula konsumsi makanan olahan karena umumnya mengandung garam yang cukup tinggi.

Cobalah untuk memeriksa label kemasan yang bertanda natrium atau sodium untuk mengetahui kadar garam yang terkandung dalam produk tersebut.

Mengutip laman Kementerian Kesehatan RI, tidak ada penetapan kebutuhan garam secara khusus.

Hal ini karena kondisi geografis setiap negara dan aktivitas setiap orang bisa berbeda-beda.

Namun, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan batas konsumsi garam sebanyak 2.400 mg atau sekitar 1 sendok teh.

Baca Juga: 9 Manfaat Ketumbar untuk Jantung dan Kesehatan

3. Mengonsumsi Makanan Tinggi Protein

Salah satu penyebab kaki bengkak pada lansia adalah kekurangan protein albumin dalam darah.

Kondisi ini bisa diatasi dengan mengonsumsi makanan tinggi protein seperti ikan, telur, susu, dan kacang-kacangan, agar kadar albumin dalam darah meningkat.

Dokter mungkin akan menganjurkan untuk membatasi asupan cairan sementara.

Namun, sebelum memutuskan cara perawatan ini, pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui batasan cairan yang dibutuhkan tubuh.

4. Gaya Hidup Sehat

Gaya Hidup Sehat
Foto: Gaya Hidup Sehat (Orami Photo Stocks)

Kondisi ini terbilang cukup umum terjadi dan jarang menimbulkan bahaya.

Namun, tentu saja kondisi ini tidak bisa disepelekan, karena bisa jadi indikasi masalah kesehatan lain.

Terapkan pola hidup sehat dan rutin memeriksakan diri ke dokter untuk mencegah berbagai penyakit degeneratif dan kemungkinan munculnya masalah kesehatan.

Lakukan juga perawatan kaki yang tepat untuk mencegah kemungkinan gangguan kesehatan.

Terapkan secara rutin untuk meningkatkan kenyamanan, dan bisa tetap aktif bergerak meski usia tak lagi muda.

5. Evaluasi Penggunaan Obat Diuretik

Seperti dijelaskan tadi, kaki bengkak pada lansia juga bisa terjadi akibat efek samping obat-obatan tertentu.

Oleh karena itu, berkonsultasilah dengan dokter untuk mengevaluasi obat-obatan yang sedang digunakan.

Untuk mengatasi kaki bengkak pada lansia, dokter dapat memberikan obat diuretik yang berfungsi untuk mengeluarkan cairan dan garam berlebih melalui urine.

Namun, metode pengobatan ini masih jadi kontroversi bila dilakukan pada lansia.

Baca Juga: Cara Menghitung Dosis Obat untuk Anak dan Tips Ampuh Pemberian Obat pada Anak

Ada sebuah penelitian pada 2017 yang dipublikasikan di jurnal AHRQ Technology Assessment.

Ditemukan bahwa pengobatan diuretik sering kali tidak banyak membantu, karena tidak benar-benar mengatasi masalah mendasar dari kondisi kaki bengkak.

Selain itu, pemberian obat diuretik pada lansia juga dapat dengan mudah menyebabkan efek samping seperti dehidrasi, tekanan darah rendah, kadar kalium rendah, dan sembelit.

Obat-obatan ini juga dapat meningkatkan buang air kecil, yang dapat menyebabkan atau memperburuk inkontinensia urine.

Jadi, jangan lakukan pengobatan ini tanpa rekomendasi dari dokter, ya.

Baca Juga: Asyiknya Nongkrong di Pelangi Park Bogor, Intip Harga Tiket Masuk dan Daftar Menunya

Itu dia penjelasan tentang penyebab kaki bengkak pada lansia dan cara mengobatinya.

Semoga penjelasan ini bisa menjawab pertanyaan Moms terkait kaki bengkak pada lansia tanda penyakit apa, dan kaki bengkak obatnya apa.

Jangan biarkan keluhan ini terus terjadi dan membuat lansia tidak bisa menikmati masa-masa tua, ya!

  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK525528/
  • https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/salt-reduction
  • http://www.p2ptm.kemkes.go.id/artikel-penyakit/butuh-berapa-banyak-garam-tubuh-kita-per-hari
  • https://betterhealthwhileaging.net/leg-swelling-in-aging/
  • https://www.agingcare.com/articles/caring-for-a-senior-with-edema-215340.htm

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.

rbb