27 Mei 2024

9 Cara Mencukur Bulu Kemaluan dan Hukumnya Menurut Hadits

Cari tahu yuk, agar menurunkan risiko cedera pada kemaluan

Melakukan cara mencukur bulu kemaluan atau tidak tergantung preferensi masing-masing orang.

Moms mungkin pernah merasa terganggu saat bulu di kemaluan tumbuh dengan lebat.

Bulu kemaluan tumbuh saat kadar hormone androgen pada tubuh meningkat sejak memasuki usia pubertas.

Saat bulu kemaluan semakin banyak, Moms dapat mencukurnya secara rutin agar terasa lebih nyaman.

Jurnal JAMA Dematology menjelaskan 84 persen wanita rutin mencukur bulu kemaluan mereka.

Namun, jangan asal ya, pastikan mencari cara mencukur bulu kemaluan yang baik dan sehat.

Sehingga Moms bisa terhindar dari iritasi atau infeksi saat mencukur bulu kemaluan. Cek beberapa informasi seputar cara mencukur bulu kemaluan di sini, yuk!

Baca Juga: 6 Manfaat Minyak Rosemary, Dapat Meningkatkan Fungsi Otak!

Fungsi Bulu Kemaluan

Ilustrasi Mencukur Bulu Kemaluan
Foto: Ilustrasi Mencukur Bulu Kemaluan (Shutterstock,com)

Sebelum mengetahui cara mencukur bulu kemaluan, Moms harus paham fungsi bulu kemaluan itu sendiri.

Bulu kemaluan memiliki berbagai fungus, salah satunya mengurangi gesekan saat berhubungan seks dan mencegah penularan bakteri dan patogen lainnya.

Mungkin ada alasan lain mengapa rambut tumbuh di area kemaluan Moms.

Tidak semua memiiki kebiasaan untuk mencukur bulu kemalian dengan baik dan benar.

Beberapa dari Moms mungkin juga memilih untuk membiarkannya tumbuh tanpa sekalipun memangkasnya.

Walaupun terkadang mengganggu, tetapi ada banyak alasan kenapa rambut tumbuh di kemaluan. Yuk simak artikelnya.

1. Mengurangi Gesekan

Kulit di daerah genital lebih lembut dibandingkan area lain.

Rambut kemaluan bertindak seperti penyangga pelindung, mengurangi gesekan saat berhubungan seks dan aktivitas lainnya.

The Journal of Sexual Medicine menyebut rambut kemaluan sebagai "pelumas kering".

Hal ini karena saat berhubungan seks lebih mudah menggosokkan rambut ke rambut daripada menggosokkan kulit ke kulit.

Rambut kemaluan juga dapat menjaga alat kelamin tetap hangat, yang merupakan faktor penting dalam gairah seksual.

Kendati demikian, jika merasa terlalu lebat, Moms dapat mencari cara mencukur bulu kemaluan yang baik dan sehat agar terbebas dari iritasi ya.

2. Perlindungan dari Bakteri dan Patogen

Rambut kemaluan memiliki fungsi yang mirip dengan bulu mata atau bulu hidung.

Artinya, ia menyaring kotoran, puing-puing, dan mikroorganisme yang berpotensi berbahaya.

Selain itu, folikel rambut menghasilkan sebum, minyak yang sebenarnya mencegah bakteri berkembang biak.

Oleh karena itu, rambut kemaluan dapat melindungi dari infeksi tertentu, termasuk selulitis, infeksi menular seksual (IMS), infeksi saluran kemih (ISK), vaginitis dan infeksi jamur.

3. Mengatur Suhu Tubuh

Bulu kemaluan membantu mengatur suhu tubuh di area genital dengan menjebak udara hangat dan mencegah hilangnya panas berlebihan.

Hal ini penting untuk menjaga kesehatan organ reproduksi.

Manfaat Bulu Kemaluan

Ilustrasi Vagina
Foto: Ilustrasi Vagina (shutterstock)

Sebelum Moms mencari cara mencukur bulu kemaluan yang baik dan sehat, lihat dulu yuk manfaatnya.

1. Sinyal Kemampuan Reproduksi

Rambut kemaluan muncul saat pubertas. Ini adalah tanda kedewasaan seksual secara fisik dan kemampuan seseorang untuk bereproduksi.

Di masa lalu, ini mungkin berfungsi sebagai petunjuk visual bagi calon pasangan.

2. Transmisi Feromon

Teori lain mengaitkan rambut kemaluan dengan transmisi feromon, atau sekresi kimiawi pembawa aroma yang memengaruhi suasana hati dan perilaku.

Namun, hingga saat ini masih belum ada penelitian yang menjelaskan secara persis bagaimana feromon memengaruhi seksualitas. feromon disekresikan dari kelenjar keringat apokrin.

Dibandingkan dengan area tubuh lainnya, daerah kemaluan memiliki banyak kelenjar ini.

Oleh karena itu, menurut teori, rambut kemaluan dapat menjebak feromon, meningkatkan ketertarikan Moms pada calon pasangan seks.

Baca Juga: Tipe Kepribadian ENFJ, Si Karismatik yang Terlalu Idealis

Bulu Kemaluan Terlalu Lebat

Ilustrasi Vagina
Foto: Ilustrasi Vagina (shutterstock)

Pertumbuhan rambut kemaluan bervariasi terhadap setiap orang. Beberapa mungkin memiliki rambut yang lebih banyak atau sebaliknya.

Ketebalan bulu kemaluan terkadang menandakan kondisi hormonal. Misalnya rambut kemaluan yang berlebihan bisa menjadi tanda sindrom ovarium polikistik (PCOS).

Kondisi ini dikaitkan dengan tingkat testosteron yang lebih tinggi dari biasanya, hormon seks yang mengontrol pertumbuhan rambut.

Gejala lain termasuk menstruasi tidak teratur dan pertumbuhan rambut di tempat lain di tubuh, termasuk wajah.

Di sisi lain, kurangnya rambut di daerah kemaluan bisa menjadi tanda produksi testosteron yang rendah.

Gejala testosteron rendah lainnya termasuk dorongan seks rendah dan disfungsi ereksi.

Bicaralah dengan dokter jika mengalami pertumbuhan rambut tidak teratur bersamaan dengan gejala tidak biasa lainnya. Terapi hormon mungkin bisa membantu.

Jadi Moms, mitos yang mengatakan bulu kemaluan semakin lebat saat dicukur tidak terbukti ya.

Moms tetap dapat melakukan cara mencukur bulu kemaluan yang baik dan sehat ketika merasa tidak nyaman.

Bulu Kemaluan Tidak Higienis?

Ilustrasi Vagina (Orami Photo Stock)
Foto: Ilustrasi Vagina (Orami Photo Stock)

Anggapan bulu kemaluan tidak higienis adalah salah satu kesalah pahaman yang paling umum.

Dalam survei nasional tahun 2013 yang melibatkan 7.580 orang, 59 persen wanita dan 61 persen pria yang merawat rambut kemaluan mereka melaporkan melakukannya untuk tujuan higienis.

Tapi rambut kemaluan sebenarnya tidak higienis.

Seperti rambut lain di tubuh, bulu di kemaluan menyerap keringat, minyak, dan bakteri.

Jadi, mereka mungkin memiliki bau yang sedikit lebih kuat daripada area tubuh yang lain.

Selama mencuci secara teratur, hal ini tidak perlu dikhawatirkan.

Selain itu, Moms juga bisa menjaga kebersihannya dengan mencari cara mencukur bulu kemaluan yang baik dan sehat.

Baca Juga: Perbedaan Essence dan Serum, Lengkap dengan Cara Memakainya

Cara Mencukur Bulu Kemaluan yang Baik dan Sehat

Perempuan Memegang Pisau Cukur
Foto: Perempuan Memegang Pisau Cukur (Freepik.com/drobotdean)

Perlu diingat, saat melakukan cara mencukur bulu kemaluan Moms berurusan dengan area paling sensitif di tubuh.

Jadi Moms harus mencari cara mencukur bulu kemaluan yang baik dan sehat untuk mencegah terjadinya infeksi atau cedera pada area intim.

Selain itu, saran dari dokter tentang apa yang harus dilakukan jika terjadi kesalahan juga perlu dipertimbangkan Moms.

Berikut cara mencukur bulu kemaluan yang baik dan sehat. Simak ya Moms.

1. Bersihkan Terlebih Dahulu

Cara mencukur bulu kemaluan pertama adalah bersihkan area vagina terlebih dahulu.

Membersihkan kulit sebelum memangkas atau mencukur akan membantu mencegah penularan bakteri.

Moms bisa menggunakan sabun atau cairan pembersih kemaluan sebelum mencukur bulu di area genital.

2. Gunakan Pisau Cukur Baru atau Bersihkan Sebelum Mencukur

Selanjutnya, cara mencukur bulu kemaluan adalah jaga kebersihan alat.

Pastikan semua alat yang Moms butuhkan untuk mencukur bulu kemaluan dalam keadaan steril.

Moms bisa menggunakan pisau cukur baru atau mengganti mata pisau jika menggunakan yang lama.

Jangan lupa untuk membersihkan terlebih dahulu saat menggunakan pisau cukur lama dengan cairan disinfektan.

Hindari menggunakan pisau cukur yang sudah digunakan untuk memotong daerah lain.

3. Rapikan Bulu Kemaluan

Cara mencukur bulu kemaluan yang baik dan sehat adalah merapikan sebelum memulai.

Moms bisa menggunakan gunting kecil atau pemangkas rambut lain saat akan mencukur bulu kemaluan.

Setelah tersisa beberapa sentimeter, Moms bisa melanjutkan dengan pisau cukur ya Moms.

Baca Juga: Keluar Flek, Ragu Darah Haid atau Bukan? Ini Penjelasannya!

4. Mandi Sebelum Grooming

Baik mencukur semua atau hanya membentuknya, mulailah dengan kulit yang bersih untuk menghindari gundukan yang disebabkan oleh bakteri.

Cuci daerah kemaluan dengan sabun dan air secara menyeluruh di bak mandi atau shower.

Rendam atau uap selama setidaknya lima menit untuk memungkinkan kulit Moms melunak dan rambut mengembang.

5. Eksfoliasi Kulit

Gunakan loofah, waslap, atau spons pengelupas untuk mengelupas kulit dengan lembut sebelum bercukur. Ini merupakan cara mencukur bulu kemaluan yang tepat.

Pengelupasan akan menghilangkan kulit mati dan dapat memudahkan Moms saat akan mencukur bulu kemaluan hingga ke akar.

Moms tidak perlu melakukan eksfoliasi dengan kuat saat melakukan cara mencukur bulu kemaluan yang baik dan sehat.

Karena saat menggosoknya terlalu kuat, Moms akan melukai area kemaluan.

6. Gunakan Cermin Genggam

Ilustrasi Cukur Bulu Kemaluan
Foto: Ilustrasi Cukur Bulu Kemaluan (Istockphoto.com)

Saat mencukur bulu kemaluan, pastikan dapat melihat apa yang dilakukan, dan lakukan perlahan.

Moms bisa menggunakan kaca kecil saat mencukur bulu kemaluan.

Hal ini bisa menurunkan risiko cedera selama Moms mencukur rambut di area genital.

Mengoleskan krim merupakan salah satu cara mencukur bulu kemaluan yang baik dan sehat.

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.