02 April 2023

Manfaat Vitamin B2 atau Riboflavin bagi Kesehatan Tubuh

Vitamin ini cukup penting untuk kerja organ tubuh manusia

Vitamin B2 atau disebut riboflavin adalah salah satu dari delapan vitamin B yang penting untuk menunjang kesehatan manusia.

Ini mudah ditemukan dalam biji-bijian, tanaman, dan produk susu.

Ia dibutuhkan tubuh untuk memecah komponen makanan, menyerap nutrisi lain, dan memelihara jaringan tubuh.

Vitamin B2 juga menjadi salah satu vitamin yang larut dalam air.

Setelah diserap di dalam sistem pencernaan, ia akan dibawa melalui aliran darah.

Jika jumlahnya berlebih, maka ia dikeluarkan dari tubuh dalam urine.

Mengutip U.S. National Institutes of Health - Office of Dietary Supplements, vitamin ini sebagian besar diserap di usus kecil.

Jadi Moms perlu mengonsumsi vitamin B2 setiap hari, karena tubuh dapat menyimpannya dalam jumlah kecil, dan persediaannya turun dengan cepat.

Riboflavin bisa ditemukan secara alami pada beberapa makanan atau ditambahkan ke dalam makanan.

Moms juga bisa mengonsumsinya dalam bentuk suplemen.

Baca Juga: 9+ Rekomendasi Vitamin Anak untuk Otak Agar Si Kecil Makin Pintar!

Manfaat Vitamin B2 untuk Tubuh

Konsumsi Vitamin B2
Foto: Konsumsi Vitamin B2

Vitamin B2 bisa membantu memecah protein, lemak, dan karbohidrat.

Ia juga memainkan peran penting dalam menjaga pasokan energi tubuh.

Riboflavin membantu mengubah karbohidrat menjadi adenosin trifosfat (ATP).

Tubuh manusia menghasilkan ATP dari makanan, dan ATP menghasilkan energi sesuai kebutuhan tubuh.

Senyawa ATP ini sangat penting untuk menyimpan energi di otot.

Vitamin ini penting untuk beberapa fungsi, seperti:

  • Menjaga selaput lendir dalam sistem pencernaan.
  • Menjaga kesehatan hati.
  • Mengubah triptofan menjadi niasin.
  • Menjaga kesehatan mata, syaraf, otot dan kulit.
  • Menyerap dan mengaktifkan zat besi, asam folat, dan vitamin B1, B3 dan B6.
  • Membantu produksi hormon pada kelenjar adrenal.
  • Mencegah perkembangan katarak.
  • Mendukung perkembangan janin.

Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa vitamin B2 dapat membantu mencegah katarak dan migrain.

Namun, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengkonfirmasi hal ini.

Penelitian lain menemukaa, pada anak autis, suplemen vitamin B2, B6, dan magnesium tampaknya mengurangi kadar asam organik abnormal dalam urine.

Baca Juga: Bolehkah Memberikan Vitamin Penambah Nafsu Makan Anak?

Apa Saja Makanan Sumber Vitamin B2?

Sumber Vitamin B2
Foto: Sumber Vitamin B2

Vitamin B2 bisa Moms dapatkan dari berbagai jenis makanan, seperti:

  • Ikan, daging, dan unggas, seperti kalkun, ayam, sapi, ginjal, dan hati.
  • Telur unggas.
  • Susu dan produk olahannya.
  • Asparagus.
  • Avokad.
  • Cabai rawit.
  • Kismis.
  • Sereal.
  • Kacang polong.
  • Molase.
  • Jamur
  • Kacang.
  • Peterseli
  • Labu.
  • Kelopak mawar.
  • Ubi jalar.
  • Sayuran silangan, seperti brokoli, kubis Brussel, bayam, dandelion hijau, dan selada air.
  • Roti gandum.
  • Ekstrak ragi.

Vitamin B2 larut dalam air, sehingga memasaknya berlebihan akan menyebabkannya hilang.

Sekitar dua kali lebih banyak B2 hilang melalui perebusan seperti melalui pengukusan atau microwave.

Baca Juga: 10 Rekomendasi Vitamin untuk Badan Lemas, Catat!

Berapa Banyak Vitamin B2 yang Dibutuhkan dalam Sehari?

Anak Makan Brokoli
Foto: Anak Makan Brokoli

Menurut penelitian dari Oregon State University, asupan harian yang direkomendasikan untuk vitamin B2 untuk pria berusia 19 tahun ke atas adalah 1,3 milligram per hari, dan untuk wanita adalah 1,1 miligram per hari.

Berikut ini rekomendasi harian riboflavin untuk berbagai usia:

Bayi dan Anak-Anak

  • Bayi baru lahir hingga 6 bulan sebanyak 0,3 mg.
  • Bayi usia 7 hingga 12 bulan sebanyak 0,4 mg.
  • Anak-anak usia 1 hingga 3 tahun sebanyak 0,5 mg.
  • Anak-anak usia 4 hingga 8 tahun sebanyak 0,6 mg.
  • Anak-anak usia 9 hingga 13 tahuns ebanyak 0,9 mg.
  • Anak laki-laki usia 14 hingga 18 tahun sebanyak 1,3 mg.
  • Anak perempuan usia 14 hingga 18 tahun sebanyak 1 mg.

Orang Dewasa

  • Pria, 19 tahun ke atas sebanyak 1,3 mg.
  • Wanita 19 tahun ke atas sebanyak 1,1 mg.
  • Wanita hamil 1,4 mg.
  • Wanita menyusui 1,6 mg.

Riboflavin paling baik diserap ketika dikonsumsi di antara waktu makan.

Baca Juga: Sedang Rencanakan Kehamilan? Ketahui Daftar Vitamin Program Hamil yang Harus Dikonsumsi

Akibat Tubuh Kekurangan Vitamin B2

Akibat Tubuh Kekurangan Vitamin B2
Foto: Akibat Tubuh Kekurangan Vitamin B2 (Freepik.com)

Kekurangan vitamin B2 adalah risiko yang signifikan ketika Moms menjalankan pola makan yang buruk.

Apalagi tubuh manusia tidak didesain untuk menyimpan vitamin B2 di dalam tubuh, sehingga ia bisa terbuang.

Seseorang yang memiliki kekurangan B2 biasanya kekurangan vitamin lain juga.

Ada dua jenis defisiensi riboflavin, yakni:

  • Defisiensi riboflavin primer

Ini terjadi ketika pola makan seseorang tidak bisa memenuhi kebutuhan vitamin B2 untuk sehari.

  • Defisiensi riboflavin sekunder

Ini terjadi karena alasan lain, mungkin karena usus tidak dapat menyerap vitamin dengan baik.

Atau tubuh tidak dapat menggunakannya, atau karena terlalu cepat dikeluarkan.

Kekurangan riboflavin juga dikenal sebagai ariboflavinosis.

Tanda dan gejala defisiensi ini bisa meliputi:

  • Sariawan.
  • Cheilitis sudut, atau retakan di sudut mulut.
  • Bibir pecah-pecah.
  • Kulit kering.
  • Peradangan pada lapisan mulut.
  • Peradangan lidah.
  • Bibir memerah.
  • Sakit tenggorokan.
  • Dermatitis skrotum.
  • Kemunculan cairan di selaput lendir.
  • Anemia defisiensi besi.
  • Mata mungkin sensitif terhadap cahaya terang, dan mungkin terasa gatal, berair, atau merah.
  • Orang yang minum alkohol dalam jumlah berlebihan berisiko lebih besar mengalami kekurangan vitamin B.

Baca Juga: Mengenal Panthenol, Vitamin B5 yang Bermanfaat Bagi Kecantikan

Risiko Jika Mengonsumsinya Terlalu Banyak

Kapsul Vitamin B2
Foto: Kapsul Vitamin B2 (Shutterstock.com)

Secara umum, vitamin B2 dianggap aman.

Overdosis tidak mungkin terjadi karena tubuh dapat menyerap hingga sekitar 27 miligram riboflavin, dan mengeluarkan jumlah tambahan dalam urine.

Namun, penting untuk berbicara dengan dokter sebelum mengonsumsi suplemen apa pun, terutama karena ini dapat mengganggu penyerapan obat lain.

Suplemen dapat berinteraksi dengan obat lain, dan suplemen B2 dapat memengaruhi efektivitas beberapa obat, seperti obat antikolinergik dan tetrasiklin.

Kadang-kadang dokter dapat merekomendasikan suplementasi.

Misalnya jika pasien menggunakan obat yang dapat mengganggu penyerapan riboflavin.

Jika saat ini Moms sedang dirawat dengan salah satu obat berikut, Moms tidak boleh menggunakan suplemen vitamin B2 tanpa berbicara dengan dokter terlebih dahulu:

  • Obat Antikolinergik

Dokter menggunakan obat antikolinergik untuk mengobati berbagai kondisi, termasuk kejang gastrointestinal, asma, depresi, dan mabuk perjalanan.

Obat-obatan ini dapat mempersulit tubuh untuk menyerap riboflavin.

  • Tetrasiklin

Riboflavin mengganggu penyerapan dan efektivitas antibiotik, tetrasiklin.

Semua suplemen vitamin B kompleks bekerja dengan cara ini.

Moms harus mengonsumsi riboflavin pada waktu yang berbeda di siang hari daripada saat mengonsumsi tetrasiklin.

  • Antidepresan Trisiklik

Antidepresan trisiklik dapat mengurangi kadar riboflavin dalam tubuh, termasuk:

  1. Imipramine (Tofranil)
  2. Desimpramin (Norpramin)
  3. Amitriptilin (Elavil)
  4. Nortriptilin (Pamelor)
  • Obat Antipsikotik

Obat antipsikotik yang disebut fenotiazin (seperti klorpromazin, atau Thorazin) dapat menurunkan kadar riboflavin.

  • Doxorubicin

Riboflavin mengganggu doxorubicin, obat yang digunakan untuk pengobatan kanker tertentu.

Doxorubicin dapat menguras kadar riboflavin dalam tubuh.

Dokter akan memberi tahu apakah Moms perlu mengonsumsi suplemen riboflavin atau tidak.

  • Methotrexate

Obat ini digunakan untuk mengobati kanker dan penyakit autoimun seperti rheumatoid arthritis.

Ini dapat mengganggu cara tubuh menggunakan riboflavin.

  • Phenytoin (Dilantin)

Obat ini digunakan untuk mengontrol kejang, dapat memengaruhi kadar riboflavin dalam tubuh.

  • Probenecid

Obat ini digunakan untuk asam urat dapat menurunkan penyerapan riboflavin dari saluran pencernaan dan meningkatkan berapa banyak yang hilang dalam urin.

  • Diuretik Tiazid (Pil Air)

Diuretik yang termasuk dalam kelas yang dikenal sebagai tiazid, seperti hidroklorotiazid.

Ini dapat menyebabkan Moms kehilangan lebih banyak riboflavin dalam urine.

The University of Maryland Medical Center mencatat bahwa jumlah vitamin B2 yang sangat tinggi dapat menyebabkan gatal, mati rasa, terbakar, urine berwarna kuning atau oranye dan kepekaan terhadap cahaya.

Untuk mencegah ketidakseimbangan vitamin B, mereka menyarankan menggunakan vitamin B kompleks jika suplemen diperlukan.

  • http://umm.edu/health/medical/altmed/supplement/vitamin-b2-riboflavin
  • https://ods.od.nih.gov/factsheets/Riboflavin-HealthProfessional/
  • http://lpi.oregonstate.edu/infocenter/vitamins/riboflavin/
  • https://www.medicalnewstoday.com/articles/219561
  • https://www.healthline.com/health/vitamin-watch-what-does-b2-do#excess

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.