25 Januari 2023

14 Jenis Vitamin untuk Bayi yang Penting dan Dibutuhkan Si Kecil

Pahami makanan apa saja yang mengandung vitamin penting untuk bayi
14 Jenis Vitamin untuk Bayi yang Penting dan Dibutuhkan Si Kecil

Foto: Freepik.com/senivpetro

Agar Si Kecil bisa tumbuh dengan baik, Moms perlu perhatikan asupan jenis vitamin untuk bayi yang dibutuhkan.

Setiap Moms pasti ingin memberikan yang terbaik untuk bayi, tak terkecuali dalam memberikan nutrisi yang akan membantu tumbuh kembang Si Kecil.

Ada kalanya Moms khawatir dengan asupan makanan bayi, apakah sudah mencukupi segala kebutuhan nutrisinya atau belum.

Karena itu, penting untuk memenuhi kebutuhan vitamin untuk bayi.

Baca Juga: Perlukah Memberi Suplemen Vitamin Pada Bayi yang Diberi Sufor?

Jenis Vitamin untuk Bayi

Bayi Makan Biskuit
Foto: Bayi Makan Biskuit (Freepik.com/valuavitaly)

Berikut ini sederet vitamin untuk bayi yang penting seperti direkomendasikan Academy of Nutrition and Dietetics:

1. Zat Besi

ASI (Air Susu Ibu) mengandung zat besi yang rendah tetapi sebagian besar bayi dilahirkan dengan cadangan zat besi yang cukup untuk melindungi mereka dari anemia, setidaknya sampai usia 4-6 bulan.

Jika Moms memiliki diabetes gestasional yang tidak terkontrol dengan baik, atau bayi Moms lahir prematur, Si Kecil mungkin tidak mendapatkan cukup zat besi selama kehamilan.

Ini jenis vitamin untuk bayi yang penting didapatkan.

ASI dan susu formula memang mengandung zat besi, tetapi saat bayi mulai makan kebutuhan zat besi bayi pun melonjak dari 0,27 mg setiap hari hingga usia 6 bulan, menjadi 11 mg setiap hari dari usia 7 hingga 12 bulan.

American Academy of Pediatrics (AAP) merekomendasikan bayi yang diberi ASI eksklusif menerima 1 mg/hari suplemen zat besi mulai dari 4–6 bulan dan berlanjut sampai mereka makan makanan padat yang mengandung zat besi, yang mulai diperkenalkan pada usia sekitar 6 bulan.

Bicaralah dengan dokter anak tentang suplemen zat besi.

Dokter mungkin akan merekomendasikan suplemen zat besi jika bayi tidak makan makanan kaya zat besi.

Bayi yang lahir prematur memiliki lebih sedikit zat besi dan biasanya perlu minum suplemen zat besi.

Saat Moms mulai mengenalkan bayi pada makanan padat, pilih makanan yang mengandung zat besi, seperti sereal, daging, ikan, kacang-kacangan, dan sayuran.

2. Vitamin B12

Vitamin untuk bayi ini sangat penting untuk pengembangan sistem saraf dan mencegah anemia.

Vitamin ini secara alami ditemukan dalam ikan, daging, unggas, telur, susu, dan produk susu.

Vitamin B12 membantu menjaga saraf dan sel-sel darah tubuh tetap sehat dan membantu membuat DNA, bahan genetik di semua sel.

Kekurangan vitamin B12 dapat menyebabkan jenis anemia yang disebut anemia megaloblastik yang membuat orang lelah dan lemah.

Jika Moms menyusui dan tidak mengonsumsi banyak protein hewani, penting untuk memiliki sumber vitamin B12 lain, dari suplemen atau makanan yang diperkaya sehingga bayi bisa mendapatkannya juga.

Moms bisa melihat tanda dan gejala defisiensi vitamin B12 pada bayi seperti muntah, lesu, anemia, gagal tumbuh, hipotonia (tonus otot rendah), dan keterlambatan perkembangan atau regresi.

Bayi yang disusui dapat mengalami defisiensi vitamin B12 pada usia 2–6 bulan, tetapi gejalanya mungkin tidak tampak sampai 6–12 bulan.

Baca Juga: Cari Tahu Gejala Kekurangan Vitamin D Pada Bayi

3. DHA Omega-3

DHA Omega-3 merupakan vitamin untuk bayi yang penting untuk perkembangan otak dan mata bayi yang akan dikandung dalam ASI jika Moms mengonsumsi makanan yang mengandung DHA.

Misalnya, seperti ikan salmon atau kacang almond. Suplemen DHA biasanya tidak dianjurkan untuk bayi.

4. Probiotik

Suplemen vitamin untuk bayi bisa berbentuk probiotik, karena diklaim dapat membantu menjaga pencernaan dengan baik, dan meningkatkan kesehatan usus.

5. Serat

Bayi Makan Buah
Foto: Bayi Makan Buah (Freepik.com/master1305)

Serat bisa didapat dari beragam macam sayuran dan buah. Moms bisa sajikan sayuran serta buah yang beragam setiap harinya untuk Si Kecil.

Konsumsi serat baik untuk pencernaannya.

6. Vitamin D

American Academy of Pediatrics merekomendasikan bahwa semua bayi menerima suplemen vitamin D rutin (400 IU per hari) untuk menurunkan paparan sinar matahari dan peningkatan rakhitis.

Vitamin D adalah vitamin untuk bayi yang memungkinkan tubuh untuk menyerap dan mempertahankan kalsium dan fosfor, keduanya penting untuk membangun tulang yang kuat pada bayi.

Kekurangan vitamin D dapat menyebabkan rakhitis, penyakit pelunakan tulang yang masih berdampak pada anak-anak, biasanya dalam dua tahun pertama kehidupan.

Karena ASI tidak memberikan vitamin D yang cukup, semua bayi yang disusui harus menerima suplemen vitamin ini.

Bayi yang diberi susu formula umumnya tidak membutuhkan tambahan vitamin D karena sudah terkandung dalam susu formula.

Jika bayi Moms minum setidaknya lebih dari 500ml (sekitar 1 liter) susu formula dalam satu hari, Si Kecil tidak memerlukan suplemen lagi karena susu formula sudah diperkaya dengan vitamin D.

7. Vitamin K

American Academy of Pediatrics merekomendasikan bahwa semua bayi harus menerima suntikan vitamin K satu kali segera setelah lahir untuk mengurangi risiko penyakit hemoragik.

Vitamin K diperlukan bagi tubuh untuk mengaktifkan molekul tertentu yang membantu darah membeku. Ini juga menjadi vitamin untuk bayi yang tidak kalah penting.

Ini sesuai dengan studi di jurnal Vitamins for Babies and Young Children, yang menyebutkan bahwa ASI mengandung banyak vitamin, namun tidak vitamin K untuk bayi. Makanya anak perlu disuntik.

8. Vitamin A

ASI adalah sumber alami vitamin A yang sangat baik. Kekurangan vitamin A memang jarang terjadi pada bayi yang disusui dengan baik.

Baca Juga: 11 Sumber Vitamin A yang Penting untuk Bayi

9. Vitamin B2 (Riboflavin)

Kadar riboflavin dalam ASI cukup untuk bayi. Sehingga suplemen tidak dianjurkan untuk bayi yang disusui, karena defisiensi riboflavin jarang terjadi di negara maju.

10. Vitamin B6

Jika Moms mendapat vitamin B6 dalam jumlah yang cukup, maka suplemen vitamin untuk bayi tambahan tidak diperlukan untuk Si Kecil yang sehat.

Bila Moms tidak mendapatkan cukup vitamin B6, maka menambahkan vitamin B6 tambahan ke diet kita akan meningkatkan kadar ASI ke tingkat yang dibutuhkan.

11. Kalsium

Kalsium menjadi vitamin untuk bayi yang sangat penting.

Pada bayi yang disusui tidak membutuhkan kalsium tambahan, karena sudah mendapatkannya dari ASI dan Makanan Pendamping ASI (MPASI).

12. Vitamin E

Tidak akan ada kekurangan vitamin E pada bayi sehat yang diberi ASI dengan baik. Suplemen vitamin E untuk Moms dan bayi yang disusui tidak disarankan.

Baca Juga: Bayi ASI, Perlukah Diberi Tambahan Vitamin?

13. Fluoride

Tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa suplemen fluoride pada masa bayi meningkatkan kesehatan gigi bayi yang disusui.

Suplementasi fluoride dalam makanan bayi tidak lagi direkomendasikan oleh AAP.

American Academy of Pediatrics merekomendasikan bahwa suplemen fluoride hanya diberikan setelah anak berusia 6 bulan, dan hanya untuk anak-anak yang kekurangan fluoride.

14. Vitamin C

Vitamin C merupakan vitamin untuk bayi yang berperan dalam melindungi tubuh dari infeksi, membantu tubuh menyerap zat besi, membangun kekuatan otot dan tulang, serta membantu proses penyembuhan luka.

Bayi yang baru berusia 1–3 tahun membutuhkan asupan vitamin C sebanyak 15 miligram per hari.

Sementara, bayi di atas usia 3 tahun memerlukan asupan vitamin C sebesar 25 miligram per hari.

Vitamin bayi ini secara alami terdapat dalam buah dan sayuran, seperti jeruk, pepaya, stroberi, kiwi, mangga, jambu biji, kembang kol, kentang, dan brokoli.

Baca Juga: Berapa Banyak Vitamin C yang Dibutuhkan Tubuh Dalam Sehari?

Makanan yang Mengandung Vitamin untuk Bayi

Bayi Makan Buah Semangka
Foto: Bayi Makan Buah Semangka (Freepik.com/freepik)

Apa saja makanan yang kaya akan vitamin untuk bayi yang bagus dikonsumsi Si Kecil? Yuk kita cari tahu Moms.

1. Kentang

Kentang merupakan salah satu jenis makanan yang bisa Moms pilih.

Kita bisa memotong-motong, mencampur, mengukus makanan ini untuk Si Kecil. Bisa juga dijadikan sebagai puree yang lezat.

Namun, cara paling aman yaitu tetap menjadikan makanan untuk bayi tetap pada tekstur yang lembut. Hal ini untuk mencegah ia tersedak.

Kentang adalah makanan yang kaya akan karbohidrat dan memberikan energi dan vitamin yang cukup untuk bayi yang sedang tumbuh.

Kentang juga mengandung protein kompleks dan vitamin C.

Jenis makanan ini aman untuk diperkenalkan sebagai makanan awal untuk bayi. Bahkan Moms bisa menjadikannya sebagai finger food untuk anak.

2. Wortel

Berdasarkan studi di jurnal Food and Nutrition Sciences, Moms harus memberikan wortel yang sudah matang sebagai makanan anak, karena wortel mentah berpeluang lebih besar memicu alergi.

Moms bisa memotong wortel menjadi kecil-kecil untuk meminimalkan risiko anak tersedak. Ada banyak nutrisi berguna bagi tumbuh kembang Si Kecil di dalam wortel.

Ada beta-karoten yang penting untuk menjaga retina tetap sehat dan menjaga penglihatan yang lebih baik.

Selain itu, wortel juga mengandung gizi mikro seperti flavonoid untuk menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah. Jadi tunggu apalagi Moms?

3. Alpukat

Buah-buahan merupakan makanan paling dasar yang bisa kita berikan untuk Si Kecil untuk memberikan asupan vitamin untuk bayi.

Salah satu buah yang baik untuk perkembangan Si Kecil, yaitu alpukat.

Alpukat bisa disajikan dalam potongan kecil-kecil, atau Moms juga bisa menghancurkannya seperti membuat puree untuk anak.

Atau Moms juga bisa mencampurkan susu formula atau air sesuai dengan kebutuhan. Hanya saja, hindari memberikan campuran madu untuk bayi, ya, Moms.

“Jangan berikan madu pada anak yang berusia di bawah 1 tahun. Hal ini bisa meningkatkan risiko bayi mengalami botulisme.

Botulisme pada bayi disebabkan oleh racun dari bakteri Clostridium botulinum, yang hidup di tanah dan debu, serta bisa mencemari madu,” ungkap Dr. Alan Greene, dokter anak di Stanford University School of Medicine.

Alpukat mengandung banyak vitamin dan nutrisi yang dibutuhkan bayi seperti serat, vitamin C, magnesium, folat, dan vitamin K.

Baca Juga: 5 Resep MPASI Bayi 6 Bulan dengan Buah Alpukat

4. Sayuran Hij

Brokoli
Foto: Brokoli (Freepik.com/racool-studio)

Sayuran berdaun hijau adalah jenis sayuran yang baik untuk dikonsumsi Si Kecil dan dapat memberikan asupan vitamin untuk bayi.

Sayuran yang dimaksud di antaranya seperti bayam, brokoli, kale, kubis, kangkung, dan lainnya.

Moms bisa menjadwalkan varian sayuran yang berbeda setiap harinya agar anak tidak bosan.

Semua sayuran berdaun hijau gelap juga kaya akan zat besi, kalsium, dan folat. Nutrisi ini baik untuk perkembangan dan pertumbuhan bayi.

Studi di International Journal of Biomedical Science mengungkapkan, sayuran berdaun hijau juga mengandung antioksidan seperti beta-karoten dan lutein yang penting untuk menjaga sistem kekebalan tubuh.

Antioksidan berguna untuk melawan radikal bebas sehingga hal ini juga penting menjaga perkembangan anak selalu optimal.

Moms bisa menyajikan sayuran hijau untuk anak dengan cara mengukusnya lalu menghaluskan menjadi puree.

Atau Moms bisa mengukus dan memotongnya menjadi kecil-kecil.

Moms juga bisa membuat campuran sayuran berdaun hijau dengan jenis sayuran lainnya dengan warna lebih menarik seperti labu atau wortel.

Hal ini akan merangsang anak untuk mau makan dengan lebih lahap.

5. Telur

Telur juga menjadi sumber protein lainnya yang baik untuk perkembangan dan pertumbuhan Si Kecil.

Telur mengandung protein, nutrisi, dan mudah dicerna. Mulailah dengan kuning telur dan saat si kecil terbiasa, tawarkan putih telur.

Selain kaya nutrisi, telur juga mudah dicerna, harganya terjangkau, dan mudah didapatkan.

Nah, Moms bisa mengolah telur menjadi telur rebus atau telur dadar. Moms bisa mencoba dari memberikan anak kuning telur, baru kemudian putih telur.

Jangan lupa untuk potong kecil-kecil, agar anak mudah mengonsumsinya ya.

Moms juga bisa menjadikan telur sebagai finger food untuk melatih perkembangan rahang dan gerakan lidah bayi.

Suplemen Vitamin untuk Bayi

Sebenarnya, ASI atau susu formula menyediakan hampir semua kebutuhan bayi pada 4 hingga 6 bulan pertama.

Kecuali pemberian vitamin D yang memang direkomendasikan oleh dokter, menurut American Academy of Pediatrics (AAP).

"Semua bayi yang disusui harus mendapatkan suplemen vitamin D, 400 IU per hari, untuk mendukung kesehatan tulang," kata Natasha Burgert, MD, seorang dokter anak di Kansas City, Missouri.

Saat masuk usia 6 bulan, karena bayi sudah mulai masuk waktu makan makanan padat, dokter mungkin tidak merekomendasikan suplemen vitamin tambahan.

Namun, jika terdapat hal-hal yang tidak sesuai dengan tumbuh kembang bayi, dokter akan memberikan suplemen vitamin untuk bayi sesuai kebutuhannya.

Baca Juga: 5 Sumber Vitamin A yang Penting untuk Bayi

Kondisi Anak yang Membutuhkan Supleman Vitamin untuk Bayi

Bayi Makan
Foto: Bayi Makan (Freepik.com/prostooleh)

Sebenarnya, jika pola makan dan menyusu bayi baik maka Si Kecil tidak membutuhkan suplemen vitamin untuk bayi.

Namun hal itu adalah kondisi ideal yang tidak semua bayi bisa mendapatkannya.

Malah ada kondisi-kondisi tertentu yang mengharuskan bayi mendapatkan suplemen vitamin, seperti:

  • Kondisi bayi yang picky eater, hanya memakan makanan yang disukai saja dan menolak yang lain.
  • Memiliki masalah kronis, seperti asma atau masalah pencernaan yang menyebabkan bayi tidak bisa mengkonsumsi satu atau beberapa makanan yang diperlukan tubuh.
  • Mengalami alergi sehingga menghindari susu dan segala bentuk produk susu, sehingga kemungkinan tidak mendapatkan kalsium yang cukup.

Itu dia Moms beberapa hal yang harus Moms perhatikan terkait vitamin untuk bayi.

Pemberian suplemen vitamin untuk bayi akan tergantung kondisi Si Kecil dan rekomendasi dokter. Tetap sajikan makanan bernutrisi dan bergizi agar segala kebutuhan bayi tercukupi.

  • https://www.healthychildren.org/English/ages-stages/baby/feeding-nutrition/Pages/Vitamin-Iron-Supplements.aspx
  • https://www.eatright.org/food/vitamins-and-supplements/dietary-supplements/4-infant-supplements-to-ask-your-pediatrician-about
  • https://pediatrics.aappublications.org/content/129/3/e827.full
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2083301/
  • https://www.aapd.org/media/policies_guidelines/p_fluorideuse.pdf
  • https://file.scirp.org/pdf/FNS_2014120411490798.pdf
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3614697/

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.