20 November 2023

4 Tanda Anak Picky Eater, Penyebab hingga Cara Mengatasinya

Picky eater adalah kondisi saat anak suka pilih-pilih makanan

Picky eater merupakan fase yang hampir pasti terjadi pada anak-anak di masa perkembangannya.

Ketika Si Kecil memasuki fase ini, biasanya Moms perlu memutar otak setiap hari agar anak tidak kekurangan gizi yang dibutuhkan.

Perlu diingat, ketika anak kekurangan gizi, tumbuh kembangnya dapat terganggu hingga berisiko terinfeksi berbagai jenis penyakit.

Picky eater hampir terjadi pada 30–70% anak.

Lantas, apa sebenarnya picky eater dan apa saja gejala yang harus diperhatikan oleh orang tua? Simak ulasannya di sini!

Baca Juga: Kurang Gizi pada Anak, Kenali Tanda, Penyebab, hingga Cara Mencegahnya

Tanda Anak Picky Eater

Tanda Anak Picky Eater
Foto: Tanda Anak Picky Eater (Orami Photo Stock)

Kebiasaan suka pilih-pilih makanan tentu saja bisa membuat anak jadi kekurangan nutrisi tertentu.

Saat menghadapi masalah tersebut orangtua terkadang panik karena anak terkesan tidak mau makan.

Namun sebenarnya, orang tua tidak perlu frustrasi menghadapi situasi tersebut.

"Picky eating atau hanya ingin makanan tertentu merupakan proses normal yang sering terjadi pada balita dan tidak akan berlangsung lama," terang dr. Matheus.

Dr. dr. Matheus Tatang Puspanjono, Sp.A, M.Klinik Ped, adalah Dokter Spesialis Anak RS Pondok Indah di Jakarta Selatan dan Bintaro.

Biasanya, orang tua dihadapkan dengan anak yang picky eater saat usia Si Kecil menginjak 1-3 tahun.

Beberapa kondisi yang tampak atau gejala saat anak memiliki karakter ini, antara lain:

1. Sensory-dependent eaters

Tidak menyentuh makanan yang teksturnya tidak sesuai dengan yang ia sukai atau yang biasa ia makan.

Mereka juga tidak mau mengonsumsi makanan yang baunya terlalu tajam atau aneh.

2. Preferential Eaters

Anak makin sulit makan saat orang tua menyajikan tambahan baru dalam makanan kesukaannya.

3. General Perfectionists

Hanya mau makan jika tampilan makanan di piringnya sempurna. Misalnya, susunan makanan tidak berantakan, tidak diaduk, atau tidak disentuh dengan tangan.

4. Behavioral Responders

Anak ingin letak nasi di piringnya ada di tengah, sayur dipisah, hanya ingin makan telur bagian kuningnya saja, dan lain-lain.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa (picky eater) adalah kondisi saat anak menolak untuk makan karena memilih-milih makanan yang akan dimakannya.

Keadaan ini mungkin membuat perasaan Moms campur aduk, seperti rasa khawatir, kesal, gemas, sampai stres.

Namun, sebaiknya Moms harus tetap sabar karena kebiasaan ini wajar terjadi pada anak.

Baca Juga: Tanya Jawab Dokter tentang Anak 1 Tahun Susah Makan, Simak!

Penyebab Anak yang Picky Eater

Anak Picky Eater
Foto: Anak Picky Eater (Orami Photo Stock)

Kondisi picky eater dapat terjadi karena beberapa penyebab yang harus diperhatikan orang tua. Ini penyebab picky eater pada anak yang umum terjadi:

  • Anak merasa tidak lapar atau bosan.
  • Tidak menyukai tekstur makanan.
  • Anak mengalami sakit seperti sariawan, gigi berlubang, atau infeksi pada gusinya.
  • Masalah psikologis seperti kurang perhatian, hubungan orang tua yang kurang harmonis.
  • Pernah alami trauma makan, seperti pernah dipaksa makan atau rasa makanan yang tidak enak.
  • Terlambat memperkenalkan makanan pada anak.
  • Pola asuh pemberian makan, seperti pola asuh otoriter dengan tekanan meningkatkan risiko anak picky eater.

Setiap anak pastinya mempunyai penyebab picky eater yang berbeda-beda. Penting bagi orang tua untuk memahami penyebab anak picky eater, lalu mencari cara untuk mengatasinya.

Baca Juga: 5+ Rekomendasi Vitamin Penambah Nafsu Makan Bayi, Bye GTM!

Cara Mengatasi Anak Picky Eater

Anak Makan Sehat
Foto: Anak Makan Sehat (Orami Photo Stock)

Menghadapi anak picky eater memang tidak mudah.

Namun, Moms jangan terlalu khawatir karena ada beberapa tips yang bisa dilakukan untuk mengatasi anak dengan kebiasaan pilih-pilih makanan. Beberapa tips ini seperti:

1. Hindari Memaksa Anak untuk Makan

Jangan memaksa anak untuk makan adalah tips pertama yang bisa dilakukan.

Saat Si Kecil menolak mengonsumsi makanan tertentu, tetap sabar dan jangan memaksa ya.

Hal ini bisa membuat Si Kecil tidak nyaman dan malah akan terus menolak mengonsumsi makanan tersebut di kemudian hari.

"Ingat, dibutuhkan setidaknya 10–15 percobaan hingga anak terbiasa dan mau memakan suatu makanan," tambah dr. Matheus.

2. Sajikan Makanan dengan Menu Menarik

Sajikan makan dengan variasi yang menarik bisa dilakukan, lho, Moms!

Cobalah sajikan menu makanan dengan tampilan yang menarik, mulai dari bentuk, susunan, atau warna yang berbeda.

Jika perlu, Moms dapat memberikan nama yang unik, misalnya "makanan jagoan" atau "minuman superhero".

Hal ini untuk menarik perhatian Si Kecil, sehingga ia mau mengonsumsi makanan tersebut, Moms.

Baca Juga: 11 Sayur dan Buah untuk Paru-paru yang Direkomendasikan Buat Tubuh

3. Perbolehkan Anak Menyentuh Makanannya

Anak Makan
Foto: Anak Makan (Orami Photo Stock)

Seperti halnya orang dewasa, anak kecil bisa saja enggan memakan sesuatu yang belum benar-benar dikenalnya.

Nah, Moms bisa mengatasi ini dengan menghilangkan rasa penasarannya.

Caranya, beri kesempatan ia untuk menyentuh langsung dan mengenali makanannya sebelum menyuapinya.

Buatlah suasana makan menjadi nyaman dan menyenangkan.

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.

rbb