Di atas 5 tahun

2 September 2021

Kenali Tanda-Tanda dan Efek Kurang Gizi pada Anak

Kekurangan gizi dapat menyebabkan beberapa kelainan, baik fisik maupun perilaku
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Riskita
Disunting oleh Amelia Puteri

Jangan sampai Si Kecil kurang gizi ya, Moms!

Nutrisi yang baik sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan anak, terutama selama tahun-tahun awal kehidupannya. Makanan bergizi bukan hanya penting untuk pertumbuhan, tapi juga untuk perkembangan otak dan organ vital lainnya Moms.

Oleh karena itu, penting bagi Moms untuk selalu memenuhi kebutuhan vitamin, kalsium, zat besi, lemak, dan karbohidrat untuk memastikan perkembangan anak optimal sesuai dengan usianya.

Hati-hati Moms, pastikan Si Kecil tidak kurang gizi. Apabila anak kekurangan gizi, tentu saja bisa memengaruhi kondisi kesehatan fisik hingga kecerdasan emosionalnya.

Bahkan, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menyatakan bahwa kurang gizi (malnutrisi) adalah satu-satunya ancaman paling berbahaya bagi kesehatan masyarakat global.

Mereka memperkirakan bahwa kekurangan gizi merupakan penyebab utama dari 3,1 juta kematian anak setiap tahun dan menimbulkan dampak negatif jangka panjang bagi jutaan anak lainnya.

Baca Juga: Kenali Kondisi Avitaminosis, Simak Dampaknya pada Tubuh dan Cara Mengatasinya

Kurang Gizi pada Anak

gizi

Foto: Orami Photo Stock

Kondisi malnutrisi atau gizi buruk merupakan kondisi ketika anak tidak menerima nutrisi penting, mineral, dan kalori yang membantu perkembangan organ vital dalam jumlah yang memadai.

Nutrisi penting bagi anak untuk menjalani hidup yang bebas penyakit dan sehat. Kurang gizi yang cukup dapat menyebabkan beberapa kelainan, baik fisik maupun perilaku.

Abby Sauer, MPH, RD, ahli nutrisi dari Amerika Serikat, mengatakan bahwa malnutrisi terjadi ketika seseorang tidak mendapatkan nutrisi yang tepat untuk menjalani kehidupan yang sehat. Baik itu dari tidak makan cukup atau makan terlalu banyak. 

"Kurang gizi menyebabkan ketidakseimbangan dalam tubuh kita dan jika itu berlangsung lama, bisa berdampak signifikan pada kesehatan," kata Sauer.

Malnutrisi dan kelaparan tidak sama meskipun keduanya mungkin berhubungan. Kelaparan dirasakan saat perut dalam keadaan kosong sedangkan kekurangan gizi adalah kekurangan nutrisi yang cukup.

Anak-anak yang kurang gizi dapat rentan terhadap penyakit yang mengakibatkan pertumbuhan terhambat serta penyakit kronis.

Baca Juga: Dukung Potensi Prestasi si Kecil, Hindari Kekurangan Zat Besi Pada Anak

Penyebab Kurang Gizi pada Anak

gizi2

Foto: Orami Photo Stock

Dikutip dari Healthline, Ahli Nutrisi Elizabeth Streit MS, RDN, LD, mengatakan bahwa kurang gizi (malnutrisi) merupakan masalah besar di seluruh dunia yang bisa berdampak pada lingkungan, ekonomi, hingga kondisi kesehatan.

"WHO memperkirakan sebanyak 460 juta orang dewasa dan 150 juta anak-anak mengalami gizi buruk pada tahun 2018," ungkap Streit.

Angka tersebut tentu sangat besar dan bisa memberikan dampak yang luar biasa. Ada beberapa hal yang menyebabkan seorang anak mengalami kurang gizi. Apa saja? Berikut daftarnya!

1. Kesehatan Ibu yang Buruk

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa masa keemasan bagi perkembangan dan kesehatan anak terjadi dalam 1.000 hari pertama atau dari awal kehamilan seorang wanita hingga anak berusia 2 tahun.

Ibu yang kekurangan gizi selama kehamilan dapat mengalami komplikasi saat melahirkan. Kekurangan gizi selama masa kehamilan tersebut pada akhirnya bisa menyebabkan mereka melahirkan bayi dengan berat badan rendah.

Hal ini tentu saja menjadi penyebab utama dalam malnutrisi pada anak. Selain itu, ibu dengan gizi buruk juga dapat mengalami kesulitan menyusui bayinya.

2. Kurang Asupan ASI

Menyusui bayi baru lahir sangat penting karena ASI memberikan nutrisi penting kepada bayi yang merupakan dasar untuk perkembangan anak.

Menyusui selama 6 bulan pertama kehidupan anak memiliki manfaat kesehatan yang berlanjut hingga dewasa. Namun, jika seorang ibu terlalu kekurangan gizi untuk menyusui, manfaat kesehatan ini tidak dapat diturunkan dan seorang anak dapat berisiko mengalami kekurangan gizi.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), permasalahan ini paling umum ditemui pada negara-negara berkembang.

3. Pola Makan Tidak Sehat

penyebab kurang gizi pada anak - pola makan tidak sehat

Foto: Orami Photo Stock

Kurangnya asupan makanan yang cukup dapat menyebabkan kekurangan nutrisi yang diperlukan. Hal ini mengakibatkan kurangnya gizi anak.

Makanan yang mengandung bahan yang tidak bisa dicerna dan berbahaya juga dapat menyebabkan hilangnya nafsu makan yang akhirnya menyebabkan kekurangan gizi.

Baca Juga: Dukung Pertumbuhan Anak dengan Optimal, Ini Makanan Berserat yang Wajib Konsumsi

4. Makan Tidak Teratur

Tidak mengonsumsi makanan pada waktu yang tepat dan interval teratur dapat menyebabkan gangguan pencernaan dan kekurangan gizi.

5. Gangguan Pencernaan

Beberapa anak mungkin memiliki gangguan pencernaan seperti penyakit Crohn yang membatasi kemampuan tubuh untuk menyerap nutrisi meskipun makanan sehat dikonsumsi.

6. Kurangnya Aktivitas Fisik

penyebab kurang gizi - kurang aktivitas fisik

Foto: Orami Photo Stock

Kurangnya aktivitas fisik yang cukup dapat memperlambat proses pencernaan yang mengarah ke kekurangan gizi.

Malnutrisi lainnya pada anak di bawah 5 tahun juga dapat disebabkan karena kelahiran prematur, muntah berlebihan atau diare, kelainan jantung sejak lahir dan penyakit jangka panjang lainnya.

Baca Juga: 7+ Makanan untuk Meningkatkan Daya Tahan Tubuh Anak, Salah Satunya Bayam!

7. Penyakit Tertentu

Penyebab lain yang bisa mengakibatkan anak mengalami kurang gizi, yakni pengaruh suatu penyakit.

Penyakit dan infeksi tertentu, seperti TBC, campak, dan diare merupakan kondisi yang terkait secara langsung dan menjadi salah satu penyebab malnutrisi akut.

Selain itu, penyakit HIV dan AIDS juga telah menjadi penyebab utama malnutrisi akut di banyak negara berkembang. Biasanya, seorang anak yang terinfeksi HIV lebih rentan terhadap malnutrisi akut daripada anak yang sehat.

Tanda Kurang Gizi pada Anak

gizi3

Foto: Orami Photo Stock

Sebenarnya tanda dan gejala malnutrisi pada bayi dan anak-anak tergantung pada jenis kekurangan gizi yang dimiliknya. Namun beberapa tanda dan gejala malnutrisi yang mudah dikenali, antara lain:

  • Kelelahan
  • Sifat lekas marah
  • Sistem kekebalan tubuh yang buruk meningkatkan kerentanan infeksi
  • Kulit kering dan bersisik
  • Pertumbuhan terhambat
  • Perut kembung
  • Waktu pemulihan yang lebih lama dari luka, infeksi, dan penyakit
  • Massa otot berkurang
  • Perkembangan perilaku dan intelektual yang lambat
  • Gangguan fungsi mental dan masalah pencernaan.

Baca Juga: Menu Makanan Sehat untuk Anak yang Dukung Pencernaan, Otak, dan Keseimbangan Emosional

Efek Kurang Gizi pada Anak

gizi4

Foto: Orami Photo Stock

“Mengidentifikasi malnutrisi dan melakukan intervensi dini adalah kunci untuk menjaga anak mengurangi komplikasi,” kata Sauer.

Malnutrisi dapat memiliki efek jangka panjang pada anak-anak jika tidak didiagnosis dan diobati tepat waktu. Berikut ini adalah dampak dari kekurangan gizi pada anak:

1. Stunting

Stunting atau kerdil adalah salah satu efek jangka panjang dari kekurangan gizi pada anak-anak. Kurang gizi dapat membatasi kemampuan anak untuk tumbuh secara normal baik dalam hal tinggi badan dan berat badan.

Pertumbuhan yang terhambat bisa bersifat permanen dan tidak dapat diubah. Stunting juga bukan sekadar gagal tumbuh, tapi juga gangguan perkembangan otak sehingga anak tumbuh dengan IQ rendah.

Melansir informasi dari Kementerian PPN/Bappenas, stunting pada anak merupakan bentuk kekurangan gizi yang paling umum di Indonesia dan masih menjadi tantangan utama hingga saat ini.

Data Riskesdas yang diperoleh pada tahun 2018 menunjukan bahwa prevalensi stunting pada anak usia di bawah dua tahun sebesar 29,9%. Angka tersebut sangat tinggi dan mengkhawatirkan sehingga pemerintah pun terus berupaya untuk mengatasinya sehingga anak-anak di masa depan bisa tumbuh dengan baik.

Baca Juga: Pentingnya Konsumsi Makanan yang Mengandung Asam Amino untuk Cegah Stunting pada Anak

2. Marasmus

dampak anak kurang gizi

Foto: Orami Photo Stock

Kekurangan energi-protein yang parah dapat menyebabkan kekurangan gizi yang disebut dengan marasmus. Marasmus lebih sering terjadi pada anak kecil dan bayi.

Marasmus juga dikenal sebagai kekurangan energi dan ditandai dengan penurunan berat badan yang parah, kulit tipis, rambut rontok, dehidrasi, diare kronis, penyusutan perut, serta kelelahan.

Salah satu faktor risiko yang bisa menyebabkan marasmus, yakni jika tinggal di daerah pedesaan yang sulit mendapatkan makanan atau daerah yang kekurangan makanan.

Bayi, termasuk bayi yang tidak diberi ASI, anak kecil, atau orang dewasa yang lebih tua juga memiliki risiko marasmus yang cukup tinggi.

Baca Juga: Bantu Anak Capai Potensi Prestasi dengan Makanan Bergizi dan Stimulasi yang Tepat

3. Kwashiorkor

Kwashiorkor juga merupakan hasil dari kekurangan protein-energi yang parah. Ruam, retensi air, rambut rapuh, dan perut buncit adalah beberapa gejala dari kondisi ini.

Jika tidak diobati, kondisi ini dapat menyebabkan koma dan kematian.

Tak hanya itu, malnutrisi pada anak-anak juga dapat menyebabkan kondisi seperti anemia, tulang lemah, sistem kekebalan tubuh lemah, penyakit kudis atau kegagalan organ tergantung pada nutrisi yang kurang.

Ternyata banyak sekali dampak kurang gizi ya, Moms. Jika Si Kecil menunjukkan tanda-tanda malnutrisi, Moms sebaiknya segera membawanya ke dokter untuk menjalani pemeriksaan.

  • https://www.healthline.com/nutrition/malnutrition
  • https://www.bappenas.go.id/files/1515/9339/2047/FA_Preview_HSR_Book04.pdf
  • https://www.savethechildren.org/us/charity-stories/what-is-malnutrition-in-children
  • https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/malnutrition
  • https://actionagainsthunger.ca/what-is-acute-malnutrition/underlying-causes-of-malnutrition/
  • https://www.healthline.com/health/kwashiorkor-and-marasmus
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait