Newborn

25 November 2021

Posyandu, Garda Terdepan Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak

Biasanya, posyandu digelar satu bulan sekali dan salah satu kegiatannya adalah imunisasi gratis
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Fia Afifah R
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Apakah Moms familiar dengan Posyandu? Biasanya, Posyandu identik dengan kegiatan pemantauan tumbuh kembang anak, sebagai bagian dari penyuluhan kesehatan untuk keluarga.

Menurut studi Jurnal Manajemen Pelayanan Kesehatan, peran Posyandu di suatu daerah amat penting. Ada tidaknya masalah gizi anak di suatu daerah tidak jauh dari kontribusi kader Posyandu.

Mereka diharapkan dapat memberdayakan masyarakat agar mampu memecahkan masalah kebutuhan gizi, serta khususnya kesehatan dan gizi anggota keluarga yang masih balita.

Yuk ketahui lebih lanjut tentang Posyandu ini.

Baca Juga: 5+ Manfaat Hati Ayam untuk Kesehatan Tubuh Anak, Catat!

Mengenal Posyandu

tekan angka stunting, diagnosis harus dimulai sejak di posyandu hero

Foto: Orami Photo Stock

Posyandu atau Pos Pelayanan Terpadu adalah media pemeliharaan kesehatan yang dilakukan dari, oleh, dan untuk masyarakat yang dibimbing oleh petugas terkait.

Menurut Dinkes Provinsi Aceh, posyandu adalah salah satu bentuk Upaya Kesehatan Berbasis Masyarakat (UKBM) yang dikelola dan diselenggarakan dari, oleh, dan untuk masyarakat.

Posyandu sendiri adalah cara pembangunan kesehatan guna memberdayakan masyarakat, dan memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan.

Titik fokus dari pelaksanaan Posyandu sendiri adalah adanya kesadaran pada masyarakat untuk mempercepat penurunan angka kematian ibu dan angka kematian bayi.

Di sana dilaksanakan kegiatan pelayanan sosial dalam pemantauan tumbuh kembang anak. Posyandu juga memiliki strata tersendiri, yakni:

  • Posyandu Pratama
  • Posyandu Madya
  • Posyandu Purnama
  • Posyandu Mandiri

Berbeda dengan puskesmas yang bisa buka 24 jam, penyelenggaraan Posyandu biasanya hanya sekitar satu bulan sekali, tergantung dari kegiatan yang akan diselenggarakan.

Baca Juga: 4 Risiko Kesehatan Anak dari Hubungan Inses

Salah satu tujuan dari penyelenggaraan Posyandu adalah:

  • Menurunkan angka kematian bayi (AKB), angka kematian ibu (ibu hamil), melahirkan dan nifas.
  • Membudayakan NKBS
  • Meningkatkan peran serta masyarakat untuk mengembangkan kegiatan kesehatan dan KB, serta kegiatan lainnya yang menunjang untuk tercapainya masyarakat sehat sejahtera.
  • Berfungsi sebagai wahana gerakan reproduksi keluarga sejahtera, gerakan ketahanan keluarga dan gerakan ekonomi keluarga sejahtera.

Keberhasilan posyandu di dalam suatu wilayah, dapat tergambar melalui cakupan SKDN, yakni:

  • S: Semua balita di wilayah kerja posyandu tercatat.
  • K: Semua balita memiliki KMS.
  • D: Banyak balita yang ditimbang.
  • N: Banyak balita yang berat badannya naik

Bukan hanya itu, untuk mendapatkan keberhasilan tersebut, para kader harus juga aktif mengajak serta masyarakat untuk mengikuti seluruh program yang diselenggarakan di Posyandu.

Sebab, salah satu patokan ukuran keberhasilan lain dari penyelenggaraan Posyandu adalah apakah peran serta masyarakat selalu aktif, serta berhasil tidaknya program posyandu secara keseluruhan.

Baca Juga: Catat Moms, Ini 3 Cara Menjaga Kesehatan Tulang Anak

Manfaat Posyandu

5 tips memilih suplemen vitamin yang tepat untuk anak 5

Foto: Orami Photo Stock

Posyandu memiliki banyak manfaat untuk masyarakat, di antaranya:

1. Mendukung Perbaikan Perilaku, Keadaan Gizi, dan Kesehatan Keluarga

Dengan adanya Posyandu, diharapkan keluarga akan merasakan manfaatnya karena mendapatkan akses kesehatan. Misalnya terkait dengan kesehatan ibu anak, atau keluarga secara keseluruhan.

Selain itu, para kader di Posyandu juga melakukan beragam penyuluhan tentang perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) pada masyarakat.

Seperti penggunaan jamban untuk buang air kecil atau besar, penggunaan air bersih, mencuci tangan pakai sabun, dan sebagainya.

2. Mendukung Pelayanan Keluarga Berencana

Saat kegiatan Posyandu, setelah penyuluhan terkait KB, para kader juga mengajak para ibu untuk menjadi peserta KB, bahkan disediakan KB gratis bagi yang ingin.

Ini juga berupa pelayanan kontrasepsi kondom, pil KB, dan suntik KB. Masyarakat dapat memilih alat kontrasepsi jangka pendek atau jangka panjang yang cocok dan tepat penggunaannya.

3. Mendukung Pemberdayaan Masyarakat dalam Penganekaragaman Pangan

Ini bisa dilakukan melalui pemanfaatan pekarangan untuk memotivasi kelompok dasa wisma berperan aktif. Beberapa tujuannya yakni:

  • Keluarga mengusahakan budidaya tanaman, sayuran, buah, ikan dan ternak (unggas, sapi, kambing)
  • Keluarga mampu menyusun menu makanan bergizi sesuai ketersediaan pangan lokal dengan pemanfaatan pekarangan rumah
  • Keluarga mampu mengembangkan perekonomian dengan memanfaatkan potensi yang tersedia di lingkungannya
  • Posyandu menjadi pusat informasi dan konseling dalam perlindungan anak dan perempuan, terutama dalam hal pencegahan penyalahgunaan Narkotika dan obat-obatan terlarang, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), perdagangan manusia (traficking), penyebaran HIV/AIDS, dan sebagainya.

Baca Juga: 10 Cara Menjaga Kesehatan Otot Anak Sejak Dini, Mencegah Kram dan Pegal Linu

4. Pemantauan Kesehatan Ibu dan Anak

Beberapa pemantauan untuk ibu adalah pemeliharaan kesehatan ibu, pemeriksaan kehamilan dan nifas, pelayanan peningkatan gizi melalui pemberian vitamin dan pil penambah darah, Imunisasi TT untuk ibu hamil.

Kegiatan Posyandu untuk anak salah satunya adalah pemberian Vitamin A dosis tinggi pada bulan Februari dan Agustus. Akibat dari kurangnya vitamin A adalah menurunnya daya tahan tubuh terhadap serangan penyakit.

Ada juga penimbangan balita yang dilakukan tiap bulan di Posyandu. Ini dilakukan secara rutin untuk pemantauan pertumbuhan dan mendeteksi sedini mungkin penyimpangan pertumbuhan balita.

Dari penimbangan, kemudian dicatat di KMS. Dari data tersebut dapat diketahui status pertumbuhan balita. KMS adalah Kartu Menuju Sehat.

Di dalamnya adalah catatan pekembangan balita dengan melihat garis pertumbuhan berat badan anak dari bulan ke bulan, yang dapat diketahui status pertumbuhan anak.

Kriteria berat badan balita di KMS:

  • Berat badan naik. Berat badan bertambah mengikuti salah satu pita warna, berat badan bertambah ke pita warna di atasnya.
  • Berat badan tidak naik. Berat badanya berkurang atau turun, berat badan tetap, berat badan bertambah atau naik tapi pindah ke pita warna di bawahnya.
  • Berat badan di bawah garis merah. Merupakan awal tanda balita gizi buruk. Pemberian makanan tambahan (PMT) diberikan kepada semua balita yang menimbang ke posyandu.

5. Imunisasi

Di posyandu, balita akan mendapatkan layanan imunisasi. Macam-macam imunisasi yang diberikan di posyandu adalah:

  • BCG untuk mencegah penyakit TBC.
  • DPT untuk mencegah penyakit difteri, pertusis (batuk rejan), tetanus.
  • Polio untuk mencegah penyakit kelumpuhan.
  • Hepatitis B untuk mencegah penyakit hepatitis B (penyakit kuning).

Baca Juga: 11 Cara Menjaga Kesehatan Mental Anak di Tengah Pandemi COVID-19

Kegiatan di Posyandu

Cara-Kejar-Berat-Badan-Anak-di-Tengah-Pandemi.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Kegiatan utama di Posyandu meliputi:

  • Pemantauan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). Misalnya dengan pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) atau pil besi, minimal 3 kali pemberian atau 90 TTD, Immunisasi TT, dan pemeriksaan kehamilan minimal 4 kali selama hamil.
  • Pemantauan gizi. Ini dilakukan dengan cara pemantauan pertumbuhan melalui penimbangan bulanan, pemberian Vitamin A dosis tinggi, Pemberian Makanan Tambahan (PMT), serta Immunisasi.
  • KB.
  • Penanggulangan diare, misalnya dengan pemberian oralit dan pengobatan
  • Kegiatan integrasi pelayanan sosial dasar di Posyandu, misalnya PAUD, BKB, BKR, BKL yang merupakan kegiatan untuk meningkatkan pendidikan, peningkatan ekonomi keluarga, Percepatan penganekaragaman konsumsi pangan.
  • Pembinaan gizi dan kesehatan ibu dan anak. Misalnya seperti suplementasi gizi mikro (vitamin a, tablet tambah darah), penyuluhan gizi seimbang, konseling makanan bayi dan anak balita, pemantauan pertumbuhan, sosialisasi program perencanaan persalinan dan pencegahan komplikasi, konseling dan penyuluhan mengenai perawatan bayi baru lahir, tanda-tanda bahaya pada bayi dan anak balita.
  • Pengendalian penyakit dan penyehatan lingkungan, sepertii immunisasi, lingkungan bersih dan sehat, penanggulangan HIV/AIDS, Malaria, TB dan DBD.
  • Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
  • Penyuluhan dan konseling yang berkenaan dengan HIV/AIDS, perdagangan manusia, kekerasan dalam rumah tangga.

Dilansir Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Buleleng, dalam pelaksanaan layanan posyandu, dilakukan pelayanan kepada masyarakat dengan menggunakan sistem 5 meja, yaitu:

  • Meja 1: Pendaftaran
  • Meja 2: Penimbangan
  • Meja 3: Pengisian KMS
  • Meja 4: Penyuluhan perorangan berdasarkan KMS
  • Meja 5: Pelayanan kesehatan

Setelah itu, dilakukanlah beberapa pelayanan kesehatan kepada masyarakat, berupa:

  • Imunisasi
  • Pemberian vitamin A dosis tinggi.
  • Pembagian pil KB atau kondom.
  • Pengobatan ringan.
  • Konsultasi KB.

Petugas pada meja 1 hingga 4 dilaksanakan oleh kader PKK, sedangkan meja 5 merupakan meja pelayanan medis yang diisi oleh petugas medis.

Untuk memantau tumbuh kembang anak tidak perlu jauh-jauh Moms, cukup datang ke Posyandu dan Moms akan merasakan manfaatnya untuk mengembangkan kesehatan keluarga di rumah juga.

  • https://core.ac.uk/reader/290134780
  • https://dinkes.acehprov.go.id/news/read/2020/01/09/109/apa-itu-posyandu.html
  • https://dispmd.bulelengkab.go.id/informasi/detail/bank_data/pengertian-posyandu-kegiatandefinisi-tujuan-fungsi-manfaat-dan-pelaksanaan-posyandu-33
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait